Cinta Satu Malam Ceo

Cinta Satu Malam Ceo
Ngambek lagi?


__ADS_3

...HAY GUYS!...


...WELCOME TO MY STORY!...


..."CINTA SATU MALAM CEO"...


...-------------------------------------------------------...


#CSMC EPISODE 272


...•...


...•...


"Honey, ada apa?"


Devano yang baru kembali dari toilet tampak penasaran melihat istrinya tengah memegang ponsel miliknya dan seperti menelpon seseorang, sontak saja Devano langsung menghampiri Shella untuk bertanya secara langsung karena ia khawatir kalau Shella menerima telpon atau bahkan menghubungi seseorang yang menurutnya mencurigakan.


Shella memang masih duduk terdiam disana menanti jawaban dari Novi di dalam telpon karena sekretaris suaminya itu tak kunjung berbicara padahal ia sudang menunggu, ia pun terkejut saat mendengar suara suaminya dari arah belakang dan reflek menoleh dengan handphone masih tertempel di telinganya karena panik.


"Eh iya mas, ini loh sekretaris kamu nelpon barusan! Karena gak ada kamu dan aku takut penting, makanya aku angkat aja! Maaf ya mas kalau aku lancang, serius aku bermaksud gitu kok!" ucap Shella sudah ketar-ketir duluan.


"Iya, gapapa... mana sini hp nya, masih tersambung kan?" ucap Devano meminta ponselnya.


"Hooh masih kok, mas! Tapi, sekretaris kamu malah diem dan gak mau bicara apa-apa!" ucap Shella sembari menyerahkan benda pipih itu kepada suaminya untuk dilanjutkan pembicaraan melalui telpon tersebut.


"Yaudah, aku terima telpon Novi dulu ya?" ucap Devano menampani ponselnya lalu berjalan agak menjauh dari Shella.


Shella pun tampak curiga mengapa Devano harus menjauh untuk menerim telpon dari Novi, apalagi tadi sekretaris tersebut juga tak mau berbicara lagi setelah mengetahui jika yang mengangkat telpon adalah dirinya dan bukan sang suami. Namun, dengan cepat Shella menepis itu semua karena tak mau berpikir negatif pada suaminya sendiri.


Sementara Devano kini tengah berbicara dengan sekretarisnya melalui telpon, ia tampak memelankan suara seperti tidak mau istrinya mendengar sambil sesekali menoleh ke arah sang istri untuk memastikan apakah Shella menguping atau tidak.


📞"Halo Novi, ada apa?" tanya Devano.


📞"Iya halo, pak! Ini saya cuma mau kasih kabar kalau mbak-mbak yang ngaku temen bapak tadi, yang namanya Viona itu udah pulang! Katanya dia males karena kelamaan nunggu bapak gak datang-datang, tadi saya mau bilang ke istri bapak tapi takut beliau malah curiga..." jawab Novi.

__ADS_1


📞"Ohh begitu, syukurlah kamu bisa mengerti Nov! Yasudah, terimakasih atas infonya sekarang saya juga mau langsung kesana untuk bertemu calon klien kita!" ucap Devano.


📞"Baik, pak! Kebetulan pak Ridwan juga setuju dengan penundaan jadwal yang saya ajukan, dan beliau menyepakati kalau kita akan bertemu siang ini tepatnya pukul 2 siang pak!" ucap Novi.


📞"Oke bagus, Novi! Kamu memang bisa diandalkan dalam kerjaan ini, itulah sebabnya saya menyukai kamu dan terus memakai kamu sebagai sekretaris saya!" ucap Devano memuji sekretarisnya itu.


📞"Ah bapak terlalu berlebihan, saya ini biasa-biasa saja kok pak belum terlalu pintar!" ucap Novi.


📞"Kamu sukanya merendah aja Novi, padahal semua karyawan saya juga sudah tahu kalau kamu itu anak cerdas yang bisa melakukan semua pekerjaan dengan benar!" ucap Devano.


📞"Terimakasih, pak! Memang itu kan juga sudah tanggung jawab saya sebagai sekretaris bapak, justru kalau tidak berhasil pasti saya akan dicap buruk dan bisa saja dipecat!" ucap Novi.


📞"Hahaha, yasudah sekali lagi terimakasih Novi!" ucap Devano tertawa kecil.


