Cinta Satu Malam Ceo

Cinta Satu Malam Ceo
Nadya masih bete


__ADS_3

...HAY GUYS!...


...WELCOME TO MY STORY!...


..."CINTA SATU MALAM CEO"...


...-------------------------------------------------------...


#CSMC EPISODE 116


...•...


...•...


Nadya kembali ke rumah mamah angkatnya dengan raut wajah yang masih cemberut dan bete karena sebelumnya ia agak kesal dengan ibu kandungnya serta juga Adrian yang menemuinya tadi.


"Kamu kenapa sayang, kok cemberut gitu? Apa ada masalah antara kamu sama Adrian?" tanya mamah Nadya keheranan saat melihat wajah anaknya cemberut.


"Gapapa kok mah, aku cuma lagi capek aja! Boleh kan mah aku langsung masuk ke dalam?" ucap Nadya lemas.


"Bukannya kamu mau tinggal di rumah ibu kamu? Kan katanya saudara kembar kamu diculik, apa dia sudah ketemu sayang?" tanya mamah Nadya sambil memegang wajah anak angkatnya itu menggunakan dua tangannya.


"Belum sih mah, tapi aku kepengen pulang kesini aja! Soalnya aku ngerasa gak dianggap disana mah," ucap Nadya menceritakan keluh kesahnya pada wanita sedikit tua yang ada di hadapannya itu.


"Yasudah ayo kita masuk dulu! Kamu jangan cemberut lagi ya cantik..!!" ucap mamah Nadya kemudian merangkul pundak anaknya itu lalu jalan bersama menuju dalam rumah.


Nadya memberikan sedikit senyumnya sambil menatap wajah mamah angkatnya itu, entah kenapa ia lebih merasa nyaman saat berada dalam pelukan mamahnya dibandung ibu kandungnya.


TIN TIN..


Suara klakson mobil terdengar dari luar pagar, sontak mereka menghentikan langkahnya dan bersamaan menoleh ke arah luar.


"Itu kayak mobilnya Adrian sayang, kita samperin dulu yuk kesana siapa tau nak Adrian bisa bikin kamu senyum lagi..!!" ucap mamah Nadya sambil mencolek hidung Nadya sedikit.


Nadya hanya manggut-manggut mengikuti perkataan mamahnya itu, kemudian mereka berdua berbalik arah dan menuju ke pintu gerbang menemui Adrian yang memang sudah menunggu disana.


Tampak Adrian tengah berdiri di depan pagar sambil memegang setangkai mawar merah di tangannya.

__ADS_1


"Eh kebetulan kamu datang Adrian, Nadya kayaknya lagi butuh hiburan nih dari kamu soalnya dari pas datang tadi dia cemberut terus.." ucap mamah Nadya tersenyum sambil membuka pintu gerbang.


"Iya tante, makanya saya datang kesini bawa bunga mawar kesukaan Nadya supaya dia bisa kembali tersenyum seperti sebelumnya tan!" ucap Adrian mencium tangan mamah Nadya sambil juga menyodorkan bunga di tangannya pada Nadya.


"Wah lihat tuh sayang, pacar kamu kesini bawa bunga mawar loh! Terima aja itu bunganya, kan kamu suka banget sama bunga itu..!!" ucap mamah Nadya coba menggoda anaknya untuk mengambil bunga pemberian Adrian.


"Aku lagi gak pengen pegang bunga mah, mending mamah aja deh yang ambil bunga itu! Yang aku pengen sekarang cuma masuk ke kamar terus istirahat mah!" ucap Nadya menggelengkan kepalanya menolak bunga di tangan Adrian itu.


Adrian pun tersenyum lalu bergerak mendekati Nadya dan menggenggam tangan mulus milik wanita cantik yang ada di hadapannya itu.


"Ambil bunga ini sayang! Walau dia tidak bisa membuat senyum di wajah kamu kembali terlihat, tapi paling tidak dia bisa menenangkan hati kamu yang sedang terluka itu.." ucap Adrian meletakkan bunga mawar di tangan Nadya sambil mengelus lembut tangan mulus itu.


"Okey, aku terima bunga ini! Kalo gitu sekarang kamu bisa pergi kan dari sini, soalnya aku mau istirahat!" ucap Nadya yang akhirnya dengan terpaksa menerima bunga dari Adrian itu.


Lalu, Nadya pun melepas paksa tangannya dari genggaman Adrian masih dengan raut wajah cemberut sambil segera membuang muka.


Adrian yang melihat gadisnya cuek hanya memasang senyum di wajahnya, ia tau benar bagaimana perasaan Nadya sekarang.


"Yaudah aku pergi deh kalo emang itu bikin kamu senang, tapi setelah aku pergi kamu jangan cemberut lagi ya cantik!" ucap Adrian mencolek pipi Nadya sambil tersenyum.


Nadya diam saja tak menjawab perkataan Adrian, akhirnya mamahnya lah yang berbicara supaya Adrian tak merasa sakit hati karena dicuekin.


