Cinta Satu Malam Ceo

Cinta Satu Malam Ceo
Apa???


__ADS_3

...HAY GUYS!...


...WELCOME TO MY STORY!...


..."CINTA SATU MALAM CEO"...


...-------------------------------------------------------...


#CSMC EPISODE 162


...•...


...•...


Devano melepas pelukannya dari Vanya, ia baru sadar tak seharusnya melakukan itu karena ia telah mempunyai istri dan juga calon anak yang sedang dikandung oleh Shella.


Tampak Vanya juga merasa bersalah karena ia mau-mau saja dipeluk oleh Devano, berulang kali ia mengucap maaf pada lelaki itu.


"Maaf maaf, harusnya tadi aku gak perlu begitu!" ucap Vanya sambil mengusap air matanya.


"Gapapa kok bukan salah kamu, yaudah jangan nangis lagi ya! Aku paling gak bisa ngeliat cewek nangis kayak tadi, apalagi cewek itu orang yang pernah aku sayangi..." ucap Devano justru malah membantu Vanya menyeka air matanya.


"Eee... gausah Dev, aku bisa sendiri! Sebaiknya kamu jangan begini lagi, aku takutnya istri kamu nanti salah paham!" ucap Vanya menyingkirkan tangan Devano dari wajahnya.


Devano pun paham dengan perkataan Vanya, ia juga tau diri kalau saat ini dirinya telah beristri walau sebenarnya dari lubuk hatinya yang paling dalam Devano mengakui kalau ia masih sayang dengan wanita di hadapannya itu.


"Oh ya maaf aku lupa," ujar Devano gugup kemudian mendongakkan kepalanya ke atas seperti menyesali perbuatannya.


"Ayolah Vano, jangan kayak gini! Inget lu udah punya Shella dan dia lagi nunggu lu di rumah saat ini, jadi lu harus bisa jaga perasaan dia!" gumam Devano mengerutkan keningnya.


Vanya yang melihat itu merasa tambah bersalah karena malah menambah masalah yang dihadapi Devano, ia pun mendekati pria itu kembali dan mengucap maaf untuk yang kesekian kalinya.


"Sekali lagi, maafin aku ya Vano! Kehadiran aku disini malah bikin kamu tambah stress, harusnya tadi aku jangan kesini!" ucap Vanya.


"Gak perlu minta maaf terus, kan udah aku bilang ini bukan salah kamu! Oh ya kamu kesini sama siapa tadi...??" ujar Devano berusaha tegar di depan Vanya agar gadis itu tidak terus-menerus minta maaf padanya.


"Aku naik ojek tadi," jawab Vanya singkat.

__ADS_1


"Ohh, pulangnya mau aku anterin gak? Biar sekalian aja kan kebetulan searah rumah kamu sama rumah aku...." ucap Devano menawarkan tumpangan pada Vanya.


"Eee... kayaknya gausah deh, aku bisa sendiri kok! Kamu mending langsung pulang aja temuin istri kamu, dia lebih butuh kamu!" ucap Vanya memegang lengan Devano sambil tersenyum.


"Iya, tapi serius kamu gak mau bareng aku aja? Tenang aja kalau cuma antar kamu pulang, aku yakin istri aku gak bakal marah kok! Nanti juga aku bisa jelasin ke dia kenapa aku anterin kamu, lagian kamu kan sekarang tinggal sebatang kara disini...." ucap Devano tetap memaksa Vanya untuk bareng dengannya.


"Huh yaudah deh kalo kamu maksa mah, aku ngikut aja tapi kalau misal ada masalah di rumah tangga kamu aku gak mau ikut campur atau disalah salahin ya...!!" ucap Vanya.


"Iya santai aja, orang cuma anter pulang kok gak lebih! Kan sekalian aja biar kamu gak perlu keluar ongkos buat ojek gitu, yaudah yuk!" ucap Devano.


Vanya mengangguk saja, mereka pun pergi dari danau itu menuju mobil Devano yang terparkir di depan.... sedangkan pria yang membuntuti mereka juga telah pergi lebih dulu supaya tidak ketahuan oleh Devano ataupun Vanya.


Devano membukakan pintu mobil untuk gadis itu dan mempersilahkannya masuk ke dalam.


"Masuk!" ucap Devano.


"Makasih," ucap Vanya tersenyum lalu masuk ke dalam mobil Devano.


