
...HAY GUYS!...
...WELCOME TO MY STORY!...
..."CINTA SATU MALAM CEO"...
...-------------------------------------------------------...
#CSMC EPISODE 256
...•...
...•...
Shella kini bersama ibunya serta Nadya tengah berbincang-bincang di ruang tamu sembari menikmati roti bakar yang dibawanya dari rumah tadi, ya ketiganya tampak ceria apalagi Nadya yang memang sangat menantikan momen seperti ini di dalam hidupnya sejak ia sembuh dari koma.
Walau Nadya sampai sekarang belum bisa mengingat semuanya, namun ia bahagia karena berada di lingkungan keluarga yang baik dan menyayanginya sehingga ia tak pusing memikirkan siapa jati dirinya dan siapa keluarga aslinya. Karena menurutnya semua yang dikatakan Jenar ataupun Shella adalah benar, ia pun mulai memercayai mereka sebagai keluarga kandungnya.
"Nah Sheila, dulu waktu kecil kita selalu suka nonton kartun ini loh! Tiap hari Minggu pagi pasti kita bangun pagi-pagi supaya bisa stay di depan tv terus nonton kartun, hahaha kalo diingat-ingat momen itu emang seru banget apalagi ditemenin sama segelas susu hangat dan roti buatan ibu!" ucap Shella.
"Yang bener, mbak? Wah seru banget dong ya berarti sewaktu kita kecil dulu, aku jadi pengen ngulang kehidupan aku waktu kecil lagi deh! Soalnya kan aku gak bisa inget apa-apa sekarang, jangankan waktu kecil diusia sekarang aja aku juga gak inget apa-apa!" ujar Nadya tersenyum manis.
"Tenang, Sheila! Aku sama ibu bakal bantu kamu buat bisa ingat semuanya kok, sekarang kamu cukup nikmati aja kehidupan kamu ini sama kita!" ucap Shella merangkul adiknya.
Jenar hanya diam menyaksikan kemesraan putri-putrinya tersebut, ia tersenyum dan tanpa sadar menitikkan air mata karena sebenarnya ia memang tak ingin ingatan Nadya kembali lalu malah membenci dirinya lagi seperti dulu.
"Ibu gak mau hal itu terjadi nak, jujur ibu lebih suka kamu hilang ingatan seperti ini saja untuk selamanya! Supaya ibu juga bisa bersama kamu seutuhnya tanpa harus berbagi dengan Lestari, ibu sayang sekali sama kamu Sheila!" batin Jenar.
__ADS_1
Shella & Nadya memang sedang asyik berpelukan sehingga mereka tak menyadari kalau ibunya tengah menangis disana, ya begitulah dua saudara kembar kalau sudah bertemu pasti selalu akrab dan ada saja yang akan mereka lakukan jika bersama.
Tak lama kemudian, Yani datang kesana membawa sepiring pisang goreng crispy yang ditaburi parutan keju sesuai pesanan Jenar sebelumnya. Ya wajah Shella & Nadya langsung sumringah melihat makanan enak yang tersaji di depan mata mereka, begitupun Jenar yang juga reflek menghapus air matanya ketika Yani datang kesana.
"Silahkan bu, non! Ini pisang gorengnya udah jadi, nanti untuk minumnya saya ambil dulu di dapur!" ucap Yani seraya menaruh piring itu di atas meja.
"Wah makasih banyak ya, bik! Jadi ngerepotin nih pake acara dibuatin pisang goreng keju begini, pasti enak banget nih!" ucap Shella tersenyum.
"Sama-sama, non! Kebetulan tadi bu Jenar juga emang sengaja mau siapin hidangan ini untuk non Shella sama non Sheila, makanya langsung saya gorengin begitu non Shella sampai disini!" ucap Yani.
"Ohh, jadi ibu yang minta bik Yani buat sediain pisang goreng ini pas aku dateng?" tanya Shella sembari menatap wajah ibunya dari samping.
"Iya dong, sayang! Ibu kan tau banget makanan kesukaan kalian dari kecil, ini kan yang kalian sukain waktu kecil dulu?" ucap Jenar tersenyum.
