Cinta Satu Malam Ceo

Cinta Satu Malam Ceo
Momen indah


__ADS_3

...HAY GUYS!...


...WELCOME TO MY STORY!...


..."CINTA SATU MALAM CEO"...


...-------------------------------------------------------...


#CSMC EPISODE 220


...•...


...•...


Yoga menjenguk Nadya di rumah sakit, pria itu diizinkan masuk oleh Jenar & Lestari karena siapa tahu ia bisa membantu Nadya sadar dari komanya. Tentu saja dengan perasaan senang Yoga langsung masuk menemui Nadya di dalam ruang ICU, tampak Nadya masih terbaring disana tak bergerak sedikitpun membuat perasaan Yoga seperti teriris. Bagaimanapun juga Yoga sudah lumayan dekat dengan Nadya sebelum akhirnya gadis itu harus mengalami kecelakaan mobil, bahkan ia sudah sempat jalan berdua dengan gadis itu.


Yoga mendekat ke arah tubuh Nadya lalu berhenti tepat di sampingnya, ia menatap nanar gadis tersebut sembari membayangkan saat-saat kebersamaan mereka. Yoga berusaha menceritakan momen itu pada Nadya, ia sangat berharap kalau Nadya akan sadar dengan cara ia bercerita tentang masa-masa indahnya saat sebelum koma.


"Nadya, aku disini... iya, aku Yoga! Orang yang selalu setia menemani dan mendukung kamu, disaat susah maupun senang! Kamu pasti ingat kan, cantik? Waktu itu kita pernah duduk berdua di taman sambil makan batagor, kamu cerita tentang masalah kamu dengan calon suami kamu itu! Hari itu kamu terlihat sangat sedih sampai-sampai mobil kamu hampir aja nabrak mobil aku, tapi setelah kita bicara berdua di taman dan kamu keluarin semua isi hati kamu! Alhamdulillah saat itu kamu berhasil tenang dan tersenyum kembali, aku ikut senang loh karena bisa bikin senyum di wajah kamu itu datang lagi!" ucap Yoga tersenyum sendiri saat mengingatnya.


Masih tetap tidak ada respon apa-apa dari gadis yang koma tersebut, namun Yoga belum menyerah karena ia harus tetap berusaha untuk membantu Nadya sadar dari komanya. Bagaimanapun juga Nadya adalah gadis yang harus diperjuangkan, setelah Femila memilih pergi dari kehidupannya.

__ADS_1


"Oh ya, pasti kamu ingat juga kan saat kita berdua pergi ke sebuah tempat dan aku fotoin kamu disana? Iya benar, kamu cantik banget loh waktu itu apalagi yang fotoin aku beuh tambah-tambah dah cantiknya! Tapi sayang banget, kamu belum sempat lihat hasil foto itu kan waktu udah dicetak? Nah makanya aku kepengen kamu cepat sadar Nadya, supaya kita bisa lihat sama sama foto itu dan pasang fotonya di dinding kamar kamu! Pasti kamu gembira banget ngeliat foto kamu yang cantiknya gak ada lawan itu, aku sendiri aja gak bisa berhenti ngeliatin foto kamu itu yang ada di hp ku..." ucap Yoga juga menceritakan momen indah lainnya saat ia bersama Nadya, memang tak banyak yang bisa ia ceritakan karena mereka hanya bertemu sebentar.


Yoga telah selesai melakukan tugasnya untuk membantu proses penyembuhan Nadya, sudah tidak ada lagi cerita yang bisa ia sampaikan kepada Nadya karena semuanya udah diceritain. Yoga tampak menangis menitikkan air mata kesedihan, ia sangat-sangat berharap Nadya bisa segera sadar sehingga lebih banyak momen indah yang akan mereka dapatkan nantinya.




Sementara itu, di depan ruang ICU Jenar serta Lestari juga masih setia menunggu putri mereka sadar dari koma. Sudah cukup lama mereka tak bisa mendengar lagi suara sang putri serta tak dapat melihat lagi senyum manis di wajahnya, mereka sangat rindu akan itu dan berharap dapat melihatnya kembali ketika Nadya sudah sadar nantinya.


