
...HAY GUYS!...
...WELCOME TO MY STORY!...
..."CINTA SATU MALAM CEO"...
...-------------------------------------------------------...
#CSMC EPISODE 258
...•...
...•...
TOK TOK TOK....
"Iya, sebentar!"
Ceklek...
Pintu terbuka, Shella sungguh tercengang melihat suaminya ada di balik pintu tersebut dan membawakan sebuah buket bunga yang indah nan cantik di tangannya. Tentu langsung melontarkan senyum manisnya pada sang suami lalu mencium punggung tangan Devano sebagaimana istri pada umumnya, ia tak menyangka kalau Devano sudah datang padahal waktu masih siang dan belum sore.
"Loh, mas Vano kok udah pulang? Emang udah selesai ketemu sama kliennya??" tanya Shella penasaran.
"Iya, Alhamdulillah semuanya lancar jadi gak perlu waktu terlalu lama untuk capai kesepakatan! Emangnya kamu gak seneng kalo aku pulang lebih cepat dari biasanya? Oh atau kamu malah maunya aku pulang malam terus gitu, supaya kamu bisa enak-enakan tanpa aku??" ujar Devano.
"Ish apa sih, mas? Kamu kok sekarang jadi overthinking gitu sih sama aku? Gak mungkin lah seorang istri seneng ditinggal suaminya lama-lama, ada-ada aja kamu mah ah!" ucap Shella manyun.
"Hehehe, yaudah ini bunga buat kamu tadi sengaja aku beliin di jalan soalnya aku lihat bagus banget dan cocok dipegang sama kamu!" ucap Devano menyerahkan buket bunga itu pada istrinya.
"Makasih ya, mas! Yuk masuk dulu, aku bikinin minum buat kamu!" ucap Shella langsung menggandeng tangan suaminya dengan satu tangan lagi memegang bunga, mereka pun masuk ke dalam bergandengan tangan sambil tersenyum.
Lagi-lagi masih tak disadari oleh Devano, seorang pria yang memfoto Devano saat bersama Novi di cafe tadi rupanya terus mengikuti Devano sampai ke rumah Jenar dan ia kini bersembunyi di depan gang menuju rumah tersebut.
"Ohh jadi itu rumahnya, pasti si bos seneng banget nih dapet info berharga dari gue!" ucapnya.
__ADS_1
🌺
Sementara Devano sendiri kini sudah berada di dalam rumah Jenar, tampak Nadya juga masih duduk di sofa menikmati camilan yang dibuat Yani serta menonton tv. Namun, kehadiran Devano membuat Nadya sedikit canggung dan malah ingin pergi dari sana karena takut dianggap mengganggu.
"Loh, Sheila! Kamu mau kemana?" tanya Shella.
"Eee aku mau ke kamar aja deh, gak enak kalo disini nanti takut ganggu kamu sama suami kamu lagi!" jawab Nadya sambil nyengir.
"Kamu kok mikirnya begitu, sih? Mana mungkin kita keganggu dengan kehadiran kamu? Justru aku sama mas Vano malah seneng dan ngerasa tambah seru kalo ada kamu, ya kan mas?" ucap Shella.
"Iya honey, bener banget kata mbak kamu ini Sheila! Udah lah kamu disini aja, kita ngobrol-ngobrol supaya lebih akrab! Sekarang kan aku sama kamu juga udah jadi saudara, gak ada salahnya dong kalo kita ngobrol-ngobrol!" ucap Devano.
"Umm, iya deh..." ucap Nadya masih malu-malu.
"Yaudah kamu duduk dulu mas, Sheila! Aku mau ke dapur dulu buatin minuman, ya?" ucap Shella meminta suaminya duduk disana serta adiknya juga.
"Iya, honey!" ucap Devano.
Shella pun pergi ke dapur masih membawa buket bunga pemberian suaminya, sedangkan Devano duduk berhadap-hadapan dengan Nadya di ruang tamu dan tampak sekali kalau Nadya merasa canggung apalagi mereka hanya berdua.
"Iya, Alhamdulillah.... eee aku harus manggil kamu apa ya biar sopan?" ucap Nadya bingung.
