Cinta Satu Malam Ceo

Cinta Satu Malam Ceo
Lagi M


__ADS_3

...HAY GUYS!...


...WELCOME TO MY STORY!...


..."CINTA SATU MALAM CEO"...


...-------------------------------------------------------...


#CSMC EPISODE 214


...•...


...•...


"Ya, jadi begitu ceritanya, honey!" ucap Devano setelah selesai menceritakan yang terjadi pada istrinya itu sambil tersenyum mengelus rambut Shella dengan lembut.


Sontak Shella yang kini terbaring di samping tubuh suaminya langsung menatap Devano dengan wajah terkejut serta kesal, Devano yang ditatap seperti itu malah terkekeh lalu mencubit gemas pipi Shella.


"Ish, sakit mas!" ujar Shella kesal.


"Lagian kamu kenapa, kok ngeliatin aku begitu? Ada yang salah sama muka aku atau kamu terpesona sama ketampanan wajah aku, honey?" ujar Devano sambil nyengir memandang wajah istrinya.


"Kepedean banget sih jadi cowok! Aku tuh kesel sama kamu, mas! Kenapa baru cerita sekarang coba kalau kamu tuh nyelidikin kecelakaan kita waktu itu? Harusnya kamu cerita juga dong ke aku, jangan diem-diem aja kayak gitu! Emangnya kamu gak anggap aku sebagai istri kamu??" ujar Shella.


"Hey, jangan marah dulu! Aku gak bilang sama kamu itu karena saat itu kamu kan lagi hamil, honey! Aku gak mau kamu malah jadi kepikiran terus kandungan kamu keganggu nantinya, jangan marah dong cantik!" ucap Devano memberi penjelasan pada istrinya sambil membelai rambut Shella.


"Hmm, ya yaudah..." ucap Shella singkat tanpa ekspresi namun justru membuat Devano makin gemas pada istrinya itu.


Devano pun merubah posisi tubuhnya menjadi lebih dekat pada wajah sang istri, jari-jarinya menyentuh bibir Shella memberikan sentuhan lembut yang menggoda. Namun, Shella justru menyingkirkan jari suaminya itu menjauh dari bibirnya.


"Kenapa?" tanya Devano dengan raut wajah penuh kekecewaan.


"Jangan, mas! Aku lagi haid, nanti kamu kecewa kalo aku gak bisa puasin kamu!" jawab Shella.

__ADS_1


"Ohh, yaudah gapapa deh! Biarin burung aku istirahat dulu selama beberapa hari, aku bisa tahan kok!" ucap Devano pura-pura tersenyum padahal perasaannya sangat kecewa karena gairahnya tadi sempat memuncak namun istrinya malah sedang haid.


"Bagus deh, mas! Oh ya kamu mau makan sekarang atau nanti aja?" ucap Shella tersenyum.


"Nanti aja deh, soalnya aku masih mau berduaan sama kamu walau aku gak bisa rasain tubuh kamu!" ujar Devano terkekeh sendiri mengatakannya.


"Ohh, yaudah terserah kamu aja mas!" ucap Shella.


Devano terus memandang wajah istrinya sambil mengelus-elus kepala Shella dengan lembut, sementara Shella sendiri juga menatap suaminya dengan wajah menggemaskan yang membuat Devano makin kesulitan menahan gairahnya.


"Terus perkembangan penangkapan mas Adrian itu gimana, mas?" tanya Shella.


"Belum tau, honey! Kalau ada kabar lebih lanjut pasti pihak kepolisian akan telpon aku kok, nanti juga aku bakal kasih tau sama kamu!" jawab Devano.


"Semoga dia cepat ketangkep deh, mas! Aku udah bosen banget denger tingkah dia yang nyebelin itu, kalau dia bisa ditangkap sama polisi kan aku juga jadi ikut bebas dari gangguan dia..." ucap Shella.


"Nah, makanya kamu berdoa aja supaya prosesnya bisa berjalan lancar dan Adrian bisa ditangkap secepatnya!" ucap Devano tersenyum.


...•••...


Sementara itu, Adrian yang berhasil kabur dari kejaran polisi saat ini berada di tempat tersembunyi yang sama dengan ia menyekap Novi disana. Untuk sementara tentunya Adrian akan tinggal disana agar polisi kesulitan menemukan keberadaan dirinya, ia meminta para anak buahnya berjaga-jaga di depan gedung tua tersebut dan mengabarinya jika ada yang mencurigakan atau mungkin polisi akan datang.


