Cinta Satu Malam Ceo

Cinta Satu Malam Ceo
Ke rumah mbak Shella


__ADS_3

...HAY GUYS!...


...WELCOME TO MY STORY!...


..."CINTA SATU MALAM CEO"...


...-------------------------------------------------------...


#CSMC EPISODE 345


...•...


...•...


Nadya kembali berbincang bersama ibunya di sofa ruang tamu, setelah selesai mencuci baju dan mandi sebelumnya.


"Sayang, kamu hari ini gak mau kemana-mana lagi? Pacar kamu itu gak ngajakin kamu jalan-jalan gitu keluar? Kan biasanya anak muda yang baru pacaran itu paling sering bepergian," tanya Jenar.


Nadya pun tersenyum sembari menggeser posisi duduknya mendekati sang ibu.


"Enggak Bu, sekarang aku mau di rumah aja sama ibu. Eh tapi kayaknya lebih enak deh kalo misal kita main ke rumah mbak Shella, sekalian aku mau ucapin selamat buat mbak Shella atas kehamilannya itu!" ucap Nadya.


"Oh iya ya, betul juga kamu. Ibu juga udah lama sih gak ketemu sama Shella, tapi gak enak kalo kita kesana gak bawa apa-apa!" ucap Jenar.


"Iya sih, yaudah Bu kita beliin sesuatu aja buat mbak Shella! Nanti pas di jalan, sekalian kita mampir dulu gitu ke minimarket atau toko-toko pinggir jalan!" ucap Nadya memberi saran pada ibunya.


"Benar, tapi masalahnya kita mau beliin apa buat Shella? Ibu ini bingung loh kalo disuruh mikir buat kasih hadiah atau apalah itu," ucap Jenar.


"Hmm..."


Nadya berpikir sejenak tentang barang apa yang akan diberikan olehnya dan juga sang ibu untuk Shella, biar bagaimanapun tentu mereka tak enak jika pergi ke rumah Devano tanpa membawa apapun alias tangan kosong saja.


Setelah cukup lama berpikir, akhirnya Nadya mendapatkan jawabannya.


"Nah Bu, aku udah dapat ide!" ucap Nadya.


"Oh ya? Apa itu sayang?" tanya Jenar.


"Kita beliin aja susu hamil buat mbak Shella, sekalian sama buah-buahan gitu. Kan ibu hamil harus banyak makan makanan yang bervitamin!" jawab Nadya.


"Umm, yaudah ibu setuju aja deh sama saran kamu. Soalnya ibu juga bingung mau beli apa, sekarang kita langsung aja yuk ke minimarket terdekat! Baru abis itu kita lanjut ke rumah nak Vano!" ucap Jenar.


"Iya Bu, kalo gitu aku ke atas dulu ya siap-siap!" ucap Nadya tersenyum.


"Mau siap-siap ngapain lagi sih, sayang? Kamu kan udah cantik loh ini, udah wangi juga! Lagian kamu baru abis mandi, mau siap-siap gimana lagi?" tanya Jenar penasaran.

__ADS_1


"Eee iya juga sih, yaudah Bu kita jalan sekarang aja deh! Aku gak jadi siap-siap nya, karena bener kata ibu aku kan udah siap." ucap Nadya nyengir.


"Ahaha, kamu ini!" Jenar tertawa kecil.


Nadya hanya bisa tersenyum sambil menggaruk kepalanya karena malu.


"Yaudah, ibu pesan taksi online dulu ya?" ucap Jenar.


"Iya Bu, aku tunggu disini aja." ucap Nadya.


Jenar pun mulai memesan taksi melalui hp nya, sedangkan Nadya menunggu sembari memainkan rambutnya dengan wajah cemberut.


"Nanti disana aku bakal ketemu mas Devano lagi gak, ya?" gumamnya di dalam hati.


Melihat putrinya tengah melamun, Jenar pun penasaran dan menegur Nadya untuk bertanya apa yang tengah dipikirkan oleh putrinya itu.


"Hey, Sheila!" tegur Jenar sambil mencolek pipi Nadya dengan jarinya.


"Ah iya Bu, kenapa? Udah pesan taksinya?" Nadya terkejut saat ibunya tiba-tiba berbicara lalu menyentuh pipinya.


"Udah ini, kamu kenapa ngelamun? Lagi mikirin apa sih, sayang?" tanya Jenar penasaran.