"Hahaha, terserah kamu aja yang menurut kamu enak! Kalau mau panggil mas sama kayak Shella juga gapapa, gak ada salahnya kok!" ucap Devano.
"Ohh, iya mas..." ucap Nadya terus menunduk.
...•••...
Disisi lain, Laila sudah menyelesaikan mata kuliahnya untuk hari ini dan akan segera pulang ke rumah setelah tak ada lagi kegiatan yang harus ia lakukan di kampusnya sekarang ini. Lagipun, Laila juga sudah terlalu lama berada di kampus dan mungkin ia telah lelah berada disana apalagi sebelumnya sempat terlibat perdebatan dengan Ziva dkk.
Laila terpaksa memesan taksi online melalui ponselnya karena ia tak bisa membawa mobilnya hari ini, ya mendadak mamanya meminjam mobil tersebut untuk dibawa pergi arisan sekaligus silaturahmi katanya sama teman-temannya. Itulah mengapa Laila tadi datang ke kampus dengan diantar oleh Devano, namun untuk kali ini tak mungkin ia menghubungi Devano karena takut mengganggu abangnya itu.
Disaat bersamaan, datanglah sebuah motor yang berhenti tepat di depan Laila yang tengah berdiri disana sembari memegang ponsel. Seorang pria menurunkan standar motornya lalu menatap wajah Laila sambil tersenyum, ia celingak-celinguk seperti mencari sesuatu dan kembali ke arah Laila.
"Cari siapa lu?" tegur Laila bertanya penasaran.
__ADS_1
"Eee enggak, gue heran aja kok lu gak naik mobil? Emang mobil lu kemana?" ucap pria itu.
"Hadeh, Frans! Lu ngapain lagi sih kesini segala? Gue tuh mau pulang supaya otak gue tenang, eh malah ketemu lagi lagi disini!" ujar Laila kesal.
"Yah kok lu bilang gitu sih, La? Gue kan gak ngapa-ngapain disini, gue itu cuma bingung aja kenapa lu gak bawa mobil??" ujar Frans.
"Bukan urusan lu! Udah ah jangan disini terus, cepetan pergi sana!" ucap Laila.
"Gue gak mau pergi, kalo gak sama lu! Ayolah, biar gue antar sampe ke rumah lu gratis kok!" ucap Frans malah menawarkan tumpangan.
"Ogah! Gue juga udah pesen taksi online, udah sana lu pergi aja sendiri atau gak cari cewek lain yang mau diboncengin sama lu!" ucap Laila makin kesal.
"Lah gue gak mau! Udah sih lu bareng gue aja itung-itung irit ongkos, lagian itu taksi online kan bisa dicancel aja!" ucap Frans tersenyum.
"Duh ngeyel banget sih lu! Udah gue bilang gak mau ya gak mau, kalo lu gak pergi-pergi biar gue aja nih yang pergi dari sini!" ujar Laila.
"Eh iya iya, gue aja yang ngalah pergi!" ujar Frans akhirnya menyerah.
Frans pun memakai kembali helmnya lalu menaikkan standar motornya, ia mulai melaju pergi meninggalkan Laila disana.
"Huh akhirnya pergi juga tuh orang, bener-bener gak tahu diri padahal gue kan udah punya pacar! Lagian ayang bebeb Sadam kemana sih, ya?" ucap Laila cemberut memanyunkan bibirnya.
Tliingg...
Ponselnya malah berbunyi dan ketika ia melihat sebuah notif yang masuk, matanya sungguh tak bisa menutupi betapa terkejutnya ia.
"Hah? Dicancel??"
"Ish ya ampun, nyebelin banget sumpah asli! Dasar supir sombong gak mau terima rezeki!" umpat Laila kesal sendiri, ia sampai menginjak-injak aspal lalu menendang batu kerikil dengan keras.
Orang-orang yang berada di dekatnya pun memperhatikan tingkah Laila yang aneh, mereka membicarakan Laila bahkan menyebut gadis itu sudah miring alias stres.
...~Bersambung~...
...JANGAN LUPA LIKE+KOMEN YA GES YA!!!...
__ADS_1