
...HAY GUYS!...
...WELCOME TO MY STORY!...
..."CINTA SATU MALAM CEO"...
...-------------------------------------------------------...
#CSMC EPISODE 157
...•...
...•...
Setelah selesai sarapan, Devano dengan tidak tau diri malah menyuruh Laila untuk mencuci semua piring bekas makan itu.
"La, lu sekalian cuci ya semuanya jangan sampe ada yang terlewat! Awas lu kalo ternyata gak dicuci, gua mau mandi dulu ke atas..!!" ucap Devano meletakkan piringnya di atas tumpukan piring kotor lainnya lalu menaruhnya tepat di hadapan Laila.
"Ish mas, kasian lah Laila kalo gitu! Biar aku bantu ya La buat nyuci piringnya, jadi kamu gak perlu cuci semuanya sendirian..." ucap Shella merasa tidak enak dan ingin membantu Laila, namun tentu saja Devano melarangnya.
"Hus jangan! Kamu itu gak boleh kecapekan honey, udah biarin aja Laila yang cuci piringnya dia udah biasa kok cuci piring sendirian! Yuk mending kamu ikut aku ke atas, temenin aku mandi...!!" ucap Devano malah menggoda istrinya dengan menaruh tangannya di pinggang ramping milik Shella.
"Iya udah gapapa kok Sel, emang dari dulu juga gue yang cuci piring bekas makannya bang Vano kok!" ucap Laila mengeluarkan senyuman palsu dari wajahnya agar tak dimarahi oleh Devano lagi.
"Nah bagus tuh, udah yuk honey kita balik ke atas!" ucap Devano membelai rambut Shella serta mengecup keningnya lembut.
"Iya mas..." ucap Shella pasrah, ia pun bangkit dari duduknya dengan bantuan Devano dan jalan menaiki tangga juga dibantu oleh suaminya itu.
Sementara Laila membawa piring-piring kotor itu ke dapur untuk segera dicuci, ya tentu saja ia merasa kesal dan bete pada Devano.
"Ish kenapa sih bang Vano gak sewa pembantu lagi gitu? Jadinya kan gue gak perlu beresin semuanya sendirian, mending kalo dibayar lah ini dapet ucapan terimakasih aja kagak!" umpat Laila kesal sambil mencuci piring-piring itu.
Sementara itu, Devano & Shella sudah sampai di kamarnya dan pria itu langsung melepas bajunya begitu saja kemudian kembali mendekati istrinya.
__ADS_1
Cupp... Devano mengecup bibir Shella sekilas lalu tersenyum memandangi kecantikan istrinya itu sambil membelai rambutnya.
"Mas, kamu kenapa gak sewa pembantu sih? Kasihan loh Laila kalau disuruh bersih-bersih rumah sebesar ini sendirian, lagian dia kan juga harus kuliah mas! Kamu juga lebay banget sih, masa aku mau bantuin Laila malah gak dibolehin....!!" ucap Shella.
"Hahaha, ya gak boleh lah honey itu kan bikin kamu kecapekan nanti! Udah kamu tenang aja, nanti aku telpon temen aku yang punya bisnis asisten rumah tangga... sekarang kamu temenin aku mandi yuk!" ucap Devano mengedipkan matanya menggoda Shella sambil tersenyum penuh kemesuman.
"Ish kamu mah maunya begitu mulu! Gak ah udah kamu mandi sendiri aja sana, lagian aku juga udah mandi kok tadi sebelum siapin sarapan!" ucap Shella cemberut.
"Yah kok gitu sih honey? Ayolah kamu temenin aja gausah ikut mandi, soalnya kalo mandi sendirian tuh aku suka takut! Kamu temenin aku ya, sekalian puasin si Daniel pake tangan kamu!" ucap Devano mendekatkan wajahnya ke wajah Shella sambil menahan tengkuk istrinya itu agar tak menjauh.
"Hah? Daniel siapa mas??" tanya Shella dengan wajah terkejut setelah mendengar kata Daniel dari mulut suaminya.
"Ya siapa lagi kalau bukan itu tuh..." jawab Devano sambil menunjuk ke bagian bawah tubuhnya, terlihat miliknya itu sudah menegang bahkan bersentuhan dengan paha Shella.
Shella menganga begitu melihatnya, ia tak mengerti mengapa suaminya jadi semesum ini.
"Hadeh mas, kebagusan kali masa dinamain Daniel gak cocok banget tau! Cari nama lain aja yang lebih pantas buat dia, kecuali kamu mau namain anak kita baru cari yang bagus-bagus!" ujar Shella meledek suaminya itu.
