
...HAY GUYS!...
...WELCOME TO MY STORY!...
..."CINTA SATU MALAM CEO"...
...-------------------------------------------------------...
#CSMC EPISODE 97
...•...
...•...
Devano pulang ke rumah Jenar untuk menjemput Shella yang ada disana, ia sedikit merasa cemas takut istrinya itu akan marah padanya karena cukup lama pergi meninggalkannya.
Maka dari itu, Devano membelikan martabak keju kesukaan Shella agar istrinya itu tak marah.
Namun, dia malah berpapasan dengan Adrian yang baru saja pulang dari rumah Jenar.. ya tampak wajah Devano berubah menjadi kesal saat melihat Adrian ada disana.
"Heh, mau ngapain anda kesini? Sudah saya bilang jangan pernah anda dekati lagi Shella! Sekarang Shella itu sudah jadi istri saya, sebaiknya anda jauhi dia karena saya tidak suka kalau anda mendekati dia lagi!" ujar Devano.
"Hahaha, Devano Devano.. Darimana aja lu ha? Masa seorang suami yang katanya cinta sama istri malah pergi ninggalin istrinya gitu aja, padahal ini hari pertama pernikahan kalian! Gua sih kasihan ya sama Shella, kenapa dia harus milih laki-laki seperti lu buat dijadiin suami? Eh iya apaan tuh yang lu bawa? Ohh pasti mau buat nyogok Shella ya, aduh Vano emang bener ya lu tuh suami yang buruk! Lu itu gak pantes buat jadi pendamping hidup Shella! Bawain makanan aja cuma martabak, kayak gua dong tadi bawa pizza lebih berkelas lah Vano..!!" ujar Adrian meledek Devano.
"Maksudnya apa anda kasih pizza ke Shella? Emangnya anda pikir saya sebagai suami gak bisa kasih itu ke dia? Lain kali anda gak perlu kasih apa-apa lagi ke istri saya! Dan jangan pernah temuin dia lagi, atau saya akan bikin hidup anda menderita..!!" ancam Devano pada Adrian.
Bukannya takut Adrian malah terkekeh mendengar ancaman dari Devano itu.. ia bahkan menantang Devano untuk melakukan apa yang dikatakannya barusan.
"Hahaha, coba aja lakuin itu kalo lu bisa! Denger ya Vano, sampe kiamat sekalipun gue gak akan berhenti buat kejar Shella! Gue cuma bakal berhenti setelah gue berhasil dapetin hati dia lagi! Jadi jangan coba-coba halangi gue, karena itu percuma aja!" ujar Adrian tersenyum smirk.
Devano pun tersulut emosi dibuat Adrian, ya ia melempar martabak yang ia bawa begitu saja lalu melayangkan satu pukulan ke wajah Adrian.
BUGH..
"Kurang ajar anda ya! Berani sekali anda ingin bermain-main dengan saya, dengar ini sampai kapanpun anda tidak akan bisa merebut Shella dari saya! Karena Shella itu hanya milik saya seorang!" ucap Devano dengan lantang sehingga membuat orang-orang di dalam rumah Jenar mendengarnya.
Adrian memegangi wajahnya kemudian bangkit dan berniat membalas pukulan Devano, tapi Devano berhasil menangkisnya dengan cepat dan berbalik memukul perut Adrian.
__ADS_1
BUGH..
Devano menambah lagi pukulannya pada wajah Adrian, lalu ia juga memukul punggung Adrian menggunakan sikunya hingga Adrian terjatuh.
"Sekali lagi saya lihat anda masih mendekati istri saya, saya pastikan anda akan segera mendekam di penjara! Camkan itu Adrian Bagaskara..!!" ucap Devano menyeka rambutnya yang berantakan itu ke belakang.
Kemudian, Jenar & Shella beserta Lubis & Damar keluar untuk mengecek apa yang terjadi.. Mereka langsung berlari ke arah Devano & Adrian lalu memisahkan kedua pria itu.
"Hey hey sudah cukup! Apa-apaan ini kenapa kalian ribut disini?? Devano, kenapa kamu tidak bisa mengontrol emosi kamu? Semua masalah kan bisa dibicarakan baik-baik!" ujar Lubis menengahi mereka.
"Maaf om, saya cuma gak suka ada laki-laki lain yang mendekati istri saya.. Gimanapun juga saya cuma manusia biasa om, gak mungkin saya rela kalau istri saya didekati pria seperti dia!" ucap Devano.
"Yasudah sudah! Adrian, sebaiknya kamu segera pergi dari sini! Benar apa yang dikatakan Devano, seharusnya kamu jangan lagi dekati Shella karena sekarang dia sudah jadi milik Devano!" ujar Lubis.
"Iya saya pergi om, tapi maaf saya tidak bisa jika disuruh menjauhi Shella! Karena hati saya hanya untuk Shella seorang tidak ada yang bisa menggantikan Shella om..!!" ucap Adrian terang-terangan di hadapan semua orang.
