
...HAY GUYS!...
...WELCOME TO MY STORY!...
..."CINTA SATU MALAM CEO"...
...-------------------------------------------------------...
#CSMC EPISODE 68
...•...
...•...
Di dalam mobil terasa hening, ya karena Adrian & Nadya hanya diam saja tak ada yang berinisiatif membuka obrolan.
Nadya memang masih sedikit merasa kesal pada Adrian karena terlalu ikut campur masalah pribadinya, dia terpaksa pulang bareng Adrian karena tidak berani menolaknya.
Sedangkan Adrian merasa canggung harus memulai obrolan, dikarenakan ia tidak enak sudah memaksa Nadya menemui Jenar tadi.
Pada akhirnya Adrian memberanikan diri bertanya pada Nadya walau sedikit gemetar.
"Eee Nadya, gimana kalo kita mampir ke restoran atau cafe dulu gitu? Soalnya saya haus nih butuh minum," ucap Adrian.
"Kalo emang bapak mau mampir dulu ya silahkan aja, saya bisa pulang sendiri kok.." ucap Nadya.
"Yah jangan dong! Ok ok kita gausah mampir," ujar Adrian.
"Loh udah gapapa pak katanya haus kan, saya turun disini aja biar bapak bisa ke cafe.." ucap Nadya.
"Enggak kok hausnya udah hilang, jadi kita langsung ke rumah kamu aja!" ucap Adrian.
"Emm ya oke gimana menurut bapak aja," ucap Nadya.
Akhirnya Adrian tak jadi menepi dulu karena tidak mau Nadya pulang sendiri.
Karena jalannya macet parah, mereka pun lama sampainya..
"Aduh macet banget sih, gak gerak sama sekali loh..!!" ujar Adrian.
"Ya emang pak, di jalan sini kan langganan macet.." ucap Nadya.
"Oh gitu ya, saya gak pernah lewat sini sih sebelumnya.. Harusnya kamu kasih tau dong jalan yang gak macet!" ujar Adrian.
"Saya pikir bapak tahu, kan katanya rumah bapak juga di deket sini.." ucap Nadya.
"Ya emang tapi saya sukanya lewat jalan lain," ujar Adrian ngeles.
Nadya hanya tersenyum mendengar alasan Adrian.
"Oh iya Nadya, saya mau tanya sesuatu deh sama kamu.." ucap Adrian.
"Tanya apa pak?" ujar Nadya.
"Apa kamu masih ingat sama saudara kembar kamu?" tanya Adrian.
Nadya langsung berubah ekspresi nya saat Adrian bertanya seperti itu.
...•••...
Shella sudah sampai di depan gang rumah nya, ya dia langsung turun dari mobil setelah pamit pada Devano.
"Yaudah ya mas, aku duluan.. Inget, kamu sampe rumah langsung istirahat biar capeknya hilang!" ujar Shella.
__ADS_1
"Iya honey pasti aku istirahat kok, kamu juga jangan ngelakuin aktivitas yang berat-berat..!!" ucap Devano.
"Iya mas, yaudah aku turun ya assalamualaikum.." ucap Shella sambil mencium tangan Devano.
"Waalaikumsallam, pelan-pelan aja jalan nya saya gak mau kamu jatuh!" ujar Devano.
"Iya mas,"
Shella membuka pintu lalu turun dari mobil Devano, sesudah turun tak lupa ia memberi kiss bye untuk Devano dan melambaikan tangannya.
"Melihat senyuman mu yang manis, sedikit membuat hatiku lebih tenang sayang.. Semoga aku bisa nemuin solusi dari masalah yang menimpa perusahaan!" gumam Devano.
Shella pun berbalik badan kemudian melangkahkan kakinya dengan perlahan menuju rumah, ia benar-benar menuruti perkataan Devano.
Sesekali ia masih menoleh ke belakang untuk mengecek apakah Devano masih disana atau sudah pulang..
Ya tentu Devano masih disana memperhatikan Shella hingga ia sampai di rumah.
"Aku tahu mas, kamu pasti lagi ada masalah besar.. Tapi apapun itu semoga masalah kamu cepat kelar ya mas! Aku akan selalu mendoakan yang terbaik buat kamu!" batin Shella.
Setelah Shella sampai di rumah dan masuk ke dalam, Devano pun menyalakan mobilnya lalu pergi dari sana.
Sementara Shella merasa heran karena bukan ibunya yang membukakan pintu untuknya..
"Eee bi, ibu kemana ya?" tanya Shella.
"Itu dia non sejak tadi siang ketemu sama pak Adrian dan temen wanitanya, Bu Jenar jadi mengurung diri terus di kamar.. Padahal bibi udah minta Bu Jenar keluar buat makan, tapi tetep gak ada jawaban non!" ucap Yani.
"Jadi ibu belum makan bi?" tanya Shella.
"Iya belum non," jawab Yani.
"Kenapa ya sama ibu? Siapa temen wanita Adrian yang dimaksud Bi Yani??" gumam Shella.
