
...HAY GUYS!...
...WELCOME TO MY STORY!...
..."CINTA SATU MALAM CEO"...
...-------------------------------------------------------...
#CSMC EPISODE 298
...•...
...•...
Arga masih bersama asistennya di tengah jalan melanjutkan perdebatan mereka yang tak kunjung usai, Leo berusaha meyakinkan Arga bahwa ia memang tidak disuruh oleh siapapun dan hanya ingin mencegah Arga untuk melakukan tindakan gegabah yang hanya akan membahayakan dirinya sendiri itu.
Akan tetapi, Arga tetap tidak percaya dengan alasan Leo dan ia yakin betul kalau Leo disuruh oleh papanya untuk mencegatnya seperti ini, Arga juga tak perduli apapun yang dikatakan asistennya itu dan ia akan tetap pergi ke rumah Devano untuk menemui Shella walau resikonya lumayan besar serta berbahaya.
"Bos, jangan gegabah dong bos! Saya nanti jadi khawatir sama bos, mending sekarang bos urung deh niat bos buat temuin Shella!" ucap Leo.
"Kamu ini kenapa sih, Leo? Bener kan pasti papa saya yang udah suruh kamu buat cegah saya, ya kan?" ujar Arga.
"Enggak bos, ini inisiatif saya sendiri buat cegah bos! Saya gak mau bos celaka kalo maksain dateng ke rumah Devano, itu bahaya bos!" ucap Leo.
"Halah, kamu aja baru tau kan kalo saya mau ke rumah Devano barusan? Udah deh gausah banyak alasan lagi, ngaku aja!" bentak Arga.
"Saya udah tau sebelumnya bos, dari si botak! Itu kenapa saya kejar bos, masa bos masih gak percaya sih sama asistennya sendiri?" ucap Leo.
Arga terdiam memalingkan wajahnya dari Leo sembari mengepalkan kedua tangan menahan emosi, ia berusaha untuk tetap pada pendiriannya menemui Shella sekarang dan membuat rumah tangganya dengan Devano berantakan sehingga ia bisa merebut Shella dari Devano.
"Bos, menurut saya ini belum saatnya buat bos temuin Shella secara langsung di rumahnya! Bos harus susun rencana yang mulus dulu, supaya semua keinginan bos bisa terwujud!" ucap Leo.
__ADS_1
"Tau apa kamu, ha? Saya disini bosnya, kenapa kamu yang atur-atur saya??" ujar Arga.
"Maaf bos, bukan maksud saya untuk atur-atur bos! Saya cuma gak mau aja kalo bos malah jadi malu sendiri nantinya, mending bos urungkan niat bos ini!" ucap Leo meyakinkan bosnya.
"Halah, yasudah sekarang kamu kasih tau saya rencana yang paling bagus supaya saya bisa mendapatkan Shella!" bentak Arga.
"Waduh..."
"Kenapa waduh? Pasti kamu gak ada ide kan buat saya? Kalo gitu minggir dan jangan halangi saya!" ucap Arga mendorong sedikit tubuh Leo.
Leo pun bingung tak tahu harus bagaimana lagi untuk menahan bosnya agar tidak pergi menemui Shella sekarang, ia khawatir Herman selaku papa Arga akan memarahinya karena gagal mencegah Arga dan membawa Arga kembali ke rumah.
Sementara Arga sendiri berbalik badan lalu kembali ke mobilnya meninggalkan Leo yang masih mematung disana sambil garuk-garuk kening, ia paham betul alasan Leo menyuruhnya untuk tidak menemui Shella karena pasti asistennya itu dipaksa oleh papanya.
"Bos, bos tunggu bos...!!" teriak Leo sembari berlari menghampiri bosnya yang masih berdiri di dekat mobil belum sempat masuk.
Arga menghentikan langkahnya kemudian menoleh ke belakang saat asistennya memanggil namanya, Leo pun terus berlari hingga berhasil menyamai langkah bosnya walau harus sedikit ngos-ngosan karena berlari cukup kencang.
