
...HAY GUYS!...
...WELCOME TO MY STORY!...
..."CINTA SATU MALAM CEO"...
...-------------------------------------------------------...
#CSMC EPISODE 389
...•...
...•...
Seminggu telah berlalu sejak kepergian Yoga, kini Nadya sudah lebih bisa menjalani kehidupan seperti biasa dan tidak terlalu sedih lagi karena memang ia telah mulai dapat mengikhlaskan Yoga. Nadya pun mau diajak pergi ke luar oleh Adrian untuk juga menenangkan hati serta pikirannya, ya memang ini bukan yang pertama namun tetap berarti untuknya.
Kini Adrian mengajak Nadya ke suatu tempat yang indah dan asri, sebuah air terjun dengan pemandangan alam yang mempesona diharapkan dapat membuat Nadya merasa tenang. Adrian juga tak mau melihat gadis itu terus-menerus bersedih setelah kehilangan Yoga, maka dari itu ia pun terus berusaha agar Nadya bisa segera melupakan Yoga.
"Nadya, ini tempat yang tadi aku bilang sama kamu! Gimana, apa kamu tertarik buat kita ngobrol berdua disini? Atau kamu mau sambil minum dan makan di atas sana?" tanya Adrian.
"Umm, aku lumayan suka sih sama tempat ini! Jarang banget aku datang kesini, makasih ya Adrian udah mau bawa aku kesini!" ucap Nadya tersenyum.
"Enggak, justru aku yang harusnya makasih sama kamu! Karena kamu udah mau ikut sama aku dan kasih senyuman manis kamu itu lagi ke aku, jujur aku senang banget Nadya bisa ngeliat kamu senyum lagi kayak gitu di hadapan aku!" ucap Adrian.
"Ini kan juga berkat usaha kamu, hampir seminggu kamu terus berusaha buat hibur aku! Ya emang aku masih belum bisa lupain Yoga seutuhnya, tapi saat ini aku udah mulai sadar kalau Yoga itu sudah pergi dan aku harus mengikhlaskan dia! Maaf ya kalau selama ini aku cuekin kamu!" ucap Nadya.
"Gapapa Nadya, itu hal wajar kok untuk seorang gadis yang baru kehilangan kekasihnya! Aku tahu gimana perasaan kamu, makanya aku selalu berusaha buat hibur kamu!" ucap Adrian.
Nadya tersenyum sembari mengangguk perlahan, lalu Adrian pun merangkul pundak gadis itu dan membawanya pergi ke tempat makan yang ada di dekat sana. Ya keduanya duduk di pinggir agar bisa menikmati keindahan air terjun serta danau jernih dari sana, mereka tampak saling pandang dan tersenyum sambil terus berpegangan tangan.
"Nadya, aku janji akan selalu berusaha untuk bahagiakan kamu!" ucap Adrian tegas.
__ADS_1
"Eee makasih!" ucap Nadya gugup.
"Terlepas dari amanah yang diberikan Yoga ke gue, gue emang cinta sama lu Nadya! Jadi, gue akan terus berusaha buat dapetin hati lu!" batin Adrian.
Disaat Adrian hendak maju mendekati wajah Nadya, tiba-tiba saja gadis itu bergerak dan membuat Adrian harus mengurungkan niatnya itu.
"Adrian, aku mau bicara sesuatu sama kamu!" ucap Nadya pelan sembari menatap wajah Adrian.
"Iya Nadya, bicara aja! Emang apa sih yang mau kamu bicarakan sama aku sekarang?" ucap Adrian sudah penasaran dengan apa yang ingin dibicarakan oleh gadis itu padanya.
"Umm, ini tentang ucapan Yoga!" ucap Nadya.
"Hah? Emang Yoga bicara apa?" tanya Adrian.
"Iya, sebelum dia meninggal dia sempat bilang sama aku untuk bisa dekat sama kamu. Dia juga bilang kalau kamu itu orang baik, sekarang aku cuma mau ngetes kamu aja apa kamu emang benar orang baik atau hanya pura-pura baik?" ucap Nadya.
"Untuk apa Nadya? Sekarang kamu ini jadi tukang tes kebaikan ya?" tanya Adrian terkekeh.