Setelah Vanya masuk, Devano pun menutup pintunya kembali dan segera menuju kursi kemudi.


📞"Halo pak Umar, ada apa nih?" tanya Devano sambil memasang seat belt nya.


📞"Gawat pak bos gawat! Ini bu Shella pingsan di dekat tangga, banyak darah keluar juga pak!" jawab pak Umar dengan nada panik.


📞"Apa...???" ujar Devano terkejut wajahnya langsung berubah seketika menjadi syok, ia bahkan tak bisa bernafas saat itu.


Vanya yang disebelahnya langsung ikutan terkejut karena ekspresi Devano yang terlihat panik, ia pun penasaran apa yang terjadi.


...•••...


Adrian kembali ke cafe tempat ia bertemu dengan Rafi tadi, ia ingin memastikan lagi pelayan wanita yang ia temui tadi benar masa lalunya atau bukan.


Adrian menunggu sampai jam pulang kerja cafe tersebut, cukup lama ia menunggu di depan cafe walau agak jauh sedikit dan hanya bersandar di badan mobilnya sambil sesekali melirik jam tangannya.


"Gue harus pastiin lagi itu benar dia atau bukan, karena tadi gue belum sempat bicara banyak sama dia! Kali ini dia gak akan gue biarin menghindar lagi...!!" gumam Adrian.


Setelah sekian lama, akhirnya cafe itu tutup juga dan jam pun telah menunjukkan pukul 11 malam... Adrian langsung keluar dari mobilnya begitu melihat wanita yang ingin ia temui keluar dari dalam cafe itu.

__ADS_1


Saat wanita itu lengah, Adrian langsung menariknya dan membekap mulut wanita itu lalu membawanya ke dalam mobil.


Kejadian itu lepas dari mata satpam yang berjaga karena sedang ngopi dulu gan...


Adrian pun memasukkan wanita itu ke dalam mobilnya lalu mengunci pintu mobilnya agar dia tidak bisa keluar.


"Lu mau apa sih...??!!" tanya wanita itu tampak emosi, kesal dan geram pada Adrian.


Adrian malah tersenyum menyeringai memandangi wajah gadis itu, ia menyeka rambut yang menutupi mata gadis itu namun dengan cepat si cewek langsung menangkis tangan Adrian.


"Jangan sentuh gue...!! Kalau lu berani macam-macam gue bakal teriak biar satpam tangkep lu!" ancam wanita itu berteriak.


"Silahkan aja teriak, tapi gue bakal hancurin hidup lu kalau lu berani lakuin itu!" ucap Adrian malah mengancam balik gadis itu sambil mencengkram wajahnya dengan kuat dan sedikit mendekatkan bibirnya.


"Ikut sama gue, maka hidup lu bakal aman! Jangan pernah bantah apalagi melawan perkataan gue satupun...!!" sambung Adrian.


Wanita itu manggut-manggut saja, lalu Adrian pun melepaskan tangannya dari wajah gadis itu dan dengan sengaja mengelap telapak tangannya itu menggunakan tisu.


"Kalo lu ngerasa jijik, kenapa lu pegang-pegang gue ha?" ujar wanita itu.


"Hahaha, teknik ancaman aja..." ucap Adrian kemudian menarik persneling mobilnya.


Adrian membawa gadis itu pergi dari sana dengan kecepatan tinggi, hingga membuat sang gadis panik takut mengalami sesuatu yang tidak diinginkan.


"Heh, lu gila ya? Pelanin dikit mobil lu, emang lu mau kita berdua mati konyol...??!!" ujarnya seraya berpegangan.


"Hahaha, baru segini aja udah takut lu! Dasar cewek lemah, pantes dulu lu gampang banget gue taklukin...!!!" ujar Adrian kembali mengeluarkan senyuman sadisnya.


Adrian menuruti kemauan gadis itu dengan memelankan laju mobilnya, akhirnya Adrian menoleh ke arah gadis itu sambil tersenyum.


"Puas?" tanya Adrian bermaksud meledek.


Wanita itu hanya diam lalu memalingkan wajahnya, tampak ia merasa lega karena Adrian mau memelankan laju mobilnya itu.


...~Bersambung~...


...JANGAN LUPA LIKE+KOMEN YA GES YA!!!...

__ADS_1


__ADS_2