
...HAY GUYS!...
...WELCOME TO MY STORY!...
..."CINTA SATU MALAM CEO"...
...-------------------------------------------------------...
#CSMC EPISODE 59
...•...
...•...
Rafi sudah bersiap untuk berangkat ke bandara, hanya saja dia gak dapet-dapet taksi online.
"Gimana nih? Bisa-bisa gua telat sampe bandaranya, terus nanti gua ketinggalan pesawat.." gumam Rafi.
Lalu, terlihat mobil Devano sampai dan berhenti di depan pagar rumahnya.. Devano langsung turun begitu menyadari ada Rafi disana.
"Raf, lu belum berangkat?" tanya Devano.
"Iya belum nih soalnya gua gak dapet-dapet taksi online," jawab Rafi.
"Lah emang si Laila kemana? Dia gak nganterin lu?" tanya Devano.
"Laila lagi keluar ngerjain tugas kelompok, makanya gua bingung nih sekarang.." jawab Rafi.
"Yaudah santai biar gua yang anter lu ke bandara, yok naik!" ujar Devano.
"Seriusan lu? Gua gak ngerepotin nih??" tanya Rafi.
"Yaelah kagak lah, udah ayo buruan! Nanti pesawat lu keburu terbang.." jawab Devano.
"Iya deh thanks ya," ucap Rafi.
Devano lalu membantu Rafi untuk memasukkan kopernya ke bagasi, setelah itu mereka pergi menggunakan mobil Devano.
Di dalam mobil, Rafi bertanya-tanya pada Devano soal Shella..
"Dev, gua kok jarang lihat lu jalan sama Shella selain antar-jemput dia kerja sih??" tanya Rafi.
"Hahaha itu dia Fi, makanya malam ini gua mau ajak Shella dinner.." jawab Devano.
"Wah kok lu gak bilang sih? Tau gitu gua gak mau bareng lu, udah udah gua turun sini aja!" ujar Rafi.
"Yaelah Fi, gua janjian sama Shella itu jam 8 malam sekarang aja baru jam setengah 7 masih lama kali!" ucap Devano.
"Yeh emangnya lu gak siap-siap dulu?" tanya Rafi.
"Gausah lah gua gini juga udah ganteng," jawab Devano dengan pede.
"Iyain dah,"
Devano menambah kecepatan mobilnya agar cepat sampai dan Rafi tidak ketinggalan pesawat.
...•••...
Sementara itu, Shella masih bingung harus memakai baju apa untuk pergi makan malam bersama Devano.
Dia tidak mau mengecewakan calon suaminya itu pada dinner pertama mereka..
"Aduh yang mana ya?? Gue harus tampil cantik nih di depan mas Vano.." batin Shella.
Kemudian, Jenar mengetuk pintu kamar Shella dan meminta masuk.
__ADS_1
TOK TOK TOK..
"Shella ini ibu, boleh ibu masuk nak?" tanya Jenar.
"Iya masuk aja Bu gak dikunci kok," jawab Shella.
Jenar pun masuk ke dalam kamar Shella dan melihat banyak baju berserakan di ranjangnya.
"Ya ampun Shella, ini kenapa kamu keluarin semua baju-baju bagus kamu?" tanya Jenar bingung.
"Iya Bu, jadi gini tadi mas Vano ajakin aku makan malam di luar.. Makanya aku mau tampil cantik di depan calon suami aku nanti, biar gak malu-maluin Bu!" jawab Shella.
"Ohh ya ampun Shella Shella.. Kamu itu pada dasarnya udah cantik sayang, jadi mau pake baju apa juga tetep cantik!" ujar Jenar.
"Yaudah ibu bantu pilihin dong baju yang cocok buat aku.." ucap Shella.
"Iya iya sini ibu bantuin ya!" ujar Jenar.
Jenar pun mengambil sebuah gaun berwarna kuning dan memberikannya pada Shella.
"Nah ini kamu pasti cocok banget pake ini!" ujar Jenar.
"Iya sih Bu aku juga suka warnanya, kebetulan gaun ini baru aku pake sekali.. Yaudah aku coba dulu ya Bu!" ucap Shella.
"Iya sayang,"
Lalu, Shella mencoba gaun pilihan ibunya di toilet.
...•••...
Devano & Rafi sampai di bandara tepat waktu sebelum pesawat Rafi berangkat.
"Thanks Dev, gua jadi gak telat.." ucap Rafi.
"Sama-sama lu hati-hati ya! Sampein salam gua buat paman dan budhe ya!" ujar Devano.
"Santai Raf, lu bisa percayain itu ke gue!" ucap Devano.