"Eee aku gak mikirin apa-apa kok, Bu. Tadi aku cuma gabut aja karena nunggu ibu pesan taksi, makanya aku diem dan ibu ngiranya kalau aku lagi mikir sesuatu padahal enggak!" jawab Nadya.


"Oh gitu, yaudah yuk kita ke depan!" ucap Jenar.


Jenar dan Nadya pun bangkit lalu jalan keluar dengan bergandengan tangan.


...•••...


Disisi lain, Shella kembali merapihkan pakaiannya setelah selesai video call dengan suaminya.


Shella pun bangkit turun dari ranjang, ia langsung menaruh ponselnya di meja lalu pergi menuju kamar mandi untuk membersihkan tubuhnya.


Sesampainya di dalam kamar mandi, Shella segera menyalakan shower dan perlahan melepas piyama yang ia kenakan saat ini. Kucuran air yang mengguyur tubuhnya membuat Shella merasa kenikmatan dan seakan-akan semua masalah yang ada dalam hidupnya sirna.


Shella memejamkan matanya menikmati guyuran air sembari mengusap seluruh tubuhnya.


"Aku nyesel udah cuekin kamu, mas. Harusnya tadi aku gak ngelakuin itu ke kamu dan mau bicara sama kamu, maafin aku ya mas!" gumamnya.


Sambil terpejam, Shella mengusap bagian perutnya lalu merasakan kehangatan sang buah hati disana.


"Nak, mama janji akan selalu jaga kamu dan gak mungkin lalai lagi! Kamu sehat-sehat ya sayang, mama pengen banget ketemu sama kamu dan kita bisa bincang-bincang nantinya!" gumamnya.


Setelah selesai mandi, Shella segera menarik handuk miliknya lalu mengeringkan tubuhnya.

__ADS_1


Shella pun keluar mengenakan mantel mandi yang menutupi tubuhnya, lalu duduk secara perlahan di depan cermin untuk berdandan sedikit.


"Aku mau kasih kejutan buat mas Vano, iya sebagai tanda maaf aku ke dia!" ucapnya sambil tersenyum.


TOK TOK TOK...


Saat Shella baru hendak merias wajahnya, tiba-tiba ada ketukan pintu yang membuatnya harus berhenti sejenak untuk mengecek siapa yang datang.


"Iya, siapa?" tanya Shella sedikit berteriak.


"Ini Intan, mbak Shella."


"Masuk aja, Intan!" Shella mempersilahkan Intan masuk ke kamarnya karena memang tidak dikunci.


Ceklek...


Intan pun membuka pintu lalu melangkah masuk ke dalam kamar majikannya itu, Intan maju perlahan mendekati Shella masih duduk di kursi riasnya.


"Ada apa, Intan?" tanya Shella.


"Begini mbak, nyonya Silvi sama tuan Tama minta mbak Shella buat segera turun ke bawah! Sekarang sudah waktunya makan siang, makanan juga sudah disiapkan mbak!" jelas Intan.


"Oh iya ya, sekarang udah lewat waktu Dzuhur ya Intan? Aku sampe lupa waktu gara-gara mas Vano, yaudah makasih kamu udah ingetin aku. Nanti aku turun kok ke bawah, tapi aku mau shalat dulu!" ucap Shella.


"Baik mbak, tapi kata nyonya sama tuan saya harus bantu mbak Shella turun tangga." ucap Intan.


"Ohh, yaudah kamu tunggu sebentar ya!" ucap Shella.


"Iya mbak, saya tunggu di luar." ucap Intan.


Intan pun melangkah keluar meninggalkan Shella yang masih berdandan disana, Intan akan menunggu majikannya itu di luar sampai Shella selesai berganti pakaian dan melaksanakan shalat.


Sementara Shella mengurungkan niatnya untuk berdandan, karena ia ingat kalau belum shalat.


Shella pun kembali ke kamar mandi untuk mengambil wudhu dan shalat terlebih dulu sebelum ia kembali merias wajahnya.


"Gara-gara mas Vano minta aku buat ini itu, sekarang aku jadi lupa waktu deh! Untung aja masih sekitar jam satu siang, jadi masih ada sisa waktu buat aku shalat. Lagian mas Vano itu tumben banget pake minta aku kayak tadi pas video call, baru kali ini loh aku begitu!" gumamnya.


Shella menyalakan keran, lalu mengambil wudhu.


...~Bersambung~...


...JANGAN LUPA LIKE+KOMEN YA GES YA!!!...


__ADS_1


...Welcome Maret🥳...


__ADS_2