
...HAY GUYS!...
...WELCOME TO MY STORY!...
..."CINTA SATU MALAM CEO"...
...-------------------------------------------------------...
#CSMC EPISODE 341
...•...
...•...
"Bagaimana bisa? Kenapa Shella sampai marah sama kamu begitu, Vano?" tanya Silvi penasaran.
"Iya Vano, coba cerita sama kita ada apa sebenarnya antara kamu sama Shella! Kenapa kalian ini masih pagi udah punya masalah begini? Apa kalian bertengkar di kamar tadi?" sahut Tama.
Devano terdiam menghela nafas. Ia mengambil secangkir kopi yang ada di meja lalu menyeruputnya.
"Enggak pah, aku sama Shella gak bertengkar kok! Cuma salah di aku sendiri aja, soalnya aku udah bikin Shella kecewa dan marah sama aku!" jawab Devano dengan suara pelan serta ekspresi yang lesu.
"Apa yang udah kamu lakuin emang sama Shella? Apa kamu paksa Shella buat layanin kamu lagi, iya?" tanya Silvi makin penasaran.
"Enggak mah, ini bukan soal itu!" ucap Devano.
"Yaudah, ceritain dong cepet ke mama sama papa! Ini kita penasaran loh, soalnya kan gak biasanya kamu sama Shella itu sampai marahan kayak begini!" ucap Silvi agak menekan Devano.
"Iya mah, ini aku cerita kok!" ucap Devano.
"Yaudah cepat!" ujar Silvi sudah tidak sabar menanti jawaban dari putranya.
Devano kembali menghela nafas sejenak.
"Jadi, semalam aku salah bicara sama Shella. Aku bilang kalau punya istri yang lagi hamil itu susah ya, terus Shella langsung sakit hati dan diemin aku sampai sekarang ini! Aku udah berusaha minta maaf dan bujuk dia supaya gak diemin aku terus, tapi dia kayaknya marah banget sama aku!" jelas Devano.
Silvi dan Tama pun kompak geleng-geleng kepala sembari mengusap wajah mereka dengan kasar.
__ADS_1
"Haish, Vano Vano... kamu itu istri lagi hamil kok malah bilang begitu sih? Kamu kan tau sendiri, kalau yang namanya wanita hamil itu pasti sensitif dan gampang tersinggung! Eh kamu malah bilang begitu, ya gimana Shella gak marah?" ujar Silvi.
"Tau nih, dulu aja pas mama kamu lagi hamil papa juga gak berani macam-macam apalagi bilang begitu ke mama kamu!" sahut Tama.
"Huft, iya pah, mah. Aku tau kok aku salah! Tapi, aku kan udah coba minta maaf sama Shella. Harusnya Shella mau dong maafin aku dan enggak cuekin aku lagi kayak tadi, ini malahan Shella gak mau ngomong sama sekali sama aku! Pas aku pamit buat berangkat ngantor aja, dia cuma diem!" ucap Devano.
"Halah! Udah gausah drama begitu! Orang salah kamu sendiri kok, ya kamu harus cari cara buat bujukin Shella supaya gak ngambek lagi!" ujar Silvi.
"Tapi, gimana mah? Aku udah coba berbagai hal tadi di kamar buat bujuk Shella, tetep aja gak ada yang berhasil dan Shella masih cuekin aku!" ucap Devano dengan suara agak dibuat-buat.
"Ya mana mama tau! Kan makanya kemarin mama udah wanti-wanti sama kamu buat hati-hati, eh sekarang udah bikin masalah aja! Harusnya kan semalam kamu biarin aja Shella tidur sama mama di kamarnya, terus kamu tidur di kamar papa berdua! Kalo begitu kan pasti kalian gak akan berantem kayak gini, ya gak pah?" ucap Silvi.
"Iyain aja deh, mah! Tapi, menurut papa sih lebih bagusnya kalo Shella tidur sama papa!" ujar Tama sambil nyengir.
Tentu saja Silvi kembali melotot ke arah suaminya dan memukul paha pria tersebut.
"Makan tuh! Udah tua juga masih aja genit sama menantu sendiri, bukannya mikirin umur!" ujar Silvi sambil terus memukuli suaminya.
"Aduh aduh, sakit mah! Papa kan cuma bercanda, jangan serius-serius dong!" ujar Tama.
Devano yang tengah bersedih, kini tampak tersenyum lantaran tingkah kocak kedua orangtuanya itu.