📞"Sama-sama, pak!" ucap Novi.


Telpon pun terputus setelah keduanya selesai berbicara, Devano tampak tersenyum manis memandang layar ponselnya itu.


Sedangkan dari belakang terlihat Shella kecewa pada suaminya karena ia mendengar beberapa kalimat ambigu keluar dari mulut Devano pada sekretarisnya, ya salah satunya adalah kata menyukai kamu.




Sementara itu, Jenar bersama Laila tengah membeli makanan untuk makan siang mereka dan juga Shella tentunya karena sekarang sudah memasuki waktu makan siang dan mereka tidak boleh telat makan apalagi Jenar yang memiliki sakit maag.


Yoga tidak ikut bersama mereka karena masih ada urusan lain yang harus diurusnya, ya sehingga kini Jenar hanya bersama dengan Laila yang kini juga telah ia anggap seperti putrinya sendiri karena Laila adalah adik kandung Devano menantunya.


"Sayang, mau makan apa kamu?" tanya Jenar menawarkan makanan pada Laila.


"Aduh aku bingung deh Bu, abis semua makanan di daftar menu keliatan enak-enak banget! Jadinya kan aku bingung mau pilih yang mana, kalau ibu sendiri mau makan apa?" ucap Laila kebingungan.


"Hmm... ibu mah yang biasa-biasa aja deh, paling nasi rames sama kerupuk aja!" ucap Jenar.


"Terus buat Shella sama kak Vano, apa?" tanya Laila.

__ADS_1


"Nah kalo itu ibu serahin ke kamu sayang, kan kamu anak muda pasti tau dong kesukaan mereka itu apa aja yang biasanya mereka makan lah!" ujar Jenar.


"Loh, Shella kan anak ibu juga harusnya yang pilihin makanannya ibu dong bukan aku!" ujar Laila.


"Hahaha, kan biar sekalian sama kamu sayang! Menunya disamain aja sama pesanan kamu, jadi biar gak ada yang protes atau apalah!" ujar Jenar.


"Ohh, iya deh Bu...."


"Tapi, aku pesen apa ya...??" ujar Laila kebingungan.


"Ya mana ibu tahu, sayang! Kamu emang lagi kepengen makan apa, sama sukanya makan apa?" ucap Jenar tersenyum.


"Umm... kwetiaw kayaknya enak sih Bu, tapi Shella suka gak ya?" ucap Laila.


"Ah dia mah apa aja suka, jangankan kwetiaw orang kayu sama batu juga dimakan sama dia!" ujar Jenar bercanda sambil tertawa kecil.


"Hahaha, ibu bisa aja malah becanda!"


Akhirnya Laila pun memutuskan memesan 3 kwetiaw goreng untuknya dan Shella serta Devano, sedangkan Jenar ya seperti tadi yang dibilang kalau ia mau makan yang biasa aja yakni nasi rames.


Tak lama kemudian, pesanan mereka sudah sampai dan Laila juga telah membayarnya lunas tuntas tanpa kredit atau utang-utang. Tanpa basa-basi lagi mereka pun pergi dari kantin lalu kembali ke ruang rawat Nadya untuk makan siang, ya mereka tak mau membuat Shella & Devano menunggu kelamaan.


Setelah sampai disana, terlihat sepasang suami-istri itu tengah duduk berduaan tapi seperti ada yang aneh karena mereka tampak diam saja tidak saling berbicara bahkan tak ada yang menatap satu sama lain seperti sedang marahan atau bertengkar.


"Bu, itu kak Vano sama Shella kenapa ya?" tanya Laila terheran-heran.


"Gak tahu juga, udah kita samperin aja!" jawab Jenar.


Laila mengangguk kemudian melanjutkan langkahnya ke depan mendekati mereka berdua, ya tampak Shella langsung sadar dari lamunannya dan menoleh ke arah Jenar begitu sang ibu menyapanya.


Begitupun dengan Devano yang langsung tersenyum saat sang adik menghampirinya memberikan satu bungkus kwetiaw padanya, Devano juga melirik sekilas ke arah istrinya namun Shella malah membuang muka seperti tak mau menatap wajah suaminya saat ini.


"Kamu kenapa sih, honey?" batin Devano.


...~Bersambung~...

__ADS_1


...JANGAN LUPA LIKE+KOMEN YA GES YA!!!...


__ADS_2