Cinta Satu Malam Ceo

Cinta Satu Malam Ceo
Dibolehin ibu


__ADS_3

...HAY GUYS!...


...WELCOME TO MY STORY!...


..."CINTA SATU MALAM CEO"...


...-------------------------------------------------------...


#CSMC EPISODE 309


...•...


...•...


Sudah 2 hari berlalu, namun Nadya masih saja kepikiran dengan sosok Adrian yang suaranya selalu terngiang-ngiang dalam benaknya. Hingga kini Nadya tetap belum bisa melupakannya, ia juga penasaran siapa sebenarnya Adrian itu dan mengapa ibunya selalu emosi ketika ia menanyakan tentang Adrian.


TOK TOK TOK...


Tiba-tiba ada yang mengetuk pintu kamarnya disaat Nadya sedang uring-uringan di kasur karena memikirkan Adrian, ia pun terkejut lalu bangkit dari kasurnya dan berjalan menuju pintu untuk mengecek siapa yang datang sekaligus membukakan pintu.


Ceklek....


"Ibu?" ucap Nadya pelan.


Jenar langsung tersenyum begitu melihat putrinya membuka pintu dan berdiri disana, ia pun maju mendekati Nadya lalu memeluk gadis itu. Nadya yang bingung hanya bisa diam mematung karena ia tak mengerti mengapa ibunya tiba-tiba memeluknya seperti ini.


"Bu, ibu kenapa?" tanya Nadya heran.


Jenar melepas pelukannya lalu memegang wajah putrinya dengan kedua tangan, ia menatap mata Nadya sambil tersenyum dan mengusap wajah gadis itu perlahan. Lagi-lagi Nadya dibuat bingung dengan kelakuan ibunya itu, ia heran sebenarnya apa yang terjadi sampai Jenar seperti itu.


"Ibu tuh kenapa sih?" tanya Nadya lagi.


"Ibu tau sayang, kamu pasti masih kepikiran sama nak Adrian kan?" ucap Jenar.


"Eee.... maaf Bu, tapi aku gak bisa turutin kemauan ibu untuk lupain Adrian! Sampai sekarang aku masih terus penasaran siapa Adrian itu sebenarnya, soalnya suaranya selalu terngiang di telingaku!" ucap Nadya.


"Ibu paham kok!"


Nadya langsung berlutut di hadapan ibunya sembari menyentuh kaki sang ibu, ia menangis meminta maaf pada Jenar karena telah lancang dan tidak mau mengikuti perkataan ibunya. Jenar terkejut dengan sikap Nadya dan berusaha membuat putrinya itu tenang tidak lagi seperti ini.


Namun, Nadya masih tetap merasa bersalah dan tidak mau berdiri sebelum sang ibu memaafkan dirinya. Akhirnya Jenar terpaksa menuruti kemauan Nadya lalu memaafkan gadis itu, walau sebenarnya ia tak masalah jika Nadya masih kepikiran dengan Adrian.


"Iya, ibu udah maafin kamu kok! Sekarang bangun ya sayang, jangan begini!" ucap Jenar.

__ADS_1


Nadya pun bangkit kembali dan menatap wajah ibunya dengan mata sembab karena habis menangis, sang ibu bergerak menghapus air mata dari wajah Nadya lalu tersenyum.


"Sayang, ibu gak marah kok dan ibu juga maklumin kalau kamu masih kepikiran nak Rian!" ucap Jenar.


"Tapi, aku kan—"


"Udah gausah begitu! Justru ibu sekarang temuin kamu mau kasih tau ke kamu tentang Adrian, ibu juga akan bawa kamu temuin Adrian!" potong Jenar.


"Yang bener Bu??" tanya Nadya sumringah.


"Iya, makanya kamu jangan sedih lagi ya! Hapus air mata kamu, karena nanti cantik kamu luntur loh kalau kamu keseringan nangis!" jawab Jenar.


"Makasih ya Bu!"


Nadya yang gembira langsung memeluk ibunya dengan erat sangking bahagianya, ia tak menyangka kalau ibunya mau membawa ia menemui Adrian padahal sebelumnya Jenar selalu marah ketika ia membahas soal Adrian.


Sementara Jenar juga tampak senang melihat keceriaan Nadya, walau ia belum siap untuk mempertemukan Nadya dengan Adrian di penjara karena takut kalau putrinya akan kecewa setelah mengetahui Adrian adalah narapidana.


"Yaudah, sekarang kamu siap-siap ya! Ibu tunggu di bawah, jangan nangis lagi oke!" ucap Jenar.


Nadya manggut-manggut lalu menyeka bekas air mata di wajahnya sambil tersenyum, ia pun melepas pelukannya lalu kembali ke dalam untuk mengganti pakaian dan bersiap-siap. Sedangkan Jenar juga pergi meninggalkan Nadya, ia menunggu putrinya di bawah sambil terus berpikir.


