
...HAY GUYS!...
...WELCOME TO MY STORY!...
..."CINTA SATU MALAM CEO"...
...-------------------------------------------------------...
#CSMC EPISODE 89
...•...
...•...
Tampak Shella tersadar dari pingsannya, lukanya tak begitu parah karena Devano memeluknya untuk melindungi istrinya dari benturan.
"Mas, mas sadar mas!" ucap Shella terus menepuk-nepuk wajah Devano.
Ia melihat ke sekeliling banyak asap keluar dari mobil tersebut, ya sontak Shella panik dan coba membangunkan suaminya serta Kevin.
Akhirnya Kevin tersadar sambil memegangi luka di jidatnya, ia langsung membuka pintu dan keluar dari mobil itu.
"Mas sadar dong mas!" ucap Shella yang masih cemas melihat kondisi wajah suaminya penuh darah.
Ya Kevin pun membuka pintu belakang mobil lalu membopong tubuh Devano keluar, sementara Shella kesulitan menggerakkan kakinya karena terjepit.
"Mari saya bantu Bu!" ucap Kevin masuk ke mobil dan menarik perlahan-lahan kaki Shella yang terjepit.
"Aaaww.." rintih Shella saat Kevin berusaha menarik kakinya keluar.
"Sudah bu ayo kita cepat keluar dari sini! Baru setelah itu saya akan menelpon ambulance!" ucap Kevin yang berupaya menahan rasa sakitnya demi menyelamatkan kedua bosnya itu.
Yap Kevin merangkul Shella dan membawanya keluar dari mobil, setelahnya Kevin menghubungi ambulance dengan ponselnya.
"Mas, mas Vano sadar dong mas! Kamu gak boleh begini terus, aku gak bisa lihat kamu begini mas!" ujar Shella menangis karena suaminya tak kunjung sadar walau sudah ditepuk berkali-kali.
"Sabar ya Bu, sebentar lagi ambulance nya datang kok! Kita berdoa aja semoga pak Devano baik-baik saja..!!" ucap Kevin menenangkan Shella.
"Pak Kevin, itu dahi kamu kayaknya harus segera diobatin deh! Biar darahnya gak ngalir keluar terus!" ujar Shella menunjuk luka Kevin.
"Ah ini gapapa kok Bu cuma luka kecil aja, nanti juga pasti hilang sendiri kok Bu.." ucap Kevin tak mau membuat Shella khawatir.
Lalu, sebuah mobil berhenti di dekat mereka dan pemiliknya keluar menghampiri mereka yang tengah duduk di bawah pohon rindang.
"Shella? Ini kamu kenapa??" tanya pria itu dengan wajah cemas dan langsung mendekati Shella.
"Pak Rafi? Alhamdulillah kamu dateng, tolong kami pak mobil kami baru aja mengalami kecelakaan! Dan sekarang mas Vano pingsan pak, kamu bisa bantu aku bawa mas Vano ke rumah sakit kan?" ujar Shella memohon pada Rafi untuk menolong suaminya.
"Oh ya tentu aku bakal bantu kalian kok, ayo kita bawa mas Vano ke mobil aku supaya dia bisa cepat ditangani!" ujar Rafi.
Ya Rafi & Kevin pun membawa tubuh Devano ke dalam mobil milik Rafi, sementara Shella berjalan terpincang-pincang karena kakinya masih sakit.
"Shella, ayo kamu ikut juga! Kaki kamu harus diperiksa siapa tahu ada yang bermasalah, anda juga kalo mau ikut silahkan naik!" ujar Rafi pada Shella & Kevin.
__ADS_1
"Eee tidak udah pak, biar saya disini saja menunggu ambulance dan polisi datang! Lagian luka saya tidak terlalu parah kok, oh ya saya titip pak Devano dan bu Shella pada anda!" ucap Kevin.
