
...HAY GUYS!...
...WELCOME TO MY STORY!...
..."CINTA SATU MALAM CEO"...
...-------------------------------------------------------...
#CSMC EPISODE 244
...•...
...•...
Shella & Devano pulang ke rumahnya setelah hari sudah malam dan Nadya juga harus beristirahat, mereka mengantar Jenar lebih dulu ke rumah lalu barulah mereka menuju rumah Devano.
Sepanjang perjalanan sepasang suami-istri itu hanya diam membisu, tak ada pembahasan apapun di dalam mobil lantaran Devano tampak tengah gusar memikirkan sidang orangtuanya esok hari.
Shella terus memandangi wajah suaminya yang sedang pusing itu, ia tidak tahu apa penyebabnya sampai Devano begitu padahal mereka sudah baikan sebelumnya di rumah sakit bahkan sampai saling cium bibir dan beradu lidah disana.
Shella memilih membiarkan Devano terlebih dulu, ia takut kalau langsung bertanya nantinya sang suami malah merasa kesal dan marah yang berujung pertengkaran kembali diantara mereka.
Begitu sampai di rumah, Devano juga tak banyak bicara dan hanya tersenyum meminta Shella turun dari mobil. Bahkan ia tak membukakan pintu untuk Shella seperti biasanya, ia berjalan duluan masuk ke rumah meninggalkan Shella disana.
"Mas Vano kenapa sih? Apa yang bikin dia sampai jadi galau seperti ini? Aku harus coba tanya sama dia, aku khawatir mas Vano sembunyiin sesuatu dari aku! Iya benar, sebagai seorang istri yang baik aku gak boleh biarin suami aku kayak gitu terus!" gumam Shella sembari mengetuk-ngetuk jarinya ke dagu.
Shella pun membuka handle pintu lalu turun dari mobil, ia bergegas menyusul Devano ke dalam rumah dengan berlari. Tampak sang suami juga hanya berjalan pelan seperti memberi waktu bagi Shella untuk mengejarnya, begitu sampai di dekatnya Shella langsung menggandeng tangan suaminya.
"Mas, jangan tinggalin aku dong!" ucap Shella menggoda Devano dengan menunjukkan wajah gemas serta membenamkan wajahnya di bahu sang suami yang tetap dingin itu.
"Iya, maaf ya!" ucap Devano tersenyum tipis sembari menepuk-nepuk puncak kepala istrinya pelan.
__ADS_1
Mereka pun jalan bergandengan tangan memasuki rumah besar itu tanpa berlama-lama, Shella terus menatap wajah suaminya dari samping sembari senyum-senyum manis menggoda. Namun, Devano tetap pada pendiriannya yakni bersikap cool karena ia masih memikirkan nasib orangtuanya besok.
Kehadiran mereka di dalam rumah itu langsung disambut oleh Laila yang tampaknya belum tidur karena ia terbiasa tidur malam, Laila pun terheran-heran mengapa abangnya tampak suram tak seperti biasanya yang selalu ceria ketika bersama istrinya.
"Loh, lu kenapa bang? Muka lu kusut amat kayak cucian direndem setahun, ada apa gerangan sih bang?" tanya Laila keheranan.
"Gak ada, gue cuma bingung soalnya besok hari persidangan mama sama papa yang akan menentukan bagaimana nasib mama papa selanjutnya! Gue takut kalau mereka bakal di penjara, nantinya kita gak bisa sering ketemu mama papa!" jawab Devano menjelaskan keresahan di hatinya.
Shella akhirnya tau penyebab mengapa suaminya diam saja sedari tadi, ia pun coba menenangkan Devano dengan cara mengelus punggungnya pelan.
"Sabar mas, aku yakin mama sama papa pasti bisa bebas kok dari tuduhan ini! Karena mereka itu gak salah, kamu harus percaya diri mas! Besok kita sama sama datang ke persidangan itu, kita jadi saksi kebebasan mama sama papa kalau mereka memang gak bersalah atas kejadian ini!" ucap Shella.
