
...HAY GUYS!...
...WELCOME TO MY STORY!...
..."CINTA SATU MALAM CEO"...
...-------------------------------------------------------...
#CSMC EPISODE 178
...•...
...•...
Hari ini adalah hari yang membahagiakan bagi Jenar dan juga 2 lelaki yang setia menunggu disana, ya tentu saja karena wanita yang mereka tunggu-tunggu akhirnya sadar dan dapat membuka matanya kembali.
Jenar selaku sang ibu adalah yang pertama dilihat oleh Nadya saat ia membuka matanya setelah satu minggu koma, memang cukup banyak waktu ia lewati selama tak sadarkan diri.
"Sheila sayang.... ibu seneng banget bisa lihat kamu sadar lagi nak, Alhamdulillah Allah mendengar doa-doa kita selama ini untuk kesembuhan kamu!" ucap Jenar mengelus kepala Nadya sambil menangis bahagia.
Nadya yang baru membuka matanya masih merasa linglung dan belum bisa mengerti apa yang terjadi pada dirinya, ia melihat ke sekeliling serta memandang wajah ibunya dan kedua lelaki di belakangnya.
"Bu, emangnya aku kenapa?" ucap Nadya pelan bertanya pada ibunya, ia masih kebingungan mengapa bisa masuk rumah sakit dan banyak orang yang menangisi dirinya.
Jenar yang mendapat pertanyaan seperti itu tak bisa lagi membendung air matanya, ia menangis di samping Nadya seraya menggenggam tangan anaknya itu.
"Kamu sempat tidak sadarkan diri selama satu minggu sayang, itulah sebabnya kamu ada disini dan kami semua menangis nak!" ucap Jenar menjelaskan semuanya pada Nadya.
Akhirnya Nadya mendapat jawaban atas pertanyaannya, namun tiba-tiba kepalanya terasa pusing dan berat akibat berpikir terlalu keras mengenai dirinya.
"Awh..." rintih Nadya sambil berusaha memegangi kepalanya.
"Sayang, sayang kamu kenapa nak? Suster, dokter tolong dong anak saya sakit lagi!" ujar Jenar panik memanggil dokter untuk datang memeriksa Nadya.
"Aku gapapa kok bu, cuma pusing sedikit aja! Ibu gausah panik begitu ya!" ucap Nadya.
Tak lama kemudian, dokter datang kesana bersama seorang suster... mereka pun langsung memeriksa kondisi Nadya yang baru sadar dari komanya itu.
"Mbak Nadya, jangan banyak berpikir dulu ya! Tunggu sampai kondisi mbak pulih semula, sus tolong ambil suntikan pereda nyeri itu!" ucap dokter.
__ADS_1
Dokter itu pun menyuntikkan obat pereda nyeri kepada Nadya untuk mengurangi rasa pusing di kepala gadis itu, kemudian Nadya pun perlahan kembali tak sadarkan diri karena dokter juga menyuntikkan obat penenang pada Nadya.
"Dok, kenapa anak saya pingsan lagi?" tanya Jenar panik setelah melihat Nadya kembali memejamkan matanya.
"Tenang bu, itu efek suntikan yang saya berikan! Sekarang pasien harus perbanyak istirahat karena dia baru sadar dari koma, jadi sebaiknya pasien tidak diajak berbicara yang berat-berat dulu ya...." ucap dokter itu.
"Baik dok," ucap Jenar merasa lega setelah mendengar penjelasan sang dokter.
"Kalau begitu, saya permisi dulu bu!" ucap dokter itu kemudian keluar dari ruang rawat Nadya dan kembali ke ruangannya.
Sementara Jenar duduk di samping putrinya yang sedang tertidur itu, ia tersenyum lebar sambil mengelus rambut Nadya.
"Ibu senang sekali, kamu sudah sadar dari koma nak! Semoga secepatnya kamu juga bisa pulih seperti semula...." ucap Jenar.
Jenar terus mengelus rambut Nadya sampai-sampai ia ketiduran disana, namun tak berselang lama ia mendengar suara-suara yang memanggilnya.
"Tante..."
"Tante Jenar...!!"
"Bangun Tante!"
"Eh nak Rian, ada apa?" ujar Jenar terus mengucek matanya karena masih mengantuk.
"Maaf tante, tadi saya kira tante kenapa-napa! Soalnya saya dengar tante bicara sendiri, oh mungkin tante mengigau kali..." ucap Adrian.
"Maksud kamu? Emangnya tante bilang apa?" tanya Jenar tak mengerti dengan yang dikatakan Adrian, ia merasa kalau dirinya baru saja tertidur dan tidak mungkin sudah mengigau.
