
...HAY GUYS!...
...WELCOME TO MY STORY!...
..."CINTA SATU MALAM CEO"...
...-------------------------------------------------------...
#CSMC EPISODE 260
...•...
...•...
Laila akhirnya sampai di rumah setelah butuh waktu lumayan lama baginya untuk mendapatkan taksi online pesanannya, ia tampak sangat letih dan terlihat suntuk juga karena bermenit-menit berdiri di depan kampusnya menunggu kedatangan taksi. Ia langsung mendudukkan tubuhnya di sofa sambil menyandarkan kepalanya, bahkan saat ini wajahnya sudah lumayan berkeringat akibat terlalu lama berdiri dan terkena sinar matahari yang panas.
Melihat putrinya sudah pulang dan tampak lesu, Silvi sang mama cukup pengertian dengan membawakan jus buah segar untuk menyegarkan tenggorokan Laila yang pastinya kering sehabis bepergian di luar rumah. Rupanya Laila tengah memejamkan mata akibat terlalu letih, ia pun tak menyadari kehadiran mamanya disana yang menaruh gelas berisi jus jambu tersebut di atas meja.
Setelah itu, Silvi memilih duduk di samping putrinya menunggu Laila sampai membuka mata sekaligus menanyakan apa yang terjadi pada gadis itu hingga ia terlihat keletihan. Baru saja Silvi hendak menepuk pundak Laila, namun tiba-tiba suaminya yakni Tama muncul dari depan dan menempelkan jari telunjuk di bibirnya sebagai tanda agar istrinya membiarkan Laila terpejam dahulu.
Silvi manggut-manggut mengerti, Tama pun mendekati Laila dan mempunyai rencana jahil untuk mengerjai putrinya itu dengan menempelkan jari tengahnya pada lubang hidung Laila agar gadis itu tak dapat bernafas leluasa. Silvi yang menyaksikan keusilan suaminya hanya bisa diam geleng-geleng kepala menahan tawa, ia tak menyangka Tama bisa sejail itu pada putrinya.
Ya seperti yang diharapkan Tama, tentu saja Laila terbangun karena kesulitan bernafas dan ia langsung gelagapan lalu merasa malu karena melihat kedua orangtuanya ada disana menertawakan dirinya.
"Hahaha, lucu sekali kamu Laila!" ujar Tama tertawa sembari duduk di samping putrinya.
"Ish, papa! Kenapa sih gangguin aku aja? Aku tuh capek tau abis kuliah, mana tadi gak dapet-dapet taksi buat pulang!" ucap Laila bete.
"Hahaha, aduduh kasian sekali sih anak papa ini!" ujar Tama menarik kepala putrinya ke dalam rangkulannya lalu mengacak-acak rambut Laila.
"Ih pah, jangan ah!" ujar Laila sedikit kesal.
__ADS_1
"Iya udah dong, pah! Kasian itu Laila lagi capek, nah sekarang kamu minum jus jambu buatan mama dulu! Pasti kamu haus kan, sayang?" ucap Silvi.
"Wah emang mama terbaik deh, pake segala buatin aku jus kayak gini! Emangnya papa sukanya ngerjain aku terus, wlee..." ujar Laila menjulurkan lidah ke arah papanya lalu mengambil segelas jus itu dan meminumnya sampai tinggal setengah.
Tama & Silvi hanya geleng-geleng kepala menyaksikan putri mereka yang begitu cepat menghabiskan satu gelas jus jambu itu, sedangkan Laila tak sengaja bersendawa mungkin akibat kekenyangan atau kembung setelah minum jus.
"Maaf pah, mah!" ucap Laila merasa malu sekaligus bersalah karena tidak sopan.
"Gapapa, bagus juga kamu langsung reflek tutup mulut gak kebablasan terus!" ucap Silvi tersenyum.
"Iya benar itu, tapi jangan dibiasakan juga! Apalagi kalau kamu lagi makan sama temen-temen kamu diluar, itu gak sopan loh Laila!" sahut Tama.
"Iya pah, aku tau kok! Tapi kan yang begituan suka muncul tiba-tiba, aku susah buat nahannya pah!" ucap Laila nyengir.
"Ya makanya cari tau, kamu itu kan perempuan yang kayak begitu biarpun kecil tapi bikin image kamu jelek loh kalo ada orang lain yang lihat!" ujar Tama.
