
...HAY GUYS!...
...WELCOME TO MY STORY!...
..."CINTA SATU MALAM CEO"...
...-------------------------------------------------------...
#CSMC EPISODE 58
...•...
...•...
Bimo akhirnya pulang ke rumah menemui kakeknya, dia terpaksa pulang karena tak tahu harus kemana dan uang yang dia punya juga habis.
"Bimo, akhirnya kamu pulang juga! Kakek dan abang kamu sudah bingung harus mencari kamu kemana lagi, syukurlah kamu kembali!" ujar Frederick.
"Iya kek maafin Bimo, seharusnya Bimo gak bersikap begitu.. Maafin sikap Bimo yang masih kekanak-kanakan kek, tapi sebenarnya Bimo cuma gak mau kakek dan Adrian kenapa-napa!" ucap Bimo.
"Kamu gak perlu minta maaf Bimo, ini semua salah kakek! Kakek yang paksa Adrian buat balas perbuatan laki-laki itu..!! Yasudah kakek janji tidak akan melakukan itu lagi!" ujar Frederick.
"Makasih kek, aku juga udah berusaha buat lupain Zara kok dan ikhlasin dia sama David.." ucap Bimo.
Lalu, Frederick melihat Bimo memegangi perutnya seperti kesakitan.. Ia pun merasa heran dan bertanya padanya.
"Bimo, kamu kenapa?" tanya Frederick.
"Eee gapapa kek, aku cuma lapar aja!" jawab Bimo berbohong.
"Ohh kamu lapar, yasudah ayo masuk kita makan sama-sama!" ujar Frederick.
Frederick pun merangkul Bimo dan membawanya ke meja makan..
"Huh untung aja kakek percaya, gua gak mungkin jujur ke kakek kalo gua abis dipukul David.. Nanti yang ada kakek marah lagi ke dia!" batin Bimo.
...•••...
Adrian mengambil berkas milik Nadya dari laci mejanya, ia pun membacanya untuk mengetahui informasi tentang Nadya.
"Disini tertulis Nadya anak kedua dari dua bersaudara? Umur dia juga gak beda jauh sama Shella, berarti masih ada kemungkinan kalau Nadya saudaraan sama Shella.." gumam Adrian.
Adrian terus mengorek-ngorek informasi dari CV Nadya, walau ia tak berhasil menemukan apa-apa lagi dari sana.
"Yah segitu doang lagi yang gua dapet, apa gua tanya aja ya ke tante Jenar? Siapa tahu gua bisa dapat banyak informasi dari dia.." gumam Adrian.
Adrian membereskan lagi berkas-berkas milik Nadya lalu kemudian mengambil handphonenya dan langsung Jenar.
...📞...
Adrian : Halo tante, maaf saya ganggu nih..
Jenar : Oh iya ndak papa nak Rian, ada apa toh kamu telpon tante?
Adrian : Begini tante ada yang pengen aku tanyain ke tante..
Jenar : Tanya apa nak Rian?
Adrian : Apa Shella punya saudara kandung tan?
Jenar terdiam tak menjawab pertanyaan Adrian itu, malah tiba-tiba telponnya terputus begitu saja.
"Lah kok malah mati sih? Tante Jenar kenapa ya?? Gua jadi gak tenang nih kalo gini!" gumam Adrian.
Lalu, ada yang mengetuk pintu ruangannya..
__ADS_1
Tok tok tok...
"Ya masuk!" ucap Adrian.
Orang itu pun masuk dan ternyata dia adalah Syifa sekretaris Adrian.
"Permisi pak, saya sudah berhasil menemukan nama sosial media Nadya pak! Dari sana saya mendapat info tentang orangtuanya," ucap Syifa.
"Bagus, cepat beritahu saya siapa orangtuanya!" ujar Adrian.
"Sebaiknya bapak lihat sendiri fotonya pak," ucap Syifa sambil memberikan handphonenya pada Adrian.
Adrian pun melihat foto di sosmed milik Nadya itu, ya terlihat Nadya yang masih kecil sedang berfoto dengan 2 orang pria dan wanita dengan caption "Sudah hampir 15 tahun aku tidak bertemu dengan kalian lagi, semoga kalian sehat selalu pah mah.."
Yang membuat Adrian terkejut adalah perempuan yang berfoto dengan Nadya itu mirip dengan Jenar ibu Shella.
...•••...
Sementara itu, Jenar terpaku setelah menerima telpon dari Adrian tadi.. Ia duduk bengong di sofa tanpa berkedip sedikitpun.
Hal itu membuat Yani heran saat melintasinya, ia pun menghampiri Jenar disana.
"Bu Jenar, ibu kenapa bu??" tanya Yani.
Namun, Jenar masih bengong dan seperti tak mendengar perkataan Yani itu.
"Aduh Bu Jenar kenapa ya? Bu, Bu Jenar!" ujar Yani sambil menggoyangkan tubuh Jenar.