"Iya, tadi saya dengar tante nyebut nyebut nama Sheila dan kayak manggil dokter gitu!" jawab Adrian menjelaskan yang ia maksud.
"Apa? Jadi tadi itu tante cuma mimpi? Berarti Sheila belum sadar dong dari komanya?" tanya Jenar yang langsung reflek melihat ke arah Nadya putrinya.
Adrian menggeleng-gelengkan kepalanya sambil tertunduk lesu, ia tau betul bagaimana perasaan Jenar sekarang.
"Sabar ya tante, saya yakin Nadya pasti sebentar lagi bakal sadar kok! Dan mimpi tante tadi mungkin adalah petunjuk dari Tuhan kalau gak lama lagi Nadya bisa sadar dari komanya, tante jangan sedih terus ya!" ucap Adrian coba menenangkan Jenar yang tengah bersedih.
"Iya nak Rian kamu benar, tante sangat-sangat berharap Sheila bisa sadar secepatnya!" ucap Jenar menghapus air matanya.
Adrian memandang wajah Nadya yang masih memejamkan mata, ia tampak juga bersedih serta menyesal karena telah menyakiti hati wanita yang disayanginya itu.
__ADS_1
"Maafkan saya Nadya, setelah kamu sadar nanti... saya janji akan selalu jaga kamu dan tidak pernah lagi menyakiti kamu!" gumam Adrian tanpa terasa menitikkan air mata.
•
•
Sementara itu, Shella bersama suaminya yakni Devano sampai di rumah sakit Medika indah untuk menjenguk Nadya sekaligus menemui ibunya yang juga ada disana.
Devano tampak menuntun istrinya turun dari mobil bahkan menggandeng tangan Shella saat jalan memasuki rumah sakit itu.
Tiba-tiba wajah Shella berubah menjadi sedih karena mereka melewati ruang persalinan dan ada beberapa ibu-ibu yang tengah mengandung anaknya, ya Shella pun jadi teringat pada calon anaknya yang telah meninggal.
"Mas, aku jadi keinget waktu kita cek kandungan ku dan lihat perkembangan calon anak kita.... aku inget banget waktu itu kita berdua bahagia melihat kondisi anak kita yang berkembang pesat, tapi kebahagiaan itu hanya bertahan sebentar mas!" ucap Shella sambil menatap mata suaminya.
"Iya honey, tapi udah ya jangan diingat-ingat terus nanti kamu malah tambah sedih! Kita doakan aja semoga anak pertama kita itu bahagia di surganya, dah yuk kita langsung ke ruang rawat Nadya kembaran kamu!" ucap Devano tersenyum sambil menyeka air mata di wajah Shella.
Shella pun mengangguk-angguk setuju, lalu mereka lanjut berjalan menuju tempat Nadya dirawat sesuai yang dibilang Jenar lewat sms.
Tak lama kemudian, mereka berdua sampai di depan ruang itu dan terlihat Adrian tengah duduk disana sambil bersandar.
Melihat kedatangan Shella & Devano, sontak Adrian langsung bangkit dari duduknya untuk menyambut mereka berdua.
"Eh Shella, Devano! Pasti kalian mau jenguk Nadya ya? Tunggu aja sampai tante Jenar keluar, karena cuma boleh dua orang yang masuk ke dalam... atau kalian bisa lihat lewat kaca di samping itu!" ucap Adrian.
"Iya mas Rian, kita tunggu sampai ibu keluar aja supaya bisa masuk ke dalam!" ucap Shella.
"Honey, kalau kamu mau masuk sekarang yaudah masuk aja duluan! Biar aku tunggu disini aja dulu...." ucap Devano.
"Beneran mas? Aku kira kamu gak bakal bolehin aku masuk sendirian kesana," ucap Shella.
"Di dalam kan ada ibu kamu, jadi aku gak khawatir kalau kamu kenapa-kenapa!" ucap Devano tersenyum.
"Yaudah ya mas, aku masuk ke dalam jenguk Nadya dulu!" ucap Shella.
Cupp... Devano mengecup lembut kening istrinya lumayan lama, hingga membuat Adrian merasa terbakar api cemburu dan memilih membuang muka.
Setelahnya, Shella pun masuk ke dalam menemui ibu & saudaranya... sementara Devano memandang Adrian dan tersenyum sinis ke arahnya lalu mendekati pria itu.
...~Bersambung~...
__ADS_1
...JANGAN LUPA LIKE+KOMEN YA GES YA!!!...