Cinta Satu Malam Ceo

Cinta Satu Malam Ceo
Rencana Arga


__ADS_3

...HAY GUYS!...


...WELCOME TO MY STORY!...


..."CINTA SATU MALAM CEO"...


...-------------------------------------------------------...


#CSMC EPISODE 306


...•...


...•...


"Hai Shella, aku Arga bukan Devano!" ucapnya sambil tersenyum smirk.


Shella terus mundur menjauh dari Arga, namun pria itu juga tak berhenti mendekati Shella dan berusaha menangkap tubuh wanita itu.


"Jangan, jangan dekati saya!" ujar Shella.


"Kenapa? Aku cuma mau ngobrol biasa sama kamu, gak lebih kok!" ucapnya.


Shella semakin ketakutan dibuatnya, ia terus geleng-geleng kepala sembari mengusir Arga untuk menjauh darinya dan keluar dari dalam sana. Shella cemas sekali apalagi ruangan itu kedap suara dan tak mungkin ada yang bisa mendengar suaranya.


Arga justru semakin percaya diri untuk mendekati Shella setelah melihat ketakutan di wajah wanita itu, ia tersenyum menatap Shella dari atas sampai bawah seperti hendak menelanjangi wanita itu sekarang juga.


"Ayolah, jangan menghindar terus! Aku janji tidak akan berbuat macam-macam sama kamu, please!" ucap Arga memelas.


"Gak! Saya gak percaya kamu! Cepat keluar dari sini dan jangan berani sentuh saya!" bentak Shella.


Bukannya keluar, justru Arga malah tertawa buas dengan kedua tangan terangkat ke atas menandakan kalau ia tetap kekeuh akan mendekati wanita tersebut, Arga hendak memanfaatkan kesempatan ini untuk membawa Shella selagi Devano tidak ada bersama wanita itu.


"Hahaha, ayo kemari sayangku!" ucapnya.


Shella yang terus mundur tak menyadari jika ia telah sampai pada ujung jalan, ya tubuhnya pun mentok menyentuh dinding disana dan membuatnya semakin panik karena tak bisa menghindari Arga lagi yang juga semakin mendekatinya.


Arga mengetahui sekarang Shella sudah terjebak dan tidak bisa kemana-mana lagi, ia pun mempercepat langkahnya lalu berhasil mendekati Shella dan berdiri tepat di hadapan wanita itu.


Arga terus menatap Shella yang ketakutan sembari tersenyum, satu tangannya ia gerakkan untuk menyentuh dagu Shella dan menariknya perlahan agar matanya bisa bertatapan dengan jelas.


Shella sangat panik sampai tidak bisa menelan saliva nya dan tak memiliki rencana apa-apa untuk bisa kabur dari sana dan melepaskan diri, ia hanya pasrah saat ini ketika Arga menyentuh wajahnya dan mengelus lembut bibir merah merona miliknya.


"Sangat indah..." puji Arga.


"Tolong, jangan apa-apakan saya!" ucap Shella memohon kepada Arga.


Saat ini Shella sudah terpojok dan bahkan Arga berhasil mengungkungnya disana sehingga Shella makin tak bisa berbuat apa-apa lagi, yang bisa dilakukannya hanyalah pasrah dan berdoa kepada yang maha esa untuk meminta pertolongan.

__ADS_1


Perlahan Arga memajukan wajahnya sembari membelai rambut Shella yang terurai itu, jarinya kini turun menyentuh bibir Shella dan mengusapnya.


Bughh...


"Aaakkhhhh," pekik Arga kesakitan sembari memegangi area miliknya.


Shella pun memanfaatkan itu untuk kabur dari Arga dan mengambil tasnya dari sofa, ia meninggalkan Arga yang masih kesakitan disana lalu berlari keluar mencari pertolongan agar ia tidak lagi bertemu dengan Arga disana.


Braakkk...


Sangking paniknya membuat Shella berlari tak melihat arah, sampai-sampai ia malah bertabrakan dengan seorang cleaning service yang hendak mengepel lantai atas.


"Duh, maaf Bu! Ibu gapapa?" ucapnya.


"Gapapa kok, kamu bisa tolong saya gak?" ucap Shella dengan nafas tersengal-sengal.


"Oh bisa Bu, tolong apa?" tanyanya.


"Di dalam ruangan suami saya itu ada laki-laki aneh yang nyeremin, dia mau berbuat jahat sama saya! Bisa kamu tolong telponin security untuk bawa dia kabur dari sini??" ucap Shella.


"Untuk apa Bu?"


"Hah? Kenapa kamu malah tanya begitu?" ujar Shella terkejut saat ekspresi cleaning service itu berubah drastis.


Bukannya menjawab, orang itu malah mendekap Shella lalu membekap mulut Shella menggunakan sapu tangan yang sudah dicampur obat bius sembari membawa tubuh Shella kembali ke ruang kerja Devano disana.