"Iya gapapa kok tante, saya maklumin kok sikap Nadya sekarang ini kan dia lagi ada masalah! Yaudah kalo gitu saya permisi dulu tan biar Nadya bisa istirahat! Assalamualaikum.." ucap Adrian lalu mencium tangan mamah Nadya dan berkedip ke arah Nadya sambil tersenyum menggodanya.


"Waalaikumsallam, hati-hati di jalan ya nak Adrian!" ucap mamah Nadya.


Sedangkan Nadya malah kembali membuang muka bahkan berbalik badan dan berjalan pergi dari sana.


Adrian pun merasa sedikit kecewa mendapat perlakuan seperti itu dari Nadya, ia merasa sikap Nadya itu seperti anak kecil padahal dia sudah dewasa.


"Maafin Nadya ya Adrian, dia kayaknya lagi kecewa karena ibu kandungnya gak nganggep dia!" ucap mamah Nadya sambil melihat ke arah Nadya yang berjalan masuk ke rumah.


"Iya gapapa kok tan, yasudah saya permisi tan!" ucap Adrian berusaha menunjukkan kesopanannya di depan mamah Nadya.


Setelahnya, Adrian langsung menuju ke mobilnya dan segera menancap gas pergi dari sana.


...•••...

__ADS_1


Disisi lain, Rafi & Shella telah keluar dari rumah mewah yang digunakan Riza untuk mengurung Shella sebelumnya.


Terlihat disana banyak orang tergelatak akibat serangan dari Rafi, kini mereka pun menuju ke mobil Rafi setelah bisa bebas dari penculik itu.


"Terimakasih Raf, tapi gimana kamu bisa tau kalo aku ada disini?" ucap Shella bertanya pada Rafi dengan wajah terheran-heran.


"Iya, jadi aku berhasil dapetin nomor handphone penculik kamu sebelumnya.. ya terus aku lacak keberadaan dia lewat nomor itu, untungnya lokasi yang tertera sama dengan tempat kamu disekap! Yaudah deh aku langsung aja dateng kesini buat bebasin kamu!" jelas Rafi pada Shella.


"Oh gitu, kamu emang hebat ya Raf! Gak salah kalo mas Vano kasih kepercayaan ke kamu buat ngurus salah satu cabang perusahaannya.." ucap Shella memberi pujian pada laki-laki disampingnya itu.


"Ah biasa aja kok, banyak orang yang juga punya keahlian melacak lebih hebat malah dari aku! Eh yaudah yuk kita langsung masuk ke mobil aja, aku yakin pasti kamu udah gak sabar kan pengen ketemu Devano? Dia lagi nungguin kamu loh Shella," ucap Rafi tersenyum.


Saat mendengar kata Devano, justru Shella malah mendadak diam seperti bersedih.


"Loh kamu kenapa Sel?" tanya Rafi panik melihat wanita di depannya itu tiba-tiba diam menundukkan kepalanya.


"Eh enggak kok gapapa, tapi kayaknya aku gak bisa temuin mas Vano dulu deh.. Aku ngerasa gak pantas buat ketemu dia sekarang, karena aku udah ngebiarin tubuh aku disentuh oleh laki-laki lain!" ucap Shella sambil meneteskan air matanya.


"Hus kamu gak boleh bilang gitu! Semua ini kan juga bukan keinginan kamu Shella, aku juga yakin kok Devano pasti ngerti sama keadaan kamu!" ucap Rafi lalu langsung memeluk Shella dan coba menenangkan pikiran wanita itu.


Shella membenamkan wajahnya di dada Rafi merasakan kehangatan yang diberikan laki-laki itu, ia coba merenung melepaskan keluhannya di dalam pelukan Rafi.




Sementara itu, sebuah mobil berhenti di tempat yang tak jauh dari Shella & Rafi berada.. ya itu adalah mobil yang dikendarai oleh Devano.


Ia berhenti disana karena melihat istrinya tengah berpelukan dengan Rafi dan terlihat Shella sangat menikmati momen itu.


"Apa ini honey? Bisa-bisanya kamu pelukan dengan sepupu aku sendiri, dimana perasaan kamu? Apa kamu memang lebih cinta dengan Rafi dibanding aku?"


Devano tambah kesal melihat adegan itu, ia hendak turun dari mobil dan menghampiri mereka.. Namun, sebuah pikiran terlintas sehingga ia mengurungkan niatnya itu.


"Gak, lebih baik aku gak turun temuin mereka! Justru akan semakin sakit buat aku kalau harus melihat mereka berpelukan dari dekat, sebaiknya aku pergi saja dari sini dan kembali ke rumah.."


Devano pun menyalakan kembali mesin mobilnya yang sebelumnya sempat ia matikan, langsung saja ia menarik mundur persneling mobilnya dan menancap gas dengan cepat meninggalkan tempat itu.

__ADS_1


...~Bersambung~...


...JANGAN LUPA LIKE+KOMEN YA GES YA!!!...


__ADS_2