Cinta Satu Malam Ceo

Cinta Satu Malam Ceo
Panik & cemas


__ADS_3

...HAY GUYS!...


...WELCOME TO MY STORY!...


..."CINTA SATU MALAM CEO"...


...-------------------------------------------------------...


#CSMC EPISODE 105


...•...


...•...


Adrian keluar menemui polisi yang sudah berdatangan di depan rumahnya, tampak justru Bimo lah yang berkeringat ketika melihat polisi-polisi itu.


"Ada apa ya pak?" tanya Adrian santai karena memang ia merasa tak melakukan kesalahan apapun.


"Permisi pak Adrian, kami mendapat laporan kalau anda telah terlibat dalam kasus penculikan! Maka dari itu kami ingin membawa bapak ke kantor untuk ditindaklanjuti..!!" jawab polisi.


"Penculikan? Loh bapak salah orang kali, saya ini tidak menculik siapa-siapa pak! Memangnya siapa sih yang lapor begitu pak? Seenaknya aja nuduh orang sembarangan, saya gak salah loh pak!" ujar Adrian yang sedikit emosi karena dituduh menculik orang.


"Tidak usah mengelak kamu Adrian..!!" potong seorang pria yang berjalan mendekati Adrian, ya dia adalah Devano Alexander orang yang telah melaporkan Adrian ke kantor polisi.


"Saya yakin kamu yang sudah menculik istri saya! Jadi sebaiknya kamu mengaku saja dan beritahu saya dimana Shella!" sambung Devano sambil menunjuk ke wajah Adrian mengenakan telunjuknya.


"Ohh jadi anda yang melapor ke polisi, hey anda dengar ya saya tidak sama sekali menculik istri anda! Jangan asal tuduh ya anda, saya bisa loh lapor balik atas pencemaran nama baik..!!" ujar Adrian yang tampaknya sangat emosi pada Devano.


Disaat Adrian emosi, justru Devano malah tersenyum sambil bertepuk tangan di hadapan polisi serta Satria & Bimo yang ikut tegang disana.


"Hebat hebat, akting anda sungguh hebat sekali pak Adrian! Saya takjub loh pada kemampuan anda, mungkin suatu hari nanti anda bisa menjadi aktor film terkenal! Tapi sayang sekali, kemampuan anda dalam berakting tidak dibarengi dengan kecerdasan! Bisa-bisanya anda meninggalkan ini tepat di apartemen saya, sungguh mengherankan.." ucap Devano tersenyum menunjukkan kartu nama Adrian pada semua orang disana.


Sontak Adrian melongok melihatnya, bagaimana bisa kartu nama miliknya bisa ada di tangan Devano dan dijadikan barang bukti untuk melaporkannya ke polisi.

__ADS_1


"Itu memang kartu nama saya, ya saya akui itu! Tapi saya sama sekali tidak melakukan apa yang anda tuduhkan itu, bahkan saya saja tidak tahu dimana lokasi apartemen anda! Sebaiknya anda jangan langsung menuduh saya hanya karena kartu nama itu ada di lokasi kejadian, bisa saja pelakunya sengaja menjatuhkan itu untuk mengadu domba kita! Cobalah berpikir menggunakan akal pak Devano!" ujar Adrian membantah tuduhan Devano.


"Cih sudah tersudut masih saja bisa ngeles, pak lebih baik orang ini langsung dijebloskan saja ke dalam sel! Saya muak mendengar ocehan dia!" ucap Devano meminta polisi menangkap Adrian.


"Mari pak ikut kami ke kantor!" ucap polisi yang melangkah maju memegangi tangan Adrian dan bersiap membawanya ke mobil.


"Tidak pak, saya tidak bersalah! Daritadi saya bersama papah saya jadi bagaimana mungkin saya bisa menculik istri dia pak! Lepaskan saya pak, ini tidak benar saya tidak bersalah pak..!!" ujar Adrian memberontak coba melepaskan diri dari genggaman para polisi itu.


"Tunggu pak, kalian tidak bisa langsung membawa anak saya begitu saja! Karena dia memang tidak bersalah pak, dia baru saja menjemput saya dari bandara jadi dia tidak mungkin menculik orang pak! Kalau bapak tidak percaya sebaiknya bapak cek cctv bandara untuk mengetahui kalau benar Adrian ada disana pagi tadi..!!" ucap Satria menahan polisi membawa anaknya.


"Tuh kan pak benar apa kata saya, lepasin pak saya itu tidak bersalah! Orang ini cuma asal tuduh saja tanpa bukti yang jelas, hey Vano apa anda sudah cek cctv apartemen anda? Kalau belum lebih baik anda lihat supaya anda tahu siapa pelaku sebenarnya!" ucap Adrian masih memberontak namun pegangan polisi itu begitu kuat.


