Cinta Satu Malam Ceo

Cinta Satu Malam Ceo
Patah Hati


__ADS_3

Setelah menerima telpon dari ibunya, Shella terbujur kaku di samping Rafi.


"Sel, kamu kenapa?" tanya Rafi.


Shella tidak merespon pertanyaan Rafi, sepertinya ia masih sangat syok mendengar semuanya.


"Sel, Shella?"


Rafi akhirnya terpaksa menepuk pundak Shella agar ia tersadar dari lamunannya..


"Shella!"


"Ah iya,"


Shella pun sadar dan dapat merespon perkataan Rafi.


"Kamu kenapa sih? Siapa yang nelpon barusan?" tanya Rafi.


"Eee aku gapapa kok, tadi cuma agak syok aja.." jawab Shella.


"Syok kenapa?" tanya Rafi.


"Gapapa kok lupain aja," jawab Shella.


"Oh ok, yaudah kita ke ruangan aku ya!" ujar Rafi.


"Kok? Bukannya harusnya aku kasih berkas-berkas ini di meja resepsionis ya?" ucap Shella.


"Gak usah, kamu langsung ke ruangan aku aja! Biar sekalian juga aku lihat berkas kamu disana.." ujar Rafi.


"Ma-maksudnya? Ohh jangan-jangan kamu HRD disini?" tanya Shella.


"Ahaha iya begitulah, makanya ayo kita langsung ke ruangan aku!" ucap Rafi.


"Oh kalo gitu maaf aku gak tahu kamu HRD disini.." ujar Shella.


"Udah gapapa, jadi kamu mau kerja gak nih?" tanya Rafi.


"Mau banget," jawab Shella sangat bersemangat.


"Yaudah ayo!"


Rafi & Shella pun melangkah menuju ruangan HRD..


"Apa iya gue gak hamil? Kalo gitu sia-sia dong selama ini perjuangan gua cari keadilan buat anak di dalam kandungan gue.. Tapi gue gak yakin sama ucapan Adrian, pasti dia bohong lagi!" gumam Shella.


...•••...


Devano pulang ke rumahnya untuk mengambil flashdisk yang tertinggal, namun ia melihat Yasmin sedang menenteng koper seperti ingin pergi.


"Loh kamu mau kemana?" tanya Devano.


"Eh kak Vano, aku mau pamit kak!" jawab Yasmin.


"Pamit kemana?"


"Iya, jadi aku mutusin buat tinggal di rumah aku aja.. Karena rumah itu gak laku-laku, dan aku juga gak bisa biarin rumah itu ditinggalin begitu aja.. Cuma itu satu-satunya peninggalan papah mamah! Lagian aku juga gak mau ngerepotin kak Vano sama Laila disini," ucap Yasmin.


"Eh kok bilang gitu sih? Saya sama Laila gak merasa direpotin kok dengan kehadiran kamu disini.. Justru dengan adanya kamu, rumah ini jadi makin ramai!" ujar Devano.


"Kalo gitu makasih kak udah mau tampung aku selama 7 hari ini.. Maaf ya kalo selama disini aku suka gak sopan atau gimana gitu sama kakak," ucap Yasmin.


"Enggak kok, kamu itu anak baik mana pernah gak sopan! Eh btw Laila nya mana??" ujar Devano.


"Oh tadi Laila ke kamarnya mau ambil jaket," jawab Yasmin.


"Oh gitu, dia mau antar kamu pulang gitu?" tanya Devano.

__ADS_1


"Iya kak, padahal aku udah bilang mau naik taksi eh dia malah maksa.." ucap Yasmin.


"Yaudah gapapa bagus malah kalo dianter Laila kan, jadi kamu gak perlu keluar ongkos buat bayar taksi!" ujar Devano.


"Iya sih kak,"


Lalu, Laila turun ke bawah menghampiri mereka..


"Ayo Yas gue dah siap nih.. Eh kok ada lu bang?" ujar Laila.


"Lah emang kenapa? Ini kan rumah gue!" jawab Devano.


"Ih biasa aja kali gue kan cuma nanya, tumben aja gitu lu jam segini ada di rumah.." ujar Laila.


"Iya gua mau ambil flashdisk yang ketinggalan.." ucap Devano.


"Oh gitu, yaudah ya bang gua mau anter Yasmin dulu ke rumahnya.. Jadi dia mutusin balik kesana bang," ujar Laila.


"Iya gua dah tau tadi Yasmin bilang sendiri ke gue!" ujar Devano.


"Oh yaudah, kita pergi ya bang!" ucap Laila.


"Iya kak kita permisi ya.." ucap Yasmin.


"Ok, hati-hati kalian! Eh La bawa mobilnya jangan ngebut-ngebut lu!" ujar Devano.


"Iya bawel," ucap Laila.


Laila & Yasmin pun keluar rumah, sedangkan Devano menuju ke kamarnya.


...•••...


Shella menyerahkan berkas-berkas serta surat lamaran kerja nya kepada Rafi..


"Ini pak berkas saya," ucap Shella.


"Gapapa pak, kan biasanya juga begitu setiap saya mau interview.." ucap Shella.


