Cinta Satu Malam Ceo

Cinta Satu Malam Ceo
Mertua datang


__ADS_3

...HAY GUYS!...


...WELCOME TO MY STORY!...


..."CINTA SATU MALAM CEO"...


...-------------------------------------------------------...


#CSMC EPISODE 122


...•...


...•...


Tak hanya Devano, Shella juga saat ini tengah gelisah karena sudah lama tak bertemu suaminya.. Shella pun merasa bimbang apakah ia harus menemui Devano atau tetap menunggu disana sampai suaminya itu datang menemuinya.


"Harusnya kan mas Vano dateng kesini buat tengok aku, tapi kenapa ya dia malah gak muncul-muncul? Padahal aku kangen banget sama dia, huft rasanya aku pengen langsung temuin mas Vano... tapi aku masih ngerasa gak pantas karena udah disentuh oleh penculik itu!" gumam Shella.


Shella pun merebahkan tubuhnya di kasur sambil bermain ponsel, ia membuka sosmed nya karena bosan dan tidak tau harus melakukan apa saat itu.


Disaat ia tengah scroll scroll sosmed nya, tiba-tiba saja ia melihat postingan risol isi sosis dengan saus mayonaise di dalamnya... sontak Shella langsung merasa ingin memakan itu, namun ia sadar kalau sekarang Devano tidak ada disampingnya.


"Aku pengen banget makan risol ini, andai mas Vano ada sekarang pasti dia bakal beliin risol ini buat aku dan calon anaknya ini! Apa aku telpon aja ya mas Vano? Ah enggak deh aku takut ganggu dia, pak Rafael kan bilang kalau mas Vano lagi sibuk banyak urusan... tapi gimana ya aku kepengen banget makan ini, yang sabar ya nak ibu bakal usahain kok buat beli risol ini walau tanpa bantuan ayah kamu!" gumam Shella sambil mengelus-elus perutnya.


Shella pun bangkit dari kasurnya, ia keluar kamar sambil membenarkan bajunya yang sempat berantakan karena tiduran di kasur.



__ADS_1


Sementara itu, Jenar tengah membaca majalah sambil meminum segelas teh hangat di ruang tamu seperti ibu-ibu kelas atas tapi dengan budget hemat.


TOK TOK TOK...


Tiba-tiba saja ada suara ketukan pintu dari luar, membuat Jenar menyudahi sejenak baca majalahnya lalu beranjak dari sofa dan membukakan pintu untuk melihat siapa yang datang bertamu.


"Eh ada besan ternyata... ya ampun ayo masuk pak, bu mari masuk!" ucap Jenar yang langsung gembira melihat besan alias orang tua Devano datang kesana.


"Makasih bu," ucap Tama tersenyum lalu melangkahkan kakinya masuk ke dalam.


"Nah silahkan duduk dulu pak, bu! Sebentar ya saya suruh bi Yani buatkan minum untuk kalian!" ucap Jenar mempersilahkan besannya duduk kemudian ia berjalan ke dapur menemui bi Yani.


Silvi & Tama pun duduk di sofa sesuai perintah Jenar tadi, mereka tampak celingak-celinguk seperti mencari seseorang disana.


"Shella mana ya pah, kok dia gak keliatan sih? Padahal kan kita mau ketemu sama dia, soalnya mamah penasaran banget sama kondisi Shella sehabis dia diculik!" ujar Silvi.


"Mungkin aja Shella lagi di kamarnya mah, tapi tenang nanti kan kita bisa tanya ke Bu Jenar soal ini! Udah ah mamah gausah kayak gitu, nanti gak enak kalo Bu Jenar liat takutnya disangka yang enggak-enggak lagi..!!" ujar Tama menegur istrinya.


Lalu, Shella yang baru keluar dari kamar pun berjalan ke ruang tamu tanpa tau kalau disana ada mertuanya sedang menunggu dirinya.


"Nah ini Shella mah, bener kan pasti Shella ada di rumah!" ucap Tama menunjuk ke arah Shella yang masih fokus menatap ponselnya.


"Eh ada papah sama mamah, kok kesini gak bilang-bilang sih pah, mah?" ucap Shella terkejut lalu langsung mengantongi ponselnya dan mencium tangan mertuanya itu.


