
...HAY GUYS!...
...WELCOME TO MY STORY!...
..."CINTA SATU MALAM CEO"...
...-------------------------------------------------------...
#CSMC EPISODE 250
...β’...
...β’...
Ceklek...
Tama masuk ke ruangan putranya yakni Devano karena ingin melihat bagaimana pria itu bekerja sekarang dengan segala kenyamanan yang sudah ia dapatkan, Tama pun berjalan ke arah putranya sembari tersenyum dan melihat ke sekeliling ruangan itu. Ia tampak takjub dan kagum dengan dekorasi disana yang begitu indah, pantas saja Devano betah berlama-lama disana pikirnya.
Melihat papanya datang tanpa mengetuk pintu, Devano sedikit kaget karena sedang melamun sembari menatap foto istrinya di bingkai. Ia langsung salah tingkah dan menaruh kembali bingkai itu di atas mejanya karena tidak mau papanya meledek nantinya, ia pun bangkit menyambut papanya memberi hormat serta mencium punggung tangan sang papa yang sudah ada di hadapannya kini.
"Silahkan duduk, pah! Tumben banget nih dateng ke kantor Vano gak bilang-bilang dulu, ayo pah duduk!" ucap Devano mempersilahkan papanya duduk di kursi hadapannya, namun Tama masih asyik melihat dekorasi baru di ruangan tersebut.
"Wah indah semua ya disini, kamu memang pintar memilih dekorasi yang bagus Vano!" puji Tama.
"Hahaha, ini juga ide dari Novi pah! Yasudah, papa duduk dulu supaya gak pegel berdiri terus! Lagian aku juga jadi pegel ngeliatin papa dongak-dongak terus kayak gitu, sini duduk pah!" ucap Devano.
"Iya iya, papa kan cuma mengagumi keindahan ruangan kamu Vano! Jujur, ini beda banget sama terakhir kali papa berkunjung kesini!" ucap Tama.
"Ya iyalah, pah! Ini kan berkat bantuan dana dari pak Frederick kemarin, makanya aku bisa tata ulang ruangan aku sama balikin omset perusahaan yang sempat turun!" ucap Devano.
__ADS_1
"Nah makanya kamu harus banyak berterima kasih sama pak Frederick itu, jangan sampai kamu malah bersikap arogan terus melupakan jasa dan kebaikan yang udah dia berikan ke kamu! Ingat, sikap seperti itu tidak diperbolehkan dalam hidup kita! Papa juga gak pernah mengajarkan ke kamu tentang begituan, papa yakin kamu pasti lebih paham!" ucap Tama.
"Iya pah, papa tenang aja! Mana mungkin sih aku bersikap seperti itu ke orang yang sudah sangat berjasa dalam kesuksesan aku ini, bodoh banget aku pah kalau sampai itu semua terjadi!" ucap Devano.
"Baguslah, semoga kamu terus begini! Oh ya tadi mama kamu telpon papa, katanya kamu harus langsung pulang karena mama sama istri kamu sudah buatkan makan siang yang spesial! Kasihan mereka kalau kamu sampai tidak pulang, lagian semua tugas kamu disini sudah selesai kan?" ujar Tama memberitahu pesan istrinya.
"Iya pah, aku bakal pulang setelah memberikan berkas ini ke Novi! Papa juga ikut pulang kan sama aku?" ucap Devano.
"Umm, ya begitulah! Kebetulan papa juga sudah sangat lapar sekarang, ayo kita pulang saja sekarang supaya lebih cepat juga kita cicipi makan siang buatan mama sama istri kamu!" ucap Tama.
"Wah pasti enak banget sih pah, soalnya mama sama Shella kan sama-sama jago masak!" ujar Devano.
"Yaudah buruan kasih berkas itu ke Novi, setelahnya kita langsung pulang!" ucap Tama.
"Iya pah..."
Devano pun membawa berkas-berkas tersebut di tangannya, ia dan papanya keluar dari ruangan itu untuk menemui Novi sekalian pulang karena sudah tidak sabar menikmati masakan Silvi & Shella.
Disisi lain, rupanya Jenar masih telponan dengan Shella di meja makan karena sebelumnya Shella menghubungi ibunya itu dan penasaran mengenai kondisi adiknya yakni Sheila yang baru pulang atau keluar dari rumah sakit.
