Cinta Satu Malam Ceo

Cinta Satu Malam Ceo
Tidak mau kerjasama


__ADS_3

...HAY GUYS!...


...WELCOME TO MY STORY!...


..."CINTA SATU MALAM CEO"...


...-------------------------------------------------------...


#CSMC EPISODE 148


...•...


...•...


Devano turun kembali ke bawah sambil memakai jas kesayangannya itu, terlihat istrinya sudah menunggu disana sambil tersenyum-senyum sendiri.


"Kamu kenapa honey, kok senyum-senyum gitu? Gak baik loh ngetawain suami sendiri..!!" ujar Devano merasa heran pada istrinya itu.


"Ahaha aku cuma ngerasa kamu lucu aja mas, udah kayak anak SD mau berangkat sekolah tau gak!" ujar Shella tertawa kecil sambil menutupi mulutnya.


"Yeh masa udah gede begini disamain sama anak SD, udah ah gausah ketawa terus nanti aku gigit bibir kamu baru tau rasa..!! Mending sekarang kamu doain aku supaya semua urusan ini cepat selesai, terus aku bisa ajak kamu liburan bulan madu ke Lombok!" ucap Devano tersenyum sambil merapihkan rambutnya yang sedikit berantakan.


"Iya, aku juga selama ini selalu doain kamu kok mas! Supaya kamu bisa sukses, terus juga segala masalah kamu cepat selesai dan yang terpenting kamu sehat selalu mas..!!" ucap Shella mendekati suaminya lalu membetulkan dasi yang dikenakan Devano karena sempat miring akibat gerakan suaminya itu.


"Makasih honey, cupp..." ucap Devano memberi kecupan lembut di kening istrinya lalu mengusap-usap kepalanya.


"Yaudah aku berangkat dulu ya, kamu hati-hati di rumah jangan banyak bergerak apalagi sampe kecapekan kasian nanti calon anak kita..!! Oh ya sayang anak papah yang cakep, papah pergi dulu ya kamu yang anteng jangan bikin mamah kamu sakit!" ucap Devano lalu berlutut mengelus perut Shella seraya mengajak bicara anaknya di dalam sana.


Tak lupa juga Devano mencium perut Shella dan kembali mengelusnya pelan, barulah ia kembali berdiri dan mengecup lagi kening istrinya beberapa kali.


"Hati-hati di jalan ya mas, jangan ngebut loh!" ucap Shella mengingatkan suaminya sambil mencium punggung tangan Devano.


"Iya honey, pulangnya kamu mau nitip dibeliin apa? Siapa tau kan kamu lagi kepengen sesuatu gitu, biasanya pasti setiap ibu hamil kan suka ngidam tapi selama ini kamu kok jarang banget sih honey? Padahal ini udah masuk trimester kedua loh..." ujar Devano terlihat kebingungan.


"Ya gak tau mas, tapi emang aku gak kepengen apa-apa kok sekarang ini... ya kalau kamu maksa mau beliin, kamu beliin aku kue serabi aja mas udah lama juga aku gak makan itu..!!" ucap Shella tersenyum.


"Oh iya iya nanti aku beliin kok, yaudah aku pamit ya assalamualaikum honey..." ucap Devano kembali mengecup kening Shella lalu pergi dari sana, sebenarnya Shella ingin mengantar Devano sampai luar namun Devano melarangnya.

__ADS_1


Akhirnya Shella hanya bisa melihat dari dalam sambil duduk di sofa, mau tidak mau ia harus menurut pada perkataan suaminya untuk tidak banyak bergerak.


Di luar, Devano juga berpamitan pada Jenar dan Yani yang tengah mengurus tanaman milik Lubis disana.




Devano akhirnya sampai di Mathilda Cafe, tampak disana sudah ada 3 orang yang menunggunya dan dengan segera Devano menghampiri mereka.


"Selamat pagi pak!" ucap Devano ketika sampai disana, sontak mereka bertiga langsung berdiri menyambut Devano dan saling bersalaman.


"Silahkan duduk pak!" ucap salah seorang dari mereka mempersilahkan Devano untuk duduk, Devano pun terduduk sambil tersenyum.


Sebelum memulai pembicaraan, sengaja Devano memesan minuman lebih dulu agar suasananya tidak terlalu tegang diantara kedua belah pihak.


"Kalian sudah lama ya menunggu disini? Maaf saya sedikit terlambat karena harus menemani istri dulu di rumah tadi, gimanapun juga istri adalah prioritas utama saya sebelum pekerjaan..!!" ucap Devano.


"Ya tidak apa-apa pak kami paham kok, lagian kami juga baru sampai beberapa menit yang lalu! Oh ya langsung saja kita mulai pembahasan kita pada kali ini, kiranya ada apa ya pak meminta kita bertiga datang kesini..??" ucap salah seorang dari mereka yang kepalanya botak plontos.


"Eee oke langsung saja ya saya akan jelaskan secara rinci mengapa saya mengajak kalian datang kesini, saya juga kurang suka bertele-tele sih karena itu hanya akan memakan waktu apalagi berbicara dengan manusia seperti kalian...." ucap Devano tersenyum menatap tiga orang itu sinis.


Namun, baru saja mereka ingin berbicara tiba-tiba pelayan datang mengantarkan minuman yang dipesan Devano tadi.


