Cinta Satu Malam Ceo

Cinta Satu Malam Ceo
Mengungkap pelakunya


__ADS_3

...HAY GUYS!...


...WELCOME TO MY STORY!...


..."CINTA SATU MALAM CEO"...


...-------------------------------------------------------...


#CSMC EPISODE 93


...β€’...


...β€’...


Saat tengah asyik bermesraan dengan Shella sambil menonton tv, tiba-tiba handphone Devano berdering menandakan ada telpon yang masuk.


"Honey, aku angkat telpon dulu ya! Soalnya ini dari Kevin siapa tau penting," ucap Devano meminta izin pada istrinya untuk mengangkat telepon.


"Iya mas," ucap Shella mengizinkan.


Devano pun beranjak dari duduknya lalu mengangkat telepon menjauh dari Shella, dia tidak mau istrinya itu mengetahui apa yang dibicarakan olehnya.


πŸ“ž"Halo Vin, gimana? Kamu dapat info apa soal kecelakaan malam itu??" tanya Devano mengecilkan suaranya agar tak terdengar Shella.


πŸ“ž"Iya pak, barusan saya mendapat kabar dari kepolisian kalau mobil yang kita gunakan kemarin itu telah sengaja dirusak oleh seseorang pak! Ada orang yang memotong tali rem mobil itu pak, saya juga sudah mengecek cctv di gedung pernikahan bapak dan berhasil mengetahui siapa pelakunya pak!" jawab Kevin menjelaskan semua info yang ia dapat.


πŸ“ž"Siapa orang yang sudah melakukan itu? Cepat kasih tau saya, biar saya bisa segera beri dia pelajaran!" ucap Devano yang tampak emosi.


πŸ“ž"Dia adalah Hamzah pak, security di gedung tersebut yang mengawal jalannya acara pernikahan bapak kemarin!" jawab Kevin membuat Devano terkejut saat mendengarnya.


πŸ“ž"Apa? Kenapa security itu sampai tega ingin mencelakakan saya? Yasudah kita ketemu sekarang sekaligus temui Hamzah, karena saya ingin tanya langsung sama dia!" ujar Devano.


πŸ“ž"Baik pak, tapi orang gedung bilang kalau Hamzah kebetulan izin cuti pak setelah mengawal acara pernikahan bapak kemarin! Jadi sekarang beliau tidak ada lagi di gedung itu pak," ucap Kevin.


πŸ“ž"Sial! Pasti dia sengaja melarikan diri agar tidak bisa tertangkap, cari tahu alamat rumah Hamzah melalui orang-orang di gedung itu! Setelahnya temui saya di Mathilda Cafe!" ucap Devano.


πŸ“ž"Baik pak!" ucap Kevin.


Tut Tut Tut...


Devano pun menutup teleponnya sambil memukul-mukul tembok dengan tangannya.


"Kurang ajar! Apa motif sebenarnya security itu? Saya yakin pasti dia cuma orang suruhan, saya harus kabari Rafi dan minta pertolongan dia.." gumam Devano.


Ya Devano mengirim pesan pada Rafi untuk meminta pertolongan darinya, setelahnya Devano kembali menemui istrinya sambil tersenyum agar sang istri tidak curiga tentunya.


"Maaf ya lama," ucap Devano mengelus kepala Shella lalu duduk di samping istrinya itu.


"Iya mas gapapa, emang bahas apa sih sama pak Kevin? Kok sampe harus menjauh dari aku segala?" tanya Shella dengan tatapan penuh penasaran.


"Cuma bahas urusan kantor honey, udah lah gak perlu dibahas lagi soal itu! Oh ya aku harus keluar ketemu Kevin, kamu gapapa kan aku tinggal sendirian disini? Atau kamu mau aku anterin ke rumah ibu supaya gak sendirian??" ujar Devano.


"Emm.. Boleh deh mas aku ke rumah ibu aja, tapi kamu jangan lama-lama ya perginya! Inget loh mas kan katanya kamu mau ajak aku ke rumah sakit buat cek kandungan aku," ucap Shella.


"Iya honey aku inget kok soal itu, aku cuma pergi sebentar kok! Yaudah siap-siap gih aku antar kamu ke rumah ibu sekarang!" ujar Devano.