Adrian masuk ke ruangan tempat ia menyekap Novi, tampak gadis itu masih berada disana seperti sebelumnya dengan kondisi yang semakin memprihatinkan karena Adrian tak memberikan makanan 3 kali sehari. Ya ia hanya menyuruh anak buahnya memberi Novi makanan sekali dalam satu hari, bahkan itu pun tidak banyak.


"Wah wah, makin cakep aja sih kamu! Apa kabar, Novi? Betah kan tinggal disini?" ucap Adrian mendekati Novi.


"Pak, tolong bebasin saya dari sini pak! Saya harus merawat ibu saya di rumah, dia butuh bantuan saya! Tolong pak, bebaskan saya!" ujar Novi dengan suara lemas memohon pada Adrian untuk dibebaskan.


"Hahaha, apa kamu bilang? Bebasin kamu dari sini? No no no, itu gak akan terjadi sayangku! Kamu akan tetap berada disini selamanya, karena saya tidak akan pernah membiarkan kamu hidup bahagia!" ucap Adrian tertawa layaknya seorang psikopet.


Gadis itu tampak bersedih dan mengeluarkan air mata, Adrian yang melihat itu malah bertambah girang karena ia sangat senang melihat penderitaan orang lain apalagi orang yang dibencinya. Adrian langsung menjauh kemudian duduk di sofa yang tersedia, ia memerintahkan anak buahnya membawakan minuman untuknya.


"Hey, cepat bawakan saya minum! Saya haus!" perintah Adrian pada anak buahnya.

__ADS_1


"Baik, pak!"


Seorang penjaga disana langsung pergi keluar membuatkan minuman untuk Adrian, sedangkan satunya lagi masih tetap disana berjaga seperti biasa.


Adrian terus menatap Novi dari sana sambil senyum-senyum, ia seperti punya niat buruk pada perempuan di hadapannya itu apalagi ia terus memperhatikan paha mulus milik Novi yang terlihat jelas karena gadis itu masih memakai rok kerja.


"Kayaknya lumayan juga kalau Novi gue jadiin sebagai pengganti Femila, dari bentuk tubuhnya gak jauh beda sama Femila malah mungkin lebih menggoda! Ya daripada gue terus ngarepin Femila yang gak pasti itu, mending gue cobain aja dia!" batin Adrian sambil senyum-senyum licik.


Sementara Novi masih terus meneteskan air mata, ia sangat ingin terbebas dari sana tapi apa boleh buat hal itu sangat sulit ia lakukan. Dirinya sudah hampir 3 hari tidak bisa hidup bebas, bahkan ke kamar mandi saja ia harus ditemani oleh seorang penjaga.


...•••...


Disisi lain, para polisi yang tadi mengejar Adrian akhirnya memutuskan kembali ke rumah setelah gagal mendapatkan Adrian karena pria itu sudah kabur. Mereka menemui Frederick dan mengatakan kalau gagal dalam mengejar Adrian.


"Bagaimana, pak?" tanya Frederick.


"Kami gagal mendapatkan saudara Adrian, beliau sudah melarikan diri sebelum kami berhasil mendekat ke arahnya..." jawab komandan polisi.


"Anak itu memang cerdik, dia bisa melakukan apapun untuk membebaskan dirinya! Tapi saya yakin pak, dia pasti masih ada di sekitar sini karena Adrian tidak mungkin pergi jauh dari kota ini! Saya yakin betul pak, jadi sebaiknya bapak kerahkan tenaga tambahan untuk mencari Adrian di area dekat sini! Dan saya juga akan membantu dengan mengerahkan beberapa anak buah saya..." ucap Frederick.


"Baik, pak! Kami pastinya akan terus berusaha untuk mencari dan menemukan saudara Adrian, beliau harus segera ditangkap supaya penyelidikan ini bisa tetap berlanjut!" ujar komandan polisi itu.


"Terimakasih, pak!"


"Sama-sama, kalau begitu kami izin permisi untuk kembali ke kantor!" ucap komandan itu.


"Iya, silahkan pak!" ucap Frederick.


Para polisi itu pun pergi dari rumah Frederick untuk melanjutkan proses penangkapan Adrian, sementara Frederick kembali ke dalam rumahnya karena ingin meminta bantuan anak buahnya mencari Adrian.


...~Bersambung~...


...JANGAN LUPA LIKE+KOMEN YA GES YA!!!...

__ADS_1


__ADS_2