
Jenar dan Yani membantu Shella berjalan ke kamarnya, lalu mereka juga merebahkan tubuh Shella di kasur.
"Shella, kamu perbanyak istirahat dulu ya! Inget kata-kata dokter di rumah sakit tadi," ucap Jenar.
"Iya Bu," ucap Shella.
"Yasudah ibu sama Bi Yani keluar ya, kamu istirahat oke!" ujar Jenar.
"Iya Bu," ucap Shella.
"Bibi keluar ya non Shella, kalau perlu apa-apa panggil aja!" ucap Yani.
"Iya Bi makasih," ucap Shella.
Jenar & Yani keluar dari kamar Shella.. Setelah itu, Shella mengambil surat hasil tes medisnya yang tadi diberikan Rafi.
"Gue mau tau kira-kira gue sakit apa ya.." batin Shella.
Shella membuka surat itu secara perlahan, lalu mulai membacanya dari awal hingga akhir.
Ia langsung syok begitu membaca isi surat itu..
"A-aku hamil?" gumam Shella.
...•••...
Adrian & Bimo pulang ke rumah, disana terlihat Frederick sedang duduk di sofa.
"Kakek, ternyata kakek udah disini.." ucap Bimo.
"Iya kakek baru sampai," ucap Frederick.
Lalu, Frederick melirik ke arah Adrian yang terlihat sedih.
"Kenapa abang kamu itu?" tanya Frederick pada Bimo.
"Dia kangen sama mamahnya kek," jawab Bimo.
"Ohh,"
Frederick menghampiri Adrian dan menepuk-nepuk pundak nya.
"Sabar Rian! Kamu gak perlu sedih begitu! Sebaiknya kamu fokus sama rencana kita!" ujar Frederick.
"Iya kek saya tetap fokus kok," ucap Adrian.
"Baguslah, jangan sampai ingatan kamu pada ibumu itu membuat kamu melupakan rencana kita!" ujar Frederick.
"Itu gak akan terjadi kek! Kakek bisa pegang kata-kata saya!" ucap Adrian.
"Ok,"
Bimo terlihat bingung dengan pembicaraan kakek dan abangnya itu.
"Eee kalian merencanakan apa?" tanya Bimo.
"Ini urusan kakek sama Adrian, jadi kamu gak perlu tau!" jawab Frederick.
"Oh maaf kek," ucap Bimo.
"Yasudah sekarang kamu ke kamar! Kakek mau bicara empat mata sama Adrian disini!" ujar Frederick.
"Baik kek,"
Bimo pun menurut dan pergi ke kamarnya..
"Ayo duduk!" ucap Frederick.
Adrian pun duduk di sofa samping kakeknya.
"Ada apa kek?" tanya Adrian.
"Tadi kakek sudah mendatangi rumah pria itu, disana banyak penjaganya jadi kakek tidak bisa mengamati rumah itu lebih lama!" ucap Frederick.
"Terus kakek lihat David atau papahnya disana?" tanya Adrian.
"Tidak, kakek hanya melihat puluhan penjaga yang berjaga di rumah itu! Mungkin David itu ada di dalam," jawab Frederick.
__ADS_1
"Yasudah kek nanti Adrian yang akan pastikan sendiri kesana!" ujar Adrian.
"Ya memang harus begitu, setelah itu kamu juga harus menjalankan rencana selanjutnya!" ujar Frederick.
"Iya kek," ucap Adrian.
"Yasudah itu saja yang ingin kakek bicarakan sama kamu, sekarang kamu bisa pergi kalau kamu mau!" ujar Frederick.
"Iya kek, saya pamit keluar.." ucap Adrian.
"Ok,"
Adrian berdiri dari duduknya dan pergi keluar rumah.
...•••...
Sementara itu, Devano sedang menatap wajah Shella yang terpampang di dinding kamar nya.. Ya ternyata Devano mencetak foto Shella lalu menempelkannya pada dinding kamarnya.
Devano mengusap-usap bingkai foto itu secara perlahan dengan jarinya.
Ia juga membayangkan kejadian malam itu disaat ia memakai tubuh Shella.
"Kalau diingat-ingat, kejadian itu benar-benar membuat saya terpuaskan! Sekarang kamu dinyatakan hamil, pastinya kamu akan menyangka saya ayah dari anak kamu itu! Ini bisa jadi kesempatan buat saya untuk menikahi kamu Shella," ucap Devano.
"Jujur, saya sangat menyukai lekuk tubuh kamu yang indah itu! Saya tidak akan melewatkan kesempatan untuk menikahi kamu kali ini!"
"Menikah dengan kamu membuat saya merasa bahagia tentunya, ya tentu saja jika setiap hari saya bisa mendapat kepuasan dari kamu pasti saya akan sangat bahagia!"
Devano tersenyum licik lalu mengambil handphone nya dan menelpon Adrian.
...📞...
Devano : Halo pak, ada yang saya ingin bicarakan pada anda..