"Iya mas, aku ganti baju dulu ya.." ucap Shella lalu bangkit dari duduknya dan berjalan menuju lemari pakaian.


Devano tersenyum kemudian juga berdiri dan mengambil jaket miliknya yang menggantung di tembok.

__ADS_1


...β€’β€’β€’...


Nadya tampak kesal dengan bosnya, ya karena dia telah dipermalukan di depan para klien oleh Adrian.


Adrian yang melihat asistennya itu sedang bete pun langsung menghampirinya sambil tersenyum, tanpa aba-aba Adrian mencolek pipi Nadya lalu duduk disebelahnya.


"Kenapa sih sayang? Kamu masih marah sama saya gara-gara saya perlihatkan foto-foto kamu pada klien? Ayolah Nadya jangan begitu, saya kan cuma mau kenalin kamu sama mereka itu aja kok! Ya soal ucapan saya tentang pernikahan harusnya kamu aminin dong, kan bagus kalo kita cepet-cepet nikah!" ujar Adrian tersenyum.


Namun Nadya tak menghiraukan perkataan Adrian, dia malah membuang muka lalu kemudian beranjak dari kursinya dan hendak meninggalkan ruangan itu.


Tapi dengan sigap Adrian menahan Nadya dengan menarik tangannya, ya Adrian juga menarik tubuh Nadya dan membuat tubuhnya kini ada dalam dekapan Adrian.


"Mau kemana? Kamu gak bisa pergi dari saya sebelum kamu memaafkan saya, ayolah sayang saya gak bisa kalo dicuekin seperti ini..!!" ujar Adrian sambil membelai rambut Nadya.


"Lepasin pak!" ujar Nadya berusaha berontak untuk lepas dari pelukan Adrian tapi gagal karena tenaga Adrian lebih kuat darinya.


"Saya bakal lepasin kamu setelah kamu maafin saya dan mau makan siang bersama saya, itu aja kok mudah kan?" ucap Adrian tersenyum memandangi keindahan wajah asistennya itu.


Nadya mengalihkan pandangannya tak mau menatap mata bosnya itu karena takut dianggap baper, ya akhirnya Nadya mau memaafkan Adrian.


"Iya saya maafin bapak kok, tapi kalo soal makan siang bareng.. Maaf saya gabisa pak, mending bapak makan sendiri aja ya! Udah pak lepasin saya dong!" ujar Nadya lagi-lagi berusaha memberontak.


"Makasih udah dimaafin, tapi saya tetep gak mau lepasin kamu! Soalnya kan kamu gak mau makan siang bareng saya, jadi udah ya kamu begini terus aja ada di dalam pelukan aku..!!" ucap Adrian tersenyum sambil mencolek hidung Nadya.


"Iya yaudah pak saya mau makan siang sama bapak, tapi janji dulu jangan macem-macem kayak di lift tadi pagi!" ujar Nadya yang akhirnya terpaksa kembali menuruti kemauan bosnya itu.


"Ok fine i promise!" ucap Adrian lalu melepaskan tubuh Nadya.


Setelah itu, Adrian menggandeng tangan Nadya dan berjalan keluar dari ruangan tersebut bersama-sama.


...β€’β€’β€’...


"Wah pengantin baru mukanya pada cerah-cerah nih, gimana semalam lancar gak malam pertamanya?" ujar Lubis sambil tertawa.


"Ahaha om bisa aja, Alhamdulillah lancar kok om! Malahan Shella minta tambah gak mau berhenti," jawab Devano juga dengan nada bercanda yang langsung disambut oleh cubitan dari Shella.


"Ish mas kalo ngomong sembarangan aja!" ucap Shella membantah apa yang dikatakan suaminya itu.


"Hahaha udah Shella gak perlu malu, yang namanya suami-istri mah wajar kalo minta nambah!" ujar Lubis tertawa terbahak-bahak.


Wajah Shella terlihat memerah saat itu, apalagi omnya dan juga suaminya begitu gencar menertawakan dirinya.


"Sudah sudah, ayo nak Vano bawa istri kamu masuk ke dalam! Kasihan loh dia berdiri terus disitu.." ucap Jenar berusaha menyudahi obrolan yang membuat Shella tersipu itu.


