Cinta Satu Malam Ceo

Cinta Satu Malam Ceo
Hari pernikahan


__ADS_3

...HAY GUYS!...


...WELCOME TO MY STORY!...


..."CINTA SATU MALAM CEO"...


...-------------------------------------------------------...


#CSMC EPISODE 88


...•...


...•...


Nadya masih mengobrol bersama Jenar dan yang lainnya, yap ia tampak senang bisa bertemu dan berkumpul lagi dengan keluarga kandungnya.


"Sheila, lusa kembaran kamu ini mau nikah loh! Jangan lupa ya kamu datang ke pernikahan nya! Shella pasti senang banget kalo kamu bisa hadir sayang!" ucap Jenar sambil masih merangkul Nadya.


"Iya Sheila itu bener, kamu dateng ya pernikahan aku lusa nanti!" ucap Shella tersenyum.


"Tenang aja Shella, sebagai saudara aku pasti bakal dateng kok ke pernikahan kamu! Tapi, boleh gak aku ajak mamah angkat aku juga?" ujar Nadya.


"Oh iya sekarang kamu sudah diadopsi, boleh kok sayang kamu ajak aja mamah angkat kamu itu! Kamu juga boleh kok ajak pacar kamu sayang," ucap Jenar.


"Hah? Aku belum punya pacar bu, soalnya aku mau fokus kerja dulu.." ucap Nadya.


"Baguslah kalo gitu, tapi inget kamu juga perlu pasangan! Jangan sampe karena fokus kerja kamu jadi lupa cari suami..!!" ujar Jenar.


"Tenang tante, sebentar lagi saya juga bakal lamar Sheila kok! Tinggal tunggu waktu yang pas aja tan," ucap Adrian yang sontak membuat Nadya melongok.


"Jangan didengerin ya bu! Pak Adrian itu emang rada-rada gak bener, bahkan dia selalu ngaku-ngaku jadi pacar aku di depan mamah angkat aku!" ucap Nadya coba menyangkal omongan Adrian.


"Tapi gapapa loh kalo kamu beneran jadian sama nak Rian, yang ibu tau nak Rian itu kan orangnya baik! Pasti kamu bakal bahagia kalo sama dia sayang," ucap Jenar mengusap-usap kepala Nadya.


"Mending jangan deh Sheila! Aku rasa Adrian bukan orang yang cocok buat kamu, sebaiknya kamu cari laki-laki lain aja jangan sama Adrian!" ujar Shella seperti tak ikhlas jika saudaranya menjalin hubungan dengan Adrian.


"Shella, kok kamu bicara seperti itu sih? Aku tahu aku punya banyak salah sama kamu, tapi sekarang kan aku udah gak begitu lagi Shella! Aku bener-bener tulus loh sayang sama Nadya, bahkan aku yakin Nadya juga mulai merasakan itu..!!" ucap Adrian.


"Udah udah gausah diterusin, nanti yang ada malah ribut lagi! Nak Rian, lusa kamu datang juga ya ke pernikahan Shella! Biar gimanapun kan kamu orang yang sangat berjasa bagi Shella dulu," ucap Jenar.


"Iya siap tante! Saya pasti datang kok sama Sheila dan mamah angkatnya..!!" ucap Adrian sambil melirik ke arah Nadya dan tersenyum.


"Ish enggak enggak jangan! Kamu datengnya sendiri aja gausah bareng aku! Lagian kita kan gak ada hubungan apa-apa, cuma seorang bos dan asisten!" ujar Nadya dengan cepat menolak perkataan Adrian barusan.


Adrian pun hanya tersenyum mendengarnya, ya tentu saja dia tak peduli dengan ucapan Nadya.


"Gimanapun juga saya gak akan membiarkan pernikahan kamu dan Devano berjalan lancar Shella! Lihat saja apa yang akan terjadi lusa nanti.." gumam Adrian.


...•••...


2 hari kemudian...


"Saya terima nikahnya Shella Kirana Oktaviani binti Muhammad Alfarizi, dengan mas kawin tersebut dibayar tunai!" ucap Devano dengan lantang dan keras.


"Bagaimana para saksi? Sah?" tanya penghulu.


"Sahhh..!!!"


Ya kini Devano & Shella sudah sah menjadi pasangan suami-istri, mereka tampak bahagia dan Devano langsung mengecup kening istrinya itu.