"Bukan gitu bos, saya ini aslinya kuat! Cuma sekarang mah lagi lemah aja gara-gara jarang olahraga, kan saya seringnya disuruh-suruh sama bos terus buat nyelidikin Shella!" ucap Leo.
"Ohh, jadi kamu gak mau saya suruh-suruh?" ujar Arga ketus.
"Gak gitu bos, kan saya.... ah udahlah, gausah bahas begituan lagi bos! Intinya saya minta sama bos tolong jangan samperin Shella dong, itu bahaya bos! Mending bos pulang aja ya, atau kemana kek gitu!" ucap Leo.
"Ya ya ya, udah sana pulang!" ujar Arga.
Arga pun membuka pintu mobil lalu masuk ke dalam meninggalkan asistennya, sedangkan Leo tampak senang karena bosnya mau menurut dan tidak jadi menemui Shella di rumah Devano, namun ia masih belum yakin sehingga terpaksa harus mengikuti Arga dari belakang.
•
•
__ADS_1
Sementara itu, Viona sudah tampil cantik dan rapih serta wangi dibalut gaun yang cerah nan indah bersiap untuk menyambut kedatangan Arga, ya ia memang sudah berada di rumah pria itu menanti kehadiran Arga kembali bersama Herman & Helena.
Sudah sekitar 30 menit mereka menunggu disana sembari berbincang-bincang mengenai hubungan Arga & Viona, namun hingga kini Arga belum juga datang kesana padahal Herman sudah memerintahkan Leo selaku asisten Arga untuk meminta putranya itu pulang.
"Om, tante, ini Arga nya kemana sih? Kok daritadi kita nunggu gak dateng-dateng, ya?" tanya Viona gusar.
"Sabar ya sayang, tante juga kurang tahu ini dia pergi kemana! Soalnya tadi pagi-pagi sekali dia udah keluar pake mobilnya, tapi kamu sabar aja dulu mungkin dia masih di jalan!" jawab Helena.
"Iya Viona, om yakin kok Arga pasti pulang sama Leo! Jadi kamu sabar aja ya, tunggu mereka datang!" sahut Herman tersenyum.
"Iya deh, tapi kalo misal kali ini Arga gak dateng juga udah deh aku pasrah aja om, tante! Aku gak mau maksain Arga buat suka sama aku dan jadi suami aku, nanti yang ada dia malah benci aku!" ucap Viona.
"Hey, kamu jangan bicara begitu sayang! Tante itu yakin sekali kalau Arga pasti juga cinta sama kamu, dia mau kok nikah sama kamu!" bujuk Helena.
"Tapi tante, sampe sekarang aja Arga gak pernah mau ketemu sama aku! Jangankan nikah, deket sama aku aja dia gak mau! Kalo kayak gini terus bisa turun derajat aku, tante!" ucap Viona cemberut.
"Iya iya, maafin Arga ya sayang...!!" ucap Helena.
"Tante gak perlu minta maaf, ini kan bukan salah tante ataupun om! Bukan salah Arga juga sih, karena aku sadar kalau cinta itu gak bisa dipaksakan!" ucap Viona tersenyum tipis.
"Aduh, tante jadi makin gak enak deh sama kamu! Kamu ini pemikirannya dewasa sekali, tante pasti beruntung kalau punya menantu seperti kamu!" ucap Helena memeluk Viona.
"Iya benar, sayang banget kalau Arga sia-siakan wanita sebaik dan secantik kamu!" sahut Herman.
Viona hanya tersenyum menikmati pelukan dari Helena sembari memejamkan mata, sejujurnya ia memang sulit jika harus melepas Arga dan gagal menikah dengan lelaki yang ia cintai sejak pertama kali mereka bertemu.
Tapi apa boleh buat, menurutnya cinta memang tak bisa dipaksakan dan juga cinta itu tak harus memiliki ataupun bersama, itulah alasannya memilih untuk mundur apabila Arga memang tidak mencintainya dan tidak mau menikah dengannya.
"Arga mungkin emang gak cinta sama aku, tapi siapa tahu Devano punya rasa itu buat aku..." batin Viona.
...~Bersambung~...
__ADS_1
...JANGAN LUPA LIKE+KOMEN YA GES YA!!!...