Cinta Satu Malam Ceo

Cinta Satu Malam Ceo
Asisten baru


__ADS_3

...HAY GUYS!...


...WELCOME TO MY STORY!...


..."CINTA SATU MALAM CEO"...


...-------------------------------------------------------...


#CSMC EPISODE 55


...•...


...•...


Besoknya, Shella kembali bekerja seperti biasa.. Teman-teman kantornya langsung memberi ucapan selamat pada Shella karena sudah resmi dilamar oleh Devano.


"Wah asik udah ada cincin nih sekarang, selamat ya Sel semoga hubungan lu sama pak Devano langgeng sampai pernikahan!" ucap Andin.


"Makasih Din," ucap Shella.


"Eh Sel, ceritain dong gimana lu bisa kenal sama pak Devano?" ujar Domi.


"Iya tuh pasti seru kan cerita kalian, kayak judul-judul FTV gitu pacarku ternyata bos ku ahahaha.." saut Arkan.


"Gak mungkin gue ceritain itu semua ke kalian, yang ada kalian jadi ilfil sama gue nanti.." batin Shella.


"Heh Shella kok malah diem aja??!! Ayo cerita dong!" ujar Domi.


"Eee kapan-kapan aja ya ceritanya, sekarang kan jam kerja emang kalian mau dimarahin sama pak Devano?" ucap Shella.


"Oh iya sih yaudah tapi jangan lupa cerita nanti pas jam makan siang..!!" ujar Domi.


Lalu, mereka kembali ke tempat kerja masing-masing kecuali Andin yang masih ada di meja Shella.


"Sel, kapan acara pernikahan lu sama pak Devano?" tanya Andin.


"Rencananya sih bulan depan Din, katanya pak Devano gak mau lama-lama!" jawab Shella.


"Nah iya tuh mending jangan kelamaan takutnya nanti salah satu diantara kalian ada yang kepincut sama cowok atau cewek lain.." ujar Andin.


"Gak bakal lah, gue tau kok pak Dev orangnya setia.." ucap Shella.


Mereka asyik mengobrol sampai tak sadar kalau sedari tadi Devano mengamati dari depan pintu.


"Ehm ehm.." tegur Devano.


Sontak Shella & Andin langsung menoleh ke asal suara itu dan mereka pun terkejut ketika mendapati bahwa Devano ada disana.


"Pak Devano?" ujar Andin.


Devano berjalan menghampiri mereka...


"Kalian ngomongin saya ya?" tanya Devano.


"Eee maaf pak, saya gak bermaksud ngomongin bapak.." jawab Andin.


"Tidak apa sekarang kamu lanjut kerja! Saya mau bicara empat mata sama calon istri saya ini!" ucap Devano.


"Oh siap pak!"

__ADS_1


Andin pun balik ke tempat kerjanya.


Sedangkan Devano mendekati Shella..


"Hei, saya lihat-lihat setelah lamaran kemarin kecantikan kamu itu bertambah loh.." ucap Devano.


"Apa sih pak? Masih pagi udah gombal aja.." ujar Shella.


"Loh kok pak sih? Kamu lupa kita kan udah mau nikah, harusnya kamu panggil saya mas gitu!" ucap Devano.


"Ini kan di kantor, jadi saya harus memanggil bapak dengan sebutan pak dong!" ucap Shella.


"Yaudah gapapa deh yang penting kita mau nikah," ujar Devano sambil mencolek pipi Shella.


"Iya pak, eee yasudah saya mau kerja lagi.." ucap Shella.


"Ok, kalo gitu saya keluar dulu ya! Tapi ingat kamu jangan terlalu capek ya, misal udah ngerasa pusing atau apa langsung aja berhenti kerjanya ya! Saya gak mau calon istri saya ini kenapa-napa nantinya!" ujar Devano.


Shella pun tersedia mendapat perhatian dari calon suaminya itu.


"Iya pak," ucap Shella.


"Aduh rasanya gak enak banget dipanggil pak sama calon istri, coba dong panggil sayang gitu!" ujar Devano.


"Nanti ya kalau udah pulang dari kantor," ucap Shella.


"Yah iya deh sabar aja saya mah," ucap Devano.


Shella kembali tersenyum bahagia.


"Yaudah selamat bekerja ya honey! Kalo perlu apa-apa saya ada di ruangan, tapi kamu bisa telpon saya aja biar saya yang samperin kamu kesini!" ucap Devano.


