
...HAY GUYS!...
...WELCOME TO MY STORY!...
..."CINTA SATU MALAM CEO"...
...-------------------------------------------------------...
#CSMC EPISODE 84
...•...
...•...
Devano langsung masuk begitu saja ke ruangan Adrian, yup tampak Adrian tengah bersama Nadya dan terkejut dengan kedatangan Devano disana.
"Wah wah berani sekali anda masuk ke ruangan saya tanpa mengetuk pintu dulu, apa anda ingin mencari masalah disini?" ujar Adrian.
Devano tak perduli dan langsung menghampiri Adrian, terlihat Nadya ketakutan ketika dua orang itu saling mendekati dan bertatapan.
"Pak, jangan berantem disini!" ucap Nadya.
"Saya gak ingin berantem kok Nadya, cuma dia ini yang cari masalah duluan! Berani-beraninya dia masuk ke ruangan saya gitu aja!" ujar Adrian.
"Hey, tidak usah banyak bicara anda! Sebaiknya sekarang anda jawab apa maksud anda mengajak Shella makan malam saat itu??!!" ujar Devano.
Adrian pun pura-pura tidak tahu apa yang dimaksud oleh Devano, ya tentu saja agar ia terlepas dari amarah Devano.
"Makan malam? Maaf sebelumnya, tapi saya tidak pernah mengajak Shella makan malam sejak dia memilih untuk bersama anda! Jadi anda jangan asal tuduh ya kalo gak ada bukti!" elak Adrian.
"Cih pake ngeles lagi, nih saya ada buktinya yang menunjukkan kalau anda sedang makan malam dengan Shella calon istri saya!" ujar Devano sambil menunjukkan sebuah foto yang tadi ia dapat dari seseorang.
Adrian pun terkejut bagaimana bisa Devano memiliki foto saat dirinya sedang makan malam dengan Shella, ia merasa waktu itu tidak ada siapapun disana yang bisa mengabadikan momen itu.
"Darimana anda dapat foto itu?" tanya Adrian.
"Anda tidak perlu tau! Sebaiknya anda jujur dan jawab apa maksud anda mengajak Shella makan malam??!!" ujar Devano.
"Baik baik saya akan mengatakannya, waktu itu saya cuma ingin mengucapkan selamat pada Shella karena dia baru saja dilamar oleh anda kan?" ucap Adrian.
"Jangan bohong anda! Pasti ada maksud lain kan, pasti anda ingin mengkontaminasi calon istri saya agar lebih memilih anda dibanding saya..!! Sudahlah jujur saja, atau saya akan langsung melaporkan anda ke polisi atas semua perbuatan yang sudah anda lakukan!" ujar Devano.
"Loh saya jujur, hanya itu yang saya bicarakan dengan Shella malam itu! Kalau anda tidak percaya silahkan tanya langsung pada Shella, pasti dia akan menjawab sama kok! Oh ya satu lagi saya tidak takut dengan ancaman anda, silahkan saja laporkan saya karena saya tidak pernah melakukan apa yang anda tuduhkan itu..!!" ujar Adrian.
Devano menghela nafasnya dan coba menahan emosi yang sudah menguasai dirinya, bisa saja ia langsung memukul Adrian disana tapi ia sadar itu bisa menimbulkan masalah baru.
__ADS_1
"Ok, terserah anda mau mengelak bagaimanapun juga.. Saya memiliki bukti yang akurat kalau memang anda yang sudah mensabotase akun email perusahaan saya, dan juga anda telah bekerjasama dengan manajer keuangan saya untuk mengambil semua dana perusahaan saya!" ucap Devano.
"Saya sama sekali tidak tahu menahu tentang itu, bahkan waktu itu saya juga heran kenapa bisa ada dana masuk cukup banyak dari perusahaan anda! Jangan tuduh saya hanya karena saya masih mencintai Shella, karena saya tidak akan berbuat itu! Memang saya ingin Shella bisa bersama saya, tapi saya tidak akan melibatkan urusan cinta ke dalam pekerjaan..!!" ujar Adrian.
"Saya akan menunjukkan semua bukti yang saya dapat ke polisi, pastinya anda tidak akan bisa mengelak lagi dari semua ini! Tunggu saja Adrian, sebentar lagi anda pasti akan mendekam di penjara!" ucap Devano.
Lalu, Devano pun pergi dari sana begitu saja setelah membuat keributan yang sampai membuat satu kantor heboh karenanya.
Sementara itu, Nadya coba menenangkan atasannya dan memintanya duduk kembali di kursi kerjanya.
"Pak, sabar ya jangan kebawa emosi! Baiknya bapak duduk dulu supaya lebih tenang, nanti biar saya suruh ob buat bikinin teh untuk bapak!" ucap Nadya.
Adrian pun duduk di kursinya sambil dipijat lembut oleh Nadya pada bagian pundaknya, setelahnya Nadya menghubungi ob untuk meminta dibuatkan teh.