"Apa maksud kamu bicara seperti itu nak Rian? Jadi kamu selama ini hanya mempermainkan perasaan Sheila? Bukannya kamu bilang kalau kamu itu cinta sama Sheila??" ujar Jenar yang juga ikut emosi.
"Maaf tante, saya tidak mempermainkan Nadya kok! Saya juga mencintai dia, tapi tidak sebesar rasa cinta saya ke Shella tan!" jelas Adrian.
"Sudah sudah cukup Devano cukup! Adrian, ayo kamu cepat pergi dari sini dan jangan cari gara-gara lagi disini! Atau saya akan teriak memanggil hansip supaya kamu ditangkap!" ujar Lubis.
"Ok, semuanya saya pergi dulu.. Assalamualaikum!" ucap Adrian tersenyum melambaikan tangannya lalu juga berkedip ke arah Shella.
Adrian pun pergi juga dari sana dengan luka lebam di wajahnya, tapi ia tidak merasa kesal karena rencananya kali ini berhasil untuk membuat semua orang itu terpancing emosinya.
Sementara itu, Devano tampak menghampiri Shella dan menggenggam kedua tangannya lalu meminta maaf pada istrinya itu.
"Maafin aku ya honey, harusnya aku gak tinggalin kamu selama ini di hari pertama pernikahan kita! Gara-gara aku pergi lama jadinya Adrian ada kesempatan deh buat deketin kamu, maaf ya honey!" ucap Devano dengan tatapan tulusnya.
"Iya mas, sebenarnya gapapa kok kalo kamu mau pergi lama asal kamu kabarin aku minimal kirim pesan gitu ke aku mas biar aku gak khawatir sama kamu! Tapi emang kamu ada urusan apa sih sampai selama ini??" ucap Shella.
"Nanti aku ceritain di apartemen ya, sekarang kita langsung balik aja! Gak enak kamu kan udah terlalu lama disini honey.." ujar Devano.
"Ah gapapa lah nak Vano, justru ibu seneng ada Shella disini jadi kan ada yang bisa ibu ajak ngobrol!" ujar Jenar.
"Loh emang aku gak bisa diajak ngobrol apa mbak? Kan aku ini juga manusia loh sama kayak Shella!" celetuk Lubis.
__ADS_1
"Iya emang tapi kamu itu kerjaannya tidur terus Lubis gimana bisa diajak ngobrol coba??!!" ujar Jenar disambut suara tawa oleh mereka.
Ya emosi dan kekesalan mereka akhirnya berubah jadi kegembiraan walau sebenarnya rasa kesal itu masih ada.
...•••...
Tampak Rafi tengah berada di hotelnya sambil bermain ponsel miliknya, ya dia tampak masih membaca berita soal kecelakaan yang menimpa Kevin.
"Kayak ada yang janggal dari kronologis kecelakaan ini, buat apa coba Kevin berhentiin mobilnya di tengah jalan begitu? Gue yakin pasti kecelakaan ini bukan sebuah kecelakaan biasa! Ada orang yang sengaja melakukan ini supaya Kevin mati terus gak ada lagi yang bisa bantu Devano, apa mungkin Adrian dalang dibalik ini semua?" gumam Rafi mengelus-elus dagunya.
Ting tong..
Suara bel kamarnya berbunyi, sepertinya ada orang yang datang dan sudah menunggu di luar.
Rafi pun beranjak dari duduknya lalu berjalan keluar membukakan pintu untuk orang tersebut.
"Eh kamu ternyata, ayo masuk!" ucap Rafi tersenyum mempersilahkan tamunya masuk ke dalam.
Orang itu masuk begitu saja tanpa berbicara sedikitpun, kemudian Rafi segera menutup kembali pintu kamarnya dan menyusul orang itu.
"Duduklah!" ucap Rafi mempersilahkan dia untuk duduk di sofa.
Mereka berdua pun duduk disana, orang itu masih saja menunduk dan wajahnya tak terlihat jelas karena tertutup hoodie sweater yang ia kenakan.
Akhirnya dia membuka hoodie nya dan terlihatlah wajah seseorang yang merupakan pria itu.
"Bagaimana? Apa kamu sudah berhasil melakukan tugas dari saya?" tanya Rafi duduk bersandar di sofa dengan kedua tangannya ia letakkan di atas sandaran sofa itu.
"Maaf bos, sebenarnya tadi saya hampir berhasil membuat Adrian celaka.. Tapi sayang ternyata Adrian tidak bisa diremehkan bos, dia memiliki banyak kaki tangan! Bahkan semua anak buah saya berhasil dikalahkan bos.." ucapnya.
Sontak Rafi geram dan mengepalkan kedua tangannya secara bersamaan dengan wajah yang bergetar.
"Kurang ajar kamu Adrian! Awas saja, pasti saya akan berhasil menghabisi kamu dengan cara lain!" ujar Rafi.
...~Bersambung~...
...JANGAN LUPA LIKE+KOMEN YA GES YA!!!...
__ADS_1