"Iya pak,"


Cup..


Orang-orang disana senyum-senyum saja melihat keromantisan calon suami-istri tersebut.


"Pak, malu tau!" ujar Shella.


"Kenapa malu? Kan saya cuma cium kening kamu.." ucap Devano.


"Ish sama aja!" ujar Shella.


"Iya iya lain kali saya gak akan cium kening kamu lagi, tapi pipi kamu juga!" ujar Devano.


"Ish malah tambah malu-maluin lah..!!" ucap Shella.


"Kamu itu lucu banget sih, saya jadi makin gemes sama kamu honey!" ujar Devano sambil mencubit pipi Shella.


"Sakit pak!" ujar Shella.


"Ahaha makanya punya muka jangan imut-imut banget!" ujar Devano.


"Lah jadi muka aku yang disalahin," ucap Shella.


Ya akhirnya malah Devano gak keluar-keluar dari sana karena terlalu asik bermesraan dengan Shella.


...•••...

__ADS_1


Sementara itu, disaat Devano & Shella sedang merasakan kebahagiaan karena sebentar lagi mereka akan menikah.. berbanding terbalik dengan Adrian yang saat ini tengah dirundung kesedihan.


Bagaimana tidak? Ia telah kehilangan kesempatan untuk menikah dengan Shella, lalu baru saja ia juga ditinggal oleh asistennya yang telah lama bekerja disana.


Adrian kini juga sedang pusing karena kakeknya terus mendesakkan untuk membuat pelajaran pada David yang telah memukuli Bimo kemarin.


"Sebenarnya gua males banget ngurusin masalah Bimo ini, karena gua takut nantinya masalah ini bakal semakin runyam! Tapi kakek terus-terusan paksa gua buat balas perbuatan David, sekarang gua bingung harus gimana.." gumam Adrian.


Adrian bangkit dari duduknya dan melihat keluar jendela yang ada di ruangan kerjanya itu.


Dia membayangkan wajah manis Shella dan juga kejadian-kejadian yang ia alami bersama Shella.


"Seandainya waktu itu saya tidak menuruti ***** saya, pasti sekarang Shella tak membenci saya! Mungkin juga saya bisa melangsungkan pernikahan dengannya!" batin Adrian.


Tiba-tiba telepon di ruangannya berbunyi, ia pun segera mengangkatnya.


"Halo, ada apa?" ucap Adrian di dalam telpon.


"Begini pak, ini ada yang ingin melamar sebagai asisten bapak.." ucap Syifa (sekretaris Adrian).


"Oh langsung saja suruh dia temui saya di ruangan, biar saya yang menilai dia!" ucap Adrian.


"Baik pak!" ucap Syifa.


Lalu, Adrian mematikan teleponnya dan duduk kembali di kursi kerjanya.


Tak lama kemudian, suara ketukan pintu muncul di ruangan Adrian.


Tok tok tok...


"Ya masuk!" ucap Adrian.


Ya itulah Syifa sekretaris Adrian yang datang membawa calon asisten baru untuk Adrian.


Mula-mula Adrian belum melihat wajah calon asistennya itu, dia masih sibuk dengan ponselnya.


"Permisi pak, ini Nadya yang ingin melamar disini.." ucap Syifa.


"Oh iya silahkan duduk!" ucap Adrian tapi masih memandangi hp nya.


Nadya pun duduk di kursi depan Adrian, sementara Syifa pamit keluar pada Adrian.


"Yasudah pak saya pamit!" ucap Syifa.


"Ya ya," ucap Adrian.


Lalu, Syifa berjalan keluar dan menutup pintu ruangan Adrian.


Barulah setelah itu Adrian meletakkan handphonenya dan melihat wajah Nadya.


Ia terperangah setelah melihat Nadya, bahkan ia sampai tak berkedip sedikitpun.


"Pak! Bapak kenapa?" ujar Nadya sambil melambaikan tangannya di depan mata Adrian.


"Eh saya gapapa, kamu namanya siapa tadi?" ucap Adrian.


"Saya Nadya pak, lengkapnya Nadya Azzahra Lestari.." jawab Nadya.


Adrian menelan saliva nya ketika melihat gadis di hadapannya itu tersenyum manis.

__ADS_1


"Kenapa bisa wajahnya mirip sekali dengan Shella?" batin Adrian.


...~Bersambung~...


__ADS_2