"Yaudah Dev, gua pergi ya! Selamat bersenang-senang dinner pertamanya!" ucap Rafi.
Devano memeluk Rafi sambil menepuk-nepuk punggung nya.. Setelah itu, Rafi berjalan masuk ke bandara.
Sedangkan Devano kembali ke mobilnya untuk pulang.
Jam sudah menunjukkan pukul setengah 8 malam, namun Devano masih terjebak di jalan pulang karena kemacetan panjang.
"Aduh gimana ini pake macet segala lagi??!! Bisa-bisa gua telat jemput Shella nya, mana gua juga belum mandi.." gumam Devano.
Devano pun memberi pesan pada Shella bahwa ia akan telat datang.
^^^Devano^^^
^^^Honey, maaf ya kayaknya aku telat datang deh.. Soalnya ini aku masih di jalan abis antar Rafi ke bandara, kamu duluan aja ya ke restoran nya nanti ada supir yang bakal jemput kamu!^^^
Setelah itu, ia langsung menghubungi anak buahnya untuk menjemput Shella di rumahnya.
"Ah elah gak gerak sama sekali sih!" gumam Devano.
...•••...
Shella sudah memakai gaunnya dan tengah menunggu kedatangan Devano di ruang tamu.. Namun, handphonenya bergetar dan ada pesan masuk dari Devano.
Ia pun membukanya dan membaca isi pesan itu..
Devano
__ADS_1
Honey, maaf ya kayaknya aku telat datang deh.. Soalnya ini aku masih di jalan abis antar Rafi ke bandara, kamu duluan aja ya ke restoran nya nanti ada supir yang bakal jemput kamu!
Shella sedikit kecewa karena yang menjemputnya bukan Devano, tapi dia memahami alasan Devano itu.
^^^Shella^^^
^^^ya gapapa mas, kamu hati-hati ya di jalan! Jangan ngebut-ngebut! Aku selalu nunggu kedatangan kamu kok! Sampai ketemu n^^^
Shella pun kembali ke kamarnya untuk berdandan lagi agar makin cantik tentunya.. Tak lupa ia juga memakai kalung pemberian Devano tadi.
"Aku harus bikin mas Vano seneng!" batin Shella.
Tak lama kemudian, datang seorang pria yang mengetuk-ngetuk pintu rumah Shella.
Jenar langsung membukakan pintu untuknya..
"Maaf cari siapa ya pak?" tanya Jenar.
"Begini Bu, saya diperintahkan bos muda untuk menjemput calon istirnya disini.." jawab pria itu.
"Bos muda? Siapa bos muda?" tanya Jenar bingung.
"Maaf Bu maksud saya bos Devano, dia yang meminta saya datang kesini untuk menjemput tunangannya.." jawab pria itu.
"Ohh nak Vano yang suruh kamu, emangnya dia kenapa? Kok bukan dia sendiri yang langsung jemput Shella?" tanya Jenar.
"Bos muda masih di jalan Bu dia terjebak macet," jawab pria itu.
"Ohh yowes tunggu ya biar saya panggilkan Shella dulu!" ucap Jenar.
Jenar pun masuk ke dalam untuk memanggil Shella..
"Sel, Shella.. Shella keluar sayang! Di depan sudah ada yang menjemput kamu tuh!" ujar Jenar.
"Iya Bu," ucap Shella.
Shella keluar dari kamarnya dan menghampiri ibunya.
"Wah Shella kamu cantik sekali, pasti nak Vano nanti terkesima sama kamu sayang!" ucap Jenar.
"Ah ibu bisa aja deh," ucap Shella tersipu.
"Yaudah itu di depan udah ada yang mau jemput kamu tuh, sana gih cepat!" ujar Jenar.
"Iya Bu, aku pamit ya! Assalamualaikum.." ucap Shella.
"Iya waalaikumsallam.."
Shella mencium tangan ibunya itu, lalu pergi keluar rumah menemui supir Devano.
"Ayo, saya sudah siap!" ucap Shella.
"Siap non! Mari!" ujar pria itu.
Shella & supir itu berjalan menuju mobil yang terparkir di depan gang.
Lalu, mereka pergi dari sana..
Rupanya ada Adrian yang daritadi memperhatikan mereka dari jauh.
"Saya harus ikutin kemana Shella pergi! Saya harus beritahu dia untuk tidak menikah dengan Devano!" gumam Adrian.
Adrian pun menjalankan mobilnya mengikuti mobil Shella dari jauh.
...~Bersambung~...
__ADS_1
...JANGAN LUPA LIKE+KOMEN YA GES YA!!!...