"Eee yaudah bi aku coba bujuk ibu dulu ya, siapa tahu ibu mau keluar.." ujar Shella.
Shella pun menuju kamar ibunya dan langsung mengetuk-ngetuk pintu disana..
Tok tok tok...
"Ibu, ibu tolong buka pintunya dong bu! Bu ini Shella udah pulang Bu, ayo kita makan sama-sama ya Bu!" ucap Shella.
Namun, tak juga ada jawaban dari dalam kamar Jenar.. Itu membuat Shella frustasi, akhirnya ia berniat menemui Adrian untuk menanyakan soal ibunya yang jadi seperti ini.
Shella pun mengambil handphonenya dari dalam tas, lalu langsung mencari nomor telepon Adrian dan menelponnya.
...•••...
Adrian masih terjebak macet di jalan menuju rumah Nadya..
"Hadeh kalo tau gini gua gak mau ajak Nadya pulang bareng, udah jaraknya ke rumah gua jauh banget ditambah macet juga.." gumam Adrian.
Lalu, handphonenya berdering menandakan ada telpon masuk.
Ia pun mengambil handphonenya dan melihat bahwa Shella lah yang menelponnya..
"Tumben Shella nelpon gue, ada apa ya??" gumam Adrian.
Adrian mengambil earphone nya lalu baru ia mengangkat telepon dari Shella.
...📞...
Adrian : Halo Shella, ada apa kamu telpon aku?
__ADS_1
Shella : Aku mau ketemu sama kamu!
Adrian : Ohh boleh kok, kapan?
Shella : Malam ini di Mathilda Cafe!
Adrian : Oke siap kamu sms aja kalo udah siap ya biar aku langsung berangkat kesana..
Tut Tut Tut...
Shella langsung memutus telponnya begitu saja, itu membuat Adrian terheran-heran.
"Kenapa sih Shella? Tumben-tumbenan dia ajak gua ketemuan.." gumam Adrian.
Disisi lain, Nadya kaget saat Adrian telponan dengan seseorang bernama Shella.
"Pak Adrian telponan sama Shella? Apa itu kembaran aku??" batin Nadya.
Setelah menaruh kembali handphonenya, Adrian melirik ke arah Nadya terlihat dia seperti sedang memikirkan sesuatu.
"Kamu kenapa? Udah nemu jawaban dari pertanyaan aku tadi??" ujar Adrian.
"Ah eee saya cuma bosen aja pak, soalnya daritadi gak nyampe-nyampe.." ucap Nadya.
"Oh gitu, kalo gitu aku setel musik ya biar kamu gak bosen!" ujar Adrian.
"Boleh pak,"
Adrian pun menyetel musik hadapi berdua lagunya Tiara Andini... 😍😍😍
...•••...
Sementara itu, Devano sampai di rumahnya dengan keadaan sangat lemas.. ya dia langsung berjalan ke kamarnya dan berendam di bak mandi miliknya yang berisikan air hangat.
"Relax banget rasanya disini.. Huh kenapa harus ada masalah disaat sebentar lagi gua mau nikah sama Shella? Apa ini yang namanya cobaan sebelum menikah?" gumam Devano.
Devano memejamkan matanya ingin merasakan ketenangan, karena sedari tadi kepalanya terasa pusing akibat masalah yang menimpa perusahaannya.
Lalu, handphonenya berdering dan ia pun langsung mengambil hp nya itu.
"Novi nelpon? Ada apa lagi ya..??" batin Devano.
Devano pun mengangkat telepon nya sambil menghela nafas panjang..
...📞...
Devano : Halo Nov, kenapa?
Novi : Gawat pak! Pak Ronal yang sebelumnya meminta putus kontrak sekarang malah juga meminta semua dana nya dikembalikan, kalau tidak dia mengancam akan menuntut perusahaan kita pak!
Devano : Apa? Gak bisa gitu dong, kan di dalam surat perjanjiannya tertulis bahwa jika kesepakatan ini dibatalkan secara sepihak maka dana yang sudah dikeluarkan tidak dapat dikembalikan!
Novi : Iya pak saya sudah menjelaskan itu kepada pak Ronal, tetapi beliau mengatakan jika ada seseorang dari pihak kita yang menyetujui pemutusan kontrak ini..
Devano : Novi, yang berhak memutus kontrak itu hanya saya dan pak Yulius selaku direktur utama perusahaan kita! Tidak mungkin dia melakukan itu, ini pasti cuma akal-akalan pak Ronal aja! Kamu bilang sama dia, saya tidak akan pernah mengembalikan dananya sepeserpun!
Novi : Baik pak, akan saya sampaikan pesan bapak pada pak Ronal..
Devano : Ya terimakasih Nov!
Devano mematikan teleponnya dan melempar begitu saja hp nya ke meja, ia lalu kembali menimbun kepalanya di bawah air sambil menutup mata.
"Ya Tuhan kenapa jadi seperti ini??" batin Devano.
__ADS_1
...~Bersambung~...
...JANGAN LUPA LIKE+KOMEN YA GES YA!!!...