
Adrian menghentikan mobilnya di depan gang rumah Shella, ketika ingin turun mendadak ia berubah pikiran.
"Gak gak, kalo gue temuin Shella sekarang yang ada dia malah makin stres! Mending gue biarin dia tenang dulu," batin Adrian.
Adrian pun menyalakan kembali mobilnya dan menancap gas lalu pergi dari sana.
Di sepanjang jalan, Adrian terus memikirkan Shella.. Dia masih tidak percaya jika Shella hamil, padahal baru beberapa hari dia mengatakan pada Shella kalau dirinya tidak hamil.
Tiba-tiba, terlintas dalam pikiran nya tentang siapa ayah kandung dari bayi dalam kandungan Shella itu.
"Gua kan juga make tubuh Shella hari itu, ada kemungkinan kan gue ayah dari anak Shella! Gua gabisa biarin Devano nikahin Shella gitu aja! Ya, bisa jadi anak itu anak gue!" gumam Adrian.
Adrian kehilangan fokus sehingga hampir menabrak penyeberang jalan di depannya.
"WOI GIMANA SIH? BISA BAWA MOBIL KAGAK?" ujar orang itu.
Adrian pun panik dan keluar untuk menolong orang itu.
"Aduh maaf banget pak tadi saya gak fokus, bapak gak kenapa-napa kan?" ucap Adrian.
"GAPAPA GAPAPA, LU GAK LIHAT NIH TANGAN GUA BESET BESET??!!" jawab orang itu.
"Eee sekali lagi saya minta maaf pak, kalo bapak mau dibawa ke rumah sakit mari saya antar!" ucap Adrian.
"GAUSAH, GUA MINTA MENTAHANNYA AJA!" ujar orang itu.
Akhirnya Adrian mengambil sejumlah uang dari dompet nya dan memberikannya pada orang itu.
"Ini pak,"
Orang itu dengan cepat mengambil uang itu dari tangan Adrian.
"Nah kalo gini kan enak, lain kali hati-hati ya kalo nyetir itu fokus ke jalan!" ujar orang itu.
"Iya pak,"
Setelah mendapat uang dari Adrian, orang itu langsung pergi meninggalkan nya.
"Aduh apes banget sih gua, pake hampir nabrak orang segala.." batin Adrian sambil mengusap wajahnya.
Adrian pun kembali ke mobilnya dan melanjutkan perjalanan nya ke rumah..
...•••...
Seminggu kemudian...
Tak terasa, Shella berhasil melewati hari-harinya dengan cukup baik. Ya sejak mengetahui jika dirinya ternyata beneran hamil, Shella memang sempat depresi dan tidak memiliki semangat hidup!
Tapi, berkat dukungan dari Jenar & Yani.. Shella pun bersemangat kembali.
Dia juga mendapat support dari Rafi, atasannya di kantor. Ya memang sejak bekerja bersama, mereka berdua jadi semakin dekat. Rafi tak jarang juga mengantar Shella pulang ke rumah.
Bahkan Rafi juga sering mengajak Shella makan siang bersama di kantor.
Berbeda dengan Rafi yang makin perhatian dengan Shella, Devano justru bersikap dingin pada wanita itu. Entah apa penyebabnya, harusnya kan Shella yang bersikap gitu ke dia.
Hari ini, Shella kembali diajak makan siang oleh Rafi.
"Sel, makan dulu yuk!" ujar Rafi.
"Eh pak Rafi, sebentar pak ini saya selesain kerjaan saya dulu!" ucap Shella.
"Udah dilanjut nanti lagi kerjaannya, kamu harus inget sekarang ada janin di perut kamu yang perlu dijaga! Jadi kamu jangan sampe telat makan ya!" ucap Rafi.
Akhirnya Shella mau makan siang dengan Rafi.
__ADS_1
"Yaudah deh pak, tapi saya makan disini aja ya soalnya ibu saya udah buatin bekal buat saya!" ujar Shella.
"Oh gitu, ya kalo gitu saya juga makan disini aja deh bareng kamu.." ucap Rafi.
"Loh emang bapak juga bawa bekal?" tanya Shella.
"Enggak sih, tapi gampang kan bisa suruh ob buat beliin makanan di luar!" ucap Rafi.
"Yaudah suka-suka bapak aja,"
Rafi pun memanggil ob dan memintanya untuk membeli makan.
...•••...
Laila mendatangi Devano di ruangannya, dia mengetuk pintu tanpa berbicara agar Devano tak mengetahuinya.
Tok Tok Tok..
Mendekati suara ketukan di pintunya, Devano pun langsung menyuruh orang itu masuk.
