
...HAY GUYS!...
...WELCOME TO MY STORY!...
..."CINTA SATU MALAM CEO"...
...-------------------------------------------------------...
#CSMC EPISODE 324
...•...
...•...
"Siapa kamu ini dan ada urusan apa datang kemari menemui kami?" tanya Herman penasaran.
Devano berusaha tetap tenang, ia tidak mau membuat Herman serta Helena curiga kalau kedatangannya kesana adalah untuk mencari info tentang Arga yang telah hampir ingin menculik Shella istrinya beberapa waktu lalu.
"Perkenalkan pak, saya Devano!" ucap Devano mengenalkan dirinya sembari menyodorkan tangan ke arah Herman serta Helena.
"Oke, saya Herman dan ini istri saya!" ucap Herman.
"Lalu, apa tujuan kamu datang kesini?" tanya Helena.
Devano tersenyum dan menghela nafas sejenak. Ia berpikir bagaimana cara yang tepat untuk memulai pembicaraan kali ini dengan mereka, tentu sulit bagi Devano untuk mengatakan yang sejujurnya karena ia takut menyakiti hati kedua orang tersebut.
Sementara Herman serta Helena sang istri saling pandang, mereka bingung mengapa Devano hanya diam tak berbicara. Mereka juga penasaran apa sebenarnya yang ingin disampaikan Devano pada mereka dan siapa Devano itu.
"Hey, kenapa kamu malah diam?" tanya Herman.
"Eee maaf pak, saya cuma mikir sebentar gimana cara yang pas buat menyampaikan ini!" jawab Devano sambil tersenyum.
"Memangnya kamu ingin bicara soal apa?" tanya Herman penasaran.
"Arga, putra bapak dan juga ibu. Saya datang kemari awalnya memang ingin bertemu Arga, tapi kata satpam tadi Arga sedang tidak ada di rumah dan sudah seharian tak pulang!" jawab Devano.
__ADS_1
"Arga? Siapa sebenarnya kamu dan darimana kamu kenal dengan putra kami?" tanya Herman.
"Saya Devano, suami Shella. Wanita yang hampir diculik oleh putra bapak dan ibu, makanya saya datang kemari untuk meminta penjelasan pada Arga mengapa dia melakukan itu!" jawab Devano.
"Apa? Tidak mungkin kalau Arga sampai berbuat seperti itu, jangan asal bicara ya!" ujar Helena.
"Tenang dulu, mah!" ucap Herman.
Seperti yang sudah diduga sebelumnya oleh Devano, benar saja kalau pasti orang tua Arga itu akan bereaksi seperti barusan, namun Devano masih tetap berusaha tenang dan meyakinkan pada mereka kalau yang dikatakan olehnya adalah benar.
"Apa kamu yakin kalau Arga putra kami lah yang menculik istri kamu itu?" tanya Herman.
"Yakin sekali, sangat yakin! Viona sendiri yang mengatakan kalau penculik itu bernama Arga, saya yakin bapak dan ibu pasti juga mengenali wanita yang bernama Viona itu!" jawab Devano.
"Viona? Ya kami memang kenal dengan dia, jadi kamu tau kediaman kami dari dia?" tanya Herman.
"Benar sekali, Viona mengatakan kalau dia ingin membantu saya untuk mencari tau apa motif Arga yang ingin menculik istri saya!" jawab Devano.
Herman dan Helena terdiam saat ini, mereka tak percaya jika putra mereka sampai berbuat nekat dan ingin menculik istri orang, mereka juga baru tau kalau ternyata Shella yang selama ini diceritakan Arga sudah memiliki seorang suami.
"Iya benar, kami sudah berusaha untuk menjodohkan Arga dengan Viona. Tapi, dia selalu saja menolak dan ingin tetap mengejar cintanya yakni Shella!" sahut Helena yang kini sudah tenang.
Devano kembali terdiam. Kini ia tau apa penyebab Arga ingin menculik istrinya, ternyata memang Arga sangat terobsesi dengan Shella dan dia hendak membuat Shella menjadi miliknya, Devano pun semakin yakin kalau Arga juga yang sudah mengirim paket misterius tersebut ke rumahnya.
