Cinta Satu Malam Ceo

Cinta Satu Malam Ceo
Lestari tidak ada


__ADS_3

...HAY GUYS!...


...WELCOME TO MY STORY!...


..."CINTA SATU MALAM CEO"...


...-------------------------------------------------------...


#CSMC EPISODE 251


...•...


...•...


Yoga mendatangi rumah Lestari alias mama angkat Nadya karena penasaran mengapa wanita itu tak lagi datang ke rumah sakit menjenguk Nadya, bahkan saat putrinya diperbolehkan pulang batang hidung Lestari sama sekali tak terlihat disana. Itulah mengapa Yoga sampai harus datang ke rumah Lestari, ia ingin mencari tahu apa penyebab mama angkat Nadya itu tak datang disaat Nadya keluar dari rumah sakit.


Sesampainya di rumah tersebut, ia cukup heran karena kondisi disana sangat sepi dan tak seperti biasanya. Yoga pun keluar dari mobilnya lalu jalan ke dekat pagar rumah besar yang menjadi kenangan baginya saat bersama Nadya, ia menatap rumah itu dari sana penuh kerinduan akan gadis yang berhasil membuat hatinya ceria kembali.


Ia memandang ke sekeliling mencari kiranya ada orang atau tidak di dalam sana, namun nyatanya ia tak berhasil menemukan siapapun disana dan bahkan pintu pagar itu tergembok. Ia pun makin bingung ada apa sebenarnya dan kemana Lestari beserta pembantunya di rumah ini, sungguh hal ini sangat mengherankan baginya karena tiba-tiba saja Lestari menghilang dari kehidupan Nadya.


"Kemana tante Lestari?" gumam Yoga.


Akhirnya Yoga memutuskan kembali ke mobilnya karena sia-sia juga ia terus berdiri disana, namun tiba-tiba ada seseorang yang lewat dan berhenti tepat di depannya sambil memandang wajahnya dengan sinis dan seperti mencurigainya.


"Masnya cari siapa, ngapain berdiri aja disitu?" tegur orang itu bertanya mengapa Yoga disana.


Yoga cukup kaget melihat orang tersebut karena ia sebelumnya tak mengira akan ada orang yang datang ke dekatnya, apalagi tampang pria itu benar-benar menyeramkan memandangnya seperti hendak membunuh atau bahkan mencincangnya.


"Kok malah diem? Emangnya pertanyaan saya kurang jelas ya, mas?" ujar pria itu dengan suara tegas dan beratnya, Yoga dibuat terkejut kembali dan jantungnya berdebar-debar.


"Eee saya cuma mau ketemu sama pemilik rumah ini, tante Lestari namanya! Tapi, kayaknya dia lagi gak ada di rumah ya? Soalnya itu pagarnya juga digembok, makanya saya mau balik aja karena percuma juga terus disini!" jawab Yoga gugup.


"Ohh, iya benar penghuni rumah ini sedang pergi dan mungkin tidak akan kembali lagi kesini! Memangnya mas ini ada urusan apa mau ketemu sama Lestari, masnya ini siapa emang?" ujar pria itu masih penasaran pada Yoga.

__ADS_1


"Gak ada apa-apa kok, pak! Yaudah kalau emang tante Lestari gak ada disini, saya permisi dulu pak! Terimakasih atas infonya...." ucap Yoga memilih pergi menghindari pria tersebut, ia berjalan melewati pria itu lalu masuk ke mobilnya.


Tanpa basa-basi lagi, Yoga langsung tancap gas dengan kecepatan tinggi. Sedangkan pria itu masih disana memandangi mobil Yoga yang sudah menjauh, ia mengambil ponselnya kemudian menghubungi seseorang disana.


"Halo, tadi ada pemuda datang ke rumah Lestari! Katanya dia ingin ketemu Lestari, tapi pas saya tanya ada apa dia malah langsung pergi!"


...•••...


Devano & papanya sampai di rumah tepat waktu, mereka langsung bisa mencium aroma masakan yang sedap di hidung dan semakin tidak sabar untuk menikmati makanan tersebut apalagi perut mereka saat ini semakin terasa lapar serta terus saja berbunyi meminta untuk segera diisi.


"Wah pah, ini baru sampe depan aja udah kecium gini wangi masakannya! Aku jadi makin gak sabar deh buat nyicipin masakan mama sama Shella, pasti bakalan enak banget pah!" ucap Devano.


