
...HAY GUYS!...
...WELCOME TO MY STORY!...
..."CINTA SATU MALAM CEO"...
...-------------------------------------------------------...
#CSMC EPISODE 269
...•...
...•...
Devano yang baru keluar dari kantor polisi sehabis menemui Adrian, kini tengah dalam perjalanan menuju kantornya untuk lanjut mengurus pekerjaan yang belum sempat ia urus karena sangking inginnya menjenguk Adrian di penjara untuk menambah penderitaan pria tersebut yang selama ini selalu saja membuatnya kelimpungan sampai hampir bangkrut dan kehilangan segalanya.
Namun, saat di jalan tiba-tiba ia kepikiran dengan istrinya yakni Shella yang sampai sekarang memang belum mengabarinya apakah sudah berada di rumah Jenar atau masih di jalan karena sebelumnya sang istri memang sudah pamit padanya kalau ingin main ke rumah Jenar bersama Laila. Ya Devano tak bisa menemani istrinya itu karena harus ke kantor polisi dan setelahnya pun pergi ke kantor, maka dari itu sekarang ia sangat penasaran dengan istrinya.
Devano pun memutuskan untuk menghubungi sejenak istrinya menanyakan kabarnya karena ia betul-betul cemas pada sang istri saat ini, akan tetapi telponnya tidak tersambung ke ponsel Shella dan membuat Devano makin penasaran mengapa Shella harus mematikan ponselnya padahal ia sangat ingin mengetahui kondisi sang istri sekarang.
"Duh, kok gak aktif ya?" gumam Devano.
Alhasil saat ini Devano menjadi ketar-ketir cemas pada sang istri yang tidak bisa dihubungi, ia pun coba menghubungi Novi sekretarisnya untuk mengabarkan jika ia tidak bisa datang tepat waktu ke kantor karena harus memastikan kondisi Shella alias istrinya baik-baik saja dan tidak kenapa-napa.
📞"Halo, Novi!" ucap Devano dengan nada cemas.
📞"Iya halo, pak!" ucap Novi pelan.
📞"Kamu sudah di kantor kan, Nov?" tanya Devano.
📞"Sudah kok, pak! Kebetulan saya sekarang lagi di ruangan saya mengurus keperluan meeting, bapak sendiri ada dimana sekarang?" ucap Novi.
📞"Nah itu dia, Nov! Saya tidak bisa datang tepat waktu ke kantor sekarang, soalnya saya harus temuin istri saya dulu!" ujar Devano.
📞"Oh begitu, tapi pak kita kan sudah ada janji dengan calon klien kita jam 11 hari ini!" ucap Novi.
__ADS_1
📞"Iya saya tahu, karena itu saya minta tolong sama kamu untuk reschedule jadwal meeting saya untuk beberapa jam ke depan! Bisa kan, Nov?" ujar Devano.
📞"Eee... iya bisa kok, pak!" ucap Novi.
📞"Oke bagus, terimakasih Nov!" ucap Devano.
📞"Sama-sama, pak!" ucap Novi.
Setelahnya, Devano pun memutus telponnya lalu kembali fokus menyetir dan kali ini ia mengalihkan laju mobilnya ke arah rumah Jenar untuk memastikan apakah sang istri sudah sampai disana atau justru malah ternyata tidak ada disana.
"Kamu ini bikin saya khawatir aja, Shella! Walau sekarang Adrian sudah di penjara, tapi tetap saja saya khawatir kalau kamu gak ada kabar kayak gini terus ponsel kamu juga gak bisa dihubungi!" gumam Devano panik sepanik-paniknya.
🌺
Sementara Novi tampak bingung setelah menerima telpon dari Devano, ia tidak tahu bagaimana caranya untuk memberitahu calon klien di perusahaan itu kalau bosnya meminta menunda jadwal meeting diantara mereka karena takut kalau si kliennya itu menoleh dan akhirnya malah mundur.
Tiba-tiba telponnya berdering hingga membuat Novi sedikit terkejut karena sedang melamun, tanpa basa-basi ia pun mengangkatnya untuk mengetahui siapakah yang menghubunginya kali ini setelah tadi si bos alias Devano.
📞"Halo, mbak Novi!" ucap seseorang di telpon.
📞"Iya halo, Ser! Ada apa??" ujar Novi.