...•••...
Disisi lain, Arga sendiri sedang bersama Viona di sebuah villa yang sengaja ia sewa untuk bisa menahan Viona disana agar tidak pergi kemana-mana setelah mereka puas bermain genjot genjotan dengan sangat panas.
Viona tak mengerti mengapa Arga mengikat kedua tangan serta kakinya di atas ranjang, ia hanya bisa pasrah dan terus menangis meminta pada Arga untuk dilepaskan, namun pria itu tak perduli dan membiarkan Viona seperti itu disana.
"Arga, lepasin aku! Kamu ini kenapa sih? Kenapa kamu tega perkosa aku dan sekarang ikat aku di kasur ini?" ujar Viona geram.
"Itu supaya kamu gak bisa lari dari aku, Viona! Kamu kan sekarang milik aku, jadi kamu harus terus sama aku disini!" ucap Arga tersenyum menyeringai.
"Kamu aneh! Aku gak ngerti sebenarnya apa mau kamu dari aku Arga!" ujar Viona.
__ADS_1
"Yang aku mau cuma satu kok, kamu menjauh dari Devano dan jangan kerjasama dengan dia buat ngerusak semua rencana yang udah aku susun selama ini!" ucap Arga.
"Apa? Jadi semua ini karena ambisi kamu yang ingin memiliki Shella, ha? Kamu sampai tega perkosa aku dan kurung aku disini, cuma karena itu? Kamu benar-benar udah gak waras! Ingat Arga, Shella itu udah punya suami!" ujar Viona.
"Aku gak peduli, karena aku sangat mencintai Shella dan ingin dia jadi milik aku!" ujar Arga.
"Semuanya akan sia-sia, Arga!! Rencana kamu gak akan berhasil untuk merebut Shella!" ujar Viona.
"Oh ya? Tau darimana kamu kalau aku akan gagal? Semua udah aku susun sebaik mungkin, jadi aku gak mungkin gagal Viona!" ucap Arga tersenyum sembari mengusap wajah mulus Viona dengan jarinya.
"Terserah kamu aja, yang penting sekarang kamu cepat bebasin aku!!" bentak Viona.
"Hahaha, itu gak akan pernah terjadi! Aku gak mungkin biarin kamu bebas, nanti kamu bisa rusak semua rencana aku!" ucap Arga tertawa jahat.
Viona semakin bingung dan ketakutan, ia tidak tau harus melakukan apa untuk bisa lepas dari tangan Arga saat ini, ia sangat sedih karena tau jika kesucian miliknya sudah direnggut oleh Arga secara diam-diam dan sekarang pria itu menyekapnya.
Sementara Arga tampak gembira karena berhasil menaklukkan Viona dan membuat gadis itu tak berdaya dibuatnya, Arga pun bisa tenang saat ini karena Viona tak mungkin bisa bekerjasama dengan Devano untuk menggagalkan rencananya.
"Oke cantik, sekarang aku mau keluar dulu ya? Aku akan kembali dalam beberapa menit, dan nanti kita bisa bersenang-senang lagi!" ucap Arga.
Arga mengecup bibir Viona sekilas lalu mengendus leher gadis itu, ia pun bangkit kemudian pergi meninggalkan Viona disana sendirian dalam keadaan terikat dan tak bisa berbuat apa-apa kecuali menangis meratapi nasibnya kini.
Arga keluar kamar menemui Leo asistennya yang ia suruh berjaga di depan sana, Arga pun meminta pada Leo untuk terus menjaga Viona dan memastikan kalau gadis itu tidak akan kabur dari sana.
"Leo, kamu jaga Viona! Saya gak mau dia sampai lepas dan gagalin rencana saya!" ucap Arga.
"Baik bos, saya akan jaga dia!" ujar Leo.
"Bagus,"
Arga lanjut melangkah pergi dari villa tersebut dan meninggalkan asistennya, ia hendak melanjutkan rencananya untuk bisa mendapatkan Shella lalu merebut wanita itu dari tangan Devano dan bisa menikah dengan Shella.
...~Bersambung~...
...JANGAN LUPA LIKE+KOMEN YA GES YA!!!...
__ADS_1