
...HAY GUYS!...
...WELCOME TO MY STORY!...
..."CINTA SATU MALAM CEO"...
...-------------------------------------------------------...
#CSMC EPISODE 343
...•...
...•...
Devano sampai di kantornya pagi ini, ia turun dari mobil dengan perasaan lesu dan lemas.
Perlahan Devano melangkahkan kaki menuju ke dalam kantor, ia masih tampak sedih mengingat sang istri yang tengah marah padanya dan tidak mau berbicara dengannya lagi.
"Shella gimana ya sekarang?" batinnya.
Saat Devano melangkah masuk, tiba-tiba ia langsung disambut oleh para karyawannya di depan pintu.
"SELAMAT ULANG TAHUN, PAK DEVANO!" ucap mereka secara bersamaan sembari menembakkan kertas-kertas kecil yang warna-warni itu author gak tau namanya apa.
Devano pun terkejut, namun ia tersenyum senang karena mendapat kejutan dari karyawannya.
"Terimakasih ya, saya benar-benar senang sekali punya karyawan seperti kalian! Sudah loyal, ingat lagi sama tanggal ulang tahun saya. Ya walaupun pasti kalian tau juga dari istri saya, terus kejutan ini ide istri saya." ucap Devano sambil tersenyum.
Novi yang membawa kue dengan lilin menyala langsung maju mendekati bosnya itu.
"Pak, ditiup dulu dong lilinnya!" ucap Novi.
"Ah iya, terimakasih Nov!" ucap Devano tersenyum lalu melangkah maju dan bersiap meniup lilin seperti kebiasaan orang-orang yang ulang tahun.
Devano pun mengucapkan keinginannya di dalam hati, lalu segera meniup lilin itu.
Fiiiuuhhhh.... (suara tiupan)
Semua orang bersorak-sorai sembari bertepuk tangan setelah lilinnya mati.
"Wah selamat ya, pak!" ucap Novi.
"Makasih, sekarang kalian semua bebas mau makan apa aja di kantin. Saya yang bayarin buat kalian, sama jangan lupa juga nanti saya akan kasih kalian semua bonus! Ya itung-itung syukuran juga karena saya akan memiliki anak!" ucap Devano.
"Wah terimakasih, pak!" ucap Novi tampak gembira mewakili karyawan yang lain.
__ADS_1
"Kamu mah gak perlu makasih, Novi. Saya juga gak akan kasih bonus buat kamu! Kan kamu sudah berani bekerjasama dengan istri saya untuk membohongi saya selama ini," ucap Devano.
"Eee...." Novi langsung gugup dan gemetar.
"Hahaha, becanda kok!" ucap Devano tertawa kecil.
"Ah bapak bisa aja! Hampir aja saya jantungan karena takut pak Vano marah sama saya, eh ternyata bapak cuma bercanda lagi!" ucap Novi.
Devano tersenyum memandang wajah Novi.
"Oh iya, ini kuenya belum dipotong, pak. Bu Shella sendiri loh yang pilih bentuk kuenya!" ucap Novi meminta bosnya untuk memotong kue itu.
"Oke, boleh. Nanti kalian aja tapi yang abisin kuenya ya, saya mau istirahat di ruangan saya seharian ini dan jangan ada yang ganggu saya, termasuk kamu Novi!" ucap Devano.
"Ah iya pak, siap!" ucap Novi.
Serena pun maju menyerahkan pisau untuk memotong kue kepada Devano.
"Ini pak, pisaunya." ucap Serena.
"Terimakasih," Devano menampani pisau itu, lalu segera memotong kue yang dipegang oleh Novi.
Tangan Devano memang tengah memotong kue, namun pandangannya tetap terarah pada wajah Novi sang sekretaris yang terlihat lebih cantik hari ini dibanding sebelum-sebelumnya.
"Cantik sekali...." batin Devano.
Setelah selesai memotong, Devano memberikan kue itu kepada Novi serta para karyawan disana.
"Nah kalian sekarang nikmati kue itu, saya mau ke atas dulu! Sekali lagi terimakasih atas pestanya hari ini, saya sangat gembira dan bangga memiliki karyawan seperti kalian!" ucap Devano.
"Sama-sama, pak. Kami juga bangga punya bos yang baik hati seperti bapak!" ucap Rio salah satu staf di kantor Devano.