"Ya tapi saya kan masih muda, belum pantas lah dipanggil pak!" ujar Rafi.


"Ya terus aku panggil apa dong?" tanya Shella.


"Rafi aja," jawab Rafi.


"Baik Rafi aja," ucap Shella.


"Hei aja nya gausah dibawa-bawa dong!" ujar Rafi.


"Maaf pak saya gak fokus tadi," ucap Shella.


"Iya gapapa, tapi kok malah panggil pak lagi sih?" ujar Rafi.


"Oiya ya ampun maksud saya maaf Rafi.. Duh aku gak enak kalo manggil nama aja," ucap Shella.


"Gapapa dong kita kan seumuran paling beda 1-2 tahun doang.." ujar Rafi.


"Ya tetep aja kamu kan HRD, jadi biar sopan aku panggil pak ya!" ucap Shella.


"Ya okelah gapapa dipanggil pak, tapi disini aja ya kalo di luar mah pake aku kamu aja ok!" ujar Rafi.


"Siap pak!"


"Nah saya suka semangat kamu Shella! Sebentar ya saya cek dulu berkas kamu.." ujar Rafi.


Rafi membuka semua berkas milik Shella dan memeriksa nya satu persatu.


Setelah melakukan pengecekan selama beberapa menit, akhirnya Rafi sudah mendapat keputusan.

__ADS_1


"Ok, sepertinya kamu cocok untuk menempati posisi staf admin disini.. Jadi, kamu saya terima bekerja disini!" ujar Rafi.


"Hah yang bener pak? Bapak gak becanda kan??" tanya Shella.


"Iya bener ngapain saya becanda??"


Shella tidak bisa menahan rasa bahagianya, sampai-sampai ia bersujud di depan Rafi yang menandakan rasa syukurnya pada Tuhan karena berhasil mendapatkan pekerjaan.


"Shella bener-bener seneng banget, semoga aja dengan ini aku bisa membantu memenuhi kebutuhan hidup dia!" batin Rafi.


Setelah bersujud, Shella kembali duduk di kursi dan mengucapkan terima kasih pada Rafi..


"Makasih ya pak, aku bener-bener beruntung banget bisa ketemu sama bapak.. Akhirnya setelah sekian lama, aku bisa dapet kerja lagi!" ujar Shella sambil menangis.


"Iya sama-sama, kamu sekarang boleh pulang.. Istirahat yang cukup, makan juga biar gak lemes nanti pas kerja ya!" ucap Rafi.


"Kapan aku bisa mulai kerja pak?" tanya Shella.


"Bebas, kalo kamu mau kerja mulai besok juga gapapa malah bagus.." jawab Rafi.


"Iya pak, aku mau kerja besok.." ucap Shella.


"Ok, saya tunggu kamu di kantor besok pagi ya!" ujar Rafi.


"Iya pak,"


...•••...


Adrian mengantarkan Bimo ke rumah Zara setelah Bimo memaksanya dan didukung juga oleh Frederick alias sang kakek.


"Udah sampe nih, terus lu mau apa?" tanya Adrian.


"Kita disini aja bang, gue cuma mau liat Zara doang.. Gue harus pastiin dia baik-baik aja bang!" jawab Bimo.


"Lu itu cinta banget ya sama Zara? Lu masih peduli aja sama dia, padahal bokap nya bener-bener benci banget sama lu dan udah bikin lu babak belur sampe masuk rumah sakit!" ujar Adrian.


"Bagi gua gak ada cinta selain untuk Zara bang! Walaupun hubungan gua sama dia terhalangi oleh restu papahnya, tapi gue akan terus memperjuangkan ini bang! Gue gak mau nyerah gitu aja tanpa perjuangan..!!" ucap Bimo.


"Salut gue sama lu! Semoga usaha lu gak sia-sia ya bro!" ujar Adrian.


"Aamiin,"


Lalu, Zara keluar dari rumah nya dan terlihat menunggu seseorang di depan gerbang..


"Itu Zara!" ujar Adrian.


"Iya bang, gue seneng banget bisa liat dia lagi walau dari kejauhan.." ucap Bimo.


Tak lama, datang sebuah mobil berwarna hitam berhenti di depan Zara.. Seorang pria berpakaian rapih turun dari mobil tersebut dan menyapa Zara.


"Siapa tuh Mo?" tanya Adrian.


"Gak tau bang," jawab Bimo.


Setelah menyapanya, pria itu bercipika-cipiki dengan Zara.. Dan ia menggandeng serta merangkul Zara lalu membawanya menuju mobilnya.


Sontak, Bimo pun langsung tersayat-sayat hatinya..


Melihat adiknya sedih, Adrian pun mencoba menghiburnya.


"Mo, lu yang sabar ya! Emang terkadang yang menurut kita baik itu ternyata malah membuat kita tersakiti! Mendingan sekarang lu lupain Zara, masih banyak cewek di luar sana yang peduli sama perasaan lu Mo!" ujar Adrian.


"Kita pulang bang!" ucap Bimo.


"Ok,"


Adrian menginjak pedal gas nya dan pergi dari sana.

__ADS_1


...~Bersambung~...


__ADS_2