
...HAY GUYS!...
...WELCOME TO MY STORY!...
..."CINTA SATU MALAM CEO"...
...-------------------------------------------------------...
#CSMC EPISODE 195
...•...
...•...
Setelah sama sama puas bercocok tanam di ruangan yang kedap suara itu, Shella & Devano pun memakai kembali pakaian mereka masing-masing serta menyeka keringat di wajah mereka dengan tisu.
Tampak Shella masih terengah-engah meladeni permainan ganas dari Devano yang cukup rindu dengan goa milik istrinya, mereka pun memilih istirahat sejenak disana sebelum nantinya Devano akan mengantar istrinya itu pulang.
"Honey, kalo abis marah terus bikin anak itu rasanya enak banget kan? Ya pasti enak dong lagi panas-panasnya tubuh terus lanjut main gimana gak makin bergairah coba?" ujar Devano menggoda istrinya dengan berbicara seperti di dekat telinga Shella.
"Ish apa sih mas? Kamu mah emang gak tau waktu dan tempat ya, masa ngajakin aku begituan disini? Gimana nanti kalo ada orang atau karyawan kamu di luar yang dengar? Kan bisa malu aku mas...." ucap Shella masih ngos-ngosan.
"Hahaha, tenang aja honey mau sekeras apapun desahann kamu juga gak bakal ada yang denger kok dari luar! Ruangan ini kan sengaja aku bikin kedap suara, jadi supaya gak ada siapapun yang bisa kepo atau dengerin pembicaraan di dalam sini!" ucap Devano mendekap tubuh istrinya lalu mengacak-acak rambutnya yang baru dibetulkan.
"Ih masss! Aku susah-susah loh rapihin nya, kamu malah seenak jidat ngacak ngacak gitu! Aku gak mau tau ayo tanggung jawab rapihin rambut aku kayak semula!" ucap Shella manyun melipat kedua tangannya di dada.
"Duh kamu itu imut loh kalo kayak gini honey, udah gausah dirapihin ya? Biarin aja begini aku suka kok malah tambah imut kamunya, aku jadi semakin sayang sama kamu deh..." ujar Devano memuji sang istri agar tak ngambek.
"Apaan sih? Kerjaannya daritadi gimbal terus, yaudah yuk mas kita pulang aja! Aku capek nih pengen istirahat, tadinya kan aku kesini mau ajakin kamu makan malam berdua di luar! Eh kamunya malah lagi mesra-mesraan sama sekretariat, gimana aku gak emosi coba?" ujar Shella masih saja membahas yang tadi.
__ADS_1
"Ya ampun honey, aku kira setelah kita cocok tanam tadi kamu udah lupain soal itu loh! Eh malah dibahas lagi, kan aku udah bilang tadi tuh aku cuma mau nolongin Novi gak ada maksud lain honey.... ayolah kamu percaya sama aku, gak akan pernah aku berpaling ke lain hati karena di hatiku itu cuma ada kamu! Shella Kirana Oktaviani binti Muhammad Alfarizi yang paling cantik sejagat raya!" ucap Devano gemas dengan sang istri sampai mendekap erat tubuh Shella.
Shella yang merasa pengap memukul-mukul dada Devano meminta dilepaskan, akhirnya Devano melepaskan Shella tapi pipinya masih menjadi incaran untuk dicubit oleh Devano.
"Jangan marah lagi ya! Kita kan udah sama sama saling mengucap janji di pernikahan kita waktu itu, kalau kita akan saling percaya satu sama lain dan gak boleh ada kebohongan diantara kita...." ucap Devano.
"Ya tapi kan kamu yang sering ingkar janji sama bohongin aku mas, udah berapa kali coba kamu gak tepatin janji kamu itu? Harusnya sekarang kamu minta maaf sama aku karena udah bikin aku kecewa, bukannya malah minta jatah!" ujar Shella.
"Ahaha, iya iya honey... aku atas nama Devano Alexander mau minta sama kamu, karena selama ini aku sering banget nyakitin hati kamu dan juga ingkari janji-janji aku ke kamu! Mulai hari ini aku gak akan mengucap janji karena aku takut gak bisa menepatinya lagi, maaf ya honey!" ucap Devano menggenggam tangan Shella lalu menciumnya lembut.
Shella kini mau tersenyum lagi setelah sedari tadi hanya cemberut akibat cemburu, ia bahkan menatap mata suaminya tanpa berkedip.