"Iya nih sayang, kita soalnya mau cek kondisi kamu! Gimana keadaan kamu sama calon anak kamu itu? Baik-baik aja kan, kalian gak ada kenapa-napa kan?" ujar Tama langsung melontarkan pertanyaan pada Shella.


"Alhamdulillah pah, aku sama calon anakku gapapa kok! Aku beruntung karena orang yang menculik aku itu punya sifat baik dan pengertian, jadi disana aku gak disiksa malah dikasih makan sama tempat tidur yang bagus loh pah, mah..." jawab Shella.


"Baguslah Alhamdulillah kalo gitu.. tadinya kita udah panik banget sama kondisi kamu sayang! Tapi untung lah kamu gak kenapa-napa, jadi kita bisa sedikit lega Shella!" ucap Silvi merasa lega.

__ADS_1


"Oh ya ini kita bawain buah-buahan buat kamu, calon anak kamu itu harus banyak dikasih nutrisi supaya dia lahir dalam keadaan sehat! Jadi kamu sebagai ibunya harus makan makanan yang bernutrisi!" ucap Tama menyerahkan kantong plastik berisi buah.


"Wah makasih loh pah, mah, pake repot-repot bawain buah segala! Aku jadi gak enak kan kalo gini," ujar Shella menampani kantong plastik itu.


"Gapapa Shella, sekarang kan kamu juga udah jadi anak kita! Jangan lupa dimakan ya buahnya!" ucap Silvi sambil tersenyum.


Tak lama kemudian, Jenar datang kembali bersama bi Yani membawakan minuman untuk Silvi & Tama tentunya... setelah itu, Jenar pun ikut duduk disana dan mengobrol bersama mereka bertiga.


...•••...


Adrian menemui Bimo di kantor polisi, terlihat kondisi adiknya itu sudah tak karuan karena ditangkap oleh polisi.


"Mo, gimana sih kok polisi bisa tau kalo lu ngebunuh orang? Emangnya lu gak hilangin barang bukti lu?" tanya Adrian penasaran bagaimana bisa adiknya itu ditangkap oleh polisi dan dibawa ke penjara sekarang.


"Sorry bang, gue emang bodoh banget karena gue udah ninggalin barang bukti di lokasi kejadian itu! Makanya polisi bisa nangkep gue dan bawa gue kesini, tapi tolong bang bantu gue supaya bisa bebas dari sini! Jujur gua gak mau, gua gak bisa kalo harus ada disini bang..!! Kalo gua ditahan disini, gimana caranya gua bisa mantau Zara dan pacarnya bang?" ujar Bimo yang panik memohon-mohon pada Adrian.


"Lu santai aja Mo, gua pasti bakal berusaha semampu gue buat bebasin lu dari penjara ini! Tapi ingat lu harus sabar, karena gak ada yang instan kalau lu mau bebas dari sini..!!!" ucap Adrian menepuk pundak Bimo.


"Iya bang, gua pasti sabar kok asalkan lu mau janji ke gua kalo lu bakal bisa bebasin gue dari sini! Seenggaknya dengan itu, gue bisa sedikit tenang bang!" ucap Bimo.


"Santai Mo, iya gua janji kok pasti gua bakal bisa bebasin lu dari sini! Tapi maaf gua gak bisa janji kapan waktunya lu bakal bebas dari sini, gua usahain bakal secepatnya kok..!!!" ujar Adrian menghela nafas kasarnya.


"Oke gapapa bang, yang penting lu udah janji dan gua bakal terus tagih janji lu itu! Oh ya, selama gua disini tolong bang lu tetep juga cari cara buat bikin hubungan Zara dan David kandas! Karena gua gak akan rela kalau mereka sampai menikah bang!" ucap Bimo dengan rahang yang bergetar.


"Iya, gua bakal lakuin semua yang lu mau!" ucap Adrian manggut-manggut sambil tersenyum tipis.


"Makasih bang, lu emang paling bisa gue percaya!" ucap Bimo yang ikut tersenyum.


"Dasar bodoh! Emang lu pikir gua bakal lakuin semua itu buat lu? Ya gak lah, untuk apa gua susah-susah ngelakuin itu? Justru kalo lu di penjara itu jadi meringankan beban gua..." gumam Adrian sambil tersenyum smirk menatap wajah Bimo.

__ADS_1


...~Bersambung~...


...JANGAN LUPA LIKE+KOMEN YA GES YA!!!...


__ADS_2