Setelah menandatangani buku nikah, mereka langsung berdiri menghampiri orang tua mereka.


Tampak Shella berlutut di kaki Jenar ibunya sambil menangis dan meminta maaf, begitu juga dengan Devano yang berlutut di hadapan mamah papahnya.


Nadya & mamahnya terharu melihat kejadian itu sampai meneteskan air mata, yup mereka pun berpelukan seperti Shella yang memeluk Jenar.


Kini kedua mempelai menuju ke pelaminan dan duduk disana bersama juga dengan orang tua mereka.



Ya itulah desain pelaminan Shella & Devano, sesuai permintaan Shella dekorasinya didominasi warna ungu yang memang kesukaannya.


"Honey, gak nyangka ya akhirnya kita bisa duduk berdua disini.. Aku bener-bener bahagia banget!" ucap Devano sambil terus menggenggam tangan Shella yang kini sudah jadi istrinya itu.


"Iya mas, aku juga gak nyangka banget bisa ada disini sama kamu.. Semoga pernikahan kita langgeng terus ya mas!" ucap Shella tersenyum.


"Aamiin!" ucap Devano mengaminkan ucapan Shella lalu mengecup lagi kening istrinya.


Kini para tamu mulai naik ke pelaminan untuk mengucapkan selamat, tentu saja Devano & Shella harus berdiri lagi menyambut mereka.


Dimulai dari Nadya & mamahnya yang naik lalu disusul Adrian tepat dibelakang mereka.


"Selamat ya Shella, mas Vano! Semoga kalian langgeng terus sampai maut memisahkan!" ucap Nadya.


"Aamiin makasih Nadya! Kamu juga ya semoga cepat dapat pasangan yang sesuai kriteria kamu!" ucap Shella lalu memeluk kembarannya itu.

__ADS_1


"Selamat ya buat kalian!" ucap mamah Nadya menyalami mereka berdua lalu bercipika-cipiki dengan Shella.


Ya setelahnya giliran Adrian yang mengucapkan selamat pada mereka, tampak Devano tidak senang melihat keberadaan Adrian di pernikahannya.


"Selamat ya pak Vano! Saya ikut senang pernikahan kalian berjalan lancar, yang langgeng ya dengan shella!" ucap Adrian lalu bersalaman dengan Devano.


Dan saat Adrian ingin berbicara pada Shella, Devano langsung mencegahnya..


"Sudah tidak perlu anda bicara dengan istri saya! Silahkan langsung saja nikmati hidangan yang sudah tersedia..!!" ucap Devano.


Ya Adrian pun menurut lalu turun dari pelaminan dan duduk di kursi kondangan bersama Nadya.


...•••...


Sementara itu, Laila masih kelimpungan menunggu kedatangan Sadam di luar gedung.


"Duh Sadam mana sih? Gue telponin gak diangkat, di sms juga gak dibales..!! Jangan-jangan dia lupa lagi kalo hari ini hari pernikahan bang Vano!" gumam Laila sambil terus mondar-mandir tak karuan.


Kemudian Zara bersama David pacarnya pun datang, mereka menghampiri Laila yang masih bolak-balik disana.


"Eh La, lu ngapain mondar-mandir disini? Bukannya pernikahan abang lu di dalam gedung kan?" tanya Zara merasa heran pada Laila.


"Ini loh Zar gue lagi nunggu Sadam dateng, kan malu gue sendirian di dalam sementara yang lain ada pasangannya.. Eh btw selamat datang Zara & David!" ucap Laila.


"Ohh jadi lu ajak Sadam kesini juga? Terus kalo nanti si Sadam ketemu Shella gimana? Emang lu gak takut dia berbuat yang enggak-enggak di dalam??" tanya Zara.


"Santai aja kan Shella udah sah jadi istri abang gue, lagian Sadam juga katanya dah moveon kok dari Shella! Yaudah kalian langsung masuk aja, oh ya isi daftar tamu dulu sama masukin amplop jangan lupa!" ujar Laila dengan nada becanda.


"Yeh iya tenang udah kita siapin kok amplop nya, yaudah ya gue sama pacar gue masuk duluan! Oh ya nanti kalo Yasmin dateng kasih tau gue ya dia kesini sama siapa..!!" ujar Zara.


"Iya siap pasti gue kasih tahu kok!" ucap Laila.


Zara pun menarik tangan David dan mereka berdua masuk ke dalam gedung pernikahan Shella & Devano.