"Iya tenang saja saya pasti jaga mereka, ayo Shella naik!" ujar Rafi membuka pintu depan mobilnya untuk Shella.
Yup Shella pun masuk ke mobil Rafi dan mereka bertiga langsung berangkat menuju rumah sakit terdekat, tampak Shella terus-terusan menoleh ke kursi belakang untuk melihat kondisi suaminya.
"Udah Shella jangan cemas! Devano pasti gak kenapa-napa kok, oh ya omong-omong kenapa mobil kalian bisa nabrak pohon tadi?" ujar Rafi.
"Tadi pak Kevin bilang kalo rem mobilnya blong, tapi aku gak tahu kenapa itu bisa terjadi padahal sebelumnya mobil itu udah diperiksa dan aman-aman aja kok!" jawab Shella.
"Pasti ada yang sengaja bikin mobil kalian jadi begitu, gak mungkin kan tiba-tiba rem mobil itu langsung blong gitu aja!" ujar Rafi.
"Aduh aku gak tahu deh soal itu, semoga nanti polisi bisa nemuin penyebab ini semua dan pelakunya bisa segera ditangkap!" ujar Shella yang amat sangat panik dan khawatir pada suaminya.
Lalu, Rafi menggenggam tangan Shella dan mengelusnya lembut.
"Sabar ya Shella, harusnya kan ini malam pertama kamu dengan Devano.. eh malah jadi kayak gini! Tapi kamu tenang aja, aku bakal bantu polisi buat nyelidikin ini semua! Dan aku gak akan maafin orang yang udah bikin kamu dan Devano menderita!" ujar Rafi sambil menatap wajah Shella yang saat ini matanya sudah berkaca-kaca.
"Makasih pak Rafi, aku beruntung bisa ketemu kamu..." ucap Shella yang juga menggenggam tangan Rafi.
Akhirnya mereka sampai di rumah sakit cahaya Puspa, yup Rafi langsung berteriak memanggil para petugas disana untuk membantu membawa Devano yang terluka.
...•••...
Sementara itu, Nadya & mamahnya sampai di rumah diantar oleh Adrian dengan mobilnya.. tampak Nadya masih membawa bunga pengantin yang tadi diberikan Adrian padanya.
"Makasih ya Adrian udah nganterin kita sampai ke rumah, eh ayo masuk dulu minum-minum gitu!" ucap mamah Nadya dengan senyumannya.
"Oh yasudah kalo gitu hati-hati ya pulangnya! Tante masuk duluan deh biar kalian bisa ngobrol berdua dulu sebelum pulang," ujar mamah Nadya lalu masuk ke dalam rumah untuk memberi kesempatan Adrian berduaan dengan Nadya.
Tentu saja Adrian langsung mendekati Nadya sambil tersenyum genit, sedangkan Nadya berusaha tak menghiraukannya dan memasang wajah jutek.
"Sayang, jawaban kamu di pesta tadi beneran kan? Kamu mau jadi pasangan sehidup semati aku??" tanya Adrian memastikan.
"Nih bawa pulang aja!" ujar Nadya yang malah memberikan bunga itu pada Adrian.
"Loh kok dikasih ke aku lagi? Kan tadi kamu udah bilang mau pas di pernikahan Shella," ujar Adrian kebingungan mengapa Nadya berubah lagi.
"Tadi aku bilang gitu supaya kamu gak malu aja di depan banyak orang, udah ya aku mau masuk istirahat soalnya capek abis kondangan seharian!" ucap Nadya yang langsung berjalan masuk ke dalam pagar rumahnya meninggalkan Adrian disana.
Yup setelah mengunci pagar rumahnya, Nadya pun terus berjalan dan masuk ke rumahnya tanpa menoleh sedikitpun ke arah Adrian.
Ya Adrian masih disana memegangi bunga pengantin di tangannya, ia tampak kecewa pada sikap Nadya yang telah memberi harapan palsu padanya.
