
...HAY GUYS!...
...WELCOME TO MY STORY!...
..."CINTA SATU MALAM CEO"...
...-------------------------------------------------------...
#CSMC EPISODE 231
...•...
...•...
"Iya Bu, oh ya aku boleh tanya sesuatu gak?" ucap Nadya.
"Boleh dong, mau tanya apa sayang??" ucap Jenar.
"Eee..."
"Laki-laki yang bicara sama aku sebelum aku sadar dari koma, itu siapa ya??" tanya Nadya penasaran.
Jenar langsung terdiam mengerucut, ia bingung siapa laki-laki yang dimaksud oleh Nadya saat ini karena sebelumnya ada dua lelaki yang menemuinya yakni Yoga serta Adrian. Tentu saja Jenar tidak tahu yang mana lelaki yang dimaksud Nadya, ia berusaha menerka-nerka mungkin saja Adrian lah laki-laki yang dimaksud Nadya barusan karena Adrian adalah pria terakhir yang menemuinya.
Selain itu, Nadya dan Adrian juga telah lumayan dekat sehingga mungkin saja gadis itu mengenali suara Adrian makanya ia bertanya pada ibunya. Walau tak disenangi, gimanapun juga Adrian sudah berjasa lumayan besar dalam proses kesadaran Nadya dari koma beberapa waktu lalu. Ya cerita dari Adrian membuat gadis itu tersadar dengan menggerakkan jari-jemarinya, dan pada akhirnya pun sadar sepenuhnya sehingga Jenar bisa bertemu lagi dengan putrinya tersebut.
"Bu, kok diem aja? Ibu tahu enggak laki-laki itu siapa? Soalnya aku cuma bisa dengar sekilas, setelah itu suaranya hilang dan aku gak bisa dengar apa-apa lagi! Apa ibu kenal sama laki-laki itu dan apa dia ada hubungan sama aku??" ucap Nadya menanti jawaban dari ibunya, ia menatap wajah Jenar dengan tatapan penasaran dan muka-muka kepo.
"Eee ibu gak tahu pasti yang kamu dengar suaranya itu siapa, Sheila! Tapi, mungkin aja kalau itu adalah suara Adrian karena dia yang terakhir kali masuk kesini sebelum kamu sadar!" ucap Jenar menjawab pertanyaan putrinya sembari tersenyum.
__ADS_1
"Adrian? Dia itu siapa Bu?" tanya Nadya yang ternyata keponya masih terus berlanjut.
"Umm, Adrian itu bos di tempat kamu kerja dulu! Ya tapi seiring berjalannya waktu, Adrian mulai menyukai kamu dan selalu berusaha buat dapetin hati kamu sayang! Ibu kurang tahu sih dia berhasil memikat hati kamu atau enggak, karena kamu jarang sekali cerita ke ibu tentang Adrian dulu!" jawab Jenar tak berhenti mengusap kepala putrinya.
Nadya pun terdiam mengalihkan pandangannya dari Jenar, ia menyipitkan matanya berusaha mengingat siapa Adrian sebenarnya dan mengapa suara pria tersebut selalu terngiang-ngiang di kepalanya. Namun, hal itu malah lagi-lagi membuat kepala Nadya terasa sakit sehingga Jenar pun panik.
"Awwhhh..." rintih Nadya memegangi kepalanya.
"Hah, Sheila? Kepala kamu sakit lagi? Duh sayang kan ibu udah bilang, kamu jangan paksa buat ingat semuanya sekarang ini! Sus, suster tolong putri saya kepalanya sakit lagi!!" ujar Jenar panik memanggil-manggil suster yang ada disana.
Seorang suster pun datang menghampiri Jenar dengan membawa suntikan pereda rasa sakit, tanpa berlama-lama suster itu kembali menyuntikkan obat tersebut pada Nadya agar gadis itu bisa lebih tenang dan tidak lagi merasa sakit pada kepalanya.
"Bu, sebaiknya sekarang ibu tunggu diluar saja ya! Pasien membutuhkan istirahat kembali, kondisinya belum pulih benar jadi beginilah dia kalau diajak berbicara yang berat-berat Bu..." ucap suster.
"Iya sus, makasih ya!" ucap Jenar sedih karena putrinya kembali kesakitan.
"Bu.... kenapa?" ucap Shella bertanya pada ibunya sembari memegang bahu Jenar.