Shella terus saja berusaha berontak dari dekapan orang itu, tetapi usahanya gagal karena pengaruh obat bius itu yang mulai meracuni kepalanya.


Suasana disana sangat sepi dan tidak ada karyawan sama sekali yang lewat, sehingga orang itu bisa leluasa membawa Shella kembali ke hadapan Arga yang sudah menunggu di depan ruangan Devano.


"Bos, saya berhasil!" ucapnya.


"Bagus, sekarang ayo kita bawa dia!" ucap Arga yang masih kesakitan juga.


Rupanya cleaning service itu adalah Leo alias asisten Arga yang sengaja menyamar untuk bisa menculik Shella dan membawa wanita itu pergi dari sana, tentu saja semuanya sudah direncanakan dengan matang oleh Arga & Leo.


Mereka berdua memakaikan masker untuk menutupi wajah Shella agar tidak ada karyawan disana yang mengenalinya, selain itu kacamata hitam juga dipasang pada bagian mata Shella dan rambutnya yang panjang digunakan untuk menutupi wajahnya.


"Ayo jalan!" perintah Arga.




Sementara Novi berhasil menemui Devano alias bosnya itu di kantin perusahaan, ia melihat Devano tengah bersama seorang gadis dan asyik berbicara sembari menikmati minuman serta makanan yang tersedia disana.


Novi pun melangkah maju mendekati Devano untuk memberitahu kalau Shella ingin segera pulang karena sudah letih, walau ia sangat canggung jika harus menemui bosnya sekarang karena takut mengganggu Devano disana.

__ADS_1


"Permisi, pak!" ucapnya pelan.


Devano yang sedang tertawa bersama Viona itu langsung berhenti begitu mendengar suara Novi memanggilnya dan menoleh ke samping, ia terkejut karena Novi tiba-tiba ada disana padahal sebelumnya tidak ada.


"Eh Nov, ada apa?" tanya Devano penasaran.


"Umm... Bu Shella mau ketemu sama bapak, beliau juga ingin langsung pulang ke rumah karena lelah!" jawab Novi gugup.


"Terus sekarang Shella dimana?" tanya Devano lagi.


"Eee... saya minta Bu Shella untuk menunggu di ruangan bapak, soalnya saya takut Bu Shella malah tambah kecapekan!" jawab Novi.


"Oke, saya langsung kesana! Makasih ya Novi, atas infonya!" ucap Devano tersenyum.


"Iya sama-sama, pak! Kalau begitu saya mohon izin pamit dulu, masih ada yang harus saya kerjakan disana!" ucap Novi.


"Ya, silahkan!"


Setelah Novi pergi dari sana, Devano kembali menatap wajah Viona dan mereka saling tersenyum. Bahkan Devano memegang dagu serta bibir Viona lalu mengatakan kalau ia harus kembali ke ruangannya menjemput Shella.


"Viona, aku ke atas dulu ya? Aku harus temuin Shella istri aku disana, gapapa kan? Atau kamu mau sekalian ketemu sama dia, kenalan gitu?" ucap Devano.


"Eee.... boleh deh, aku penasaran gimana sih muka istri kamu itu!" jawab Viona tersenyum.


"Oke, yaudah yuk kita kesana sama-sama! Aku yakin kamu pasti bakal kagum ngeliat kecantikan istri aku yang gak ada duanya itu!" ucap Devano.


"Hehehe iya..."


Devano & Viona pun melangkah pergi dari tempat makan itu, tampak raut kecewa terpampang di wajah Viona karena Devano terus saja membahas Shella alias istrinya di hadapannya, ia pun terpaksa harus pura-pura tersenyum agar Devano tak curiga.


Tiiinnggg...


Pintu lift terbuka dan tiga orang terlihat keluar dari dalam sana berpapasan dengan Devano, mereka tampak panik serta gugup namun tetap berusaha tenang agar tidak ada kecurigaan disana. Mereka pun melintas begitu saja melewati Devano.


Akan tetapi, Devano sangat curiga pada gerak-gerik mereka apalagi ada sosok wanita yang sepertinya terlihat tak sadarkan diri di tengah-tengah kedua pria itu, Devano memilih untuk mengejar mereka diikuti oleh Viona di belakangnya.


"Vano, mau kemana sih?" teriak Viona heran.


"Hey, tunggu!" ucap Devano sambil menepuk pundak salah seorang pria tersebut.


Sontak kedua orang itu menghentikan langkah mereka dan terlihat gugup saat Devano mengejar mereka disana, Devano terus menatap wajah mereka satu persatu yang ditutupi masker serta kacamata hitam termasuk wanita di tengah-tengah itu.


"Siapa kalian?" tanya Devano.


...~Bersambung~...


...JANGAN LUPA LIKE+KOMEN YA GES YA!!!...

__ADS_1


__ADS_2