"Sialan emang tuh Nadya! Sok kecakepan banget jadi cewek, oke sekarang kamu bisa bilang itu ke saya.. Tapi nanti saya pastikan kamu akan mengejar-ngejar saya Nadya..!!" gumam Adrian lalu meletakkan bunganya di atas pagar Nadya.
Setelah itu, Adrian masuk ke mobilnya dan langsung menancap gas pergi dari rumah Nadya.
...•••...
Jenar, Lubis & Damar pulang ke rumah setelah seharian mengurusi pernikahan Devano & Shella.
Tampak mereka bertiga kelelahan sehingga langsung terduduk di sofa begitu masuk ke rumah.
__ADS_1
"Aduh capek banget ya ternyata kondangan seharian, padahal waktu disana tadi gak terasa capeknya!" ujar Lubis sambil bersandar di sofa dan mengipas-ngipaskan tubuhnya mengenakan peci.
"Iya beginilah kalo ngurusin pernikahan anak, nanti pas Damar nikah juga kamu bakal begini lagi!" ujar Jenar.
"Lah aku mah nikahnya masih lama budhe, orang calonnya aja belum ada.. Lagian sekolah aku kan masih belum selesai budhe," ucap Damar.
"Iya kan maksudnya nanti pas kamu nikah Mar bukan sekarang-sekarang ini, udah aku mau ke dapur ambil minum!" ucap Jenar lalu bangkit dari sofa.
Namun saat Jenar ingin berjalan ke dapur, ia berpapasan dengan Yani yang sudah menyiapkan minuman untuk dirinya serta Damar & Lubis.
"Gausah ke dapur bu, ini saya sudah buatkan kok minumannya.." ucap Yani lalu meletakkan gelas minuman di atas meja.
"Bagus deh makasih ya bi," ucap Jenar langsung mengambil gelas tersebut dan meminumnya.
Begitu juga dengan Lubis & Damar yang sama-sama langsung menenggak minuman di gelas tersebut sampai habis tak tersisa.
"Ahhh rasanya enak banget jadi seger lagi dah," ujar Lubis setelah menghabiskan minumannya.
"Kamu minum air di gelas aja sampe basah semua itu baju, gimana sih bis bis..!!" ujar Jenar seraya menggelengkan kepalanya.
"Oalah mbak ini mah bukan air minum, tapi keringat saya kan abis berdiri terus di kondangan tadi capek!" ucap Lubis lalu melepas kancing bajunya yang basah.
Kemudian, handphone Jenar berdering dan ia pun segera mengambilnya dari dalam tas miliknya.
"Lah Shella telpon ini ada apa ya?" ujar Jenar setelah mengetahui Shella lah yang menelponnya.
"Angkat aja budhe siapa tau penting!" ucap Damar.
Jenar pun mengangkatnya dan langsung nyerocos membahas malam pertama anaknya itu.
...📞...
Jenar : Halo Shella, kamu ngapain nelpon? Emang kamu gak lagi mesra-mesraan toh sama suami kamu? Ini kan malam pertama kamu sayang, jangan bikin kecewa suami kamu loh!
Shella : Iya bu aku tahu, tapi masalahnya sekarang mas Vano lagi diobatin di rumah sakit! Tadi di jalan mobil yang kami tumpangi remnya blong bu, aku minta doanya ya buat mas Vano supaya cepet sadar!
Jenar : Hah? Kalian kecelakaan dan nak Vano pingsan??
Ya Jenar langsung menganga setelah mendengar itu, dia seperti tak percaya kejadian itu menimpa Shella & Devano.
...~Bersambung~...
...JANGAN LUPA LIKE+KOMEN YA GES YA!!!...
...•...
...Nah guys kalo ini visualnya Rafi ya❤️...
...Gimana cocok gak? Maaf ya kalo gak cocok🙏...
...Maaf juga kalo gak sesuai ekspektasi kalian 🙏...
__ADS_1