"Udah lah, pah! Kan Laila juga udah ngaku salah dan minta maaf, gak perlu lah diperlebar lagi!" ucap Silvi menyudahi perdebatan diantara mereka.
Disisi lain, Shella & Devano izin pamit pulang pada Jenar dan juga Nadya karena hari sudah menjelang malam lalu mereka juga sudah cukup lama berada disana terutama Shella yang sedari pagi.
Jenar pun tampak sedikit sedih karena putri dan menantunya akan pulang ke rumah, padahal ia berharap mereka mau menginap disana walau hanya untuk satu malam.
"Bu, Sheila! Kita mau pamit pulang dulu, ya? Ini udah sore juga gak enak takut dicariin mama sama papa, soalnya kan aku izinnya cuma sampe siang!" ucap Shella berbicara pada ibunya.
"Yah kok pulang sih, sayang? Mama kira kalian mau pada nginep loh disini, emang kenapa gak nginep aja sih?" tanya Jenar penuh harap.
"Maaf ya, Bu! Mungkin lain hari baru kita bisa nginep disini, untuk sekarang kan kita juga belum ada persiapan buat nginep!" ucap Devano mewakili sang istri sembari merangkul Shella.
"Ah yasudah tidak apa kok, terimakasih ya kalian sudah mau datang kesini buat jenguk Sheila!" ucap Jenar tersenyum.
"Gak perlu makasih dong, Bu! Sheila kan juga saudara kembar aku, udah sewajarnya kalau aku sama mas Vano jengukin dia disini! Lagian kita kan juga mau temu kangen sama ibu dan Sheila, besok-besok lagi aku sama mas Vano pasti mampir lagi mungkin sekalian sama mama papa!" ucap Shella coba menghibur ibunya.
__ADS_1
"Iya sayang, ibu tunggu ya!" ucap Jenar mengusap pelan wajah putrinya itu.
"Eee yaudah Bu, kita langsung pamit aja ya? Takut keburu malam dan nanti malah telat sampe rumahnya, makasih ya Bu atas jamuan nya buat kita!" ucap Shella tersenyum.
"Ya ampun sayang, ngapain bilang makasih coba? Masa iya anak sendiri dateng ke rumah gak dikasih apa-apa, udah udah kamu pulang gih!" ucap Jenar.
"Iya Bu, eee Sheila aku pamit ya?" ucap Shella lalu mengalihkan pandangannya pada Nadya yang sedari tadi tampak melamun.
"Eh iya mbak, hati-hati ya!" ucap Nadya gugup.
"Iya, cepat sembuh ya!" ucap Shella mendekati Nadya kemudian memeluknya.
Dua saudara itu berpelukan sebentar karena tahu waktu sudah mepet, Shella pun beralih memeluk ibunya sebelum ia bangkit dari sofa diikuti suaminya.
"Kita pamit ya Bu, Sheila! Assalamualaikum...." ucap Devano sembari mencium punggung tangan Jenar, Shella pun juga melakukan hal yang sama.
"Waalaikumsallam, hati-hati ya nak Vano nyetir mobilnya! Jangan ngebut loh, ini jamnya orang-orang pulang kerja pasti jalanan bakal rame banget!" ucap Jenar mengingatkan menantunya.
"Denger tuh, mas! Kalau bawa mobil santai aja, gausah pake ngebut segala kayak mau kejar mangsa aja!" ucap Shella.
"Iya iya," ucap Devano tersenyum sambil mencubit gemas pipi istrinya.
Akhirnya mereka pun berjalan pergi dari rumah itu, tampak Jenar & Nadya masih memperhatikan mereka sampai ke dekat mobil.
"Mas, aku seneng deh Sheila udah bisa pulang! Soalnya ibu jadi ada temen sekarang, biasanya kan ibu suka kesepian di rumah sendirian!" ucap Shella.
"Iya honey, aku juga ikut seneng lihatnya!" ujar Devano sambil mengusap rambut istrinya.
Mereka pun masuk ke dalam mobil dengan biasa Devano membukakan pintu untuk Shella, barulah ia memutar dan masuk melalui pintu lainnya.
...~Bersambung~...
__ADS_1
...JANGAN LUPA LIKE+KOMEN YA GES YA!!!...