Cinta Satu Malam Ceo

Cinta Satu Malam Ceo
Hamil duluan kali


__ADS_3

...HAY GUYS!...


...WELCOME TO MY STORY!...


..."CINTA SATU MALAM CEO"...


...-------------------------------------------------------...


#CSMC EPISODE 223


...•...


...•...


Laila sampai di kampusnya dengan mengendarai mobil sendiri seperti biasanya, ia langsung turun dari mobilnya dan menggandeng tas tenteng miliknya di sela-sela lengannya. Wanita itu pun berjalan memasuki kampus dengan gaya lenggak-lenggok seperti model Korea, dipikirannya itu keren tapi dipikiran orang lain malah kelihatan norak.


Pukk..


Tiba-tiba ada yang menepuk pundaknya dari belakang dua kali secara bersamaan, Laila pun kaget tubuhnya sempat kejang sebentar karena pikirannya kosong tadi saat sedang berjalan.


"Ya ampun, kalian tuh ngagetin aja sih!" ujar Laila kesal saat melihat Zara & Yasmin di belakangnya, ya tentu mereka lah yang menepuk pundaknya tadi.


"Hehehe, sorry La! Jangan marah dong! Kita kan gak ada niat buat ngagetin, cuma mau manggil lu aja!" ucap Yasmin sambil nyengir.


"Hadeh kebiasaan!" ujar Laila memutar bola matanya.


"Hehe, jangan marah dong! Peace..." ucap Zara merangkul Laila sambil nyengir.


Yasmin pun juga mengikuti jejak Zara dengan merangkul pundak Laila, ya mereka bertiga kini rangkulan disana walau Laila masih agak sedikit syok dan detak jantungnya belum stabil akibat dikagetkan teman-temannya tadi.


"Kita traktir makan di kantin deh sebagai permintaan maaf, mau gak?" ujar Zara menawarkan traktiran.

__ADS_1


"Nah boleh tuh, tapi ada maksimal harganya gak?" tanya Laila memandang wajah Zara & Yasmin secara bergantian.


"Gak ada dong, unlimited bebas suka-suka lu! Pokoknya apapun yang lu mau bakal ditanggung langsung sama Zara, ya kan Zar?" ujar Yasmin.


"Iya dong..."


"Eh, sue banget lu! Masa gue doang yang bayar? Lu juga lah asu!" ujar Zara kesal.


"Hehehe santai gausah ngegas, nanti yayang David lu ilfeel loh kalo tau!" ujar Yasmin nyengir.


"Ish ya gak bakal lah! Dia kan gak ada disini, jadi aman gue mau ngapain kek gak perlu takut!" ujar Zara.


"Udah udah, gak perlu ribut! Gue juga gak mau ditraktir kok sama kalian, kita bayar sendiri-sendiri aja makannya biar adil! Dah yuk gas ke kantin!" ujar Laila menengahi sahabat-sahabatnya itu.


"Gas!" ujar Zara & Yasmin bersamaan.


Mereka bertiga langsung jalan bergandengan menuju kantin kampus sambil tertawa-tawa karena candaan yang dilontarkan Yasmin, ya diantara mereka bertiga Yasmin lah yang paling lawak dan suka bikin suasana menjadi cair. Sedangkan Zara adalah yang suka usil dan selalu punya ide untuk ngerjain temannya itu, ya Laila si ketua geng inilah korban dari keusilan Zara tersebut.


"Ketemu mereka bikin hati gue happy lagi, bener kata Shella kalau ketemu temen bisa hilangin sedih sama stress! Untung aja gue putusin buat berangkat ke kampus dan dengerin nasehat Shella, gak salah deh kak Vano jadiin dia istrinya..." batin Laila senyum-senyum sendiri.




"Sini aja, guys! Enak nih deket air pancuran jadi kelihatan tambah seger pemandangannya!" usul Zara menunjuk tempat duduk di dekat air mancur.


"Iya boleh, boleh! Sekalian gue mau kasih makan ikan-ikan disini, udah lama banget gue gak ngeliat mereka lagi sejak Shella putus kuliah!" ucap Laila mendekat ke arah air mancur yang berisi beberapa ikan, ia mengingat momen dulu saat memberi makan mereka (para ikan) bersama-sama.


"Iya ih, gue jadi kangen sama Shella pas kuliah! Dia kan suka banget sama ikan, itu yang bikin kita semua jadi tau banyak soal ikan dan manfaatnya!" ujar Zara juga ikut sedih mengingat Shella.


