Cinta Satu Malam Ceo

Cinta Satu Malam Ceo
Demi kebaikan


__ADS_3

...HAY GUYS!...


...WELCOME TO MY STORY!...


..."CINTA SATU MALAM CEO"...


...-------------------------------------------------------...


#CSMC EPISODE 290


...•...


...•...


"Ini pak, minyak gosoknya!" ucap Intan memberikan minyak di tangannya kepada Devano yang sedang duduk disana.


Devano pun langsung bangkit mengambil minyak itu dari tangan Intan dengan cepat, ia berharap dengan minyak gosok tersebut istrinya bisa mendingan dan tidak terus mual-mual seperti tadi apalagi sampai muntah serta pusing di kepala.


"Terimakasih, Intan!" ucap Devano.


"Sama-sama, pak! Memangnya kalau boleh tau, Bu Shella itu kenapa ya pak?" ucap Intan.


"Iya, istri saya tadi tiba-tiba mual sama pusing! Makanya saya mau coba kasih ini ke dia supaya gak mual-mual lagi kayak gitu, soalnya saya kasihan banget ngeliat dia begitu!" jelas Devano.


"Ohh, wah bisa jadi Bu Shella hamil tuh pak!" ucap Intan dengan wajah ceria.


"Hah? Hamil??" ujar Devano terkejut.


"Iya pak, biasanya kalau orang hamil kan tanda-tandanya begitu! Siapa tahu Bu Shella juga sama, gak ada yang gak mungkin kan pak?" ucap Intan.


Mendengar perkataan Intan membuat Devano berpikir keras, menurut ia ada benarnya juga apa yang dikatakan oleh Intan barusan karena sebelum ini tepatnya saat kehamilan pertama Shella juga mengalami hal yang sama yakni mual-mual sampai muntah-muntah.


"Apa benar kalau Shella hamil? Semoga aja deh itu benar, jadi aku bisa punya anak lagi!" batin Devano.


Melihat majikannya senyum-senyum sendiri, Intan pun merasa heran sekaligus khawatir kalau Devano mulai stress atau gila karena tiba-tiba tersenyum seperti itu setelah Intan mengatakan kalau ada kemungkinan Shella hamil.


"Pak, pak Vano kenapa?" tanya Intan heran.

__ADS_1


"Ah gapapa, sekali lagi makasih! Saya harus kasih minyak ini ke istri saya, permisi..." ucap Devano sadar dari lamunannya namun tetap tersenyum.


Devano langsung bergegas menuju kamarnya menemui Shella sembari membawa minyak gosok di tangannya, ia nampak tidak sabar bertemu dengan istrinya disana untuk memberi minyak gosok sekaligus mengecek apakah Shella memang sedang hamil atau tidak.


Ceklek...


Tanpa berlama-lama lagi, Devano pun membuka pintu kamarnya lalu masuk ke dalam menghampiri istrinya yang tengah tertidur di atas ranjang dengan selimut tebal menutupi tubuhnya.


Devano tersenyum memandangi Shella dari dekat dan menaruh minyak gosok itu di atas meja, ia tidak tega untuk membangunkan Shella saat ini apalagi wanita itu terlihat sangat pulas walau dengan bibir bergetar seperti tengah kedinginan.


"Shella kedinginan? Saya matiin aja deh AC nya, kasihan dia..." batin Devano.


Setelah mematikan AC di kamarnya, Devano pun duduk tepat di samping tubuh istrinya yang masih terpejam dan tampak kedinginan walau AC disana sudah dimatikan.


"Honey, kamu sebenarnya kenapa sih? Aku jadi semakin cemas sama kamu, aku takut kamu kenapa-napa...." ucap Devano pelan.


Pria itu mengangkat tangannya secara perlahan ke arah kening sang istri lalu mengusapnya lembut, ia cukup terkejut lantaran tubuh Shella terasa sangat panas hingga ia pun reflek mengangkat telapak tangannya karena kepanasan.


"Duh, panas banget! Ini sih harus segera diobatin, maaf honey tapi aku gak mau kamu kenapa-napa!" ucap Devano cemas.


Akhirnya Devano memilih mengangkat tubuh istrinya karena ia sudah sangat khawatir pada kondisi Shella saat ini, ya Devano hendak membawa Shella ke rumah sakit agar bisa diberi pengobatan sekaligus mengetahui apa penyebab Shella sampai begitu.