"Eh saya mah gak ikut masuk Bu, biar Shella aja yang masuk karena saya mau ada urusan penting nih di luar! Jadi makanya saya ajak Shella kesini, saya titip istri saya dulu disini ya om, Bu!" ucap Devano.


"Ohh iya iya, yaudah sini masuk Shella! Kebetulan ibu sama bi Yani lagi bikin kue bolu kesukaan kamu!" ucap Jenar.


"Wah enak tuh bu, yaudah ya mas aku masuk ke dalam sama ibu! Kamu hati-hati di jalan, terus kalo urusannya udah selesai langsung balik kesini jangan malah keluyuran gak penting..!!" ucap Shella pada suaminya.


"Iya honey pasti aku langsung balik kok, yaudah kalo gitu aku juga langsung pergi ya takut Kevin udah nungguin!" ucap Devano.


"Iya mas," ucap Shella mengangguk kemudian mencium tangan suaminya itu.


Devano merasa aneh saat Shella mencium tangannya, ya tentu saja karena ini pertama kalinya dia dicium tangannya oleh wanita.


"Aku jalan ya, bye honey!" ucap Devano mengecup kening istrinya kemudian melangkahkan kakinya pergi dari sana.


Shella masih memandangi suaminya itu hingga perlahan-lahan mulai tak terlihat, barulah setelahnya Jenar mengajak Shella masuk bersama Lubis juga.

__ADS_1


"Loh bu Damar mana kok gak ada?" tanya Shella setelah menyadari sepupunya tak ada disana.


"Tadi pagi Damar pamit mau lari pagi, tapi gak tahu tuh sampe sekarang belum balik-balik!" jawab Jenar.


"Ah paling dia mah lagi keliling Jakarta sambil cari cewek-cewek bening.." ujar Lubis sambil menyantap pisang goreng di piring.


"Yaudah yuk sayang!" ujar Jenar.


Shella & Jenar pun berjalan ke dapur untuk membantu bi Yani yang sedang membuat adonan kue bolu.


...β€’β€’β€’...


Disisi lain, Kevin telah berhasil mendapatkan alamat tempat tinggal Hamzah dari rekannya yang juga sesama security.


Kevin pun langsung menuju mobilnya sambil menyimpan kertas alamat tersebut di saku celananya.


Setelahnya Kevin langsung menancap gas dan pergi ke Mathilda Cafe untuk bertemu dengan Devano.


Naasnya saat dalam perjalanan, Kevin hampir menabrak seorang pemotor yang datang tiba-tiba dari tikungan pertigaan.


Kevin menghela nafasnya, ia merasa panik karena hampir saja melukai seseorang karena kelalaiannya.


Terlalu fokus dengan si pemotor, Kevin tak sadar ada sebuah truk tengah melaju kencang dari arah kiri mobilnya.


TIIINNN..


Klakson panjang dibunyikan supir truk tersebut, namun sayang Kevin terlambat merespon untuk menghindari truk tersebut yang sepertinya tengah blong.


Akhirnya..


Braagghhh...


Mobil Kevin beserta dirinya tertabrak sangat kencang oleh truk itu, bahkan sampai terpental dan guling-guling dibuatnya.


Akhirnya mobil Kevin berhenti dalam posisi terbalik dan hampir hancur seluruhnya, asap mulai keluar dan tak lama kemudian orang-orang berdatangan ke lokasi kecelakaan tersebut.


Sementara itu, truk yang tadi juga berhenti setelah menabrak pohon..


JEDERRR..


Mobil Kevin meledak saat warga baru ingin menyelamatkannya, ya api mulai membakar seluruh badan mobil tersebut.


Tampak para warga merasa tidak tega melihatnya, namun ada satu orang pria memakai hoodie hitam yang malah tersenyum tipis kemudian berjalan pergi meninggalkan tempat kecelakaan itu.


...~Bersambung~...


...JANGAN LUPA LIKE+KOMEN YA GES YA!!!...



...Baaa...


...RIP KEVIN🀧πŸ₯Ί...


...1992-2021...


...πŸ₯€πŸ₯€πŸ₯€...


#SalamDariBinjai

__ADS_1


#RIPKevin


__ADS_2