Cinta Satu Malam Ceo

Cinta Satu Malam Ceo
Sadboy


__ADS_3

...HAY GUYS!...


...WELCOME TO MY STORY!...


..."CINTA SATU MALAM CEO"...


...-------------------------------------------------------...


#CSMC EPISODE 206


...•...


...•...


Yoga sangat terpukul atas perkataan Femila tadi di cafe, ia berjalan keluar mall dengan sempoyongan bukan karena ia sedang sakit atau apa melainkan akibat memikirkan perkataan gadisnya yang malah memilih pergi selamanya dari kehidupannya.


Yoga menangis mengusap wajahnya berkali-kali, matanya kini sudah sembab penuh air mata yang membasahi akibat kesedihannya yang mendalam. Bertahun-tahun ia kehilangan Femila dan hari ini ia bisa bertemu kembali dengan gadis itu, akan tetapi Femila malah hendak pergi kembali dari kehidupannya.


"Kenapa Femila? Kenapa kamu malah pergi dari aku?"


Perasaan Yoga kali ini sangat hancur sehancur-hancurnya, jiwanya sangat terguncang dan hati yang terluka jadi semakin tersayat-sayat karena gadis tercintanya memilih pergi.


#Flashback on#


"Apa maksud kamu, Femila? Mengapa kamu berbicara seperti itu ke aku?" tanya Yoga.


Femila memejamkan matanya dan seketika itu juga air mata pecah menetes ke pipinya, ia tidak kuat untuk melanjutkan perkataannya karena cukup sulit baginya mengatakan itu kepada pria yang sangat ia cintai dan sayangi.


"Aku sekarang sudah tidak pantas lagi untuk kamu, Yoga! Kamu lebih pantas untuk bersama wanita yang lebih baik dari aku, wanita yang sholehah dan juga pandai menjaga dirinya! Aku yakin kamu bisa mendapatkan wanita itu dengan mudah, karena kamu adalah laki-laki yang baik dan layak untuk bersama wanita yang baik juga..." ucap Femila berusaha tegar dengan melempar senyum kepada pria di hadapannya.


Yoga langsung menggeleng-gelengkan kepalanya tak percaya dengan perkataan gadisnya barusan, ia menggenggam erat telapak tangan Femila dan menciumnya. Yoga sangat tidak bisa tentunya jika harus berpisah dengan wanita di hadapannya itu.


"Enggak, Femila! Aku gak bisa tinggalin kamu! Selama ini aja aku selalu kepikiran sama kamu Femila, mana mungkin aku bisa hidup tanpa kamu? Tolong jangan bicara seperti itu Femila! Bagaimanapun kondisi kamu, aku akan tetap terima kamu dengan senang hati kok!" ucap Yoga.

__ADS_1


Femila terpaksa melepaskan tangannya dari genggaman Yoga, ia tak mau ikut terlarut dalam cintanya yang menyedihkan ini.


"Maaf Yoga, tapi aku gak bisa terus-terusan disini sama kamu! Aku sadar kalau aku gak pantas untuk kamu, aku bukan wanita baik Yoga! Sekali lagi tolong relakan aku pergi, anggap aja aku gak pernah ada di hidup kamu dan hanya sekedar angin lewat! Aku janji bakal terus doakan kamu supaya bisa mendapatkan yang terbaik sebagai pengganti aku..." ucap Femila.


Femila langsung bangkit dari duduknya dan menggandeng tas tenteng nya lalu hendak pergi dari sana, namun Yoga langsung mencegahnya dengan mencengkeram lengan Femila erat.


"Jangan pergi, Femila! Aku sayang sama kamu dan aku gak mungkin bisa lupain kamu! Aku akan terima kamu apa adanya, Femila!" ucap Yoga memohon pada wanita itu agar tak meninggalkannya.


Namun, Femila malah menyingkirkan tangan Yoga dari lengannya dan kembali meminta pada pria tersebut untuk merelakan kepergian dirinya.


"Gak, Yoga! Aku harus pergi, maaf!" ucap Femila menghapus air matanya yang mengalir kemudian berbalik badan dan pergi dari sana meninggalkan Yoga sendirian tanpa menoleh sedikitpun.


