
...HAY GUYS!...
...WELCOME TO MY STORY!...
..."CINTA SATU MALAM CEO"...
...-------------------------------------------------------...
#CSMC EPISODE 184
...•...
...•...
Devano menuruni tangga sambil mengancingkan lengan panjang kemejanya, ia sudah rapih dan bersiap menuju kantor setelah beberapa hari ini fokus mengurus istrinya.
Tampak di meja makan sudah ramai oleh orang, ya ada Shella bersama 2 orang asisten rumah tangga barunya sedang menyiapkan sarapan untuk Devano dan yang lainnya.
"Wih masak apa nih, wangi banget! Dari atas aja udah kecium harumnya..." ucap Devano berjalan ke meja makan mendekati istrinya.
"Kamu udah rapih mas? Ini aku, bu Yuni sama Intan masakin nasi uduk buat kamu! Lauknya ada banyak loh kamu tinggal pilih aja mas, kami suka gak?" ujar Shella tersenyum.
Cupp... Devano malah menarik tubuh Shella ke dekapan nya lalu mengecup kening istrinya itu, membuat 2 asisten rumah tangganya senyum-senyum saja melihat itu.
"Jelas suka dong honey, apapun yang kamu masak pasti aku suka apalagi makanan mewah kayak gini...." ucap Devano.
"Alhamdulillah kalo kamu suka, yaudah kamu duduk mas biar aku ambilin nasi sama lauknya!" ucap Shella kemudian mengambil piring kosong dan menuangkan nasi ke dalam piring tersebut.
"Bu Yuni, sama Intan sekalian aja yuk kita sarapan bareng-bareng disini! Mumpung lauknya banyak kan enak kalo kita makan sama-sama disini, yuk gausah malu-malu!" ucap Devano menawarkan makan bareng pada 2 asisten rumah tangganya itu.
Tentu saja mereka berdua tampak ragu menerima tawaran dari majikannya itu, mereka takut dianggap lancang karena makan bersama majikan di meja yang sama.
"Eee gausah tuan, kita belum lapar! Tuan sama nyonya duluan aja sarapannya, kami juga masih ada yang harus dikerjakan di dapur!" ucap Bu Yuni.
"Oh begitu? Tapi honey, kamu udah pisahin lauk sama nasinya buat mereka kan?" ujar Devano.
__ADS_1
"Eee udah kok mas, kebetulan disana itu masih ada lauk sama nasinya! Jadi kalo Bu Yuni sama Intan mau makan, langsung ambil aja yang disana ya!" ucap Shella.
"Iya nyonya, kami permisi dulu...." ucap bu Yuni membungkukkan tubuhnya sedikit lalu menarik tangan Intan dan berjalan ke dapur.
Sementara Shella lanjut menuangkan lauk ke piring makan Devano, pria itu tampak senang dilayani oleh istrinya yang cantik jelita itu.
"Mau tambah apa lagi mas?" tanya Shella.
"Udah segini aja dulu honey, kalo kebanyakan nanti gak abis terus aku kekenyangan kan gak enak! Makasih ya cantik udah jadi istri yang baik buat aku...." ucap Devano tersenyum.
"Apa sih mas? Yaudah nih kamu makan yang kenyang biar kerjanya bisa fokus, oh ya mas nanti aku mau ke rumah sakit lagi ya?" ucap Shella.
"Iya honey, nanti biar aku suruh Rafael buat antar kamu kesana ya... soalnya aku abis sarapan harus langsung berangkat ke kantor!" ucap Devano.
"Iya mas gapapa kok, lagian pulangnya nanti kan kamu bisa jemput aku!" ucap Shella tersenyum lalu mengambil piring kosong juga untuk dirinya.
"Bener tuh," ucap Devano lalu menyendokkan nasi ke dalam mulutnya, ia langsung membulatkan matanya saat mengunyah makanan di dalam mulutnya.
"Wah nasi uduk buatan kamu perfect banget sayang! Ini sih kalo dijadikan menu sarapan buat restoran kamu kayaknya bakal laku banyak, oh ya omong-omong kamu sampe sekarang kok belum kontrol restoran sih? Itu kan sekarang udah jadi milik kamu honey!" ucap Devano merasakan kenikmatan dari nasi uduk buatan istrinya.