"Tentu saya akan melihatnya nanti untuk menambah bukti-bukti kalau anda lah pelakunya, tapi sebelum itu anda harus dibawa lebih dulu ke kantor polisi karena anda sudah bekerjasama dengan manajer keuangan saya untuk membuat perusahaan saya bangkrut! Ayo pak tangkap dia dan bawa segera ke sel tahanan!" ucap Devano yang sudah diujung emosinya.


Adrian masih mengelak dan menggeleng-gelengkan kepalanya mengatakan kalau dia tak bersalah, tapi desakan dan bukti dari Devano membuat para polisi akhirnya memutuskan segera membawa Adrian ke mobil polisi.


Satria & Bimo hanya bisa pasrah melihat Adrian dibawa oleh para polisi itu, namun mereka akhirnya mengikuti mobil polisi dari belakang.


Sementara itu, Silvi & Tama sudah siap untuk berangkat kembali ke USA tempat mereka tinggal.


Laila juga sudah pulang dari kampus karena ingin mengantar orangtuanya ke bandara, kini mereka tinggal menunggu kedatangan Devano dan juga Shella yang sudah berjanji akan ikut mengantar.


Namun hingga saat ini, Devano & Shella tak kunjung datang kesana.. Silvi pun menyuruh Laila untuk menghubungi nomor abangnya itu.


"Laila, coba deh kamu telpon abang kamu tanyain dia jadi datang apa enggak kesini!" ujar Silvi.


"Iya mah sebentar aku ambil hp dulu," ucap Laila lalu mengambil ponselnya dari dalam tas.


Setelahnya Laila langsung menghubungi nomor Devano dan untungnya Devano langsung mengangkat telepon dari Laila itu.


📞"Halo La, ada apa?" tanya Devano dengan tangan satunya memutar setir mobil.


📞"Halo bang, lu jadi kesini apa enggak sih? Ini loh mamah sama papah udah nungguin lu dateng, kan lu dah janji mau anter mereka ke bandara bareng Shella juga!" ucap Laila berbicara cepat tanpa jeda.

__ADS_1


📞"Oh iya gua sampe lupa kalo sekarang mamah papah mau berangkat, sorry banget La kayaknya gue gak bisa anter papah sama mamah ke bandara deh! Soalnya Shella diculik sama seseorang, makanya sekarang gua lagi cari keberadaan dia!" ucap Devano mengelus dahinya.


📞"Hah Shella diculik? Kok bisa sih bang? Emangnya lu gak jagain dia apa??" ujar Laila terkejut mendengar kabar dari abangnya itu.


📞"Iya Shella tadi gua tinggal sendirian di apartemen, tiba-tiba pas gua balik dia udah gak ada dan kemungkinan besar Shella diculik karena gua nemuin kartu nama seseorang jatuh di lantai apartemen gue!" jelas Devano.


📞"Ya ampun bang harusnya lu jangan tinggalin Shella sendirian begitu dong! Yaudah lu cari aja Shella sampe ketemu ya, biar papah mamah gue aja yang anter ke bandara! Semoga Shella cepat ditemuin bang!" ucap Laila yang ikut panik.


📞"Iya aamiin, sampein maaf gua ke mamah papah ya! Yaudah gua tutup telponnya dulu..!!" ucap Devano.


📞"Iya bang, kabarin gue ya kalo ada perkembangan soal Shella..!!" ucap Laila.


Tut Tut Tut...


Devano langsung menutup teleponnya begitu Laila selesai bicara, sedangkan Silvi & Tama tampak syok mendengar pembicaraan Laila dengan Devano di telepon, mereka pun langsung mendekati Laila untuk bertanya lebih jelas.


"Laila, apa maksud kamu tadi bilang kalau Shella diculik? Memangnya benar kalau Shella itu diculik?" tanya Silvi.


"Iya mah, bang Vano barusan bilang begitu ke aku! Tapi sekarang dia lagi usaha buat cari Shella kok mah, oh ya dia juga bilang maaf karena gak bisa anter papah sama mamah ke bandara.." jawab Laila.


"Oh my God ya ampun kenapa bisa begini sih? Devano itu harusnya bisa menjaga istrinya dengan baik dong, kalau begini kan jadi repot urusannya!" ujar Silvi tampak cemas.


"Kalo gitu sebaiknya kita tunda saja penerbangan kita mah, karena rasanya papah gak tenang kalau belum mendengar kabar baik soal Shella!" ucap Tama.


"Iya pah kamu betul, mamah juga gak bisa tenang kalo begini..!! Kira-kira Devano sudah memberitahu Bu Jenar apa belum ya pah? Kasihan loh Bu Jenar pasti dia cemas memikirkan anaknya," ucap Silvi.


"Apa kita kesana aja mah? Sekalian nanti kita bantu Devano cari Shella bareng-bareng," usul Tama yang kemudian disetujui oleh Silvi.


Akhirnya mereka bertiga berangkat menuju rumah Jenar dengan Laila menyetir mobil.


...~Bersambung~...


...JANGAN LUPA LIKE+KOMEN YA GES YA!!!...

__ADS_1


__ADS_2