Perlahan-lahan muncul bayangan masa lalunya ketika kecil saat Nadya melihat tumpukan pisang goreng keju di piring tersebut, walau saat ini masih agak buram dan belum terlalu jelas di pikirannya.
...•••...
Ia bersama Novi masih tetap disana walau kliennya sudah pulang lebih dulu, ya Devano sengaja mentraktir sekretarisnya itu makan siang karena sekarang juga telah memasuki jam makan siang. Novi sebenarnya sudah berusaha menolak, tetapi Devano terus memaksanya sehingga ia pun akhirnya menurut dan mau makan siang bersama Devano.
"Ayo, pesan saja kesukaan kamu Novi! Gak perlu sungkan, anggap aja ini sebagai bayaran atas kerja keras kamu karena sudah berhasil menemukan banyak klien untuk perusahaan kita!" ucap Devano.
"Eee harusnya bapak gak perlu kayak gini, saya kan juga sudah digaji sesuai prosedur dan perjanjian kita! Jadi yang seperti ini itu gak perlu, pak! Saya bisa kok bayar makan siang saya sendiri!" ucap Novi.
"Gapapa, itung-itung ini bonus buat kamu! Sudah pesan saja apa yang kamu mau, jangan ragu-ragu!" ucap Devano tersenyum kemudian mengambil daftar menu yang tergeletak di atas meja, akhirnya Novi juga memilih menu yang mau ia pesan.
Setelah memesan dan pesanan mereka telah sampai, Devano serta sekretarisnya pun langsung menikmati makanan mereka masing-masing walau Novi masih merasa canggung karena ia tak terbiasa makan berdua bersama bosnya.
__ADS_1
Cekrek...📸📸📸
Tanpa disadari oleh mereka, seseorang dari kejauhan memfoto momen itu ketika Devano makan berdua bersama sekretarisnya dan tampak mesra.
"Pak, setelah ini biar saya kembali ke kantor sendiri aja! Bapak kan sudah gak ada yang perlu dikerjakan lagi sehabis ini, jadi sebaiknya bapak langsung pulang aja ketemu istri bapak!" ucap Novi agak ragu untuk mengatakan hal tersebut.
"Ya kamu benar, saya memang sudah janji akan menjemput istri saya juga di rumah mertua! Tapi, rasanya gak pantas kalau saya biarkan kamu kembali ke kantor sendirian padahal kita kan kesininya barengan! Sudahlah, biar saya antar nanti ke kantor lagian gak makan waktu banyak kok!" ucap Devano.
"Umm, tapi pak—"
"Hey, habiskan dulu makanan kamu baru kita lanjut bicara nanti!" potong Devano dengan nada tegas.
Novi pun menutup mulutnya sembari menunduk, ia tidak bisa membantah lagi perkataan bosnya karena takut malah membuat Devano emosi. Ia memakan makanannya sampai habis, begitupun Devano yang juga sudah selesai menghabiskan makanannya.
Sehabis makan, Devano hendak menyeka mulutnya tetapi tisu disana habis dan ia juga tak membawa persediaan tisu karena memang tidak biasa seorang Devano membawa tisu saat bepergian.
"Eee pak, ini pakai tisu punya saya aja!" ucap Novi menyodorkan selembar tisu ke depan bosnya itu.
"Terimakasih," ucap Devano singkat lalu menampani tisu pemberian Novi, ia pun menyeka bekas makanan yang menempel di bibir bawahnya.
"Pak, saya izin ke toilet sebentar ya?" ucap Novi.
"Oh ya ya, silahkan!" ucap Devano memberi izin.
Gadis itu pun bangkit dari duduknya dengan membawa tas selempang miliknya, ia langsung pergi berjalan menuju kamar mandi meninggalkan bosnya sendirian disana.
"Yah cuman dapet satu foto, mereka kok gak ngapa-ngapain sih?"
__ADS_1
...~Bersambung~...
...JANGAN LUPA LIKE+KOMEN YA GES YA!!!...