"Yeh gapapa lah honey, udah yuk kita ke kamar mandi sekarang dia udah gak tahan nih mau ngerasain sentuhan tangan kamu...!!" ucap Devano berbisik di telinga Shella, membuat istrinya itu bergidik kegelian.
Dengan cepat Devano langsung membawa istrinya itu ke kamar mandi tanpa basa-basi.
...•••...
Disisi lain, polisi baru saja mengeluarkan Rafi dari selnya dan memberitahu pada tahanan itu kalau dia sudah dibebaskan dari penjara.
Sontak Rafi langsung terkejut sekaligus senang karena bisa bebas dari sana, setelah mengganti pakaiannya ia langsung ke depan untuk mencari tahu siapa yang sudah membebaskannya dari penjara.
Rafi bertambah syok saat melihat seorang pria tengah duduk menatap ke arahnya, pria itu memakai hoodie serta celana jeans hitam dan sedang duduk sambil menggoyang-goyangkan kakinya.
"Adrian...." ucap Rafi saat menghampiri pria itu, ia tentunya sangat mengenali pria yang tengah duduk disana itu karena mereka sudah seringkali bertemu.
Adrian bangkit dari duduknya lalu berdiri berhadapan dengan Rafi sambil menatap tajam ke arah pria itu, hal itu membuat Rafi sedikit kebingungan karena ia merasa tak punya masalah dengan Adrian sebelumnya.
__ADS_1
"Ada apa, kenapa lu bebasin gua?" tanya Rafi.
Adrian terdiam membuang mukanya, ia kemudian berjalan sedikit ke kanan menjaga jarak dari Rafi lalu kembali menoleh.
"Simpel aja, gue bebasin lu karena gue butuh bantuan lu...." jawab Adrian singkat.
Rafi pun semakin kebingungan saat itu, tapi ia berusaha tenang dan coba menanyakan kepada Adrian bantuan apa yang dimaksudnya itu.
"Bantuan apa....??" tanya Rafi dengan wajah penasaran sambil terus menatap bagian belakang tubuh Adrian.
"Hancurin Devano dan seluruh keluarganya!" jawab Adrian sambil membalikkan badannya.
Rafi langsung terkejut mendengar jawaban dari Adrian, ia merasa pria itu sangat marah pada Devano karena nada bicaranya yang terlihat sangat dipenuhi oleh emosi.
...•••...
Setelah selesai mandi dan mendapat ritual pengocokan dari tangan istrinya, Devano tampak begitu bahagia dan memakai pakaian yang telah disiapkan Shella itu.
"Makasih ya honey, kocokan kamu mantap banget si Daniel sampai ketagihan loh! Lain kali lagi ya, tapi sekalian pake mulut kamu!" ucap Devano tersenyum menggoda Shella.
"Ish gak mau ah jorok, itu aja pake tangan aku terpaksa karena gak mau ngelawan permintaan suami! Kamu jangan minta yang enggak-enggak lagi ya awas aja...!!" ucap Shella mengancam Devano dengan menjulurkan telunjuknya ke arah suaminya itu.
"Ahaha iya enggak kok honey, cuma bercanda aja! Oh ya sekarang kita mau kemana nih?" ucap Devano sambil memakai celananya.
"Eee... kamu anterin aku aja cek ke rumah sakit, sekarang jadwal aku buat periksa kandungan mas! Aku pengen tau kondisi anak kita sekarang gimana, terus dia cewek apa cowok!" ucap Shella tersenyum sambil mengelus perutnya yang sudah mulai agak membesar.
"Oh iya aku sampe lupa bawa kamu cek kandungan, yaudah kita langsung kesana hari ini ya! Aku juga penasaran anak pertama kita ini cowok apa cewek ya kira-kira? Tapi aku berharapnya sih cowok, supaya bisa jadi penerus keluarga Alexander selanjutnya..." ucap Devano menghampiri istrinya dan juga mengelus perut Shella itu.
"Mau cowok atau cewek sama aja mas, kita harus tetap bersyukur dan menyayangi dia sepenuhnya...!!" ucap Shella menatap wajah suaminya sambil tersenyum.
"Iya honey...." ucap Devano memberi kecupan tepat di kening Shella, tak lupa juga ia mengecup perut istrinya itu yang terbungkus daster.
"Papah udah gak sabar mau ngeliat kamu hadir disini sayang...!!" ucap Devano seakan-akan berbicara pada calon anaknya.
__ADS_1
...~Bersambung~...
...JANGAN LUPA LIKE+KOMEN YA GES YA!!!...