...•••...


Disisi lain, Shella yang tengah sendirian di kamar karena suaminya pergi bekerja kini merasa bosan dan tidak tahu ia harus apa. Ia pun beranjak dari ranjang lalu mengambil ponselnya dari atas meja dan menghubungi nomor seseorang.


📞"Hai, Nov! Gimana soal kelanjutan kejutan itu, kamu udah siapin semua kan?" ujar Shella.


📞"Iya Bu, pestanya udah saya atur kok sama yang lain juga! Nanti tinggal tunggu waktunya aja buat dimulai, ibu tenang aja ya!" ucap Novi.


📞"Kamu ini gimana sih? Kan saya udah bilang, jangan panggil saya ibu! Panggil aja Shella, saya gak suka dipanggil kayak gitu!" ucap Shella.


📞"Eh iya maaf Bu, maksudnya Shella! Tapi, saya belum terbiasa buat panggil bos saya dengan namanya langsung!" ucap Novi.


📞"Gapapa Novi, anggap aja saya ini teman kamu! Tolong ya pesta kejutan itu kamu atur yang bagus sesuai keinginan saya, nanti kalau kamu butuh sesuatu tinggal kasih tau saya aja!" ucap Shella.


📞"Baik, saya pasti akan lakukan sebaik mungkin! Saya janji tidak akan mengecewakan ibu, eh maksud saya Shella!" ucap Novi.


📞"Hadeh kamu ya, harus dibiasakan panggil saya Shella aja jangan ibu! Nanti kalau kamu masih terus panggil ibu, saya aduin loh ke mas Vano!" ucap Shella merasa tak suka dipanggil ibu.


📞"Iya maaf Shella, saya bakal biasain kok! Eee kalo gitu saya mohon izin tutup telponnya, ya? Soalnya saya harus ke ruangan pak Vano sekarang kasih berkas, gapapa kan?" ucap Novi.


📞"Oke, kabari saya kelanjutannya ya! Inget loh, ulang tahun mas Vano tinggal 3 hari lagi!" ucap Shella.

__ADS_1


📞"Baik Shella, saya ingat kok!" ucap Novi.


📞"Oke makasih Nov, bye!" ucap Shella.


Tuuutttt....


Shella memutus telponnya lalu senyum-senyum sendiri membayangkan reaksi suaminya nanti saat pesta kejutan ulang tahunnya diadakan di perusahaan Devano sendiri, ia juga tidak sabar memberitahu suaminya kalau sekarang ini ia tengah mengandung anaknya.


"Mas, aku janji kali ini gak akan bikin kamu kecewa lagi! Aku pasti bakal jaga anak kita sampai dia bisa lahir ke dunia, barulah nantinya keluarga kita akan lengkap dengan hadirnya seorang anak!"


Shella tersenyum merunduk sembari mengusap perutnya yang saat ini tengah diisi seorang janin, ia bertekad untuk menjaga kandungannya dengan lebih baik agar kejadian sebelumnya tak terulang kembali dan ia bisa merasakan menjadi sosok ibu.


TOK TOK TOK...


Disaat ia tengah asyik membayangkan wajah suaminya sembari mengelus perut, tiba-tiba pintu kamarnya terketuk dari luar membuat Shella terkejut lalu spontan berdiri. Karena penasaran Shella pun berteriak memberi izin pada seseorang di luar itu untuk masuk ke dalam.


"Iya, masuk!" ucap Shella.


Ceklek...


Shella terkejut karena ternyata yang datang adalah Silvi alias ibu mertuanya yang baru kembali dari luar kota, ia langsung tersenyum kemudian menghampiri Silvi dan berpelukan dengan mertuanya tersebut.


"Mama..." ucapnya.


"Hai sayang, apa kabar kamu cantik?" tanya Silvi.


"Alhamdulillah, aku baik mah! Mama sendiri gimana, sehat-sehat aja kan?" ucap Shella.


"Sama sayang, mama baik kok!"


"Yaudah, duduk yuk mama lihatin oleh-oleh buat kamu!" ucap Silvi.


"Aduh, mama pake repot-repot segala!" ucap Shella.


"Gak repot kok, buat menantu cantik kayak kamu mah semuanya gak akan merasa direpotin sayang!" ucap Silvi tersenyum.


Mereka pun melangkah menuju ranjang lalu duduk disana berdampingan, Silvi memperlihatkan barang-barang yang ia beli untuk menantunya itu. Shella tampak senang karena ia berada dalam lingkungan keluarga yang baik dan perhatian kepadanya.


...~Bersambung~...


...JANGAN LUPA LIKE+KOMEN YA GES YA!!!...


...|||...

__ADS_1


...Bulan ini atau awal bulan depan, saatnya Shella berhenti alias tamat...


...❤️❤️❤️...


__ADS_2