"Udah lah, guys! Jangan sedih kayak gitu ah! Kita kan kesini mau makan tau, bukannya mengenang Shella! Lagian kita kan masih bisa ketemu dia di rumah lu, Laila! Sekarang kan Shella itu jadi kakak ipar lu, ngapain coba sedih-sedih begitu??" ujar Yasmin.

__ADS_1


"Hah? Shella kakak iparnya Laila?"


Tiba-tiba ada suara wanita menyambar omongan mereka, sontak Laila dan temannya menoleh ke asal suara dan membulatkan mata saat melihat 3 orang wanita yang berpenampilan menarik tengah berjalan ke arah mereka dengan gayanya masing-masing.


"Gue gak salah denger nih?" tanya wanita itu lagi kini sudah berada di dekat Laila.


"Apaan sih lu, Va? Kepo banget jadi orang! Gak sopan tau nguping pembicaraan orang lain, lu bisa gue tuntut di pengadilan dengan tuduhan kepo terhadap privasi orang! Hayo mau lu masuk penjara?" ujar Zara tampak tidak suka dengan kehadiran mereka.


Ya ketiga wanita itu merupakan mahasiswi terpopuler di kampus mereka, banyak sekali orang disana yang mengidolakan mereka karena kabarnya mereka adalah seorang seleb yang mempunyai banyak penggemar di sosial medianya.


Ketiga wanita tersebut ialah Ziva, Jihan, dan Kiara. Mereka memang tidak suka dengan Laila serta teman-temannya, sejak dulu ketika masih ada Shella pun mereka sudah saling bermusuhan. Laila menganggap Ziva and the geng itu norak dan para penggemarnya lebay, sementara Ziva menganggap Laila dan temannya itu iri dengannya.


"Yaelah, gue kan cuma nanya! Kaget aja gue kalo ternyata Shella udah nikah dan jadi kakak ipar lu, Laila! Berarti alasan dia berhenti kuliah itu karena mau langsung nikah gitu? Tapi, kenapa dia harus buru-buru nikah ya....???" ujar Ziva.


"Hamil duluan kali!" saut Jihan & Kiara berbarengan.


Mendengar itu membuat Laila sangat emosi, ia tak terima teman sejati sekaligus kakak iparnya dihina seperti itu oleh mereka. Laila sampai mengepalkan tangannya tanda bahwa ia sangat-sangat emosi, bahkan Laila hampir saja hendak maju memukul Ziva kalau tidak langsung ditenangkan Yasmin & Zara.


...•••...


Disisi lain, Shella tidak bisa tidur istirahat karena terus mengkhawatirkan kondisi suaminya yang sampai saat ini belum mengabarinya sama sekali. Shella pun bangkit dari tidurnya mencari ponsel miliknya yang ia simpan di atas meja, setelah menemukan dan mengambilnya Shella langsung mencoba menelpon suaminya karena khawatir.


Namun, Devano tidak mengangkat telepon tersebut sehingga membuat Shella makin cemas dan khawatir pada suaminya itu. Wanita tersebut mencoba kembali menghubungi nomor Devano, ya tentu saja hasilnya masih sama yakni tidak diangkat oleh suaminya itu.


"Duh kok mas Vano gak angkat telpon dari aku sih? Emangnya dia gak tahu apa kalo aku khawatir banget sama dia??" ucap Shella cemas.


Akhirnya Shella memilih turun dari ranjangnya mengambil ikat rambut lalu mengikat rambutnya terlebih dahulu, setelahnya barulah ia berjalan keluar kamar mencari makanan karena ia sangat lapar.


Saat menuruni tangga, Shella malah teringat pada momen buruk saat dirinya jatuh disana dan mengakibatkan bayinya harus keguguran. Tanpa sadar air mata kembali pecah menetes ke pipinya yang mulus itu, Shella masih belum bisa 100 persen melupakan kejadian yang telah membuatnya kehilangan calon anak pertamanya itu.


"Maafin ibu, nak! Ibu bukan ibu yang baik buat kamu, harusnya ibu bisa jaga kamu sampai kamu dilahirkan ke dunia ini!" batin Shella terus menangis.

__ADS_1


...~Bersambung~...


...JANGAN LUPA LIKE+KOMEN YA GES YA!!!...


__ADS_2