Pria itu hanya bisa berdiri memandangi kepergian gadisnya dari sana, ia telah pasrah membiarkan Femila pergi karena itu memang keinginannya dan ia telah berusaha semampunya untuk menahan gadis itu tapi tidak berhasil.


#Flashback end#


TIIINNN....


Pemilik mobil itu tentunya emosi dan berteriak ke arah Yoga dari dalam mobilnya, sudah seperti umumnya hal itu akan terjadi di negara tercinta kita ini jika ada yang melakukan kesalahan pasti dimaki-maki.


"Woi! Kalau nyebrang lihat-lihat! Udah bosen hidup apa gimana lu?"


"Maaf, pak!" ucap Yoga singkat dan memilih terus berjalan agar masalah ini tak berkepanjangan.


Yoga pun mencegat taksi yang melintas di jalan raya depan mall tersebut, ia langsung masuk ke dalam taksi itu dan menyandarkan tubuhnya di kursi belakang taksi sambil memejamkan matanya.


"Mau kemana, mas?" tanya sang supir.


"Jalan aja, pak!" jawab Yoga.


Supir itu melajukan mobilnya sesuai perintah Yoga, ia seperti tau kalau penumpangnya kali ini sedang patah hati dan butuh hiburan. Maka dari itu, ia sengaja menyetel musik ceria dengan maksud menghibur penumpangnya di belakang.


Ya tapi Yoga tak terpengaruh dengan lagu ceria itu, ia masih tetap sedih dan belum membuka matanya.

__ADS_1


...•••...


Hari telah berganti pagi, Devano sudah bersiap-siap untuk berangkat menuju tempat persidangan kedua orangtuanya pagi ini sesuai undangan yang diberikan kemarin. Tak lupa Devano meminta doa dari istri tercintanya agar sidang orangtuanya kali ini berjalan lancar dan mereka bisa terbebas dari tuduhan Adrian yang memang tidak benar itu.


Devano pun mendekati Shella yang tengah berdandan di meja riasnya, gadis itu tampak cantik dengan balutan slip dress berwarna ungu kegelapan menutupi bagian luar tubuhnya. Devano melingkarkan tangannya di leher Shella lalu menautkan kepalanya di pundak sang istri.


"Honey, hari ini aku minta doa dari kamu ya supaya papa sama mama bisa bebas dari tuduhan yang dilayangkan Adrian! Karena aku yakin honey, mereka gak mungkin melakukan apa yang dituduhkan Adrian! Aku kasihan melihat mereka harus terjebak dalam masalah ini, kalau bisa aku pengennya biar aku aja yang ada disana menggantikan posisi mereka!" ucap Devano.


"Mas, kamu gak boleh sedih! Aku yakin kebenaran pasti yang akan menang! Mama sama papa pasti bisa lepas dari tuduhan mas Adrian, kamu jangan khawatir lagi ya mas! Kita sama sama berdoa aja buat yang terbaik dan semoga sidang pertama ini berjalan dengan lancar...." ucap Shella mengelus wajah suaminya dengan lembut.


"Terimakasih, honey!"


Cupp...


Devano mengecup leher Shella lalu memberi sedikit jilatan pada area tengkuknya, istrinya itu mengerang pelan sambil memejamkan mata merasakan kenikmatan yang diberikan sang suami. Namun, akhirnya Shella menghentikan permainan suaminya karena tak mau jika nanti mereka malah kebablasan.


"Udah mas, cukup! Kita kan harus pergi ke tempat sidang sebentar lagi, kalau kamu khilaf bisa gawat lih mas nanti kita telat kesana nya!" ucap Shella menjauh dari kecupan liar suaminya.


"Kamu benar juga, honey!" ucap Devano berusaha mengontrol nafsuunya dengan cara menjauhkan diri dari istrinya yang menggoda itu.


"Oh ya mas, Laila diajak gak?" tanya Shella sambil menyisir rambutnya yang panjang itu.


"Gak perlu, biarin aja dia jaga rumah!" jawab Devano.


"Kenapa?"


"Dia itu lebay, takutnya nanti disana malah malu-maluin aku lagi..."


"Ish parah kamu, mas!"


...~Bersambung~...


...JANGAN LUPA LIKE+KOMEN YA GES YA!!!...

__ADS_1


__ADS_2