Cinta Satu Malam Ceo

Cinta Satu Malam Ceo
Adrian & Nadya


__ADS_3

...HAY GUYS!...


...WELCOME TO MY STORY!...


..."CINTA SATU MALAM CEO"...


...-------------------------------------------------------...


#CSMC EPISODE 74


...•...


...•...


Setelah lumayan lama berbincang dengan Lubis dan juga Jenar, Devano lalu menanyakan Shella pada Jenar ya mungkin kangen dia..


"Eee tante, Shella mana ya?" tanya Devano.


"Ohh pasti kamu kangen ya sama Shella, hahaha yowes sebentar tante panggilin dulu Shella nya biar kesini temuin kamu!" ucap Jenar.


"Iya makasih tan," ucap Devano tertawa kecil.


Jenar pun bangkit dari duduknya dan pergi ke kamar Shella tentunya.. Sementara itu, Lubis lanjut melontarkan pertanyaan pada Devano.


"Oh iya kamu ini kerjanya apa ya kalo boleh tau?" tanya Lubis.


"Eee saya kebetulan pengusaha om, Alhamdulillah juga usaha saya hampir semuanya lancar!" jawab Devano.


"Woah bagus dong, beruntung Shella pilih kamu buat jadi calon suaminya.." ucap Lubis.


"Ahaha bisa aja om yang ada saya yang beruntung bisa dapetin Shella," ujar Devano sambil tersenyum.


"Cih gayanya sok iye banget!" gumam Damar.


Lalu, tak lama kemudian Shella datang dengan Jenar menghampiri mereka di ruang tamu.


"Om apa kabar?" ucap Shella sambil mencium tangan Lubis.


"Baik kok, kamu dilihat-lihat makin cakep aja.." ujar Lubis.


"Bisa aja om ah, eh Damar kamu ikut juga ternyata.." ujar Shella.


"Iya mbak sekalian jalan-jalan ke Jakarta," ucap Damar.


Shella pun duduk di sofa berdampingan dengan Jenar, barulah ia menyapa Devano.


"Mas, kamu ngapain kesini?" tanya Shella.


"Ini loh aku kan bawain pesanan kamu, masa kamu lupa sih tadi kan kamu sms aku katanya lagi pengen makan kue bolu!" jawab Devano.


"Oh iya aku lupa mas, terus mana bolu nya?" tanya Shella.


"Ini ada kok honey," ucap Devano sambil memberikan kantong plastik berisi bolu.

__ADS_1


Shella pun langsung mengambil kantong plastik itu dari tangan Devano, ya dia seperti sudah tidak sabar untuk memakan bolu itu.


"Ya ampun Shella, kayak gak pernah makan bolu aja kamu!" ujar Jenar.


"Maklum lah mbak, Shella kan lagi hamil mungkin bawaan bayi.." saut Lubis.


"Iya bener tuh bu, ini gara-gara bayi aku makanya aku jadi gini!" ucap Shella.


"Yaudah sebentar biar ibu ambilin piring dulu, jadi bolu nya bisa ditaruh di piring!" ujar Jenar.


"Boleh Bu," ucap Shella.


Jenar pun pergi mengambil piring di dapur..


"Eee aku juga mau ke kamar mandi, udah gak tahan pengen buang air kecil.." ucap Damar.


"Oh jadi daritadi kamu diem aja tuh nahan pipis, kenapa gak langsung ke kamar mandi aja kan ini juga rumah kamu Damar.." ujar Shella.


"Hehe gak enak lah mbak, masa langsung nyelonong gitu aja gak sopan dong!" ucap Damar.


Damar pun langsung pergi ke toilet..


...•••...


Adrian mengajak Nadya ke sebuah taman sambil menutup matanya agar tidak bisa melihat kejutan yang ingin diberikan oleh Adrian tentunya.


Sesampainya disana, Nadya pun dibawa ke tengah taman tersebut..


"Pak, sebenarnya bapak mau bawa saya kemana? Bapak gak mau macem-macem kan?" tanya Nadya yang terlihat panik.


Adrian pun membukakan penutup mata Nadya dan dengan perlahan Nadya mulai membuka matanya.


Ia terkejut karena dirinya sekarang sudah berada di tengah-tengah bunga yang membentuk lambang love.


"Pak, ini maksudnya apa?" tanya Nadya bingung.