...•••...
Shella masih kebingungan karena Devano tak kunjung menelponnya atau setidaknya membalas pesan yang sebelumnya ia kirimkan.
Ia pun merasa cemas dan khawatir, mungkin ia takut terjadi sesuatu yang tidak diinginkan pada Devano.
"Duh mas Vano kemana sih sebenarnya? Kenapa coba gak ngasih kabar ke aku seharian ini? Gak tahu apa kalo aku nih cemas..!!" gumam Shella.
Lalu, handphonenya berdering menandakan ada telpon masuk.. yup ia pun mengeceknya dan ternyata itu adalah telpon dari Adrian.
Namun, Adrian terus menelponnya hingga membuat Shella pusing mendengar suara telpon tersebut.
Akhirnya Adrian berhenti menghubungi Shella dan memilih mengirim pesan padanya, karena penasaran Shella pun membaca isi pesan tersebut.
^^^Mas Adrian^^^
^^^Shella, oke gapapa kalo kamu gak mau angkat telpon aku.. Tapi, aku cuma mau kasih tau kalo sekarang Devano lagi cemburu sama aku karena dia tahu kita pernah dinner berdua waktu itu!^^^
Shella pun akhirnya tau alasan Devano tidak mengangkat telponnya tadi, ya sepertinya Devano sedang cemburu dan kesal karena ia masih menemui Adrian.
"Jadi karena itu mas Vano gak hubungin aku seharian ini, ya ampun kok bisa sih mas Vano tau soal itu? Ini semua salah aku harusnya waktu itu aku gak minta ketemuan sama Adrian! Sekarang aku harus temuin mas Vano buat jelasin semuanya..!!" gumam Shella.
Shella langsung keluar dari kamarnya, namun saat sampai di ruang tamu ia dicegat oleh ibunya.
"Loh loh kamu mau kemana toh Shella?" tanya Jenar.
"Ini bu aku harus ketemu sama mas Vano sekarang! Soalnya aku gak mau dia salah paham dan makin kecewa sama aku bu," jawab Shella.
"Hah? Emang ada masalah apa sih sayang?" tanya Jenar.
"Aduh nanti aja ya bu aku jelasinnya, sekarang aku harus pergi cari mas Vano dulu!" ujar Shella.
__ADS_1
Shella pun melanjutkan langkahnya menuju luar rumah, ia tak menghiraukan panggilan dari Jenar.
Tak disangka, Shella malah menabrak tubuh Devano saat ingin keluar dari rumahnya.. yup dengan cepat Devano mendekap tubuh Shella agar tidak terjatuh.
"Honey, kamu mau kemana kok buru-buru gitu sih?" tanya Devano.
Shella pun terkejut dan tak dapat berkata apa-apa saat itu, ya tentu saja Shella bingung bagaimana bisa Devano ada disana sedangkan dia tengah kesal.
...•••...
Laila sedang berduaan dengan Sadam di kampus, ya Laila terpaksa mengikuti kemauan Sadam untuk menemaninya padahal ia ada tugas yang harus dikerjakan.
"Beb, kamu tuh kenapa sih minta ditemenin segala? Emang gak ada temen kamu yang bisa diajak ngobrol apa? Aku kan harus ngerjain tugas tau!" ujar Laila cemberut.
"Ohh jadi kamu terpaksa ya nemenin aku disini, yaudah deh gapapa kamu boleh pergi kok!" ujar Sadam sedikit kesal.
Tampak Sadam langsung menjauh dari Laila dengan raut wajahnya yang berubah jadi tidak mengenakan.
Laila pun merasa bersalah dan akhirnya mendekati Sadam untuk merayunya agar tak marah lagi, ia langsung bersandar di pundak Sadam sambil mencengkram tangan Sadam.
"Jangan ngambek dong beb! Aku gak terpaksa kok nemenin kamu, lagian tugas aku bisa dikerjain nanti di rumah kok! Udah ya jangan ngambek lagi!" ucap Laila.
Sadam tetap pada pendiriannya untuk mencuekan Laila, dia bahkan tak menoleh sedikitpun ke arah Laila yang terus berusaha merayunya.
Dan tiba-tiba...
Cuppp..
Yap Laila mencium pipi Sadam dengan lembut, membuat kekasihnya itu menoleh dan reflek memegang wajahnya yang dicium itu.
"Jangan ngambek lagi ya!" ucap Laila sambil tersenyum.
Akhirnya Sadam mengeluarkan senyumannya dan merangkul Laila kembali, yap mereka akhirnya baikan setelah sempat slek tadi.
...~Bersambung~...
...JANGAN LUPA LIKE+KOMEN YA GES YA!!!...
...Nah ini dia visual Laila ya guys❤️...
...Gimana kira-kira cocok gak?🤔...
...Maaf ya kalo gak sesuai ekspektasi kalian🙏...
__ADS_1