Cuppp... bibir merah milik Shella yang kenyal itu langsung diraup saja oleh Devano karena sangat menggugah seleranya.
"Mmpphhh, mmpphhh..." suara yang keluar dari mulut Shella saat berusaha melepaskan ciuman Devano tapi gagal karena suaminya itu menahan kepala bagian belakangnya.
Ya akhirnya dua insan itu saling bercumbu menikmati kenikmatan bibir masing-masing.
•
•
Memang kaki Novi yang masih sakit membuat ia sulit berjalan sehingga harus dibantu oleh para satpam itu untuk bisa berdiri lama.
Tiba-tiba terlintas dalam pikiran Novi mengenai dirinya yang tega telah mengkhianati bisa yang begitu baik kepadanya, perasaan Novi pun jadi tak karuan saat ini. Ia bimbang harus bagaimana apakah memihak pada Adrian yang hendak merebut perusahaan Devano dan akan memberikan ia jabatan tinggi, atau memihak pada Devano yang telah memberinya kesempatan bekerja kala itu sampai bisa sukses seperti sekarang.
"Duh gue nyesel banget udah kerjasama sama pak Adrian buat hancurin pak Devano dari dalam, rasanya gue pengen banget ngakuin semua perbuatan gue selama ini! Tapi apa daya gue gak berani lakuin itu, tapi sekarang gue harus bagaimana? Gak mungkin gue bilang ke pak Adrian kalau gue mengundurkan diri bekerja sama dengan dia, bisa-bisa dia marah besar dan bongkar semuanya ke pak Vano!" gumam Novi kebingungan.
Tak lama kemudian, sebuah mobil hitam berhenti di depan sana yang mana itu merupakan taksi online pesanan Novi.
__ADS_1
"Dengan mbak Novi?" tanya supir itu pada seorang wanita yang berdiri di tengah dua satpam.
"Iya benar itu saya," jawab Novi kemudian melangkahkan kakinya maju ke dekat mobil dibantu oleh satpam yang juga membukakan pintu mobil untuk Novi.
Setelah masuk ke dalam, tak lupa juga satpam itu menutup kembali pintunya dan Novi tampak mengucapkan terima kasih sambil tersenyum ke arah mereka berdua.
...•••...
Disisi lain, Rafi tampak gusar memikirkan Femila dan ketika ia bergulat dengan gadis itu di ranjang semalaman sampai membuat ia pingsan dan kenikmatan.
Rafi ingin sekali merebut Femila dari Adrian dan menjadikan gadis itu miliknya, namun ia belum memiliki rencana yang pas untuk bisa melakukan itu.
"Gue harus cari cara supaya bisa dapetin Femila dan rebut dia dari tangan Adrian! Dia itu gadis yang selama ini gue cari, dia bisa bikin gue puas semalaman.... pokoknya gimanapun juga gue harus bisa rebut dia secepatnya dan bawa dia ke apartemen ini!" gumam Rafi.
Seperti tau sedang dipikirkan, Adrian pun menghubungi Rafi yang tengah memikirkan cara untuk merebut Femila darinya.
"Mau apa si Adrian telpon gue?" ujar Rafi bertanya-tanya pada dirinya sendiri.
📞"Halo Raf, lu lagi dimana sekarang?" tanya Adrian saat telponnya diangkat.
📞"Gue masih di apartemen nih, kenapa?" ucap Rafi.
📞"Oke, kalo gitu sekarang lu ke tempat Femila dan jagain dia lagi! Gue harus pergi tinggalin dia karena ada urusan di luar, tapi ingat jangan sedikitpun lu sentuh tubuh dia atau lu bakal berhadapan langsung sama gua!" ujar Adrian.
📞"Siap bos!" ucap Rafi singkat sambil tersenyum puas.
Setelah telpon dimatikan, Rafi tampak gembira lalu langsung bersiap-siap menemui Femila di tempat Adrian dan akan membawa gadis itu pergi dari sana menjauhi Adrian serta menjadikan Femila sebagai miliknya.
"Ini kesempatan gue buat bawa kabur Femila, gue yakin gadis itu pasti mau nurut sama gue!" gumam Rafi tersenyum smirk.
__ADS_1
...~Bersambung~...
...JANGAN LUPA LIKE+KOMEN YA GES YA!!!...