"Gak gitu, aku kan cuma mau jalanin amanah dari Yoga yang emang harus aku lakukan! Dia mau aku dekat sama kamu sebagai pengganti dia, tapi aku masih ragu untuk itu!" jelas Nadya.
Nadya terdiam bingung. Adrian sudah tak sabar menanti jawaban dari gadis tersebut, ia sangat berharap kalau Nadya mau menjadi kekasihnya sesuai dengan permintaan Yoga yang terakhir sebelum pria tersebut pergi selamanya.
"Gimana Nadya? Apa kamu udah dapetin jawabannya?" tanya Adrian lagi.
"Eee iya Adrian, aku emang mau sih jadi pacar kamu. Aku juga udah cinta sama kamu dari dulu, bahkan sebelum aku ketemu Yoga. Tapi, entah kenapa aku masih ragu buat terima kamu! Maafin aku ya, mungkin karena sikap kamu yang terlalu mesum dan pemaksa itu bikin aku ragu buat milih kamu Adrian!" jawab Nadya.
"Aku tau kok, tapi aku berharap supaya kamu bisa cepat ambil keputusan dan mau menikah sama aku Nadya! Karena itu yang aku inginkan dari dulu, semoga bisa cepat terlaksana!" ucap Adrian.
"Iya, semoga aja!" ucap Nadya tersenyum tipis.
Adrian tersenyum lebar sembari meraih dua tangan Nadya dan menggenggamnya, ia membelai rambut Nadya lalu menaruh kepala gadis itu pada bahunya sembari mengusapnya lembut. Adrian sangat menyayangi Nadya dan tidak ingin kehilangan gadis itu untuk yang kedua kalinya, apalagi saat ini ia selangkah lebih dekat untuk bisa memiliki Nadya.
__ADS_1
"Aku bakal terus berusaha untuk dapetin kamu sayang! Aku juga akan cari tahu, apa sebenarnya maksud Yoga tentang Damar itu!" batin Adrian.
Setelahnya, Nadya kembali mengangkat kepalanya dan menatap wajah Adrian dari jarak dekat.
"Adrian," ucap Nadya pelan.
"Iya sayang, ada apa?" tanya Adrian penasaran sembari memegang wajah gadis itu.
"Aku udah dapat keputusan yang tepat," jawab Nadya.
"Oh ya? Apa itu?" tanya Adrian lagi.
"Sepertinya emang kamu benar, aku mau kok jadi istri kamu dan nikah sama kamu! Selain karena Yoga, ini juga murni karena aku sayang dan aku tau kalau kamu adalah lelaki yang baik dan tulus cinta sama aku!" jawab Nadya.
"Hah? Kamu serius cantik?" tanya Adrian memastikan.
"Iya aku serius, kamu bisa kok ajuin lamaran kamu ke aku secepatnya! Aku pasti bakalan terima kamu, karena aku udah yakin sama keputusan aku ini!" ucap Nadya dengan tegas.
"Alhamdulillah..."
Adrian sangat senang dan langsung saja memeluk tubuh Nadya dengan sangat erat, ia mencium bibir serta pipi Nadya berkali-kali disana sembari mengusap punggung gadis itu. Adrian tak dapat menyembunyikan lagi rasa bahagianya saat ini, ya karena cintanya telah diterima oleh Nadya dan bahkan Nadya juga bersedia menjadi istrinya.
"HEY KALIAN SEMUA YANG ADA DISINI, SAYA MAU KASIH TAU KE KALIAN KALAU SAYA SUDAH DITERIMA SAMA PACAR SAYA! SEBENTAR LAGI KAMI AKAN MENIKAH!" teriak Adrian sembari berdiri menaiki kursi disana.
Prok prok prok...
Suara tepukan tangan langsung terdengar disana setelah Adrian selesai berbicara, hal itu membuat Nadya tampak tersipu malu dan hanya bisa menunduk.
"KALIAN SEMUA YANG ADA DISINI SAYA TRAKTIR, SILAHKAN PESAN APA SAJA YANG KALIAN MAU GAUSAH CANGGUNG! BIAR SAYA YANG BAYAR NANTI!" teriak Adrian lagi sangat gembira.
Semua orang disana langsung ikut gembira mendengarnya, mereka pun tampak memesan banyak makanan serta minuman.
__ADS_1
...~Bersambung~...
...JANGAN LUPA LIKE+KOMEN YA GES YA!!!...