Cinta Satu Malam Ceo

Cinta Satu Malam Ceo
Tertarik padamu


__ADS_3

...HAY GUYS!...


...WELCOME TO MY STORY!...


..."CINTA SATU MALAM CEO"...


...-------------------------------------------------------...


#CSMC EPISODE 71


...•...


...•...


Semua orang panik ketika mengetahui Shella terluka, mereka buru-buru membantu Shella dan juga menelpon ambulance.


Sementara Novi naik ke ruangan Devano untuk memberitahukan tentang Shella..


"Permisi pak, ada hal gawat!" ujar Novi.


"Apa lagi itu Nov?" tanya Devano lemas.


"Sebelumnya saya minta maaf pak, tadi saya gak sengaja nabrak mbak Shella.. Sekarang dia kesakitan perutnya sampe ada darah keluar di kakinya," jawab Novi.


"Apa? Kenapa bisa sih kamu tabrak Shella? Emangnya kamu gak lihat-lihat waktu jalan?" ujar Devano.


"Maaf pak, tadi saya buru-buru untuk menghubungi Bu Lina.. Jadi saya gak lihat kalau ada mbak Shella disana," ucap Novi.


"Apapun alasan kamu, saya gak mau tahu kamu harus tetep tanggung jawab kalau sampe terjadi apa-apa sama Shella! Sekarang dimana Shella?" ujar Devano.


"Ada di lantai bawah pak, para staf dan ob sedang membantu mbak Shella, mereka juga udah telpon ambulance pak!" ucap Novi.


"Yasudah kamu urus Bu Lina, saya mau urus calon istri saya dulu..!!" ujar Devano.


"Baik pak!" ucap Novi.


Devano pun bangkit dari duduknya dan segera keluar dari sana untuk menemui Shella, sedangkan Novi masih merasa bersalah karena telah menyebabkan Shella seperti itu.


...•••...


Shella masih merasa kesakitan dan terus memegangi perutnya, orang-orang disana semakin panik karena ambulance tak kunjung datang.


"Aduhh.. Sakit banget..." rintih Shella.


"Sabar ya mbak, sebentar lagi ambulance datang kok!" ujar ob.


Tak lama kemudian, Devano datang menghampiri kerumunan disana.. ya dia sangat panik saat melihat Shella sedang meringis kesakitan.


"Honey, kamu kenapa sayang?" tanya Devano cemas.


"Gak tahu mas, sakit banget!" jawab Shella sambil menggelengkan kepalanya.


"Kamu tenang ya, hey kalian bantu saya bawa Shella ke mobil saya!" ujar Devano.


"Baik pak, tapi bagaimana dengan ambulance nya?" ujar ob.


"Sudah tidak usah menunggu itu lagi, Shella harus cepat dibawa ke rumah sakit! Ayo bantu saya!" ucap Devano.


"Baik pak!"


Devano pun langsung membopong tubuh Shella dan bergegas membawanya keluar menuju mobil, para ob mengikuti untuk membantu.

__ADS_1


Setelah berhasil memasukkan Shella ke mobil, Devano langsung menancap gas menuju rumah sakit ia terlihat sangat panik dan cemas pada kondisi Shella.


"Mas, sakit banget mas..!!" rintih Shella.


Hal itu membuat Devano semakin panik dan menambah kecepatan mobilnya..


"Sabar honey sebentar lagi kita sampe ke rumah sakit kok!" ucap Devano.


Shella terus merintih kesakitan membuat Devano juga makin cemas.


"Ya Tuhan selamatkan lah bayi dalam kandungan Shella, jangan ambil dia ya Tuhan!" batin Devano.


Akhirnya mereka telah sampai di rumah sakit, Devano langsung membopong Shella lagi dan berteriak memanggil petugas disana.


Ya para petugas datang membawakan brankar dorong untuk Shella, dengan cepat Devano meletakkan Shella disana.


...•••...


Sementara itu, Jenar tak sengaja tertusuk jarum saat sedang menjahit baju milik Shella yang bolong.


"Aww sshhh.." ucap Jenar sambil mengemut jarinya.


"Perasaan aku kok jadi gak enak gini ya? Semoga gak ada apa-apa deh.." batin Jenar.


Jenar melanjutkan menjahitnya tanpa berpikir macam-macam, ya dia selalu positif thinking memang.


Lalu, Yani datang dari luar sambil membawa barang belanjaan.. yap dia baru saja selesai belanja di pasar.


"Assalamualaikum.." ucap Yani.


"Waalaikumsallam, eh bibi dah pulang! Gimana ada gak jamur pesanan Shella bi?" tanya Jenar.


"Alhamdulillah bagus deh, kalo gitu bibi masak duluan aja ya.. Nanti saya bantu setelah selesai jahit baju Shella ini," ucap Jenar.


"Iya bu, saya permisi ke dapur dulu ya.." ucap Yani.


