
...HAY GUYS!...
...WELCOME TO MY STORY!...
..."CINTA SATU MALAM CEO"...
...-------------------------------------------------------...
...GUYS, MAAF YA ADA KESALAHAN TEKNIS SEBELUMNYA 😁🙏...
...HARUSNYA BAB INI DULU YANG DI UP, JADI BUAT YANG BINGUNG SILAHKAN BACA AJA DARI BAB INI...
...~~~...
#CSMC EPISODE 115
...•...
...•...
Shella terbangun dari tidurnya, namun saat ini ia tak bisa melihat apa-apa menggunakan matanya.
"Ada apa ini? Kenapa semuanya gelap?"
Shella pun coba meraba matanya, namun tangannya tak bisa digerakkan akibat ikatan yang menjeratnya.
Bahkan bukan hanya tangan, kakinya kini juga sudah terikat di atas ranjang empuknya itu.. Shella mencoba melepaskan diri dari ikatan itu, namun justru malah ikatan itu semakin kuat.
"Kenapa aku diikat dan ditutup seperti ini?"
Shella juga tak bisa berbicara karena saat ini mulutnya tertutup oleh sebuah lakban hitam.
"Eemmhh.. Mmpphhh..." hanya itu yang bisa terdengar dari mulut Shella saat ini, ya tentu ia tak bisa berbuat banyak dalam keadaan terikat dan mulut serta matanya tertutup.
Tak lama kemudian, terdengar suara seseorang yang membuka pintu dari luar.. Sontak Shella langsung berusaha berteriak dan menggerakkan tangan serta kakinya yang terikat itu.
Perlahan orang itu masuk ke dalam kamar lalu menutup kembali pintunya, ia pun berjalan mendekati Shella yang sedang terbaring dalam kondisi terikat itu.
"Jangan begitu sayang! Nanti kamu malah kesakitan loh, mending kamu rileks diem aja ya! Lagian ini juga gak selamanya kok, aku cuma mau cicipi tubuh kamu aja makanya aku ikat kamu begini.." ujarnya tersenyum lebar lalu duduk di pinggir ranjang.
"Mmpphhh.. Eemmhh.." Shella terus berusaha untuk berbicara dan melepaskan dirinya dari sana, sedangkan si pria malah tersenyum melihat gadis itu menggeliat di ranjang.
Kemudian, pria itu perlahan mendekatkan wajahnya pada leher Shella.. Ia mengendus-endus disana seperti kucing yang sedang mencari makanan.
"Dari dulu aku selalu suka wangi tubuh kamu sayang, seandainya kamu gak sia-siakan aku mungkin ini gak bakal terjadi..!!" ucapnya berbisik di telinga Shella sambil tersenyum.
__ADS_1
Shella mulai tak karuan mendapati lehernya dicium oleh laki-laki itu hingga meninggalkan jejak berwarna merah disana.
Ya tentu saja sebagai wanita normal, Shella merasakan tubuhnya kini mulai panas akibat sentuhan-sentuhan yang diberikan pria itu.
Setelah selesai bermain dengan lehernya, kini pria itu coba beralih ke bagian dada Shella yang masih terbungkus oleh sebuah dress itu.
Sontak ia langsung saja merobek dress yang dikenakan Shella tanpa ampun, kini hanya sebuah pakaian dalam yang menutupi tubuh Shella itu.
Tampak Shella mulai merasakan dinginnya angin yang berhembus di tubuhnya saat itu, sentuhan kecil yang diberikan si pria juga membuat Shella semakin berdebar-debar.
"Apa ini? Harusnya aku tidak membiarkan tubuhku disentuh oleh laki-laki lain selain mas Vano! Emang aku ini istri yang tidak baik..!!"
Pria itu pun mulai melancarkan aksinya, ia mengecup dada Shella dan juga meninggalkan tanda kepemilikan disana.. Kini hampir seluruh leher dan dada Shella sudah dipenuhi tanda merah yang dibuat oleh pria itu.
Ia terus menelusuri tiap inci area leher hingga dada milik Shella, membuat Shella sedikit mengerang.
"Gimana rasanya sayang? Masih enak seperti dulu kan? Aku akan bikin kamu seperti merasakan surga dunia sayangku..!!" ucapnya berbisik di telinga Shella sambil menggigit sedikit telinganya itu.
Shella terus menggelengkan kepalanya berharap pria itu mau berhenti melakukan itu padanya, tapi apa daya justru pria itu semakin bersemangat untuk menikmati tubuh Shella yang sudah 1/4 telanjang itu.
Ia membuka lakban yang melekat di mulut Shella dengan kasar hingga membuat Shella meringis kesakitan pada mulutnya.
"Dasar kurang ajar kamu! Kenapa kamu lakuin ini ke aku? Siapa kamu sebenarnya..??!!" ujar Shella dengan nada tinggi.