Adrian memberikan setangkai bunga mawar merah pada Nadya sambil mendekatkan dirinya pada Nadya.


"Ini untuk kamu Nadya," ucap Adrian.


"Bunga mawar? Dalam rangka apa bapak kasih bunga ke saya?" tanya Nadya.


"Gak dalam rangka apa-apa kok, saya cuma mau nyatain perasaan saya ke kamu.." ucap Adrian.


"Maksud bapak? Perasaan apa emangnya?" tanya Nadya.


"Saya suka sama kamu Nadya, kamu mau kan jadi pendamping hidup saya?" ujar Adrian sambil memegang dua tangan Nadya.


Nadya hanya bisa diam bingung harus menjawab apa, ia juga tak mengerti apa benar bosnya itu menaruh rasa suka padanya.


"Kok diem? Apa kamu gak mau jadi pacar saya??" tanya Adrian.


"Eee maaf pak, saya-" ucapan Nadya belum terselesaikan karena Adrian menaruh telunjuknya di mulut Nadya.

__ADS_1


"Sssttt..!! Jangan dilanjutin! Gapapa kalo kamu belum mau jadi pacar saya, tapi saya pastikan lambat laun pasti kamu bisa jatuh cinta pada saya!" ujar Adrian.


Lalu, Adrian mencium tangan Nadya dengan lembut dan membelai rambutnya..


"Saya mau ajak kamu lagi ke suatu tempat yang paling indah menurut saya, saya suka sekali pergi kesana ketika saya sedang happy maupun sedih.." ucap Adrian.


"Tempat apa emangnya pak?" tanya Nadya.


"Ada lah, kamu juga tahu nanti.. yuk langsung aja kita kesana sekarang!" ujar Adrian.


Nadya pasrah saja saat Adrian merangkulnya dan juga menarik tangannya lalu membawa ia pergi dari taman itu.


Saat melewati kebun bunga, Adrian berhenti sejenak untuk memetik satu bunga dari sana.


"Bunga ini pasti akan lebih cocok jika menempel di telinga kamu," ucap Adrian.


Adrian pun langsung menyingkap rambut Nadya dan menyelipkan bunga tersebut di telinga Nadya.


"Bener kan kamu tambah cantik Nadya! Yaudah yuk kita lanjut lagi!" ujar Adrian.


Mereka kembali berjalan sampai ke mobil Adrian, setelah masuk mobil tak lupa juga Adrian memasangkan seat belt pada Nadya.


"Pak, kenapa bapak jadi bersikap seperti ini pada saya? Apa karena ibu kandung saya itu?" tanya Nadya.


"Loh? Saya kan sudah bilang, ini semua saya lakukan karena saya cinta sama kamu Nadya! Harusnya kamu paham dong yang namanya cinta," ujar Adrian.


Lalu, Adrian menjalankan mobilnya dan pergi dari sana.


...•••...


Tak terasa hari sudah malam, Devano pun pulang ke rumah setelah puas mengobrol bersama Shella dan yang lainnya.


Sesampainya di rumah, ia melihat Laila alias adiknya sedang duduk di sofa telponan sambil senyum-senyum sendiri.


Devano pun langsung menghampiri Laila dan berniat meledeknya..


"Asek asek yang lagi kasmaran, telponan sampe senyum-senyum gitu.. Pasti telponan sama pacar kan? Gua mau ngomong dong coba sama cowok lu," ujar Devano.


"Ish kakak apaan sih? Gue gak telponan sama pacar, ini itu Zara bang!" jelas Laila.


"Ah masa sih? Terus kenapa lu senyum-senyum gitu?" ujar Devano.


"Iya ini si Zara cerita lucu deh pokoknya, lagian lu ngapain sih kepo banget??!! Udah sana mandi dulu!" ujar Laila.


"Iya iya oke, eh lusa ikut ya dinner bareng keluarganya Shella!" ucap Devano.


"Hah? Lu mau dinner sama keluarganya Shella? Wih sekalian bahas pernikahan ya.." ujar Laila.


"Mungkin, udah lanjutin tuh telponan nya! Gua mau ke kamar babay!" ujar Devano sambil mencubit hidung Laila.


"Ish sakit kak!!!" ujar Laila kesal sambil memegangi hidungnya.


Devano hanya tertawa lalu kabur dari sana...

__ADS_1


...~Bersambung~...


...JANGAN LUPA LIKE+KOMEN YA GES YA!!!...


__ADS_2