Cinta Satu Malam Ceo

Cinta Satu Malam Ceo
Kenangan masa lalu


__ADS_3

...HAY GUYS!...


...WELCOME TO MY STORY!...


..."CINTA SATU MALAM CEO"...


...-------------------------------------------------------...


#CSMC EPISODE 87


...•...


...•...


Sesudah makan siang bersama, Adrian & Nadya pun kembali ke mobil untuk pulang.


"Sayang, kamu mau gak kalo kita mampir ke rumah tante Jenar dulu? Dia kan ibu kandung kamu, emang kamu gak kangen sama dia??" tanya Adrian.


Nadya pun terbengong, dia tampak bingung harus bagaimana.. Dia memang rindu dengan ibunya, tapi dia tidak mau kalau nantinya harus meninggalkan mamahnya yang selama ini sudah merawatnya dari kecil hingga sebesar ini.


Melihat Nadya diam dan tak kunjung menjawab pertanyaannya, Adrian langsung mengecup pipi Nadya yang membuat Nadya terkejut.


Cupp..


Sontak Nadya langsung menoleh sambil memegangi pipinya.


"Pak Adrian! Kenapa kamu cium aku?" ujar Nadya tampak kesal dan langsung mencubit lengan Adrian yang tengah memainkan persneling mobilnya.


"Aw aw aw, kok kamu malah nyubit sih sayang? Harusnya kamu bales ciuman juga dong!" ucap Adrian mengusap-usap lengannya karena sakit.


"Biarin suruh siapa modus! Main nyosor pipi orang gitu aja, kita kan cuma rekan kerja pak!" ujar Nadya yang masih kesal karena Adrian mencium pipinya.


"Aduh aduh Nadya, kamu tuh makin gemesin deh kalo lagi ngambek gitu! Rasanya saya pengen cium lagi tuh pipi kamu, tapi gak deh ntar kena cubitan lagi!" ucap Adrian sambil mencolek pipi Nadya dan tertawa kecil.


"Awas aja kalo kamu berani cium aku lagi! Aku bakalan ngundurin diri sebagai asisten kamu!" ancam Nadya sambil melipat kedua tangannya.


"Ya gak bisalah, kan udah ada aturan kontraknya kamu harus bekerja untuk saya minimal 1 tahun! Jadi kamu gak bisa keluar gitu aja cantik!" ucap Adrian sambil kembali mencolek pipi Nadya.


"Oh iya aku lupa kalo ada aturan begitu, ish makin susah deh buat aku lepas dari pak Adrian yang mesum itu!" gumam Nadya sambil melirik ke arah Adrian.


"Udah udah gausah lirik saya begitu, sekarang jawab aja kamu mau gak kalo kita mampir dulu ke rumah tante Jenar?" sambung Adrian.


Nadya mengangguk yang artinya dia setuju jika mereka mampir ke rumah Jenar, Adrian pun tampak senang dan segera menambah kecepatan mobilnya menuju rumah Jenar.


"Bagus deh Nadya mau, jadi kan gua bisa lihat dan ketemu sama Shella.. Oh my darling, i miss you so much! Semoga kamu ada di rumah deh sayang!" gumam Adrian sambil senyum-senyum sendiri.


"Lah kamu kenapa senyum-senyum gitu? Emang ada yang lucu ya? Wah jangan-jangan kamu udah mulai gak waras lagi!" ujar Nadya.


Sontak Adrian langsung salah tingkah setelah Nadya memergokinya tengah senyum-senyum.


"Apa sih sayang? Aku tuh senyum soalnya muka kamu loh imut banget..!!" ucap Adrian mengelak.

__ADS_1


"Halah paling lagi mikirin yang enggak-enggak kan," ujar Nadya.


"Sok tahu banget sih kamu! Aku cuma mikirin kamu, gak ada siapapun di pikiran aku selain kamu sayang!" ucap Adrian coba mengambil hati Nadya.


"Dasar tukang gombal..!!!" ujar Nadya.


"Kok gombal sih? Serius loh di pikiran aku ya cuma ada kamu my love!" ucap Adrian tersenyum lalu mencubit lagi pipi Nadya.


"Ish sakit!" ujar Nadya dengan suara lantang.


Adrian malah tertawa melihat ekspresi Nadya, sementara Nadya memalingkan wajahnya melihat ke luar jendela.


...•••...


Devano tengah duduk di taman dalam rumahnya, ia memandang sebuah foto wanita di tangannya.


"Vanya, apa benar yang aku lihat waktu itu kamu? Kalau memang itu kamu, kenapa kamu baru muncul sekarang disaat aku sudah mulai moveon dan sedang berusaha untuk mencintai Shella?? Kemana saja kamu selama ini Van? Kenapa kamu tidak pernah menemui aku lagi setelah kejadian itu?" gumam Devano.


Devano pun mengerutkan keningnya merasa sedih saat mengingat terakhir kalinya ia bertemu dengan Vanya.


#Flashback on#


Saat itu Devano sedang bersama Vanya di sebuah restoran, tampak alunan musik biola mengiringi makan malam romantis mereka.


