Cinta Satu Malam Ceo

Cinta Satu Malam Ceo
Penjelasan Jenar


__ADS_3

...HAY GUYS!...


...WELCOME TO MY STORY!...


..."CINTA SATU MALAM CEO"...


...-------------------------------------------------------...


#CSMC EPISODE 62


...•...


...•...


Adrian sampai di rumah Shella, ia pun langsung mengetuk pintu dan memanggil nama Jenar.


Tok tok tok..


"Permisi, tante Jenar!" ucap Adrian.


Jenar yang tengah menonton tv kaget begitu ada yang mengetuk pintu, ya ia pun segera keluar membukakan pintu.


"Eh nak Rian, apa kabar?" ujar Jenar.


"Baik tante, tante gimana?" ucap Adrian.


"Tante baik juga kok, eee ada apa kesini nak Rian?" tanya Jenar.


"Ada yang mau saya omongin tante," jawab Adrian.


"Oh yasudah ayo masuk kita bicara di dalam sambil duduk!" ujar Jenar.


"Iya Tante," ucap Adrian.


Adrian pun masuk ke dalam rumah bersama Jenar.


"Silahkan duduk nak Rian! Mau dibuatin minum apa?" ujar Jenar.


"Eee gausah repot-repot tante makasih! Saya gak haus kok," ucap Adrian.


"Ohh yaudah tapi kalo haus bilang aja ya!" ucap Jenar.


"Iya Tan,"


Adrian & Jenar pun duduk di sofa ruang tamu.


"Nah apa yang ingin diomongin nak Rian?" tanya Jenar.


Adrian mengambil handphonenya dari saku celana dan membukanya..


"Begini tante, saya menemukan foto ini di sebuah akun sosmed.. Itu bukannya foto tante kan?" ujar Adrian sambil menunjukkan sebuah foto di hp nya pada Jenar.


Jenar pun kaget saat melihat foto itu..


"Ini kan.. Bagaimana bisa nak Rian dapetin foto ini? Apa mungkin dia kenal sama anakku??" batin Jenar.


Adrian merasa bahwa Jenar memang mengenali anak di foto itu.


"Gimana tante?" ujar Adrian.


"Ah eee iya benar ini memang foto tante saat muda, lalu kenapa??" tanya Jenar.

__ADS_1


"Anak yang ada di foto itu bukan Shella kan tan?" ujar Adrian.


"Iya jelas bukan nak Rian!" ucap Jenar.


"Terus siapa dia tante? Apa dia anak tante juga? Berarti dia saudara Shella??" tanya Adrian.


Jenar terdiam kebingungan harus menjawab apa, ia tak mau Adrian tau tentang masa lalunya.


"Apa yang harus aku katakan pada nak Rian? Aku sudah berusaha menutup rapat-rapat soal ini dari Shella, jika aku beritahu nak Rian semuanya bisa jadi dia juga akan memberitahukan nya pada Shella!" batin Jenar.


"Tante Jenar kok kayak bingung gitu ya? Padahal kan gampang tinggal jawab aja dia saudara Shella apa bukan!" gumam Adrian.


...•••...


Sore telah tiba, Devano seperti biasa mengantarkan Shella pulang ke rumahnya.


"Silahkan masuk honey!" ucap Devano saat membukakan pintu mobil untuk Shella.


"Makasih mas," ucap Shella tersenyum lalu masuk ke dalam mobil Devano.


Ya Devano memang selalu melakukan itu untuk Shella, dia selalu bersikap romantis agar Shella makin jatuh cinta padanya.


Bahkan saat di dalam mobil, Devano juga memasangkan seat belt pada Shella.


"Biar aku pasangin ya honey seat belt nya!" ucap Devano.


"Gausah mas aku bisa sendiri kok," ucap Shella.


"Hey nurut aja!" ujar Devano.


Ya akhirnya Shella menurut dan membiarkan Devano memasangkan seat belt nya..


Mereka saling bertatapan dari jarak cukup dekat, ya terlihat tatapan penuh cinta dari keduanya.


Shella hanya bisa tersenyum malu saat Devano memujinya.


"Ok udah selesai, kamu mau langsung pulang atau jalan-jalan dulu??" tanya Devano.


"Kita pulang aja dulu mas, soalnya aku mau bersih-bersih badan juga.." jawab Shella.


"Oh gitu okelah pulang ke rumahku atau rumah kamu nih??" ujar Devano becanda.


"Ya rumah aku lah mas, nanti ke rumah kamu mah kalo kita udah sah!" ucap Shella.


"Iya honey aku cuma becanda aja kok," ujar Devano.


Lalu, Devano pun menginjak pedal gas dan menjalankan mobilnya.


...•••...


Adrian masih berada di rumah Shella, ia ingin sekali mendapatkan jawaban dari Jenar.