Yani pun pergi ke dapur untuk memasak, sedangkan Jenar lanjut lagi menjahitnya..


...•••...


Adrian & Nadya sampai di kantor sedikit lambat, ya tentu karena Adrian sengaja lewat jalan lebih jauh agar bisa lebih lama berduaan dengan Nadya.


"Pak, saya langsung masuk ya.." ucap Nadya.


Nadya melangkahkan kakinya lebih dulu, namun Adrian menahannya agar tak pergi duluan.


"Jangan jalan duluan Nadya! Kita bareng-bareng ke dalamnya ya!" ucap Adrian.


"Tapi pak, saya gak mau nanti karyawan disini punya pikiran yang enggak-enggak.." ujar Nadya.


"Gak bakal kok, udah ayo kita bareng aja! Masa berangkat bareng pas masuk ke dalam sendiri-sendiri sih, lagian sekalian kamu ikut ke ruangan saya, saya ada perlu sama kamu!" ucap Adrian.


Adrian pun menggandeng tangan Nadya, membuat Nadya tidak senang dengan itu.. Tapi Nadya hanya bisa pasrah karena tak mau melawan bosnya itu.


Akhirnya mereka berdua berjalan bergandengan menuju kantor..


Ya tentu saja seperti dugaan Nadya tadi, para karyawan yang melihatnya pun langsung membicarakan mereka.


Saat di dalam lift Nadya pun menceritakan yang ia dengar tadi pada Adrian..


"Tuh kan pak, kayaknya kita diomongin deh.." ucap Nadya.

__ADS_1


"Jangan pedulikan mereka Nadya! Mereka itu cuma iri sama kamu, karena kamu bisa gandengan sama saya..!!" ucap Adrian.


"Pak, sebenernya kenapa bapak kayak gini sih? Apa bapak mau menghancurkan image saya di depan mereka??" tanya Nadya.


"Kenapa kamu punya pikiran seperti itu? Saya begini itu karena saya tertarik dengan kamu Nadya, coba siapa yang gak tertarik sama wanita secantik kamu?" ucap Adrian.


"Bapak jangan ngada-ngada deh, gak mungkin bapak tertarik sama saya! Pasti ada alasan lain kan yang sebenarnya!" ujar Nadya.


Adrian merendahkan kepalanya hingga sejajar dengan Nadya, ia juga menarik dagu Nadya agar bisa menatap matanya.


"Kenapa gak mungkin? Saya beneran tertarik loh sama kamu, karena wanita seperti kamu itu sangat jarang sekali loh.." ucap Adrian.


Semakin lama Adrian makin mendekatkan wajahnya pada Nadya, Nadya terus berusaha menghindar.


Kini hidung mereka sudah saling menempel, bahkan Nadya dapat merasakan nafas yang keluar dari hidung Adrian.


"Pak, bapak mau apa?" tanya Nadya panik.


Adrian tak menjawab ia hanya tersenyum kecil..


Daaannnn...


Ting


Pintu lift terbuka membuat Adrian langsung menjauhkan wajahnya dari Nadya.


"Huh untung aja lift nya kebuka.." gumam Nadya.


...•••...


Dokter yang memeriksa Shella sudah keluar dari dalam ruang persalinan.


"Bagaimana keadaan istri saya dok? Apa kandungannya baik-baik saja?" tanya Devano panik.


"Tenang ya pak, Alhamdulillah kondisi bayi dalam kandungan Bu Shella baik-baik aja.. Tapi mohon hindari benturan walau sekecil apapun pada perut Bu Shella ya, karena pada usia kehamilan trimester pertama ini sangat rawan sekali pak!" ucap dokter.


"Iya dok, saya akan lebih menjaga istri saya.. Terimakasih dok! Lalu, apa saya bisa menemui istri saya?" ujar Devano.


"Silahkan pak!" ucap dokter.


Devano pun langsung masuk untuk menemui Shella.


"Honey, kamu udah gak sakit lagi kan?" tanya Devano.


"Iya mas, Alhamdulillah bayi kita juga baik-baik aja.." ucap Shella tersenyum.


"Iya Alhamdulillah, tapi kamu harus hati-hati lagi ya! Saya gak mau ini keulang lagi jadi mulai besok kamu berhenti kerja ya!" ujar Devano.


"Tapi mas, aku harus kerja buat ibu.." ucap Shella.


"Sssttt! Saya gak mau dibantah! Kamu gausah kerja lagi, tapi saya akan tetap beri kamu uang bulanan oke!" ucap Devano.


"Iya deh mas aku nurut aja sama kamu, makasih ya udah peduli sama aku dan anak kita!" ujar Shella.


"Gak perlu makasih honey, udah seharusnya aku peduli sama istri dan anak aku!" ucap Devano sambil mengecup kening Shella.


Mereka saling bertatapan sambil tersenyum...


...~Bersambung~...


...JANGAN LUPA LIKE+KOMEN YA GES YA!!!...

__ADS_1


__ADS_2