"Sayang, kamu suka gak sama semua ini?" tanya Devano pada Vanya.


"Suka kok, kamu emang jagonya deh kalo bikin dekorasi begini apalagi musiknya enak banget!" jawab Vanya tersenyum tipis.


"Eee gak ada kok sayang, udah kita lanjut makan aja!" ucap Vanya coba mengalihkan pembicaraan.


Devano pun merogoh saku celananya dan mengeluarkan kotak cincin dari sana, kemudian ia menggenggam tangan Vanya dan menunjukkan cincin tersebut padanya.


"Sayang, kan kita udah 3 tahun menjalin hubungan.. Kamu mau gak jadi istri aku dan hidup bersama aku?" ucap Devano sambil membuka kotak cincinnya.


Vanya merasa syok saat Devano mengatakan itu, sepertinya dia tidak senang diajak nikah sama Devano.


"Kenapa sayang? Kamu gak mau nikah sama aku?" tanya Devano.


"Eee maaf sayang, aku lupa kalo ada janji sama seseorang.. Aku pergi duluan ya!" ucap Vanya mengambil tas selempang nya lalu pergi meninggalkan Devano.


"Loh sayang kamu mau kemana? Sayang tunggu..!!" ujar Devano coba mengejar Vanya.


Namun, Vanya mempercepat langkahnya dan akhirnya masuk ke mobil lalu pergi dari restoran itu.


Devano pun terlambat untuk mengejar Vanya, ia tampak sedih karena Vanya malah pergi meninggalkannya.


"Kenapa Vanya? Sebenarnya kamu cinta atau tidak sama aku??" gumam Devano.


Hari-hari telah berlalu sejak kejadian malam itu, Devano terus berupaya menghubungi nomor Vanya namun tetap tidak bisa.


Akhirnya ia putus asa dan pergi ke sebuah danau, disana ia meluapkan emosi serta kesedihannya karena telah ditinggal Vanya.

__ADS_1


"AAAAAAAA..!!!" teriak Devano.


Lalu, Devano mengambil cincin yang tadi kemudian melemparkannya ke danau itu.. Setelahnya Devano tersungkur di pinggir danau lalu menangis sejadi-jadinya.


Sejak saat itu, Devano terus murung seperti tak mempunyai semangat untuk hidup lagi.


#Flashback end#


Devano kembali menangis sambil memeluk foto Vanya di dadanya, ia sadar sampai sekarang ini ia masih mencintai Vanya walau sudah ditinggalkan.


Melihat abangnya sedang menangis di taman, Laila pun penasaran dan langsung menghampirinya.


"Bang, lu kenapa sih?" tanya Laila memegang pundak Devano.


Sontak Devano mengangkat kepalanya dan menatap ke arah Laila dengan raut kesedihan di wajahnya.


"Itu foto siapa bang? Ohh pasti foto Shella ya, lu nangisin dia gara-gara gak bisa ketemu? Yaelah bang lebay banget sih lu!" ujar Laila.


Devano langsung menyeka air matanya dan menyembunyikan foto Vanya agar Laila tak melihatnya.


"Berisik lu, dah awas gua mau masuk!" ujar Devano bangkit dari duduknya.


Devano pun masuk ke rumah meninggalkan Laila yang masih tertawa karena mengira Devano tengah menangisi Shella.


...•••...


Adrian & Nadya sampai di rumah Jenar, terlihat Shella sedang menyirami tanaman bersama dengan Damar.


"Assalamualaikum Shella, selamat siang!" ucap Adrian dengan senyuman di wajahnya.


"Waalaikumsallam, mau apa kamu kesini lagi sih? Gak cukup apa kericuhan yang kamu buat waktu itu?" tanya Shella tampak kesal melihat kedatangan Adrian disana.


"Tenang Shella sabar dulu! Aku kesini cuma mau anterin saudara kembar kamu kok, dia katanya kangen sama kamu Shella!" ucap Adrian.


"Sheila? Akhirnya kamu datang juga kesini..!!" ucap Shella yang langsung maju memeluk Nadya.


"Aku seneng deh bisa lihat kamu disini, sering-sering ya main kesini Sheila..!!" ucap Shella.


"Iya Shella, aku juga seneng bisa ketemu kamu lagi!" ucap Nadya mengusap-usap punggung Shella.


"Mbak Shella, mbak Sheila, masuk aja yuk kita lanjut ngobrol di dalam soalnya disini panas! Mas Adrian juga ayo ikut masuk juga!" ujar Damar.


Shella pun melepas pelukannya lalu mengajak Nadya masuk ke dalam.


"Iya bener, yuk Sheila kita masuk ke dalam ketemu ibu! Pasti ibu seneng banget deh ketemu kamu!" ucap Shella langsung menarik tangan Nadya ke dalam rumah.


Sementara itu, Damar & Adrian menyusul masuk.


...~Bersambung~...


...JANGAN LUPA LIKE+KOMEN YA GES YA!!!...

__ADS_1


__ADS_2