"Saya janji tante, saya akan merahasiakan ini dari siapapun! Saya hanya ingin tahu apa benar Shella punya saudara?" ujar Adrian.


Jenar masih belum tahu apa dia harus memberitahu Adrian atau tidak..


"Bagaimana ini? Apa aku kasih tau saja pada nak Rian? Tapi, gimana kalau dia nanti tidak menepati janjinya?" gumam Jenar.


"Tante kenapa diam? Saya kan sudah berjanji sesuai yang tante minta..!!" ucap Adrian.


"Iya nak Rian, Shella memang punya saudara kembar perempuan.. Tapi, mereka telah lama berpisah bahkan mungkin mereka tidak ingat kalau punya saudara!" ujar Jenar.

__ADS_1


"Kenapa mereka dipisahkan tante?" tanya Adrian.


"Papahnya Shella tidak mau kalau harus membiayai dua anak sekaligus, jadi saat itu tante diberi pilihan untuk membawa salah satu dari mereka! Jujur, tante tidak bisa melakukan itu apalagi mereka adalah anak kandung tante! Tapi, papahnya Shella mengancam akan meninggalkan tante jika tante tidak bisa memilih salah satu dari mereka.." jawab Jenar.


Jenar tidak bisa menahan air matanya, ya dia menangis setelah menceritakan itu pada Adrian.


"Eee tante, maaf kalau saya bikin tante jadi teringat lagi tentang itu!" ucap Adrian.


"Saat itu tante benar-benar bingung harus bagaimana, akhirnya tante memilih Shella dan menitipkan Sheila di panti asuhan.. Tante berharap dia bisa diadopsi oleh keluarga yang menyayangi nya suatu saat nanti, tapi sampai sekarang tante tidak tahu gimana kabar dia!" ujar Jenar sambil menangis.


"Sheila? Apa itu nama kembaran Shella?" tanya Adrian.


"Iya benar nak Rian, tante mohon kamu jangan beritahu ini pada Shella ya! Tante gak mau dia kecewa dan marah sama tante!" ujar Jenar.


"Tante tenang aja, saya tidak akan memberitahu soal ini pada Shella.. Tapi, apa tante mau bertemu dengan Sheila?" ucap Adrian.


Jenar terkejut ketika Adrian mengucapkan itu..


"Apa maksud kamu nak Rian?" tanya Jenar.


"Iya tante, Sheila anak tante bekerja di perusahaan saya sekarang.. Dia jadi asisten baru saya disana, dan sekarang dia juga bernama Nadya!" jawab Adrian.


"Sheila? Bagaimana kamu bisa tau itu Sheila?" tanya Jenar.


"Foto ini saya temukan di sosmed milik Nadya tante, dan ini wajah anak tante sekarang! Saya langsung terkejut saat pertama kali melihatnya, karena ia sangat mirip dengan Shella! Maka dari itu saya berusaha menyelidiki nya dan ternyata benar dia kembaran Shella!" ucap Adrian.


Adrian menunjukkan foto Nadya dewasa pada Jenar, ya Jenar pun langsung banjir air mata saat melihat foto itu.


...•••...


Devano & Shella sampai di depan gang rumah Shella, seperti biasa juga Devano membukakan pintu mobil untuk Shella.


"Mas, harusnya kamu gak perlu begitu terus! Aku kan bisa buka pintu sendiri.." ujar Shella.


"Gapapa honey aku gak keberatan kok!" ucap Devano.


"Iya deh terserah kamu aja mas," ucap Shella.


"Yaudah yuk jalan!" ujar Devano sambil merangkul pundak Shella.


Mereka pun berjalan menuju rumah Shella, saat sampai tepat di depan rumah mereka melihat ada sepasang sepatu disana.


"Ini sepatu siapa ya? Di rumah ini kan gak ada laki-laki.." ujar Shella.


"Aku gak tahu juga honey, mungkin ada tamu yang datang.." ucap Devano.


"Apa mungkin Om Lubis ya? Pasti dia datang karena sebentar lagi kita mau nikah mas," ujar Shella gembira.


"Bisa jadi, yaudah kamu langsung masuk aja ke dalam biar tau!" ujar Devano.


"Ayo kamu juga ikut mas sekalian kenalan sama om Lubis!" ucap Shella.


"Iya iya aku ikut,"


Shella menarik tangan Devano dan segera masuk ke dalam rumah..


"Assalamualaikum Bu.." ujar Shella.


Ya Shella langsung kaget saat melihat yang ada di ruang tamu adalah Adrian bukannya Lubis.


"Adrian.."

__ADS_1


Begitu juga dengan Adrian & Jenar yang panik takut Shella mendengar percakapan mereka barusan.


...~Bersambung~...


__ADS_2