Cinta Satu Malam Ceo

Cinta Satu Malam Ceo
Keluar darah


__ADS_3

...HAY GUYS!...


...WELCOME TO MY STORY!...


..."CINTA SATU MALAM CEO"...


...-------------------------------------------------------...


#CSMC EPISODE 70


...•...


...•...


Malam itu juga Shella langsung membawa ibunya ke rumah sakit, ya tentu dia sangat khawatir pada ibunya yang pingsan itu.


Setelah beberapa lama, dokter pun keluar menemui Shella..


"Bagaimana dok? Apa yang terjadi sama ibu saya?" tanya Shella.


"Tenang mbak, pasien pingsan karena maag nya kambuh.. Kondisinya sekarang lemah, apa pasien tidak makan?" ujar dokter.


"Iya dok, ibu saya belum makan dari siang.." ucap Shella.


"Itu bahaya bagi pasien, karena beliau memiliki penyakit maag! Sebaiknya lain kali jangan sampai hal ini terulang lagi! Pasien harus makan tepat waktu walau hanya sedikit!" ujar dokter.


"Baik dok, apa sekarang saya bisa ketemu ibu saya?" tanya Shella.


"Bisa kok, silahkan masuk ke dalam! Kebetulan pasien juga sudah sadar tapi jangan terlalu banyak diajak bicara dulu ya!" ucap dokter.


"Iya dok terimakasih," ucap Shella.


"Yasudah saya permisi.." ujar dokter.


Dokter itu pun pergi ke ruangannya, sementara Shella masuk menemui ibunya di dalam.


Shella langsung mendekati ibunya yang masih terbaring disana, ya dia sedih melihat kondisi ibunya yang lemas itu.


"Bu, ibu kenapa kayak gini sih? Kenapa ibu gak mau makan?? Ibu kan tahu kalo ibu punya penyakit maag dan gak boleh telat makan, maafin Shella ya bu kalo ada salah sama ibu!" ujar Shella.


"Enggak sayang kamu gak punya salah apa-apa! Harusnya ibu yang minta maaf jadi ngerepotin kamu gara-gara sakit!" ucap Jenar.


"Gapapa bu aku gak merasa direpotin kok, yang penting setelah ini ibu jangan telat makan lagi ya! Shella gak mau ibu sakit lagi..!!" ujar Shella.


Shella menaruh kepalanya di dada sang ibu sambil mengelus tangannya.. Jenar tidak bisa menahan sedihnya lagi, dia pun kembali meneteskan air mata.


...•••...


Besoknya, Devano datang ke kantor dengan penuh emosi.. ya bahkan dia tidak menjemput Shella di rumahnya, mungkin karena sedang emosi.


Devano langsung menuju ruangan pak Yulius ditemani oleh Novi..


Sesampainya disana, tampak Yulius tengah mengotak-atik laptopnya hingga tak sadar yang datang adalah Devano.


"Tutup laptop anda pak, saya mau bicara!" ucap Devano.


"Eh pak Vano, maaf saya gak lihat tadi.." ujar Yulius sambil langsung menutup laptopnya.


Devano mendekati Yulius dengan tatapan tajam..


"Ada apa ya pak?" tanya Yulius.


Devano mengambil hp nya dan menunjukkan foto email yang diberikan Novi semalam.


"Apa maksud ini semua? Kenapa anda mengirim email ini ke pak Ronal? Apa anda ingin membuat perusahaan ini hancur??" tanya Devano.


Yulius pun terkejut saat melihat isi email yang ditunjukkan Devano, bagaimana tidak? Email yang digunakan adalah miliknya yang beberapa hari ini memang sudah diretas oleh seseorang.

__ADS_1


"Pak, bukan saya yang mengirim itu! Memang itu email saya tapi bukan saya yang melakukan itu!" ujar Yulius.


"Kalau bukan anda lalu siapa??" tanya Devano.


"Saya juga tidak tahu pak, memang beberapa hari ini saya tidak bisa lagi masuk ke email saya itu pak.. Sepertinya ada seseorang yang sudah meretasnya dan mengganti password email saya pak!" jelas Yulius.


"Anda pikir semudah itu saya percaya? Lebih baik anda jujur saja pada saya!" ujar Devano.


Yulius pun memperlihatkan jika dirinya memang tidak dapat lagi masuk ke email miliknya itu.. Akhirnya Devano percaya pada Yulius dan tidak lagi menyalahkannya.


"Maaf, saya sudah sempat curiga pada anda! Saya benar-benar pusing dengan masalah ini, siapa yang sudah meretas email itu dan memutus kontrak kerjasama dengan pak Ronal?" ujar Devano.


"Mungkin saja ada orang yang iri pada perusahaan kita pak, dan dia berusaha keras untuk menjatuhkan perusahaan ini!" ujar Yulius.


"Tapi pak, menurut saya pelakunya adalah salah satu karyawan disini.. Karena hanya pekerja disini lah yang mengetahui klausul kontrak perusahaan kita dan pak Ronal!" ucap Novi.


"Kalau begitu kamu cari tahu siapa pelakunya! Bawa dia ke hadapan saya dengan segera!" ujar Devano.


"Baik pak, tapi bagaimana dengan uang yang diminta pak Ronal? Apa saya langsung berikan saja?" tanya Novi.


"Ya, cepatlah kamu kirim semua uang milik pak Ronal! Saya tidak mau masalah ini sampai ke meja hijau!" ujar Devano.


"Baik pak, saya permisi.." ucap Novi.


Novi pun keluar dari ruangan Yulius untuk menemui manajer keuangan disana..


...•••...


