
...HAY GUYS!...
...WELCOME TO MY STORY!...
..."CINTA SATU MALAM CEO"...
...-------------------------------------------------------...
#CSMC EPISODE 108
...•...
...•...
Hari telah berganti, namun Shella masih belum kunjung ditemukan keberadaannya.. Bahkan para orang yang ditugaskan Devano untuk mencari Shella pun belum berhasil menemukan Shella.
Tampak Devano sedang gusar memikirkan keadaan istrinya saat ini, ia tak bisa membayangkan apa yang akan dilakukan si penculik itu pada Shella disana.
Laila sang adik pun datang membawakan segelas air putih untuk kakaknya yang memang dari semalam tidak mau makan sama sekali.
"Bang, lu minum dulu nih! Gue tau lu cemas sama Shella sekarang, tapi lu gak boleh nyiksa diri lu sendiri dengan gak mau makan! Bukannya lu masih mau cari Shella? Gimana lu bisa cari dia kalo lu gak makan??" ujar Laila menaruh gelas itu di meja samping Devano duduk.
Devano melirik saja tanpa menyentuh gelas tersebut, bahkan ia juga tak berbicara sedikitpun pada Laila.
"Bang, ayolah seenggaknya lu minum aja air ini! Nanti kalo lu sakit gimana bang? Siapa yang bakal bebasin Shella nantinya??" ujar Laila memaksa Devano untuk meminum air pemberiannya.
Akhirnya Devano menurut dan meminum air putih yang dibawa oleh Laila itu, namun ia hanya meneguknya sedikit saja.
"Udah kan? Sekarang gue mau cari Shella lagi, tolong lu bantu gue juga ya cari Shella!" ucap Devano lemas seperti tak berenergi.
"Iya iya bang, gue pasti bantu lu kok! Tapi lu mau cari Shella kemana lagi bang??" ujar Laila manggut-manggut.
"Enggak tahu, tapi seenggaknya gue harus berusaha siapa tau aja kan Shella masih ada di kota ini!" ucap Devano kemudian beranjak dari duduknya.
"Tunggu bang! Lu yakin gak mau makan dulu? Gue takut lu kenapa-napa di jalan nanti.." ucap Laila ikut berdiri sambil memegang tangan Devano.
__ADS_1
"Gue cuma mau makan bareng Shella, udah ya gue pergi dulu!" ucap Devano melepaskan tangannya dari genggaman Laila lalu melangkah menuju keluar rumah.
Namun, handphone miliknya berdering sehingga ia pun berhenti sejenak mengangkat telepon itu.
📞"Halo pak, ada apa ya?" tanya Devano pada seseorang di dalam telpon.
📞"Kami dari kepolisian ingin memberitahu kalau sidang perdana kasus penculikan dan juga pencurian dana perusahaan anda akan dilaksanakan hari ini tepatnya 2 jam lagi, maka dari itu kami mengundang anda sebagai pelapor untuk turut hadir disana!" ucap pak polisi.
📞"Oh begitu ya pak, baik pak saya sudah minta pengacara saya untuk datang di sidang nanti! Tapi mohon maaf pak sepertinya saya tidak bisa turut serta hadir dalam sidang itu, karena bagaimanapun juga saya harus mencari istri saya yang diculik pak!" ucap Devano.
📞"Maaf pak Devano, sebaiknya anda hadir dalam persidangan nanti! Karena dalam kasus ini anda adalah pihak yang melapor, jika anda tidak hadir maka kasus ini tidak bisa diteruskan pak!" ucap pak polisi.
📞"Baik pak saya akan hadir bersama pengacara saya nanti, saya juga membawa saksi yang bisa memberatkan tuduhan saya pada Adrian!" ucap Devano.
📞"Terimakasih pak karena sudah mau meluangkan waktu anda, kami berjanji akan mengerahkan pasukan yang banyak untuk mencari keberadaan Bu Shella! Sekian pak ditunggu kehadirannya pada sidang nanti!" ucap pak polisi kemudian menutup telponnya.
Devano pun memberi pesan pada Novi & pak Yulius untuk hadir sebagai saksi dalam persidangan nanti, dia juga menghubungi Sean rekan hacker nya yang waktu itu membantunya mencari tahu siapa yang sudah meretas email perusahaan.
Tak lupa juga Devano menghubungi Rafi untuk membawa serta Lina manajer keuangannya yang terlibat kerjasama dengan Adrian.