"Benar kata Shella, bang! Lu gak boleh pesimis kayak gitu, lagian lu kan udah berusaha cari bukti-bukti yang meringankan mama papa! Sekarang tinggal kita tunggu aja hasil dari kerja keras lu itu, gue yakin mama papa pasti bebas!" sahut Laila.
Devano pun tersenyum lalu merangkul kedua wanita itu dalam dekapannya, ia mengecup puncak kepala Shella dan Laila bergantian kemudian mempererat dekapannya sampai dua wanita itu pengap.
•
•
Shella hanya tersenyum diam tanpa melakukan gerakan apapun, sementara Devano mulai mendekatkan bibirnya ke arah Shella dan bersiap mencium bibir mungil sang istri.
"Stop!" ucap Shella memasang telapak tangannya sebagai penghalang antara bibirnya dengan bibir milik sang suami.
"Kenapa?" tanya Devano heran dan penuh kekecewaan.
Cupp...
Diluar dugaan Shella malah mengecup bibir Devano sekilas lalu tersenyum renyah menyipitkan matanya, Devano terdiam kemudian senyum muncul di wajahnya karena sang istri mulai berani.
"Ohh, sekarang udah berani ya cium-cium aku duluan? Bagus deh, ini yang aku suka!" ujar Devano nyengir sembari mencubit pipi istrinya.
__ADS_1
"Hahaha, anggap aja tadi hadiah dari aku mas karena kamu selalu mau nemenin aku di rumah sakit buat jagain Sheila! Tapi, lain kali aku gak mau cium kamu duluan lagi!" ujar Shella menggoda suaminya.
"Ya gapapa, walau cuma sekali aku juga seneng kok! I love you, honey...." bisik Devano berdesis di telinga sang istri membuat Shella bergidik.
"Ih sukanya bisik-bisik mulu!" ujar Shella.
Devano tersenyum terus menatap mata istrinya yang tampak indah dengan senyum yang menyimpul di bibir manisnya, Devano membelai lembut bibir Shella kemudian tanpa aba-aba ia maju lalu menciumnya.
Shella terkejut membelalakkan matanya berusaha mendorong-dorong tubuh suaminya, namun Devano sigap menahan tengkuk Shella hingga istrinya itu pasrah saja menikmati ciuman dari Devano yang ganas namun lambat laun mulai lembut.
"Aku mencintaimu, honey!" ucap Devano usai menikmati bibir mungil istrinya sambil masih memegang bibir bawah Shella dengan jempolnya.
"Aku juga cinta sama kamu, mas!" jawab Shella.
Mereka pun kembali berciuman di malam yang indah nan panas ini, namun kali ini Devano melakukannya dengan santai dan penuh kelembutan. Shella membalas setiap gerakan lidah suaminya sembari mengalungkan tangannya di leher Devano, lambat laun Devano mendorong Shella hingga terbaring di atas ranjang tanpa melepas ciumannya.
Ciuman itu terus berlanjut dan perlahan Devano turun menciumi area leher jenjang istrinya, Shella melenguh pelan menghadap ke kanan sehingga Devano memiliki ruang bebas mencumbui leher sang istri dan menggigitnya pelan tanpa meninggalkan bekas.
Tangan-tangan nakal milik pria itu mulai merabaa bagian tubuh istrinya yang masih tertutupi pakaian, perlahan Devano membuka satu persatu kancing baju Shella dan melepasnya.
Malam panjang bagi sepasang suami-istri itu terus berlanjut namun tanpa penyatuan kedua miliknya dikarenakan sang istri yang masih datang bulan, Devano tetap merasa puas dan berhasil mengeluarkan cairannya di wajah Shella.
Mereka tertidur pulas dengan Devano masih menindih tubuh istrinya karena lelah, ya posisi tidur yang sangat mengenakkan dan diidam-idamkan kaum pria di seluruh dunia.
...~Bersambung~...
...JANGAN LUPA LIKE+KOMEN YA GES YA!!!...
...|||...
...Malam panas yang gak seru karena Shella masih M, tapi tetap memuaskan bagi Devano...
__ADS_1
...Maafkeun guys authornya belum berpengalaman bikin adegan begituan, jadi ala kadarnya aja😂...
...❤️❤️❤️...