Lestari memang bukanlah ibu kandung dari Nadya, namun ia benar-benar tulus menyayangi Nadya seperti anak kandungnya. Lestari tidak bisa memiliki anak kandung karena masalah pada rahimnya, itu juga yang menyebabkan ia dicerai oleh suaminya dan sampai saat ini masih hidup sendirian. Oleh karena itu, Lestari sangat berharap Nadya bisa kembali pulih dan tinggal bersamanya lagi seperti dulu.


Kesedihan Lestari juga dirasakan oleh Jenar sang ibu kandung Nadya alias Sheila, walau selama belasan tahun ia tidak tinggal bersama putrinya itu. Namun, rasa kasih dan sayangnya pada Nadya tidak berubah sedikitpun. Ia masih sangat menyayangi Nadya sama seperti dirinya juga menyayangi Shella, bagaimanapun juga Jenar adalah ibu yang mengandung dan melahirkan Nadya. Jadi tentu saja Jenar juga sangat bersedih akan kejadian ini, apalagi ia merasa bersalah karena kecelakaan Nadya adalah akibat dari kesalahan dirinya yang salah menyebut nama putrinya itu.


"Tante...."


Tiba-tiba saja seseorang datang kesana memanggil dua wanita yang ada disana, tentu saja Jenar serta Lestari langsung terkejut dan reflek menoleh ke asal suara padahal tadinya lagi sedih. Jenar menghapus air matanya kemudian tersenyum memandang wajah pria yang baru datang tersebut, begitupun dengan Lestari karena ia juga mengenali pria itu.


"Nak Adrian/Rian..." ucap Jenar & Lestari secara bersamaan sambil menatap wajah Adrian.


Ya pria yang datang itu adalah Adrian Bagaskara alias buronan polisi saat ini, entah apa yang ada di pikirannya malah datang ke rumah sakit padahal ia sedang dalam kejaran polisi dan berita tentangnya sudah tersebar dimana-mana. Hampir semua orang sudah mengetahui itu, kecuali Jenar serta Lestari karena mereka terlalu fokus menjaga Nadya.

__ADS_1


"Iya, tante! Saya Adrian..."


...•••...


Disisi lain, Devano mengantar istrinya ke kamar karena Shella terus memegangi dahinya merasa pusing dan sakit kepala. Devano pun sebagai suami siaga langsung menggendong tubuh istrinya menuju kamar, ia khawatir terjadi sesuatu pada sang istri.


Ceklek...


Mereka memasuki kamar, tak lupa Devano menyalakan lampu disana agar suasana tidak terlalu gelap dan ada pencahayaan. Devano meletakkan tubuh istrinya di atas ranjang secara perlahan karena tak mau menyakitinya, ia mengusap wajah sang istri dengan lembut sembari mengecupnya sesekali.


"Kamu istirahat aja ya, biar aku sendiri yang datang ke lokasi Adrian! Aku gak mau kamu kenapa-napa apalagi kondisi kamu lagi kurang enak begini, jadi mendingan kamu istirahat aja disini! Nanti pasti aku bakal kabarin kamu kok kalo ada perkembangan selanjutnya, jangan bandel ya!" ucap Devano pelan sambil mengecup kening sang istri.


"Iya mas, aku tetap disini kok sampai kamu kembali! Tapi ingat, jangan sampai kamu terluka! Karena aku gak bisa ngeliat kamu luka walau sedikit, gimanapun juga kita kan sehari mas jadi kalo kamu sakit aku juga bakal ngerasain sakitnya..." ucap Shella.


"Hahaha, tenang aja honey! Aku kan kesana ditemani polisi yang udah aku hubungin, mereka juga udah on the way ke tempat Adrian kok! Yaudah ya aku pergi sekarang takut ketinggalan, ingat harus istirahat!" ucap Devano tersenyum.


"Iya, mas! Hati-hati ya di jalan....!!"


"Pasti dong!"


Cuppp...

__ADS_1


...~Bersambung~...


...JANGAN LUPA LIKE+KOMEN YA GES YA!!!...


__ADS_2