📞"Tentu, gue pasti bisa bantu lu Van secara gue juga kurang suka sama si Adrian itu! Gue bakal kesana sekarang bareng Lina juga, tunggu aja!" ucap Rafi santai lalu menutup telponnya setelah menyelesaikan omongannya.
Setelah itu, Devano mengantongi handphonenya di saku celana lalu lanjut melangkah keluar rumah untuk mencari Shella sejenak.
Silvi & Tama menghampiri Laila yang tengah terpaku berdiri di depan pintu memandangi Devano.
"Laila, abang kamu udah pergi ya? Dia masih gak mau makan juga?" tanya Silvi.
"Iya mah, kayaknya kak Vano ngerasa bersalah banget atas penculikan Shella ini.. Buktinya dia sampe gak mau makan begitu," jawab Laila.
"Pah, gimana sama anak buah papah itu? Mereka udah berhasil belum temuin Shella pah? Mamah gak tega loh kalo Devano terus-terusan begitu," ujar Silvi.
"Belum ada kabar mah, tapi pasti mereka akan berhasil nemuin Shella!" ucap Tama merangkul istrinya itu.
...•••...
__ADS_1
Sementara itu, Shella masih di sebuah kamar bersama penculiknya itu.. Mereka tampak makan bersama dan si penculik itu menyuapkan makanan ke mulut Shella, terpaksa Shella menurut karena saat ini dua tangannya terikat.
"Enak gak? Kalo misal kurang enak atau kamu gak suka sama makanan ini, aku bisa kok buatkan makanan yang lain untuk kamu sayang!" ucap si penculik tersenyum.
"Apapun makanan yang kamu berikan rasanya tetap tidak enak, tolong lepasin aku dari sini!" ucap Shella coba memberontak kembali.
"Aku bakal lepasin kamu kok sesudah makan, jadi kamu bisa bebas lagi deh.. Oh ya nanti aku bakal pergi, kamu disini yang anteng ya jangan macem-macem! Nih makan lagi sayang!" ucap si penculik lalu kembali menyuapkan sesendok nasi ke mulut Shella yang hanya terbuka sedikit itu.
"Sampai kapan aku harus terus ada disini? Aku takut banget mas, tolong bebasin aku dari sini mas!" gumam Shella seraya menitikkan air mata.
Penculik itu melihat air mata keluar membasahi pipi Shella, dengan cepat ia menyekanya menggunakan punggung tangannya.
"Jangan nangis sayang! Aku terpukul loh kalo sampai air mata kamu keluar begitu, kan aku udah janji aku gak akan sakitin kamu!" ucap penculik itu.
Shella membuang muka dari si penculik itu, tampak kesedihan dan ketakutan di raut wajahnya.
"Ayo nih satu suap lagi biar abis makanannya, bukanya lebih lebar ya sayang kalo sedikit gitu gak muat dong sendok nya..!!" ucap si penculik.
Shella menurut dan membuka mulutnya lebih lebar, lalu si penculik langsung kembali menyuapkan sesendok nasi ke dalam mulut Shella.
"Nah akhirnya abis, pinter kamu sayang!" ucap penculik itu sambil mencubit hidung Shella.
"Sekarang lepasin aku! Aku pengen keluar dari sini! Tolong biarin aku keluar, aku janji gak akan laporin kamu ke polisi kalo kamu bebasin aku sekarang!" ucap Shella memohon pada si penculik.
"Maaf sayang, aku akan menuruti kemauan kamu apapun itu! Tapi kalau membebaskan kamu dari sini, maaf aku gak bisa cantik! Udah kamu nurut aja disini terus ya sama aku, sini biar aku lepasin ikatannya ya!" ucap si penculik lalu melepaskan tali yang mengikat dua tangan Shella.
Setelahnya, penculik itu membawa piring dan gelas bekas makan Shella keluar.. Sedangkan Shella masih bersandar di ranjang yang empuk itu.
Shella menekuk lututnya lalu melihat ke sekeliling kamar itu, tampak banyak sekali fotonya terpajang disana dari mulai ia masih smp hingga masuk kuliah.
"Bagaimana bisa dia punya foto aku saat SMP? Siapa sebenarnya penculik itu??" gumam Shella bertanya-tanya pada dirinya.
...~Bersambung~...
...JANGAN LUPA LIKE+KOMEN YA GES YA!!!...
__ADS_1