Sementara Laila tetap disana menunggu kedatangan Sadam yang sedari tadi tak muncul-muncul.


Tak lama kemudian, Yasmin datang bersama seorang laki-laki berkacamata.. Mereka bergandengan tangan dan terlihat sangat mesra.


"Wih wih jadi lu kesini sama Rivaldi? Ya ampun yayas kok lu mau sih jalan sama dia? Secara dia kan cowok cupu di kampus..!!" ujar Laila dengan nada meledek.


"Terpaksa La, abisnya yang mau cuma dia!" ucap Yasmin sambil melirik ke arah lelaki di sebelahnya.


"Heh jangan merendahkan gue gitu! Gini-gini gue juga bisa jadi cowok cool tau!" ujar Rivaldi sambil menaikkan kerah bajunya.


"Idih idih lu kayak gitu malah mirip pelayan cafe tahu gak? Ahahaha..." ledek Laila dan tertawa sangat puas.


"Iya nih gue masih nunggu Sadam daritadi gak nongol-nongol.. Eh yaudah sana masuk Zara juga udah di dalem kok!" ucap Laila.


"Oh ya? Oke gue masuk ya, ayo buru!" ujar Yasmin langsung menarik tangan Rivaldi dan membawanya ke dalam gedung itu.


Sementara Laila masih tak hentinya tertawa melihat temannya datang bersama pria culun.


Tanpa ia sadari, Sadam sudah ada dibelakangnya dan lalu menutup mata Laila dari belakang.


"Ih ini siapa lepasin..??!!" ujar Laila berontak ketakutan.


"Hahaha jangan takut beb, ini aku kok!" ucap Sadam melepaskan tangannya dari mata Laila.


"Ish kamu mah nakutin aja! Tadi aku kira penculik loh yang mau nyulik aku.." ujar Laila sambil mencubit lengan Sadam.


"Iya iya maaf, eh yaudah masuk yuk! Acaranya udah dimulai kan??" ujar Sadam.


"Ya udah lah daritadi sayang! Lagian kamu datengnya lama banget sih..!!" ujar Laila tampak kesal.


"Iya maaf sayang, soalnya aku harus nganter barang dulu tadi.. Udah jangan marah ya kan aku dah dateng!" ucap Sadam mencubit gemas pipi Laila.


Yup mereka pun bergandengan tangan dan masuk ke dalam gedung itu, tampak Sadam langsung terkejut saat melihat Shella mantannya yang ternyata menjadi mempelai wanita di pernikahan itu.


"Beb, kamu kok gak bilang sih kalo pasangan abang kamu itu Shella?" tanya Sadam.


"Eee iya soalnya aku gak mau kamu malah kepikiran lagi sama Shella, kan aku gak mau kehilangan kamu sayang!" jawab Laila.


"Tenang aja beb, aku udah moveon kok dari Shella! Sekarang di hati aku cuma ada kamu..!!" ucap Sadam.


Lalu mereka pun naik ke pelaminan untuk mengucapkan selamat pada Devano & Shella.


"Selamat ya kak, Shella! Eh maksudnya mbak Shella kan sekarang lu udah jadi kakak ipar gue.." ujar Laila yang membuat Devano & Shella tertawa.


"Makasih La, ngomong-ngomong dia siapa?" tanya Devano melirik ke arah Sadam.


"Oh kenalin kak ini pacar gue yang sering gue ceritain sama lu kak," jawab Laila mengenalkan Sadam.


"Ohh jadi lu pacar adik gue?" tanya Devano pada Sadam.


"Iya bang gue Sadam, selamat ya atas pernikahan kalian..!!" ucap Sadam lalu bersalaman dengan Devano.

__ADS_1


Tampak Shella hanya diam saat Sadam alias mantannya kini berada di depannya.


Lalu, setelah itu Sadam & Laila turun dan menghampiri Zara serta Yasmin yang sudah lebih dulu menyantap makanan disana.


...•••...


Waktu terus berlalu, kini tiba saatnya bagi pasangan pengantin untuk melempar buket bunga ke arah tamu.


Yup terlihat Devano & Shella sudah memegang erat buket bunga tersebut dan bersiap melemparkannya.


1..2..3...


Dan ya mereka pun melempar bunga tersebut dan berhasil ditangkap oleh Adrian dengan satu tangannya, sontak Devano berbalik dan merasa kesal karena yang mendapatkan bunga itu adalah Adrian.