"Mas... kamu ngapain?" tanya Shella lemas.


Devano yang menyadari istrinya tersadar merasa tidak enak hati lantaran ia telah mengganggu istirahat Shella, namun ini semua ia lakukan demi kesehatan istrinya juga karena tubuh Shella sangat panas dan perlu segera dicek ke rumah sakit.


"Honey, aku minta maaf ya udah ganggu tidur kamu! Tapi, aku khawatir banget sama kamu yang kedinginan terus panas begini..." ucap Devano.


"Terus kamu mau bawa aku kemana, mas?" tanya Shella penasaran.


"Ke rumah sakit, honey!" jawab Devano tegas sembari menatap wajah istrinya.


Devano pun melanjutkan langkahnya keluar kamar sembari menggendong tubuh istrinya ala bridal style, ia tergesa-gesa namun tetap menjaga keselamatan istrinya supaya tidak bertambah semakin parah kondisi tubuh yang dialami sang istri.


"Mas, turunin aku!" ucap Shella merengek.


"Enggak!" ucap Devano tegas.

__ADS_1


"Ish, kamu jahat mas!" ucap Shella ngambek.


"Ini demi kebaikan kamu, honey!" tegas Devano.


Akhirnya Shella terpaksa menuruti perkataan suaminya untuk pergi ke rumah sakit walau ia sebenarnya tidak ingin kesana, sejujurnya ia tak mau merepotkan Devano lagi sekarang apalagi setelah ia mendengar perkataan suaminya itu ke Novi.


Sementara Devano tetap pada pendiriannya yakni membawa Shella ke rumah sakit, kini ia sudah mendudukkan Shella pada kursi mobil dan mereka pun segera melaju menuju rumah sakit supaya Shella bisa diobati serta dicek kondisinya.




Sepanjang perjalanan, Shella berkali-kali menahan rasa mualnya sembari memegangi perutnya serta kepala yang terasa sakit dan pusing membuatnya tidak bisa melakukan apapun.


"Honey, tahan ya! Sebentar lagi kita sampe kok ke rumah sakit, nanti disana kamu bakal diperiksa sama dokter!" ucap Devano.


Shella tak menggubris perkataan suaminya, yang ia pikirkan sekarang adalah kondisinya yang semakin parah karena rasa mual, pusing, serta kedinginan di dalam mobil tersebut.


Devano merasa kalau istrinya masih marah padanya karena ia membawa paksa Shella ke rumah sakit tanpa berbicara lebih dulu, namun ia akhirnya menepis prasangka buruk itu dan tetap fokus pada setirnya supaya bisa lebih cepat sampai disana.


Tak lama kemudian, mereka pun telah tiba di rumah sakit dan Devano langsung memapah tubuh istrinya ke dalam sana untuk segera menemui dokter agar Shella bisa mendapat pengobatan sehingga mereka bisa tahu apa penyebab Shella seperti itu.


"Dok, gimana keadaan istri saya?" tanya Devano penasaran dan sangat cemas.


Dokter wanita itu terlihat bingung harus menjelaskan apa pada Devano, sedangkan Devano sendiri semakin merasa panik dan khawatir dengan Shella apalagi melihat raut wajah sang dokter yang ikutan cemas serta panik.


"Dok, kenapa diem aja? Gimana kondisi istri saya?" tanya Devano lagi makin panik.


"Eee.... istri bapak tidak apa-apa kok, dia cuma butuh istirahat aja sebentar! Saya juga sudah buatkan resep obat yang nanti bisa ditebus di apotik, tenang aja ya pak!" jawab dokter itu.


"Alhamdulillah... terus apa saya boleh ketemu sama istri saya sekarang, dok?" tanya Devano.


"Iya, boleh kok pak! Silahkan aja masuk ke dalam, istri bapak juga sudah mendingan!" jawab dokter itu.


"Terimakasih, dok!"


Tanpa basa-basi lagi, Devano langsung bergegas masuk ke dalam sana menemui Shella istrinya karena ia benar-benar khawatir pada wanita itu, sedangkan dokter itu tersenyum sembari geleng-geleng kepala melihat tingkah Devano.

__ADS_1


...~Bersambung~...


...JANGAN LUPA LIKE+KOMEN YA GES YA!!!...


__ADS_2