π"Alhamdulillah deh bu kalau Sheila udah dibawa ke rumah ibu dan kondisinya baik-baik aja, maafin aku ya bu karena gak bisa nemenin ibu jemput Sheila di rumah sakit tadi! Aku bener-bener lupa kalau hari ini Sheila sudah boleh pulang, harusnya kan aku juga ada disana sekarang bareng-bareng sama kalian!" ucap Shella merasa bersalah.
π"Kamu gak perlu minta maaf, sayang! Ibu yakin Sheila juga pasti paham kok, kan kamu sekarang sudah jadi istri sahnya nak Vano dan juga jadi bagian keluarga Alexander! Ya pasti kamu banyak kesibukan disana apalagi mertua kamu baru selesai jalanin sidang, udah gapapa kok gausah sedih ya cantik!" ucap Jenar menghibur putrinya di telepon.
π"Umm, yaudah makasih ya bu karena udah pengertian banget sama aku! Ibu tenang aja, besok aku sama mas Vano pasti mampir ke rumah ibu buat bantu-bantu sekalian jenguk Sheila juga! Aku mau tahu gimana perasaan dia begitu dibolehin pulang ke rumah sama dokter, pasti dia seneng banget ya bu?" ucap Shella terdengar gembira kembali.
π"Ya begitulah sayang, ibu juga ikut bahagia ngeliat adik kamu ini seneng banget bisa pulang sama ibu! Kalau memang kamu mau kesini besok, yasudah nanti biar ibu buatin pie susu kesukaan kamu biar kamu juga gak bosen kalo disini! Tapi, misalnya suami kamu sibuk dan gak ada waktu buat datang juga gapapa kok sayang jangan dipaksa ya!" ucap Jenar.
π"Iya ibuku sayang, yang cantiknya ngalahin Lucinta Luna!" ucap Shella yang masih belum jelas antara memuji atau menghina ibunya.
__ADS_1
π"Waduh kamu ini ada-ada aja sayang! Masa ibu cantiknya disamain sama Lucinta Luna, sembarangan aja kalo ngomong!" ujar Jenar.
π"Hahaha, maaf ibu! Aku becanda doang, jangan marah ya!" ucap Shella tertawa kecil.
π"Iya iya ibu tau kok," ucap Jenar.
π"Oh ya bu, sekarang Sheila lagi ngapain?" tanya Shella menanyakan tentang adiknya.
π"Ohh ini adik kamu lagi dengerin obrolan kita, tapi dia nyambi makan juga soalnya laper! Eh ya omong-omong kamu udah makan siang belum, sayang? Jangan sampai kelupaan loh, nanti kamu sakit kan repot!" ujar Jenar.
π"Bentar lagi bu, aku masih nunggu mas Vano pulang biar bisa makan bareng-bareng! Eee kalo gitu udah dulu ya bu, gak enak aku jadi ganggu ibu sama Sheila yang lagi makan siang!" ucap Shella.
π"Gapapa kok, justru ibu seneng ditelpon sama kamu! Kelihatannya Sheila juga seneng kok, kita ini kan keluarga sayang!" ucap Jenar.
π"Iya ibu, yaudah ya ibu sama Sheila mending makan dulu sekarang! Nanti aku bakal telpon lagi kok sekalian aku mau bicara sama Sheila, eh kalo perlu kita video call aja bu biar aku bisa lihat wajah ibu sama Sheila juga!" ucap Shella.
π"Iya, yowes ibu makan dulu ya! Kamu juga loh jangan sampe lupa makan siang, perut kamu itu wajib diisi makanan!" ujar Jenar.
π"Oke bu, makasih ya udah mau angkat telpon aku! Assalamualaikum...." ucap Shella.
π"Iya, waalaikumsallam sayang!"
Telepon langsung diputus oleh Shella, Jenar pun tersenyum menatap Nadya yang tengah memandang ke arahnya. Mereka berdua lanjut menghabiskan makan siang yang ada di meja itu.
...~Bersambung~...
...JANGAN LUPA LIKE+KOMEN YA GES YA!!!...
__ADS_1
...Kita ucapin met ultah dulu yuk buat Celo a.k.a Nadya dalam novel iniπππ...
...π₯³π₯³π₯³...