"Hahaha, iya benar kamu! Yasudah ayo kita langsung masuk saja ke dalam, papa udah lapar banget nih!" ujar Tama mengusap perutnya.


Mereka pun tertawa kecil, lalu jalan menuju meja makan sambil membayangkan betapa enaknya masakan buatan Silvi serta Sheila di dalam kepala mereka. Namun, langkah mereka terhenti saat melihat Shella yang baru menuruni tangga.


Devano pun meminta papanya pergi duluan ke meja makan, karena ia ingin menghampiri Shella sejenak sekaligus bertanya mengapa raut wajah istrinya itu terlihat seperti tengah bersedih dan memikirkan sesuatu.


"Hey, honey!" sapa Devano.


"Iya, aku kan pulang biar bisa cobain masakan kamu sama mama! Eh ya kamu abis ngapain ke atas, kok muka kamu jadi sedih kayak gini? Apa ada masalah lagi, honey?" tanya Devano perhatian, ia merangkul istrinya itu sembari menautkan dagunya di atas puncak kepala sang istri.


"Gak ada kok, mas! Aku cuma pengen ketemu sama Sheila, dia kan sekarang udah pulang ke rumah ibu! Aku juga nyesel mas karena tadi gak bisa ikut ibu buat jemput Sheila, padahal aku kan kakaknya!" ucap Shella menjelaskan pada suaminya mengapa ia bersedih sambil menatap wajah Devano.


Devano pun tersenyum tipis lalu mendaratkan ciuman tepat di kening sang istri, ia mengusap-usap puncak kepala istrinya lembut lalu memegang wajah Shella dengan dua telapak tangannya.


"Honey, jadi karena itu kamu sedih? Yaudah nanti abis makan siang, kita sama sama ke rumah ibu ya biar kamu bisa jenguk Sheila!" ucap Devano coba menghibur istrinya.


"Hah? Kamu serius mas?" tanya Shella terkejut.


"Ya iya dong, buat apa aku bohong? Apapun akan aku lakuin buat kamu, asal kamu gak sedih-sedih lagi! Tapi, kita makan siang dulu supaya perut kamu ini gak kelaparan..." ucap Devano tersenyum.


"Makasih ya mas, kamu emang suami yang pengertian!" ucap Shella akhirnya bisa kembali tersenyum manis di hadapan suaminya.

__ADS_1


"Yaudah, yuk kita susul yang lain ke meja makan!" ucap Devano menggandeng tangan istrinya.


Shella mengangguk pelan, mereka pun melangkah menuju makan berbarengan.


"Oh ya mas, aku udah gak datang bulan loh!" ucap Shella berbisik pada suaminya.


Ekspresi Devano langsung berubah, ia menatap wajah sang istri di sampingnya dengan mata terbelalak.




"Waduh, waduh! Ini mewah banget makan siang kita kali ini, wah pasti rasanya bakal nikmati sekali! Papa jadi makin gak sabar buat makan..." ujar Tama begitu sampai di meja makan, ia syok melihat cukup banyak lauk-pauk yang tersedia disana.


"Eh papa udah nyampe, loh tapi Devano mana? Bukannya dia tadi bareng papa kan ke kantornya, kok papa malah pulang sendirian sih?" tanya Silvi.


"Iya, Vano tadi nyamperin istrinya dulu!" jawab Tama langsung menarik kursi dan duduk disana.


"Heh, papa cuci tangan dulu jangan main ambil makanan aja! Nanti kumannya pada nempel loh ke makanan ini, emang papa mau jadi sakit?" ujar Silvi mengingatkan suaminya.


"Hehehe, iya maaf papa lupa!" ujar Tama nyengir.


Tama pun mencuci tangannya terlebih dahulu pada air kobokan yang sudah disediakan sang istri, barulah setelahnya ia mencomot sepotong pizza di atas meja sembari menunggu Silvi mengambilkan nasi serta makan siang untuknya.


Laila yang ada disana senyum-senyum saja melihat tingkah mama papanya, ia senang karena bisa berkumpul kembali dengan kedua orangtuanya disana.


...~Bersambung~...


...JANGAN LUPA LIKE+KOMEN YA GES YA!!!...


...|||...


...Wah Shella udah kasih kode...

__ADS_1


...❤️❤️❤️...


__ADS_2