Dengan cepat Adrian berlutut di hadapan Nadya dan memberikan bunga itu padanya..


"Nadya, ini buat kamu sayang! Kamu mau kan jadi pasangan aku seutuhnya..??" ucap Adrian sambil menyodorkan bunga tersebut di hadapan Nadya.


Melihat itu membuat Shella sangat tidak senang, ya dia benar-benar tak suka jika saudaranya berdekatan dengan Adrian.


"Iya Adrian aku mau kok," ucap Nadya lalu mengambil bunga itu.


Sontak Adrian tersenyum dan langsung memeluk Nadya, para tamu bersorak sambil bertepuk tangan melihat kejadian tersebut.


Termasuk juga Jenar & mamah angkat Nadya yang turut bahagia melihat Nadya akhirnya menerima Adrian.


...•••...


Sekarang sudah semakin malam, tampak juga tamu sudah mulai pulang karena memang acaranya telah selesai.


Kevin selaku asisten Devano datang menghampiri bosnya untuk memberi kabar bahwa mobil pengantin telah siap.


"Permisi pak, mobil yang bapak minta sudah datang! Kita bisa berangkat sekarang pak.." ucap Kevin.


"Ya nanti saya menyusul!" ucap Devano.


"Baik pak!" ucap Kevin lalu kembali ke luar.


Devano pun menggenggam dua tangan Shella sambil tersenyum..


"Honey, yuk kita pergi sekarang!" ucap Devano.


"Kita mau kemana mas?" tanya Shella.


"Khusus malam ini sampai seminggu kedepan, kita menginap di apartemen saya ok! Jadi kita bisa puas berduaan disana.." jawab Devano.


"Yaudah mas aku ikut aja sama kamu," ucap Shella.


Yap mereka pun bangkit dan berpamitan pada keluarga mereka yang masih ada disana, barulah setelahnya mereka naik ke mobil yang telah dihias dan memang disiapkan untuk sang pengantin.


Di dalam perjalanan, Shella terus menyenderkan kepalanya di bahu Devano karena sudah merasa ngantuk akibat lelah di acara pernikahan tadi.


"Kamu ngantuk ya honey? Aduh pasti kamu capek banget deh.. Kevin, tolong ditambah kecepatannya ya istri saya udah kecapekan ini..!!" ucap Devano sambil mengusap-usap kepala Shella.


"Jangan mas gausah! Nanti kalo kita kenapa-napa gimana? Udah pak Kevin kecepatannya segini aja!" ujar Shella.


"Iya baik bu!" ucap Kevin menurut.


"Tapi kalo begini kamu susah tidur nanti," ujar Devano.


"Gapapa mas, daripada cepet-cepet terus nanti kita kecelakaan kan gak lucu.." ucap Shella.


"Ya jangan ngomong gitu dong honey! Ini kan malam pertama kita..!!" ujar Devano.


"Yaudah makanya segini aja mas!" ucap Shella.


"Iya deh iya, yaudah kamu tidur aja di pelukan aku honey kalo udah gak kuat!" ucap Devano.


Shella mengangguk dan mulai memejamkan matanya.. Namun, tiba-tiba saja Kevin panik dan mengatakan kalau rem mobil itu blong.


"Pak gawat pak, remnya blong ini..!!" ujar Kevin.


"Hah? Gimana bisa blong? Memangnya mobil ini tidak dicek dulu tadi??" tanya Devano yang ikut panik dan langsung memeluk erat tubuh Shella.


"Saya juga gak tahu pak," jawab Kevin.


Devano berupaya menenangkan istrinya yang panik, dan Kevin terus mengemudikan mobilnya agar tak menabrak mobil-mobil di depan.


Namun, tiba-tiba ada mobil melintas di pertigaan jalan Kevin pun membanting setir ke kanan untuk menghindari mobil itu tapi malah menabrak pohon dengan kencang.


Brukkk..


Suara tabrakan cukup keras, tampak kap mesin mobil itu terbuka dan keluar asap dari sana.


Kevin pingsan dengan luka di dahinya akibat terbentur stir mobil, sementara Devano & Shella juga ikut pingsan karena guncangannya cukup kencang.

__ADS_1


...~Bersambung~...


...JANGAN LUPA LIKE+KOMEN YA GES YA!!!...


__ADS_2