Disisi lain, ada seorang pria berjas yang tengah duduk di kursi putar miliknya.. Dia seperti mendengar rekaman percakapan Devano & Yulius tadi dari hp nya.


"Apa maksud ini semua? Kenapa anda mengirim email ini ke pak Ronal? Apa anda ingin membuat perusahaan ini hancur??" tanya Devano.


"Pak, bukan saya yang mengirim itu! Memang itu email saya tapi bukan saya yang melakukan itu!" ujar Yulius.


"Kalau bukan anda lalu siapa??" tanya Devano.


"Saya juga tidak tahu pak, memang beberapa hari ini saya tidak bisa lagi masuk ke email saya itu pak.. Sepertinya ada seseorang yang sudah meretasnya dan mengganti password email saya pak!" jelas Yulius.


"Anda pikir semudah itu saya percaya? Lebih baik anda jujur saja pada saya!" ujar Devano.


Pria itu bangkit dari duduknya dan tersenyum smirk setelah mendengar semua percakapan itu.


"Inilah awal mula kehancuran kamu Vano..!!"


...•••...


Nadya baru keluar dari rumahnya dan bersiap untuk pergi ke kantor, namun betapa kagetnya ia saat melihat Adrian tengah berdiri di depan pagar rumahnya.


Nadya pun menghampiri Adrian yang menghadap kebelakang lalu menepuk pundaknya, tiba-tiba tangan Nadya yang ada di pundak Adrian dipegang olehnya sambil membalikkan badannya.


"Hai selamat pagi!" ucap Adrian sambil mencium tangan Nadya.


Hal itu membuat Nadya terkejut terheran-heran, dia merasa aneh mengapa bosnya bersikap seperti itu.


"Pak, maaf kenapa bapak bisa disini?" tanya Nadya sambil melepaskan tangannya.


"Saya mau jemput kamu dong, kita berangkat ke kantor bareng-bareng!" jawab Adrian.


"Tapi pak, saya udah pesan taksi online dan sebentar lagi taksinya juga sampe.." ucap Nadya.


Ya benar saja tak lama kemudian datanglah taksi online yang menjemput Nadya..


"Dengan mbak Nadya ya?" tanya supirnya.


"Iya benar pak," jawab Nadya.


Nadya pun pamit pada Adrian dan menuju taksi onlinenya, namun Adrian kembali menahan tangan Nadya agar dia tidak pergi.

__ADS_1


"Tunggu Nadya! Kamu berangkat sama saya aja ya!" ujar Adrian.


"Lepasin pak, taksi saya kan udah sampai.." ucap Nadya.


Adrian melepaskan tangan Nadya lalu berjalan menghampiri supir taksi itu, ya kemudian dia memberikan sejumlah uang padanya.


"Pak, ini ongkosnya ya! Anda sekarang bisa pergi dari sini, biar Nadya saya yang antar!" ucap Adrian.


"Tapi pak, nanti perusahaan mengiranya orderan saya dicancel!" ujar supir.


"Kalo gitu anda jalan aja ikuti maps nya, abis itu terserah anda mau ngapain lagi! Dah ya itu aja makasih!" ucap Adrian.


"Baik pak," ucap supir.


Supir itu pun menjalankan mobilnya pergi dari sana tanpa membawa Nadya..


"Pak Adrian kenapa sih? Perasaan bos aku Sebelumnya gak kayak gini deh.." gumam Nadya.


Lalu, Adrian tersenyum sambil mengulurkan tangannya pada Nadya seperti mengajaknya bergandengan.


"Ayo ke mobil saya!" ujar Adrian.


Nadya hanya mengangguk tanpa menyambut tangan Adrian itu, hingga Adrian menggandeng Nadya dengan paksa.


Ya lalu mereka pun pergi ke kantor bersama-sama..


...•••...


Sementara itu, Novi merasa heran karena manajer keuangan tidak ada di ruangannya dan staf disana memberitahu jika beliau tidak datang sejak 2 hari lalu.


Novi juga keuangan perusahaan yang sudah kandas alias tidak tersisa sama sekali, ia langsung mengabari itu pada Devano.


...📞...


Novi : Halo pak, gawat! Sepertinya Bu Lina bawa kabur semua uang perusahaan pak!


Devano : Apa??


Devano nampak kaget dengan perkataan Novi, dia tak lagi berkata apapun hingga Novi mematikan teleponnya.


Novi pun keluar dari sana dengan terburu-buru..


...•••...


Shella baru sampai di kantor, ya dia terpaksa berangkat seorang diri karena Devano tak kunjung datang dan juga tidak membalas pesannya.


Tanpa sengaja, Shella bertabrakan dengan Novi yang baru saja keluar dari ruang keuangan..


"Aduh!" ujar Shella.


Novi pun langsung berusaha menolong Shella yang terjatuh karena bertabrakan dengannya..


"Maaf Shella, saya gak sengaja! Kamu gapapa kan?" ujar Novi panik.


"Iya gapapa, saya juga baik-baik aja kok!" ucap Shella.


"Bener kan gapapa? Terus kenapa kamu pegangin perut kamu gitu?" tanya Novi.


"Aduhh ini kenapa perut aku sakit banget? Rasanya nyeri banget..!!" gumam Shella.


Shella sangat merasa sakit pada bagian perutnya, ya mungkin karena tabrakan tadi.


Lalu, Novi melihat darah keluar dari kaki Shella..


"Ya ampun Shella, itu kok kaki kamu berdarah gitu sih? Sebentar ya aku panggil ob dulu!" ujar Novi.


Novi pun berlari memanggil ob, sementara Shella masih merintih kesakitan disana.

__ADS_1


...~Bersambung~...


...JANGAN LUPA LIKE+KOMEN YA GES YA!!!...


__ADS_2