Penculik itu malah mengelus lembut bibir Shella dengan telunjuknya, sementara Shella berusaha menjauhkan mulutnya itu karena tau apa yang akan dilakukan penculik itu padanya.
"Siapa dia? Mengapa dia seperti tau tentang diriku?"
Penculik itu langsung memajukan bibirnya bersiap menerkam bibir Shella yang indah itu.
Namun, tiba-tiba saja terdengar suara pintu terbuka dengan keras dan seseorang pria masuk ke dalam sana dengan tatapan tajam seperti hendak menikam orang.
BRAAKKK..
Sontak penculik itu bangkit dan menoleh ke belakang lalu terlihat Rafi berdiri disana menatap tajam ke arah pria itu.
"Siapa anda?" tanya pria itu.
Rafi tampak sangat geram pada pria di depannya saat melihat kondisi Shella yang sudah hampir telanjang.
"Dasar lelaki jahanam! Beraninya kau melakukan ini pada Shella, kau harus diberi pelajaran..!!" ucap Rafi sambil mengepalkan kedua tangannya.
"Siapa anda ha? Bagaimana mungkin anda bisa mencapai tempat ini??" tanya pria itu yang masih keheranan ia juga berusaha menelpon anak buahnya dengan ponsel di tangannya.
"Percuma saja kau menghubungi anak buah kau itu, karena mereka semua sudah habis dibantai oleh saya! Jadi sekarang giliran anda yang akan saya habisi disini..!!" ucap Rafi.
__ADS_1
Sontak pria itu melempar ponselnya begitu saja dan bersiap menghadapi serangan dari Rafi, tampak Rafi yang sudah emosi langsung saja berlari ke depan dan menendang perut si penculik itu hingga terpental menabrak tembok.
Sementara Shella masih kebingungan siapa yang datang itu karena kini matanya masih tertutup.
"Siapa dia? Tapi semoga saja dia orang baik yang ingin menolongku, karena aku sudah tidak tahan berada di tempat ini.." batin Shella sambil terus berusaha melepaskan diri dari ikatan itu walau sulit.
Rafi terus memberi pukulan di wajah penculik itu sampai kini darah segar mengalir di seluruh wajahnya.
"Itu balasan untuk lelaki brengsek seperti kau!" ujar Rafi yang lalu bangkit karena kini kondisi pria itu sudah lemah tak berdaya akibat pukulan darinya.
Sontak Rafi langsung menuju Shella yang masih terbaring disana dalam kondisi terikat.
"Shella, kamu gapapa kan Sel? Ini aku Rafi dan aku kesini untuk bebasin kamu dari penculik brengsek itu!" ujar Rafi mendekati Shella.
"Rafi? Bener ini kamu?" tanya Shella lemas.
Rafi pun membuka penutup mata Shella sehingga kini wanita itu bisa melihat dengan jelas wajah pria yang ada disampingnya.
"Gimana? Kamu udah percaya kan sekarang? Maaf ya aku telat datang kesini buat selamatin kamu, tapi kamu tenang aja sekarang kamu udah aman kok!" ucap Rafi tersenyum menatap mata Shella.
"Terimakasih Raf, tapi tolong kamu cepet bukain ikatan di tangan aku ini..!! Soalnya aku malu apalagi kamu kan cowok!" ucap Shella.
Rafi pun menuruti kemauan Shella barusan, ia langsung membuka ikatan di tangan Shella sambil menutup matanya karena tak mau tergoda oleh tubuh gemulai Shella itu.
Setelah lepas, Shella langsung bangun dan memakai kembali bajunya untuk menutupi bagian tubuhnya itu.
Barulah kini Shella melepas ikatan di kakinya dibantu juga oleh Rafi.. setelah lepas sempurna, Shella sangat penasaran sekali dengan wajah penculiknya itu dan langsung menghampirinya.
"Riza?" ucap Shella sambil menutup mulutnya seperti tak menyangka kalau laki-laki itu yang menculiknya.
"Kamu kenal dia?" tanya Rafi yang berdiri disampingnya.
"Iya, dia teman SMP aku!" jawab Shella manggut-manggut sambil mengeluarkan air mata.
"Gausah takut lagi ya, sekarang kan kamu udah bebas dan ada aku disini!" ucap Rafi menarik kepala Shella lalu menyandarkannya di bahunya.
"Makasih Raf, aku gak tahu lagi tadi gimana jadinya kalau gak ada kamu yang nolongin aku!" ucap Shella sambil menangis dan memeluk tubuh Rafi.
"Sama-sama," ucap Rafi memberi kecupan di kening wanita itu lalu mengelus lembut lengannya.
"Kita pergi dari sini yuk!" sambung Rafi.
Shella pun mengangguk sambil melepas pelukannya, mereka berdua lalu keluar bersama-sama dari sana meninggalkan Riza yang masih tergeletak pingsan.
...~Bersambung~...
__ADS_1
...JANGAN LUPA LIKE+KOMEN YA GES YA!!!...