•
•
Shella berjalan ke dekat jendela kamarnya, ia membuka tirai lalu melihat keluar menyaksikan mentari pagi yang menyambutnya disana. Shella pun tersenyum lalu mengusap perutnya.
"Dek, nanti kalo kamu udah lahir pasti seneng banget bisa lihat pemandangan indah ini!" ucap Shella.
Tak lama kemudian, ponselnya berdering dan membuatnya harus beralih menuju meja untuk mengambil ponsel itu.
Terpampang nama ibunya di layar ponsel.
📞"Halo, ibu. Ada apa?" tanya Shella.
📞"Halo sayang, gak ada apa-apa kok! Ini ibu cuma mau tau kabar kamu aja, belakangan ini kan kita jarang komunikasi. Gimana sayang, apa kamu baik-baik aja?" ucap Jenar.
__ADS_1
Shella terdiam mengingat kalau ia belum memberitahu ibunya tentang kehamilannya.
📞"Eee Alhamdulillah aku baik kok, Bu! Oh ya, aku juga ada kabar gembira loh buat ibu!" ucap Shella sambil mengusap perutnya.
📞"Oh ya? Kabar gembira apa itu, sayang?" tanya Jenar penasaran.
📞"Tapi, sebelumnya maaf ya Bu karena aku baru kasih tau ibu sekarang! Soalnya kemarin-kemarin aku gak sempat, karena harus ngerayain ulang tahunnya mas Devano!" ucap Shella.
📞"Oalah, jadi nak Vano ulang tahun kemarin? Yaudah, ibu titip salam ya buat suami kamu selamat ulang tahun dan semoga sehat selalu gitu!" ucap Jenar menitipkan salam untuk Devano melalui Shella putrinya.
📞"Iya Bu, aamiin! Nanti aku sampaikan ke mas Vano, kalo dia udah pulang." ucap Shella.
📞"Ohh, jadi nak Vano sekarang lagi pergi?" tanya Jenar.
Shella mulai merasa pegal karena terus berdiri, akhirnya ia memutuskan untuk duduk di pinggir ranjang.
📞"Iya Bu, barusan aja berangkat!" jawab Shella.
📞"Yasudah, jadi kabar gembira apa yang mau kamu bilang ke ibu?" tanya Jenar penasaran sekali ingin mengetahui kabar gembira yang dimaksud Shella.
📞"Begini Bu, aku itu lagi hamil anaknya mas Vano." ucap Shella memberitahu ibunya.
📞"Apa? Kamu hamil sayang??" Jenar terkejut ketika mendengar perkataan putrinya barusan, ia sangat senang karena Shella akhirnya kembali mengandung setelah sebelumnya keguguran.
📞"Iya Alhamdulillah, Bu! Aku juga seneng banget, karena bisa diberi kesempatan untuk hamil lagi! Kali ini aku gak mau sia-siakan kesempatan yang diberikan Tuhan buat aku, aku bakal jagain calon bayi aku dengan lebih berhati-hati!" ucap Shella.
📞"Selamat ya sayang! Ibu bener-bener seneng loh dengar kabar gembira ini, nanti ibu mampir deh kesana sama Sheila juga!" ucap Jenar.
📞"Oh iya Bu, Sheila kabarnya gimana sekarang? Dia baik-baik aja kan, Bu?" tanya Shella.
📞"Sheila baik kok, sayang! Malahan sekarang dia udah bisa ingat kembali semua ingatannya tentang ibu dan juga yang lainnya, dia juga sekarang udah pacaran loh sama nak Yoga!" jawab Jenar.
📞"Oh ya? Wah Alhamdulillah banget dong Bu, kalau Sheila udah ingat semuanya! Terus juga semoga Sheila dan Yoga langgeng terus deh Bu sampai ke pelaminan supaya bisa susul aku!" ucap Shella.
📞"Iya, aamiin! Tapi, kalo bisa sih jangan buru-buru! Soalnya ibu belum siap ditinggal lagi sama putri ibu yang satunya," ucap Jenar.
Shella pun tertawa mendengarnya, namun di dalam hatinya ia tau jika Jenar pasti akan sangat kesepian bila Nadya nantinya menikah dan tidak lagi tinggal bersama sang ibu.
__ADS_1
...~Bersambung~...
...JANGAN LUPA LIKE+KOMEN YA GES YA!!!...