"Silahkan pak..." ucap pelayan itu meletakkan gelas di atas meja lalu kembali ke dapur dengan membawa nampan kosong di tangannya.


"Terimakasih," ucap Devano singkat menatap wajah si pelayan yang terus menunduk itu, ya ia seperti merasa kenal dengan pelayan yang mengantarkan minuman itu tapi belum jelas mengetahuinya.


Setelah pelayan itu pergi, pembicaraan mereka pun berlanjut dengan ketidakpuasan tiga orang itu atas perkataan Devano yang seperti meledek mereka.


"Sebelumnya maaf pak Devano, tapi kami sungguh tidak senang dengan perkataan anda tadi! Apa maksud anda bicara seperti itu?" ujar si plontos.


"Benar itu, kami bisa saja menarik kembali tawaran yang sudah kami berikan pada perusahaan anda! Karena kami benar-benar tidak suka dengan perkataan anda yang seperti menghina kami, dengar ya pak disini posisinya kami akan menjadi investor perusahaan bapak harusnya bapak bisa lebih hormat pada kami..!!" saut yang lainnya sebut saja si kumis.


"Tenang dulu pak jangan emosi, ya saya minta maaf kalau perkataan saya tadi menyinggung kalian semua! Kita bisa mulai lagi pembahasan mengenai alasan saya mengajak kalian kesini, tolong maafkan saya!" ucap Devano sambil menyeruput kopi pesanannya.


"Baiklah, lalu ada apa anda mengajak kami bertiga datang kesini? Apa anda sudah mendapat jawaban dari tawaran kita beberapa hari lalu..??" tanya si plontos yang memajukan posisi duduknya.

__ADS_1


"Ya itu benar saya sudah mendapatkan jawabannya, saya rasa saya tidak akan mau bekerjasama dengan kalian dan menerima suntikan dana dari kalian bertiga! Karena saya hanya akan menjalin kerjasama dengan orang-orang yang jujur...." jawab Devano.


Mendengar perkataan Devano, ketiga pria itu saling melirik satu sama lain dan terlihat kebingungan karena mereka gagal menjalankan rencananya.


"Maksudnya apa ini pak? Bapak menuduh kami bertiga tidak jujur begitu? Di bagian mana pak yang kami berbohong, coba jelaskan??!!" ujar si plontos berpura-pura tidak paham.


Devano tersenyum lalu kembali menyeruput kopinya sejenak, ia sengaja ingin memancing emosi ketiga pria itu yang memang terlihat sudah mulai agak emosi.


"Semuanya, semua yang kalian katakan dan berikan itu bohong! Kalian tidak perlu tau saya mengetahui semua itu darimana, yang terpenting sekarang saya tidak akan mau bekerjasama dengan kalian! Ya itu saja yang ingin saya sampaikan pada pertemuan kita kali ini, semoga kalian bertiga sukses selalu..!!" ucap Devano tersenyum lalu menjulurkan tangannya mengajak tiga orang itu berjabatan.


"Baiklah pak, saya pastikan anda akan menyesal karena telah menolak tawaran dari kami..!! Sekian pak kami permisi...." ujar si plontos yang langsung berdiri lalu pergi begitu saja dari cafe itu bersama 2 orang lainnya dengan wajah kesal.


Devano hanya tersenyum puas dengan itu, kemudian ia menghabiskan kopinya dan meninggalkan uang di atas meja lalu pergi juga dari sana.


Saat di luar cafe, tampak si plontos kebingungan karena rencana mereka gagal... bahkan tiba-tiba bosnya menelpon dan membuat mereka semakin panik.


"Duh bos nelpon lagi, gimana nih?" ujar si plontos yang sangat panik.


"Angkat aja bilang yang sejujurnya kalau rencana kita gagal, itu lebih baik daripada bohong dan bos malah tau dari orang lain..!!" usul si kumis.


"Iya iya...." ucap si plontos kemudian mulai mengangkat telepon tersebut dan berbicara dengan bosnya.


📞"Halo bos...." ucap si plontos dengan nada pelan karena dibalut ketakutan akan kemarahan dari bosnya itu.


📞"Gimana kerja kamu dan yang lainnya? Apa kalian sudah berhasil masuk ke kantor Devano??"


📞"Eee maaf bos kita gagal, sepertinya Devano sudah mengetahui kalau kita ini cuma investor palsu!" jawab si plontos panik sambil menggaruk-garuk kepala botaknya.


📞"Apa? Ya ampun kok bisa gagal sih? Kan saya udah kasih kalian berkas-berkas yang paling efektif, darimana Devano bisa tau semua itu??"


📞"Maaf bos, tapi kami juga gak tau dia tau darimana! Yang pasti Devano sudah tau semuanya dan gak mau kerjasama sama kita..." ujar si plontos.


📞"Arrgghhh dasar bodoh..!!"


"Hey kalian, bilang sama bos kalian itu jangan pernah sekalipun berani main-main dengan Devano Alexander...." ujar seorang pria yang tiada lain adalah Devano, ia rupanya mendengar semua pembicaraan si plontos dengan bosnya disana.


Sontak mereka bertiga dan bahkan si bos juga mendengar suara Devano, tentu saja mereka panik seketika itu juga.

__ADS_1


...~Bersambung~...


...JANGAN LUPA LIKE+KOMEN YA GES YA!!!...


__ADS_2