"Iya pak, itu dia yang bikin kamu semua butuh kerja disini. Karena pak Devano itu baik dan gak pernah bertindak kasar atau seenaknya sama kita, semoga bapak panjang umur dan sehat selalu ya!" ucap Novi sambil tersenyum.
"Aamiin, yasudah saya permisi. Selamat menikmati bonus dari saya!" ucap Devano.
Devano diluar dugaan malah mencubit pipi Novi di hadapan Serena sambil tersenyum.
Tentu saja Novi terkejut dan tak menyangka kalau akan mendapat perlakuan itu dari bosnya, bahkan Serena sampai menganga cukup lebar.
Devano langsung pergi dari sana menuju ruangannya untuk beristirahat memikirkan Shella.
Setelah Devano pergi, Serena tampak mendekati Novi dan bertanya padanya tentang kelakuan Devano tadi pada gadis itu.
"Nov, kok pak Vano begitu sama lu?" tanya Serena.
__ADS_1
"Eee gue juga gak tau, gue aja gak nyangka kalau pak Vano cubit pipi gue tadi. Baru kali ini loh dia ngelakuin itu, kira-kira apa maksudnya ya? Apa dia gak seneng karena pipi gue makin chubby?" ucap Novi yang masih syok sembari memegangi pipinya.
"Ahaha, cuma perasaan lu aja kali. Mungkin pak Vano tadi reflek aja karena lagi seneng, lagian apa urusannya coba pipi chubby sama kerjaan lu?" ujar Serena.
"Ya gak ada sih, tapi kan bisa aja pak Vano maunya punya sekretaris yang tirus." ucap Novi.
"Ah udah lah, gausah dipikirin! Itu cuma dugaan lu aja, Novi! Mending sekarang kita lanjut lagi makan kuenya, baru deh abis itu kita ke kantin!" ucap Serena membujuk Novi.
"Iya..." Novi mengangguk kemudian lanjut memakan kue yang ada di tangannya.
•
•
Sementara itu, kini Devano sudah berada di dalam ruangan pribadinya seorang diri dan tengah duduk selonjoran sambil bersandar di sofa dengan dua tangan berada di bawah kepala.
Devano terus melamun memikirkan Shella sembari menatap foto istrinya itu yang terpajang di dinding ruangannya.
"Honey, maafin aku ya! Harusnya semalam aku gak bicara seperti itu ke kamu, karena kamu kan lagi mengandung anak aku. Bisa-bisanya aku malah nyakitin hati kamu, terbuat dari apa mulut aku ini? Memang sih sampai saat ini aku juga belum yakin dengan perasaan aku ke kamu, aku gak yakin apakah aku mencintai kamu atau hanya tubuhmu." gumam Devano di dalam hati.
Perlahan Devano memejamkan mata membayangkan wajah cantik sang istri yang tengah tak berpakaian, lalu tersenyum tipis.
"Tubuh kamu emang seksi, itu yang bikin saya tergoda dan ingin menikahi kamu. Hanya Adrian lah yang tau alasan sebenarnya mengapa saya menikah dengan kamu, selain itu orang-orang taunya kalau saya benar-benar mencintai kamu!" batin Devano.
Tiba-tiba saja ponselnya berbunyi disaat ia tengah asyik membayangkan wajah Shella.
Devano dengan sedikit kesal membuka matanya lalu mengecek siapakah yang menelponnya disaat ia sedang ingin menghabiskan waktu sendiri.
"Mama?" gumamnya.
Karena penasaran akhirnya Devano mengangkat telpon dari mamanya itu.
📞"Halo mah, ada apa?" tanya Devano.
📞"Ah iya, halo Vano. Ini loh ada yang mau bicara sama kamu, kamu gak lagi sibuk kan?" ucap Silvi.
📞"Enggak kok, emang siapa mah?" ucap Devano.
Tak terdengar lagi suara dari mamanya itu, sepertinya Silvi tengah memberikan ponselnya pada seseorang yang ia katakan tadi.
📞"Mas..."
Devano terkejut saat mendengar suara istrinya dari dalam telpon, seketika ia tersenyum bahagia karena dapat mendengar kembali suara sang istri.
...~Bersambung~...
__ADS_1
...JANGAN LUPA LIKE+KOMEN YA GES YA!!!...