"Ah ngapain usaha aku dikasih ke Laila? Dia mah biarin aja usaha sendiri atau nanti minta sama suaminya, kalo harta aku kan cuma buat kamu sama anak-anak kita nanti!" ucap Devano mencolek pipi Shella.
Mendengar kata anak-anak membuat Shella mendadak sedih kembali, ia menunduk dan teringat pada kandungannya yang keguguran.
"Hey, kamu jadi keinget lagi ya? Maafin aku honey, aku gak bermaksud bikin kamu sedih lagi! Udah ya jangan nangis!" ucap Devano merangkul istrinya mencoba menenangkan Shella.
Tak lama kemudian, dengan gak ada akhlaknya Laila datang kesana menarik kursi secara kasar sampai membuat Devano & Shella terkejut.
"Cie cie... masih pagi udah peluk-peluk aja nih, gue yang jomblo mah bisa apa? Hehehe..." ujar Laila dengan nada meledek, namun ketika ia melihat wajah Shella yang tengah sedih ia pun malah mendadak cemas.
"Loh, lu kenapa Shella kok nangis? Heh bang, lu apain nih kakak ipar gue sampe kayak gini!" ujar Laila menatap tajam ke wajah Devano.
"Apaan sih lu? Udah lu diem aja kalo gak tau apa-apa! Kan lu jomblo, mending sarapan tuh!" ujar Devano terkekeh tapi tetap menepuk-nepuk lengan atas Shella.
"Ish ngeselin lu bang!" ujar Laila kesal.
__ADS_1
Devano malah tertawa terbahak-bahak, sedangkan Shella mulai kembali tersenyum tipis melihat adik-kakak itu saling ejek.
"Rasanya masih gak percaya gue Sel kalo lu sekarang jadi kakak ipar gue, kesannya jadi kayak film di tv ikan itu! Judulnya temanku ternyata kakak ipar ku atau kakak ipar ku ternyata temanku..." ujar Laila bergurau.
"Ada-ada aja kamu La," ucap Shella terkekeh mendengar ucapan Laila.
...•••...
Adrian datang kembali ke rumah sakit Medika indah untuk menjenguk Nadya, ia berhenti sejenak saat melihat ada mama Nadya dan bi Irah tengah duduk di depan ruang ICU.
Adrian pun ragu-ragu untuk menghampiri mereka karena takut ditanya-tanya penyebab Nadya sampai seperti ini, dan nantinya ketika ia jujur sudah tentu dirinya akan jadi bulan-bulanan mama Nadya.
Namun, setelah mengumpulkan keberanian serta mental yang kuat... Adrian maju ke depan mendekati mama Nadya dan bi Irah.
"Permisi tante, selamat pagi!" ucap Adrian sedikit membungkuk lalu mencium punggung tangan mama Nadya yang tengah duduk.
"Eh kamu Adrian, sini duduk!" ucap mama Nadya meminta Adrian untuk duduk disampingnya.
"Iya tante makasih," ucap Adrian berusaha bersikap sopan di depan calon mertuanya, ia pun duduk disana sambil tersenyum.
"Kamu pasti mau jenguk Nadya kan?" tanya mama Nadya menebak maksud Adrian kesana.
"Eee iya tante benar, apa Nadya nya sudah bisa dijenguk ke dalam tante?" ucap Adrian.
"Belum boleh Adrian, tapi kamu bisa lihat lewat kaca di samping itu...." ucap mama Nadya.
"Oh iya tante, kalo gitu saya mau lihat dari sana aja deh tan! Soalnya saya penasaran banget gimana perkembangan kondisi Nadya," ucap Adrian tersenyum kemudian bangkit dari duduknya.
"Iya iya silahkan!" ucap mama Nadya memberi izin bagi Adrian untuk menengok anaknya.
Adrian pun pergi berjalan menuju kaca untuk bisa melihat kondisi Nadya, wanita yang mulai ia sayangi saat ini.
...~Bersambung~...
...JANGAN LUPA LIKE+KOMEN YA GES YA!!!...
__ADS_1