"Gapapa, sayang! Ibu sedih aja karena Sheila adik kamu harus diberi obat bius lagi, tadi kepalanya terasa sakit saat dia coba mengingat tentang Adrian! Ibu juga gak tahu kenapa tiba-tiba Sheila bertanya sama ibu soal nak Rian, apa mungkin adik kamu itu ingin bertemu dengan nak Rian??" ucap Jenar.
"Sabar ya Bu, memangnya sebelum ini Sheila sempat dijenguk sama mas Rian?" ucap Shella.
"Iya, bahkan setelah bertemu nak Rian lah Sheila bisa sadar dari komanya tadi... hanya saja, setelah itu nak Rian ditangkap polisi tepat di tempat ini! Ibu juga belum tahu apa penyebabnya, tapi yang pasti polisi itu datang bersama suami kamu!" ucap Jenar.
"Kalau begitu mungkin benar Sheila mau ketemu sama mas Rian, tapi itu mustahil Bu karena mas Rian pasti harus menjalani proses hukum sekarang!" ucap Shella menatap ibunya.
"Itu dia sayang, ibu juga bingung sekarang!" ucap Jenar tampak sangat lemas.
"Yaudah, ibu tenang dulu ya! Kita sama-sama berdoa aja supaya Sheila bisa pulih seutuhnya dan dia bisa ingat lagi sama kita semua, aku yakin kok gak ada yang bisa kalahin kekuatan doa!" ucap Shella.
__ADS_1
Jenar hanya manggut-manggut kali ini karena kesedihannya membuat ia sulit berbicara, Shella pun menuntun ibunya menuju kursi lalu mereka berdua duduk disana berdampingan dan Shella terus memeluk ibunya sembari membenamkan wajahnya pada bahu sang ibu.
...•••...
Hari sudah malam, Devano bersama sang istri pun pulang ke rumah dengan mobilnya setelah mereka mengantar Jenar sebelumnya. Tampak Shella sangat mengantuk akibat kelelahan karena seharian ini berada di rumah sakit menemani ibunya, Devano yang menyadari itu langsung menambah kecepatan mobilnya supaya istrinya bisa cepat sampai di rumah dan beristirahat dengan nyaman.
"Honey, kalo kamu ngantuk tidur aja! Nanti pas nyampe biar aku bangunin, daripada ditahan-tahan gitu kan gak enak!" ucap Devano memandang wajah istrinya sambil tersenyum.
"Iya deh mas, tapi janji ya dibangunin? Awas aja kalo nanti aku malah ditinggal di mobil!" ucap Shella.
"Hahaha, ya gak bakal lah sayang! Masa iya aku tega tinggalin bidadari di mobil, nanti kalo diembat orang gimana? Aku aku juga yang repot harus cari istri baru lagi yang minimal speknya seperti kamu, di dunia ini kan jarang honey!" ujar Devano nyengir.
"Ish ada-ada aja kamu!" ucap Shella tersenyum.
"Yaudah tidur honey, aku gak mau kamu sakit karena nahan ngantuk! Tapi ini juga aku bakal ngebut kok biar kita bisa cepet sampe rumah, tidur ya!" ucap Devano mengusap kepala istrinya lembut.
"Jangan ngebut mas, bahaya! Emang kamu mau celakain istri kamu sendiri??" ucap Shella.
"Iya iya maaf, yaudah aku gak jadi ngebut deh! Tapi, kamu harus tidur sekarang!" ujar Devano.
Shella manggut-manggut tersenyum, ia pun bersandar lalu memiringkan kepalanya ke arah Devano dan mulai memejamkan matanya. Devano merasa gemas dengan wajah istrinya saat sedang tertidur seperti itu, rasanya ingin sekali ia melumatt bibir seksi milik Shella saat ini juga.
"Kamu itu memang sempurna Shella, lagi tidur aja gemasnya minta ampun! Aku sampai susah fokus nih gara-gara wajah kamu itu, mungkin kalau di rumah udah aku makan kamu!" gumam Devano dengan suara pelan sembari nyengir.
Rupanya Shella belum benar-benar tertidur, ia masih bisa mendengar jelas suara suaminya barusan dan tampak menahan senyumnya karena merasa malu.
...~Bersambung~...
...JANGAN LUPA LIKE+KOMEN YA GES YA!!!...
__ADS_1