"Ya masuk,"
Perlahan Laila membuka pintunya, terlihat Devano sedang sibuk mengotak-atik laptopnya.
Laila berjalan pelan menghampiri kakaknya itu.
"Siapa?" ucap Devano tapi pandangannya masih terarah ke laptop.
Akhirnya Laila menutup sedikit layar laptop Devano, sehingga Devano bisa melihat Laila disana.
"Eh Laila, lu ngapain disini?" ujar Devano.
"Surprise! Gue bawain makanan kesukaan lu nih bang," ucap Laila.
"Ya ampun Laila.. Tumben banget lu bawain makan buat gue, dalam rangka apa nih?" tanya Devano heran.
"Iya sih belum, gua masih ada kerjaan soalnya!" ucap Devano.
"Kebiasaan lu mah dari dulu kerjaan aja yang diurusin, perut tuh pikirin! Kan lu punya penyakit maag bang!" ujar Laila.
"Iya iya udah sini gua makan," ucap Devano.
"Nih bang, oh iya gue juga bawain buat kak Rafi.. Tapi, dia dimana ya? Maksud gue ruangan dia dimana gitu?" tanya Laila.
"Di lantai 2 lu ke sono aja, atau mau gua telponin biar dia kesini?" ujar Devano.
"Gausah biar gue kasih sendiri aja ke dia, tapi gue siapin dulu makanan lu.. Soalnya gua tau lu orangnya males kan, jadi gua harus siapin biar lu mau makan!" ujar Laila.
"Haha apal banget lu sama sikap gua," ucap Devano.
"Iya dong namanya juga adek yang pengertian," ujar Laila.
Laila pun menyiapkan makanan untuk Devano.
...•••...
Rafi heran karena Shella tidak memakan bekal makanan nya.
"Kok gak dimakan?" tanya Rafi.
"Eee gak enak lah pak, masa saya makan duluan.." jawab Shella.
"Yaelah gapapa kali makan aja, kamu kayak sama siapa aja! Udah makan!" ujar Rafi.
"Nanti aja pak saya tunggu makanan bapak datang, biar lebih enak dan kita juga bisa makan bareng gitu.." ucap Shella.
__ADS_1
"Iya juga sih, tapi kalo kamu udah laper ya makan aja!" ujar Rafi.
"Enggak kok pak saya belum lapar," ucap Shella.
Kemudian, ob yang tadi disuruh Rafi beli makan pun datang.
"Permisi pak, ini makanannya.." ucapnya.
"Ah iya terimakasih mas," ucap Rafi.
"Sama-sama pak, kalo gitu saya permisi!" ujarnya.
Ob itu keluar dari sana, sedangkan Rafi & Shella mulai memakan makanannya masing-masing.
...•••...
Sementara itu, Laila sampai di depan ruangan Rafi. Ia coba mengetuk pintunya namun tak ada jawaban dari dalam.
Tok tok tok...
Ia terus mengetuk pintunya sambil sesekali berbicara.
Tok tok tok...
"Kak Rafi, ini gue Laila! Gue bawain makan siang buat lu!" ujar Laila.
Namun, tetap tidak ada jawaban dari dalam sana.
"Ish kemana sih kak Rafi? Kok dia gak ada di ruangannya?" gumam Laila.
Lalu, ada seorang wanita karyawan disana yang lewat.. Laila pun bertanya padanya.
"Eh maaf mbak mau nanya, kak Rafi kemana ya? Kok daritadi saya ketuk-ketuk pintu gak ada jawaban?" tanya Laila.
"Ohh tadi pak Rafi pergi ke tempat karyawan Bu," jawabnya.
"Eee dimana ya ruangannya?" tanya Laila.
"Itu Bu disebelah sana," jawabnya sambil menunjukkan arah tempat Rafi berada.
"Ohh makasih ya mbak," ucap Laila.
"Iya sama-sama Bu, mari!" ujarnya.
Wanita itu melanjutkan perjalanan nya..
"Ish kok dipanggil Bu sih? Padahal kan gue masih anak kuliahan.." gumam Laila.
Lalu, Laila berjalan ke ruangan yang tadi ditunjuk wanita itu.
Akhirnya Laila sampai, dia langsung masuk dan memanggil nama Rafi.
"Kak Rafi!" ucap Laila.
Rafi langsung menoleh ke arah suara itu..
"Laila?" ucap Rafi.
Laila sangat terkejut karena disana ada Shella yang sedang makan bersama Rafi.
"Shella?" ucap Laila.
Begitu juga dengan Shella, dia kaget karena Laila ada disana.
"Laila?" ujar Shella.
__ADS_1
...~Bersambung~...