📞"Ohh, siapa namanya?" tanya Novi penasaran.
📞"Bentar bentar aku tanya dulu... katanya namanya Viona, dia bilang sudah ada janji sama pak Vano!" jawab Serena.
📞"Viona? Saya baru dengar nama itu, perasaan yang hari ini ada janji sama pak Vano tuh cuma pak Ridwan deh calon klien kita! Jangan-jangan dia bohong lagi, yaudah gini aja deh biar aku kesana samperin dia terus ngomong perlahan-lahan ke dia!" ucap Novi sambil garuk-garuk kening.
📞"Oke, thanks mbak Nov!"
Setelah telpon dimatikan oleh Serena, Novi yang sangat penasaran dengan perempuan bernama Viona itu mau tidak mau harus keluar menemuinya daripada malah terjadi masalah walaupun ia saat ini juga tengah kebingungan memikirkan cara untuk mereschedule jadwal meeting bosnya.
•
•
__ADS_1
"Mana ini, mbak? Saya itu mau ketemu sama Devano, dibilang saya udah ada janji sama dia! Kalo kamu gak percaya silahkan hubungi aja dia, tolong jangan tahan-tahan saya begini ya!" ujar seorang perempuan berambut pendek sebahu.
Serena yang berjaga di bagian resepsionis tampak kewalahan sekaligus bingung menghadapi perempuan tersebut yang terus saja memaksa minta dipertemukan dengan Devano, padahal berkali-kali ia sudah menjelaskan kalau bosnya itu belum datang ke kantor tetapi wanita itu tidak percaya.
"Sabar ya, mbak! Sebentar lagi sekretaris pak Devano bakal kemari, nanti mbaknya bisa tanya langsung ke dia ya! Karena dia juga lebih tahu tentang pak Vano, sabar dulu ya mbak!" ucap Serena berusaha tenang.
"Haish... mau ketemu temen lama aja susahnya minta ampun, ya? Padahal dari dulu saya sama Devano Deket banget, bahkan sering nongkrong bareng setelah pulang sekolah!" ujar wanita itu.
Tak lama kemudian, Novi pun datang menghampiri Serena serta seorang perempuan yang masih terus memaksa untuk bertemu dengan Devano.
"Nah itu dia sekretaris pak Devano, mbak bisa langsung bicara sama dia!" ucap Serena menunjuk ke arah Novi begitu wanita itu muncul.
"Ada apa ini, Ser?" tanya Novi terheran-heran.
"Ini perempuan yang tadi aku bilang di telpon, dia masih aja maksa buat ketemu pak Vano!" jawab Serena berbisik di telinga Novi.
Novi pun tersenyum ke arah perempuan bernama Viona itu, namun Viona sama sekali tak menggubris dan malah bersikap cuek karena yang ia ingin temui adalah Devano bukan sekretarisnya.
"Mbak yang mau ketemu sama pak Vano, ya?" tanya Novi mencoba akrab.
"Iya, mana dia sekarang?" ujar Viona jutek.
"Maaf mbak, tapi pak Vano barusan telpon saya kalau katanya dia gak bisa dateng tepat waktu ke kantor karena ada urusan di luar! Beliau saja sampai menyuruh saya untuk menjadwalkan ulang meeting nya bersama klien..." jelas Novi.
"Tuh kan, daritadi saya bilangin gak percaya sih!" cibir Serena dengan raut kesal.
Viona pun terdiam sembari mencibirkan bibir bawahnya ke depan, ia mendengus kesal karena tidak bisa bertemu dengan Devano saat ini padahal ia sudah menanti momen ini cukup lama.
"Yaudah, tapi dia tetep bakal dateng kesini kan?" tanya Viona sembari membetulkan posisi tasnya.
"Eee... sepertinya iya mbak, tapi saya kurang tahu kapan pak Devano datang kesini!" jawab Novi.
"Oke, kalo gitu saya mau nunggu di ruangannya aja! Bisa antarkan saya ke ruangan Devano, mbak?" ucap Novi dengan santainya.
Sontak Novi dan Serena saling memandang dengan raut terkejut karena Viona dengan seenaknya minta diantarkan ke ruangan bos mereka, sedangkan Viona seperti menanti jawaban dari kedua wanita itu.
__ADS_1
...~Bersambung~...
...JANGAN LUPA LIKE+KOMEN YA GES YA!!!...