Akhirnya Jenar tersadar dari bengong nya dan bisa merespon Yani..
"Eh iya kenapa bi?" ujar Jenar.
"Alhamdulillah ibu udah sadar, tadi saya bingung loh Bu takut terjadi apa-apa sama ibu!" ucap Yani.
"Tadi ibu diam saja disini, saya tanya juga gak jawab.." ucap Yani.
"Eee iya tadi saya cuma lagi mikir aja bi," ucap Jenar.
"Oh begitu ya syukurlah kalau ibu gak kenapa-napa, kalau gitu saya permisi ya Bu mau jemur pakaian dulu.." ujar Yani.
"Iya Bi," ucap Jenar.
Yani pun pergi keluar untuk jemur pakaian...
"Kenapa Adrian bisa bertanya seperti itu?" gumam Jenar.
Jenar berjalan ke kamarnya dengan pelan, disana ia mengambil sebuah album foto yang sudah lama ia simpan dan selalu dibawa kemana-mana.
Ia pun membuka album itu dan berhenti pada foto seorang anak kecil perempuan, ia mengusap-usap foto itu dengan lembut.
"Mamah kangen sama kamu sayang!" batin Jenar sambil meneteskan air mata.
...•••...
Jam kerja telah usai, Devano seperti biasa datang ke ruangan Shella untuk menjemputnya.
Cup..
Devano langsung mengecup kening Shella saat sampai disana, itu membuat Shella terkejut dan langsung menoleh ke arahnya.
"Ya ampun pak, tadi saya kira siapa.." ujar Shella.
"Hai honey! Udah waktunya pulang nih, yuk aku antar ke rumah!" ucap Devano.
"Iya pak aku beres-beres dulu," ucap Shella.
__ADS_1
Shella pun membereskan barang-barang nya dibantu oleh Devano..
Setelah selesai mereka berdua lalu berjalan keluar sambil bergandengan.
Saat di lift, Devano merangkul pinggul Shella dan menggeser tubuhnya sedikit agar lebih dekat dengannya.
"Saya mau lebih dekat dengan kamu honey!" ucap Devano di dekat telinga Shella.
Shella diam saja membiarkan calon suaminya itu menciumi aroma tubuhnya..
"Mas, aku mau tanya deh.. Pak Rafi kok gak pernah kelihatan lagi ya?" ucap Shella.
"Rafi? Dia baru saja mengundurkan diri dan kembali ke kampungnya.." jawab Devano.
"Emangnya kenapa mas?" tanya Shella.
"Gak tahu juga, kenapa sih? Kamu kangen sama dia ya?" ujar Devano.
"Enggak lah mas aku cuma tanya aja kok, gausah cemburu gitu dong!" ucap Shella sedikit meledek.
Lalu pintu lift terbuka, Devano melepaskan tangannya dari pinggul Shella dan kembali menggandeng nya.
"Honey, nanti malam kita dinner yuk!" ucap Devano.
"Boleh mas, dimana?" tanya Shella.
"Nanti aku share lokasinya ke kamu," jawab Devano.
Mereka pun sampai di parkiran kantor dan masuk ke mobil Devano.
Di mobil, Devano kembali melontarkan gombalan pada gadisnya itu..
"Honey, kamu cantik banget sih! Aku sampe gak bisa fokus nyetir loh karena kecantikan kamu itu!" ucap Devano.
"Apa sih mas gombal mulu ih! Udah fokus aja nyetirnya nanti kalo nabrak kan kita gak jadi nikah," ujar Shella.
"Amit-amit jangan sampe kejadian dong honey!" ucap Devano.
"Iya aamiin makanya mas fokus aja nyetirnya, jangan sambil gombalin aku!" ujar Shella.
"Iya iya, eh kamu tau gak kenapa π itu 22/7?" tanya Devano.
"Hah? Ya karena emang begitu, π kan antara 22/7 atau 3,14.." jawab Shella.
"Salah!" ujar Devano.
"Loh kok salah sih? Emang bener begitu kok!" ujar Shella.
"Salah honey, tadinya π itu 24/7 loh.." ucap Devano.
"Ah masa sih?" tanya Shella.
"Iya, tapi jadi 22/7 karena 24/7 cuma untuk kamu honey!" ucap Devano.
Shella sempat ngelag sebentar mendengar jawaban Devano itu, namun akhirnya ia sadar bahwa Devano sedang melontarkan gombalan padanya.
"Apaan sih mas masih aja kamu gombal!" ujar Shella sambil tersenyum.
"Hahaha gapapa dong biar seru daripada diem-diem aja kan," ucap Devano.
Mereka terus berbincang-bincang di dalam mobil, hingga tak terasa mereka sudah sampai di gang rumah Shella.
...~Bersambung~...
...JANGAN LUPA LIKE+KOMEN YA GES YA!!!...
__ADS_1