Adrian : Soal apa?
Devano : Ini soal Shella.
Adrian : Baiklah kita ketemu di Mathilda Cafe setengah jam dari sekarang!
Devano : Ok.
...•••...
Shella menangis sejadi-jadinya setelah mengetahui dirinya ternyata beneran hamil.
Mendengar suara tangisan dari kamar Shella, Jenar pun langsung bergegas menemui Shella.
"Shella ya ampun, kamu kenapa nak?" tanya Jenar.
Shella terus menangis, Jenar mendekatinya dan memeluknya serta berusaha menanyakan apa yang terjadi padanya.
"Tenang sayang tenang! Kamu jangan nangis terus, kalo gini gimana ibu bisa tau apa masalahnya!" ujar Jenar.
Lalu, Shella memberikan surat tadi pada ibunya.
"Ini yang bikin kamu nangis? Memangnya apa isi surat ini toh?" tanya Jenar.
"Ibu baca aja," jawab Shella.
Jenar pun membaca isi surat itu..
Setelah membacanya, Jenar juga merasa syok seakan tak percaya dengan apa yang dibacanya itu.
"Hah? Kamu hamil Shella? Ta-tapi kan kemarin nak Adrian bilang hasil tes kamu itu salah," ujar Jenar.
"Mungkin yang kemarin emang salah Bu, tapi kali ini aku benar-benar hamil! Aku bingung Bu harus gimana lagi sekarang!" ucap Shella.
"Kamu sabar ya sayang! Ada ibu disini!" ujar Jenar.
Rupanya, Yani menguping pembicaraan mereka dari luar.. Ia pun juga mengetahui jika Shella hamil.
"Waduh, non Shella beneran hamil ternyata.. Kasihan banget non Shella baru aja semalam dia bahagia, eh sekarang udah harus sedih lagi!" batin Yani.
...•••...
Laila & Yasmin mengunjungi rumah Zara karena mereka ingin mengajaknya jalan-jalan ke mall.
__ADS_1
"Eh kalian udah dateng," ujar Zara.
"Iya Zar, lu udah siap kan?" tanya Laila.
"Eee sorry nih La, kayaknya gue gabisa ikut sama kalian deh!" ucap Zara.
"Ha emang kenapa?" tanya Laila.
"Iya soalnya gue ada janji sama pacar baru gue," jawab Zara.
"Oalah iya dah yang punya pacar baru," ujar Laila.
"Hehe maaf ya La, gue lupa kalo udah janji sama dia buat jalan.." ucap Zara.
"Iya gapapa Zar santai aja!" ujar Laila.
"Eh emang pacar baru lu tuh siapa sih?" tanya Yasmin.
"Hehe bentar lagi dia dateng kok, kalian langsung kenalan aja nanti!" ucap Zara.
"Ok,"
Tak lama kemudian, sebuah mobil mewah berhenti di depan pagar rumah Zara.
"Nah itu kayaknya mobil dia," ucap Zara.
"Wah yaudah ayo kita temuin dia!" ujar Laila.
Zara, Laila & Yasmin pun keluar untuk menemui si pacar baru Zara itu.
Begitu sampai di dekat pagar, Laila & Yasmin langsung terpesona pada kemewahan mobil pria itu.
Lalu, seseorang keluar dari mobil tersebut dengan pakaian rapih dan kacamata hitam menempel di matanya.
"Wah itu pacar baru lu Zar?" tanya Laila.
"Iya dong, keren kan?" ujar Zara.
"Gila keren parah, gak salah sih lu lebih pilih dia dari si Bimo!" ucap Laila.
"Iya bener yang ini 100 kali lebih keren dari Bimo!" ujar Yasmin.
"Iya dong," ucap Zara.
Lalu, mereka berjalan menghampiri pria itu.
"Hai sayang!" sapa Zara.
Pria itu membuka kacamata hitamnya.
"Hai juga sayang, kamu udah siap?" tanyanya.
"Udah dong, eh sebentar ini temen-temen aku katanya mau kenalan sama kamu!" ucap Zara.
"Oh, kenalin gue David!" ujarnya.
"Jadi nama lu David, kenalin gue Laila!" ucap Laila.
"Kalo gue Yasmin!" ujar Yasmin.
"Salam kenal ya!" ucap David.
...•••...
Adrian sudah datang di Mathilda Cafe, ia menunggu kedatangan Devano disana.
"Mana sih Devano? Padahal ini udah lewat dari jam janjian tadi.." gumam Adrian.
Tak lama kemudian, datanglah Devano menemui Adrian.
"Sore pak! Maaf saya terlambat!" ujar Devano.
"Tidak apa-apa, ok langsung saja apa yang anda ingin bicarakan pada saya?" tanya Adrian.
"Saya mau melamar Shella hari Minggu nanti!" ucap Devano.
Adrian terkejut dengan ucapan Devano itu.
__ADS_1
...~Bersambung~...